NovelToon NovelToon
Marwa (Istri Tangguh Tuan Rayyan)

Marwa (Istri Tangguh Tuan Rayyan)

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:95.1k
Nilai: 5
Nama Author: El Viena2106

Annisa Marwa harus pergi dari kehidupan keluarganya setelah dia tahu bahwa dua orang yang dia sayangi dan dia percaya menjalin hubungan dibelakangnya.

Disakiti oleh kedua orangtuanya, Dikecewakan oleh Kakak dan Tunangannya tak membuat Marwa mundur atas kepergian itu. Tak ada air mata tangisan yang mengiringi langkahnya dalam meninggalkan kota itu.

Hingga pertemuannya dengan Rayyan Al Ghafa Pangestu merubah hidupnya. Marwa menjadi wanita yang lebih tangguh dan kuat dalam menghadapi apapun.
••••••••
"Aku Marwa, Sesuai dengan namaku.. Aku akan jadi wanita tangguh dan kuat tanpa takut pada siapapun.. " Annisa Marwa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ternyata Semua Milik Marwa

Sejak kejadian malam itu, Sikap Raski memang terlihat berubah, Termasuk pada Tania. Karena jujur, Raski tidak suka dengan sikap Tania yang terlalu gegabah menurutnya.

Seharusnya Tania tidak perlu menjelaskan apapun pada Marwa malam itu. Cukup dia saja yang menjelaskan pada Marwa secara pelan-pelan.

Lihat saja sekarang sikap Raski, Pria malas dan enggan hanya untuk bicara pada siapapun termasuk dengan Tania yang katanya dulu adalah wanita yang sangat ia cintai.

Sikap Raski tidak hanya cuek saja terhadap Tania saja. Pria juga bersikap datar dan dingin ke setiap lawan bicaranya membuat Tania kesal dan marah.

Sikap Raski yang seperti ini bukan hanya terjadi hari ini melainkan sejak kemarin dan bertahan hingga sekarang.

Sementara itu, Kejadian kemarin malam memang membuat otak Marwa ngeblank. Namun gadis itu punya prinsip bahwa Marwa tidak akan lagi berharap pada siapapun. Untuk saat ini tidak ada salah satu keluarganya yang dapat ia percaya dan ia yakini. Semua sudah tak ada lagi dan musnah.

"Kamu kenapa? Dari tadi kok kayak banyak pikiran gitu? Kemarin juga gak masuk, Dihubungi juga gak bisa, Kanapa sih?" Marwa hanya tersenyum setelah mendapatkan pertanyaan beruntun dari sahabatnya ini.

"Gapapa.. Aku cuma lagi mikir aja, Gak nyangka ya.. Kalau sebentar lagi kita akan lulus.." Ucapnya berbohong. Marwa tidak mau kalau Nina tahu tentang masalahnya dengan Raski dan Tania. Marwa takut saja kalau sahabatnya ini nanti akan melabrak Tania dan itu akan jadi masalah semakin rumit saja.

Padahal sebenarnya Nina sudah tahu tentang hubungan Raski dan Tania. Namun Nina sengaja belum memberitahukan karena Nina masih butuh bukti. Nina masih butuh waktu itu, Maka dari itu, Nina tidak terlalu buru-buru.

"Kamu tenang aja.. Kan kita masih bisa bareng.." Nina memeluk Marwa dengan erat. Gadis itu hanya diam saja, Entah apa yang harus dia lakukan setelah ini?

Marwa ingin pergi dari kota ini, Tapi kemana?

"Wa.. Kok kamu malah diem aja sih?" Marwa mengurai pelukannya lalu menatap sang sahabat.

"Nin.. Aku pulang dulu ya.. Mendadak aku gak enak badan.. " Gadis itu menatap Marwa dengan tatapan yang curiga. Dilihat dari matanya, Tampaknya Marwa menyembunyikan sesuatu.

"Wa...

"Aku pulang dulu ya, Nanti kalau ada yang tanya bilang aja aku lagi gak enak badan.." Marwa berjalan meninggalkan Nina yang masih bertanya-tanya.

"Kenapa? Dia kayak sembunyiin sesuatu deh.. Apa jangan-jangan Paman sama bibinya bikin ulah lagi?" Nina menghela nafas panjang. Dia sudah tidak tahu lagi harus membantu Marwa seperti apa. Andai Marwa tahu hubungan Tania dan Raski mungkin saja Nina akan mencari cara agar Marwa bisa pergi atau membalas perbuatan orang-orang itu. Meski sebenarnya Marwa memang sudah tahu.

Dua gadis yang saling menjaga erat persahabatannya itu saling menyembunyikan fakta yang ada karena masih saling menjaga persatuan masing-masing.

Marwa tidak ingin Nina tahu karena takut Nina ikut terlibat dalam masalah keluarganya. Sementara Nina tidak segera memberitahu Marwa karena takut saja Marwa tidak percaya tanpa adanya bukti. Nina hanya tidak ingin persahabatan mereka rusak hanya karena masalah seorang pria.

"Hey.. Wawa kemana? Kok tumben kamu sendiri." Nina tersenyum, Seorang pemuda yang bernama Farel itu mendekat. Dia adalah pacar Nina selama dua tahunan ini. Meski katanya keduanya menjalin hubungan, Namun pasangan yang satu ini tidak seperti pasangan yang lainnya yang lebih condong ke perasaan. Keduanya lebih fokus pada kuliah masing-masing.

"Wawa pulang.. Katanya dia gak enak badan.." Farel mengangguk-anggukan kepalanya.

"Kok tumben sih.. Biasanya dia gak gak pernah pamit pulang duluan meski gak enak badan.. " Nina mengangkat kedua bahunya.

"Aku juga gak tahu.. Kayaknya Wawa ada yang disembunyiin deh. Cuma dia gak mau cerita..

"Udah lah.. Nanti dia juga bakalan cerita kok. Mending kita kekantin yuk.. Kita makan bakso biar aku yang bayar.. " Nina tersenyum senang.

"Ya iyalah.. Dimana-mana itu cowok yang bayarin cewek.. Jangan jadi cowo mokondo..

"Haha... Pacar kamu yang ini bukan mokondo sayang...

...****************...

"Ini Mas uangnya.." Marwa memberikan sejumlah uang ongkos untuk ojek online langganannya. Hari ini, Marwa merasa lelah sekali..

Bukan hanya lelah fisik tapi juga batinnya. Maka dari itu, Marwa izin tidak masuk bekerja lebih dulu. Gadis itu lebih memilih untuk pulang saja karena Marwa berniat ingin istirahat yang cukup hari ini.

Tahu sendirikan kemarin malam ada masalah apa sehingga tidur Marwa tidak terasa nyenyak sama sekali. Bahkan setelah sehari terlewatipun Marwa tetap tidak bisa tenang.

Marwa masuk kedalam rumahnya, Gadis tersebut langsung naik ke atas dimana kamarnya berada. Selain pusing, Marwa juga merasa tubuhnya panas dingin.

"Ya Allah..." Marwa duduk ditepi tempat tidur itu. Matanya melihat kedinding dimana fotonya bersama kedua orangtuanya dulu saat mereka masih hidup.

Foto dengan ukuran bingkai sepuluh R itu masih menempel di dinding karena Marwa memang tidak pernah mengotak atik Foto tersebut.

Foto itu adalah foto terakhir yang ia miliki. Jika diotak atik, Marwa takut bingkainya rusak meski sebenarnya Marwa bisa menggantinya dengan yang baru tapi tetap saja Marwa tidak punya keinginan sama sekali untuk merubahnya.

"Huuuffft..." Gadis itu menghembuskan nafasnya dengan kasar. Marwa hendak minum obat lalu tertidur namun sayangnya air yang biasa dia sediakan di atas meja habis.

"Harus turun lagi.." Marwa beranjak dari duduknya, Gadis itu turun kebawah seraya membawa gelas yang hendak di isi air minum. Saat hendak memasuki ruangan makan langkahnya seketika berhenti setelah telinganya mendengar sesuatu yang membuat jantungnya berdegup kencang.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Yah.. Ayah kenapa? Kok malah bengong sih.." Haris menghadap pada istrinya.

"Ayah lagi kepikiran sama semua surat sertifikat milik Aini dan suaminya Bu.. Kira-kira mereka menyimpan semua itu dimana ya??" Dartik langsung menggeser kursinya..

"Pak, Udah gak usah dipikirin lagi.. Yang penting kita udah tinggal dirumah ini dan menikmati semua harta mereka pak.. Kan ada untungnya mereka kecelakaan dan meninggal ditempat..

Deg!.

Kaki Marwa mundur satu langkah. Gadis itu seketika kesulitan menelan salivanya. Kenapa Bibinya bicara seperti itu? Kenapa mereka seolah senang dengan apa yang terjadi pada keluarganya. Sebenarnya ada apa ini?

Ucapan Dartik sudah menjelaskan kalau mereka seolah senang dengan kejadian yang telah merenggut kedua orangtuanya.

"Bu.. Rumah ini memang sudah jadi milik kita.. Kita juga menguasai harta milik Aini dan Jaka bahkan sampai hampir habis.. Tapi kalo sertifikat itu tidak ditemukan, Lalu bagaimana kalau seumpama sertifikat itu ditemukan oleh Marwa.. Bisa hancur kita.. Kita harus cari surat itu sampai ketemu.. Setelah itu, Kita suruh Marwa tandatangan pengalihan atas rumah ini.. Lalu kita usir dia dari rumah ini.." Dartik yang mendengar ide suaminya itu langsung setuju.

Ya, Jaka dan Aini memang dulunya pasangan suami istri yang cukup sukses. Mereka bisa membeli rumah lantai dua, Belum lagi usaha toko bangunan yang sebenarnya masih berjalan dan berada di bawah kendali Haris. Adapula tanah dengan lebar tiga hektare yang sampai saat ini belum Haris dan Dartik ketahui dimana letaknya.

Bagaimana mungkin mereka tahu letaknya, Sementara suratnya saja sampai sekarang tidak ditemukan.

"Apa mungkin saja rumah ini gak ada suratnya?

"Ah, Mana mungkin.. Rumah ini mereka yang beli.. Dan pada saat itu Ayah ada disana. Aini dan suaminya itu menerima suratnya.. Kalau tidak salah, Ayah mendengar mereka menyebut nama Marwa.. Ayah yakin kalau disurat itu pasti ada nama Marwa. Dan bisa jadi rumah ini diwariskan pada anak itu.. " Haris terus berpikir, Sudah bertahun-tahun dia tinggal dirumah ini. Bahkan mereka menempati kamar Jaka dan Aini. Disana tidak ada satupun surat penting yang tersimpan. Lalu kalau surat itu tidak ada dirumah ini, Terus dimana?

Klak!

"Siapa??" Mendengar suara barang jatuh, Haris langsung bangkit dari duduknya.

"Coba dilihat Yah.. Takut ada yang dengar pembicaraan kita tadi.." Haris mengangguk dan melangkah keluar. Pria itu harus memastikan takut ada orang yang mendengarnya. Kalau mungkin orang itu Tania mereka masih bisa tenang. Andai yang mendengar adalah Raski atau Marwa? Kan bisa gawat..

"Meoow..." Haris menghela nafas lega. Dan ternyata hanya seekor kucing disana.

"Kirain siapa? Bikin kaget orang saja.." Haris lalu kembali keruang makan. Tanpa pria paruh baya itu sadari, Dibalik sofa itu Marwa duduk dengan kepala menunduk.

Mata gadis itu memerah dengan tangan yang cukup gemetar sekali. Tidak, Dia tidak boleh takut, Dia harus berani melawan dan mengambil hak miliknya itu.

"Rumah ini masih milik ayah sama bunda.. Mereka telah merebut semua hak ayah dan bunda.. Ini gak bisa dibiarkan.. Aku harus bisa merebut semua ini kembali.." Marwa berniat akan merebut semua miliknya itu. Namun untuk sekarang Marwa akan pergi dulu. Karena percuma melawan karena dia hanya seorang diri. Mau sekuat tenaga pun ia tetap akan kalah melawan orang-orang jahat itu.

TBC

1
Yus Nita
waaoowww... kena mental gaktych..
Dina mana.. dina manaaa..
biar makin seru nechdrama ny 😃😃😃
Muft Smoker
nah melati udh beraksiii ,,
gmn tuuh ,, gmn tuuuh ,,
pgen jungkir balik rasa ny aq ,, 🤸🤸🤸🤸🤸🤸🤸
aq rasa udh ijooo mukany si tania ,,
Muft Smoker
masiih aj mimpii taniaaa ,, 😂😂😂
Maria Magdalena
alu senang dgn ucapan melsti rasain lu tania kebongkar deh rshadiamu 😁😁😁
Ayudya
lah kan malu sendiri kamu tania🤣🤣🤣🤣🤣
Lucy
Dulu KLO raski dgn marwa mungkin Rayyan dgn wanita lain🤣gak mungkin dgn kau Tania krna cinta Rayyan mentok di Wawa saat dia magang🤭🤣
Evi alvian
nah makan tuh omongan pedas melati biar tau rasa si Tania biar nyadar diri
Ariany Sudjana
Tania Tania kamu berharap jadi istrinya Rayyan? kan keinginan kamu sendiri dulu untuk merebut raski, yang sudah bertunangan dengan marwa, dan sekarang kamu rasakan sendiri gimana sikap raski dan kedua mertua kqmu. dan kamu ingin mempermalukan marwa, di hadapan semua keluarga besarnya? belum apa-apa kamu sudah dapat reaksi dingin dari keluarga besarnya Rayyan 🤣🤣😂😂 dasar pelacur murahan kamu itu Tania
Ri♡
Idih kagak sadar diri banget,orng jahat kek lu mana lh pantes dapat pasangan spek Rayyan😒😒😒,mimpi lu ketinggian Tania 🤣🤣🤣
Ani
🤣🤣🤣🤣🤣 bagus Melati... kena mental gak tuh 🤣🤣🤣🤣🤣
mmh nengmuti
di bikin malu dia🤣🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
nah kan ,, baru tau belang ny yx keluarga perempuan yg dlu km bela sampe km nampar marwaa ,,
udh pulang aj ke Susan ,, dy juga istri km koq raskii ,,
Maria Magdalena
klo aku nunggu kpn nih si dartik dan haris diusir fr rmh milik marwa.
Nice1808
hahhaha Darti gak tau diri, dah susah mau ikut2an kayak marwa , sadar dir darti Raski bukan org kaya dan gampang kau stir🤣🤣🤣
Evi alvian
dartik gak nyadar hidup susah aja aja sok"an gayanya kek orang kaya
Ariany Sudjana
Skak mat darti, ga tahu terima kasih, sudah dibantu biaya admin, masih juga ingin dirawat. hallo ibu sadar? kalau mau bebas dari tugas rumah, ya nginap di hotel, tapi kan masalahnya kamu ga punya uang, jadi lebih baik pulang saja 🤣🤣😂😂
Ayudya
mang si dartik ini ya Uda susah sok sok'an ga mau kalah ma marwa🥰🥰🥰🥰
mustika ikha
mana mau marwah bayar pengobatan kalian, tau diri dong, ini masih kecil nnt kalian tinggal di kolong jembatan🤣🤣💪💪💪💪
Mutia
Ya bayar sendiri dong...
Maria Magdalena
Rasain marwa sengaja tuh bisr nyaho kslian.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!