Aku mempunyai kemampuan bisa melihat hari kematian semua orang termasuk diriku sendiri. Tapi justru aku di anggap aneh dan pembawa sial bagi keluarga ku sendiri dan juga orang lain. Tapi hanya satu yang peduli padaku yaitu kakekku sebelum dia meninggal
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my queen , isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1
Namaku adalah Bella Anindita Putri disaat umur ku 5 tahun aku mempunyai kemampuan bisa melihat kematian semua orang termasuk kematianku.
Tapi aku justru di anggap aneh dan di anggap pembawa sial oleh keluargaku sendiri dan juga orang lain sejak aku kecil. Hanya 1 yang peduli padaku yaitu kakekku sebelum dia meninggal.
Disaat aku bermain di taman bersama kakekku, aku berlari lari di taman dan di kejar oleh kakekku dan pada saat kakek kelelahan dia duduk beristirahat dan aku pun menghampiri kakek yang sedang istirahat karna kelelahan mengejarku
"Kakek kenapa"? "Apa Kakek sudah lelah"? Tanyaku sambil duduk di samping Kakek.
"Padahal aku belum lelah dan masih mau bermain dengan Kakek.! Seruku
"Maaf sayang, Kakek ingin istirahat sebentar ya." Kata Kakek padaku sambil mengelus elus kepala ku tanda sayang.
Tapi pada saat Kakek mengelus kepalaku aku melihat tanggal kematian di tangan sang kakek. ya orang yang pertama kali ku lihat tanggal kematiannya adalah kakekku lewat telapak tangannya.
"Kakek di tangan mu ada tulisan". Tanyaku dengan polosnya karna pada saat itu aku belum ngerti apa apa.
"Tulisan apa cucuku" jawab kakek
"Disana tertulis mati tanggal 20 mei"
"Kamu ada ada aja nak, kali ini Bella bisa meramal untuk kakek ya. Tapi bela tenang aja kakek tidak akan masukin ke hati, lagian kakek masih sehat kan masih bisa mengejar Bella lari di taman dan masih bisa temani Bella bermain apa aja".
"Jadi sayang jangan memikirkan hal yang aneh aneh ya" sahut kakek ku.
"Baik kakek"! Jawabku.
Tapi 3 minggu kemudian pada saat 20 mei ucapkan ku menjadi kenyataan.
Pada saat kakek sedang di halaman saat sedang menyiram tanaman kakek terpeleset di tangga dan akhirnya kakek di larikan kerumah sakit.
"Bagaimana kondisi ayah kami dok? Tanya papa pada dokter yang baru keluar dari ruangan kakek.
"Maaf pak/ ibu kami sudah melakukan yang terbaik tapi pasien sudah kehilangan banyak darah dan gak bisa di selamatkan" kata dokter yang memeriksa kakek.
Kami yang mendengar kabar tersebut sangat terpukul. Dan pada waktu itu aku belum mengerti apa arti tulisan yang ada di telapak tangan kakek.
Sampai pada dua tahun kemudian aku melihat kembali tangan merah yang begitu familiar di tangan ayah ku.
"Papa , di tangan papa ada tulisan yang sama seperti yang ada di tangan kakek waktu itu. Sahutku pada saat papa mau berangkat kerja ke kantornya.
"Bella kamu jangan selalu berbicara sembarangan ya"! Kata papa padaku
"Aku tidak berbicara sembarangan papa"! Seruku sambil sambil mengambil tangan papa dan menunjukkan padanya.
"Disini mati tanggal 15 Agustus karna kecelakaan mobil" kataku dan papa yang mendengar hal itu justru sangat marah padaku dan dia berkata. "Siapa yang mengajarimu berbicara hal yang tidak tidak seperti ini". Sahutnya sambil pergi karna kesal mendengar aku berbicara yang tidak tidak dan papa pergi ke kantor dengan kekesalannya.
Pada hari itu juga pada saat papa berangkat ke kantor, di perjalanan papa mengalami kecelakaan beruntun. Karna mobil di depan papa berhenti mendadak dan papa pada saat itu tidak sempat mengerem mobilnya dan terjadilah kecelakaan beruntun.
Dan saat itu mama lagi istirahat tiba tiba foto pernikahan mereka terjatuh dan mama punya firasat yang gak baik saat itu.
Dan mama langsung menghubungi papa tapi tidak ada jawaban sama sekali, karna itulah mama sangat gelisa karna no papa tidak bisa di hubungi.
Padahal saat itu mama lagi mengandung adikku yang sebentar lagi lahir kedunia dan pada saat mama gelisa dan menghubungi papa ada telepon masuk dari no yang tidak di kenal yang mangatakan kalo papa kecelakaan beruntun di jalan dan nyawanya tidak tertolong lagi, mama yang mendengar kabar tersebut langsung berlari di tangga dan langsung jatuh dari tangga tersebut.
Saat itu aku baru dari dapur dan melihat mama jatuh dan aku langsung berlalu menghampiri mama dan berteriak minta tolong pada seisi rumah. "Tolong.... mama, mama kenapa"? Sambil aku menangis sesengukan
Akhirnya orang rumah pada datang dan juga saudaraku yang lain dan sangat kaget karna melihat mama sudah tergeletak di lantai tak sadarkan diri. Dan supir langsung membawa mama kerumah sakit.
"Tolong dipercepat pak"! Kata kakak pertama ku bernama Ethan.
"Baik tuan muda"! Jawab sopir tersebut sambil fokus membawa mobil kecepatan tinggi menuju rumah sakit.
Pada saat sampai di rumah sakit mama di dorong keruangan operasi karna saat ini mama harus melahirkan adek kami yang ada dalam kandungan mama karna pada saat mama jatuh dari tangga tadi ternyata ketuban mama pecah. Dan pada saat sebelum mama di dorong ke ruang operasi mama sempat mengangkat tangannya dan mau mengatakan pada kami bahwa semua baik baik aja dan saat itu aku melihat di tangan mama tulisan persis seperti di telapak tangan papa.
Saat itu aku begitu terkejut melihat sesuatu yang sama dan di hari yang sama, berarti hari ini adalah hari kematian kedua orang tua kami.
Pada saat mama lagi di dalam ruangan om bayu datang kerumah sakit. " apa yang terjadi pada kalian dan kenapa dengan kedua orang tua kalian"? Dan akhirnya bang Ethan menceritakan kronologi yang menimpa kedua orang tuaku.
Saat ini kami sedang menunggu persalinan mama di ruang operasi, setelah beberapa jam kemudian dokter keluar membawa seorang bayi perempuan. "Bagaimana dengan mama kami dok"? tanya bang Aaron pada dokter tersebut
"Kalian yang sabar ya dan jangan lupa berdoa "seru sang dokter!
"Maksudnya apa dok, kenapa dan apa yang terjadi "? Tanya om bayu
"Bayinya lahir dengan selamat tapi ibunya gak bisa di tolong lagi, ibu kalian sudah berpulang"! Sambung sang dokter.
Kami yang mendengar hal itu hanya bisa menangis sesengukan dan ternyata benar mama benar benar menyusul kepergian papa dan meninggalkanku dan saudara_saudaraku yang lain.
"Tidak mungkin... tidak mungkin, mama gak mungkin pergi juga papa baru aja pergi kenapa mama juga harus ikut meninggalkan kita semua.! Kata bg Charles
karna bang Charles adalah orang yang paling manja sama mama.
"Bg Ethan.. om kami gak punya orang tua lagi,? Mama dan papa sudah pergi ninggalin kami.? Sahut Aaron sambil menangis di pelukan om bayu yang hanya bisa menenangkan kami semua.
Tapi bayi yang baru lahir itu selamat dan dia adalah adik cewek yang paling di sayang dan di manjakan sama saudara saudara ku. Dan dari kematian kedua orang tua kami lah aku jadi di benci oleh semua kakak kakakku dan menyisihkan ku di rumah kami.
Karna mereka mengangap kalo akulah penyebab kematian kedua orang tua kami.
eh ia nanti mampir di Novel aku yaaa~