NovelToon NovelToon
Dikiranya Numpang Hidup, Padahal Aku Bos Suamiku

Dikiranya Numpang Hidup, Padahal Aku Bos Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam / Identitas Tersembunyi
Popularitas:38.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy Ghina

"Mas bilang jatah uang belanja Nisa dipotong dua juta untuk Sisil. Nisa pikir, kalau Sisil sudah dapat uang tunai dua juta dari Mas Rian, buat apa lagi dia pakai kartu kredit atas nama Nisa? Lagi pula, Nisa kan cuma wanita bodoh yang nggak punya penghasilan. Nisa takut nggak sanggup bayar tagihan kartu kredit itu bulan depan."


Demi cinta yang ia kira tulus, Annisa yang baru berusia 24 tahun itu rela menyembunyikan identitas aslinya. Ia berpura-pura cuma gadis yatim piatu biasa saat dipersunting Rian, pria yang kini berumur 28 tahun. Annisa cuma ingin menguji—apakah Rian benar-benar mencintainya atau cuma mengincar hartanya.

Dan suatu hari, jawaban dari ujian itu makin jelas kelihatan.

Tiga tahun pengorbanannya. Tiga tahun penyamarannya. Tiga tahun kesabarannya menahan hinaan mertua dan ipar demi menjaga harga diri Rian ... semuanya dibalas dengan pengkhianatan murahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Ghina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9. Hadiah Mewah Untuk Sang Pelakor-2

Wajah Rian yang tadinya kemerahan akibat malu seketika berubah pucat pasi. "A-audit mendadak? Tapi Pak Danu, jadwal audit tahunan kan masih tiga bulan lagi—"

"Keputusan Komisaris Utama tidak bisa diganggu gugat, Pak Rian," potong Pak Danu tegas. "Kami menemukan adanya indikasi penyimpangan dana operasional sebesar ratusan juta rupiah yang dicairkan melalui rekening divisi pemasaran dalam dua bulan terakhir."

Eriska yang berdiri di belakang Rian mulai merasa panik. Jemari tangannya yang mengenakan gelang berlian mendadak gemetaran. Ia buru-buru menyembunyikan tangannya di belakang punggung.

Namun, mata tajam Fandi tidak bisa dibohongi. Fandi melangkah satu tapak mendekati Eriska dan Rian. Aura pria dewasa itu begitu menekan, membuat Eriska menundukkan kepala tak berani menatapnya.

"Gelang yang sangat indah," desis Fandi dingin, menunjuk ke arah tangan Eriska. "Gelang berlian white gold senilai empat puluh delapan juta lima ratus ribu rupiah, dibeli pada tanggal lima belas bulan ini."

Rian dan Eriska tersentak hebat! Jantung Rian serasa mau lompat dari dadanya!

Bagaimana mungkin Fandi Prasetyo tahu nominal harga dan tanggal pasti pembelian gelang itu secara sangat rinci?!

"P-Pak Fandi ... itu perhiasan pribadi milik staf saya, tidak ada hubungannya dengan kantor!" sela Rian dengan suara gemetar, berusaha keras menutupi kepanikannya.

Fandi tersenyum tipis—sebuah senyuman dingin nan sinis yang membuat Rian makin ketakutan.

"Pribadi?" tanya Fandi dengan nada merendahkan. "Pak Rian, tim audit kami mencatat bahwa dua hari sebelum gelang itu dibeli, ada pencairan dana taktis pemasaran sebesar lima puluh juta rupiah dengan alasan 'biaya entertainment klien'. Dan menariknya, struk pembelian perhiasan tersebut masuk dalam berkas klaim reimbursement kantor yang kamu tanda tangani sendiri."

DEG!

Darah di tubuh Rian serasa berhenti mengalir. Mukanya pucat bagaikan mayat.

Seharian kemarin, karena panik kehabisan uang tabungan akibat ulah Annisa yang memblokir kartu kredit, Rian memang nekat memasukkan struk pembelian gelang berlian Eriska ke dalam klaim biaya kantor untuk menutupi uangnya yang terkuras! Ia mengira tidak akan ada yang memeriksa dokumen itu secara mendalam!

"I-itu ... itu ada kesalahan administrasi, Pak! Saya bisa jelaskan!" jerit Rian panik.

"Penjelasan kamu tidak dibutuhkan di sini, Pak Rian," potong Pak Danu dingin. "Mulai detik ini, seluruh kewenangan transaksi finansial kamu sebagai Manager Pemasaran dibekukan secara resmi. Seluruh kartu kredit fasilitas kantor kamu ditarik kembali, dan akun akses sistem keuangan kamu dinonaktifkan."

Pak Danu melangkah mendekati Rian dan langsung menyambar kartu identitas serta kartu kredit fasilitas Manager yang menggantung di leher Rian.

"Pak Danu! Jangan begini, Pak! Tolong kasih saya kesempatan!" mohon Rian dengan wajah memelas, rasa sombong dan angkuhnya hancur tak berbekas di depan seluruh stafnya yang kini menatapnya dengan pandangan shock dan berbisik-bisik.

Eriska berdiri membeku. Wajah cantiknya kini dipenuhi rasa horor dan ketakutan. Rian—pria yang baru saja ia agung-agungkan sebagai Manajer kaya raya—kini dikuliti kecurangannya di depan matanya sendiri!

Fandi Prasetyo menatap Rian yang tampak begitu menyedihkan dari atas ke bawah.

"Kamu tahu, Pak Rian?" bisik Fandi dengan suara berat yang hanya bisa didengar oleh Rian dan Eriska. "Seorang pria sejati tidak akan pernah memberi makan selingkuhannya menggunakan uang hasil mencuri, apalagi sambil merendahkan istri sah yang sudah berkorban untuknya di rumah."

Rian mendongak kaget, matanya melotot menatap Fandi. Istri sah?! Dari mana pria berkuasa ini tahu soal rumah tangganya dan perlakuan buruknya pada Annisa?!

Belum sempat Rian mencerna rasa kebingungannya, Fandi sudah membalikkan badan dengan gerakan sangat anggun dan berwibawa.

"Pak Danu, pastikan seluruh aset divisi ini disegel sampai proses audit selesai. Dan jika ditemukan tindak pidana penggelapan ... langsung serahkan berkasnya ke kepolisian," perintah Fandi dingin.

"Siap, Pak Fandi," jawab Pak Danu tegas.

Fandi melangkah pergi meninggalkan ruangan pemasaran bersama Pak Danu. Langkah kakinya yang mantap bergema di koridor, meninggalkan Rian yang terduduk lemas di kursinya dengan wajah hancur, serta Eriska yang berdiri mematung memegangi gelang berliannya yang kini terasa bagaikan borgol yang siap menyeretnya ke dalam penjara.

Sementara itu, di dalam mobil Mercedes-Maybach yang terparkir di basement gedung, Annisa Septiani sedang menyaksikan seluruh kejadian di ruangan pemasaran melalui layar tablet pintar yang terhubung ke kamera yang tersembunyi di kacamata Pak Danu.

Di sampingnya, Pak Yusuf tersenyum bangga menepuk pelan pundak putrinya.

Annisa menutup tabletnya, menyunggingkan senyuman dingin yang sangat memikat.

"Baru langkah pertama, Mas Rian," gumam Annisa pelan. "Nanti malam ... giliran rumah dan harga dirimu yang akan aku ratakan dengan tanah."

Bersambung...

1
Wiek Soen
menyesal Bu Rini sisil tp sayang penyesalan mu terlambat
Wiek Soen
Eriska Eriska kapokmu kpn mulane dadi wong wedok Ojo murahan... pelakor pisan nauzubillah
Wiek Soen
😁😁😁😁sesama pasangan selingkuh saling cakar cakaran
Wiek Soen
kayaknya seru mom ceritanya,
Wiek Soen
nyesel ya Rian 😁😁😁😁
Wiek Soen
yah Bu Rini, GK terima ya makanya Bu klo lagi naik daun jangan blago klo jatuh sakitnya kemn mn
Kar Genjreng
kalau lihat keadaan nya Mak Rini sebenarnya kasian,,,bila di ingat tiga tahun kebelakang begitu angkuh penuh penghinaan bahkan segala hal ga cuma Mak Rini putra dan putri nya pun sama jadi
tega coba baik sedikit ,,, tidak memperlakukan buruk menantu pasti ada
rasa belas kasih dan Rian tidak selingkuh,,
Sugiharti Rusli
meskipun Annisa memaafkan mereka, proses hukum akan tetap berjalan juga dan tidak menghilangkan status si Rian sebagai tersangka korupsi,,,
Sugiharti Rusli
apalagi karakter asli mereka itu sombong dan suka meremehkan orang yang mereka pikir lebih rendah dari mereka
Sugiharti Rusli
percuma bu Rini dan si Sisil berlutut kepada mantan menantu dan kakak iparnya sekarang sih,,,
Sugiharti Rusli
sudah jadi tersangka kasus korupsi dan pencucian uang dengan ancaman penjara entah berapa lama, proses perceraiannya pun juga berjalan,,,
Sugiharti Rusli
ni dia yang dibilang sudah jatuh tertimpa tangga pulak tuh Rian sekarang yah,,,
Sugiharti Rusli
kalo sekarang apapun ungkapan perasaan penyesalan kamu ga ada gunanya dan yah kamu tinggal nanti menunggu vonis hakim saja sih,,,
Sugiharti Rusli
karena selain berselingkuh, kamu korupsi uang perusahaan buat menyenangkan kekasih dan juga keluarga kamu yang bahkan tidak pernah menghargai istri kamu
Sugiharti Rusli
mau kamu nangis darah di hadapan Annisa sekarang juga percuma sih Rian😏😏😏
Sugiharti Rusli
istilahnya mah ga mungkin kan si Rian memberikan hadiah cuma" ke si Eriska tanpa imbalan apa" dulu,,,
Sugiharti Rusli
entah sudah sejauh apa hubungan mereka dulu yah, apa sudah terlampau jauh bahkan sampai si Eriska berani meminta barang" mewah ke Rian,,,
Sugiharti Rusli
yah begitu deh pada akhirnya kedua pesakitan saling membuka aibnya masing" di ruang sidang mereka,,,
Sugiharti Rusli
pada dasarnya mereka memang setipe sih yah, yang satu suka pamer dan satunya memanfaatkan kedudukannya dengan menuntut barang" mewah,,,
Sugiharti Rusli
apalagi pada saat sidang sekarang baik Rian dan kekasih gelapnya saling berbalas tuduhan satu sama lain,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!