NovelToon NovelToon
I AM The Mirecle Itself

I AM The Mirecle Itself

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:550
Nilai: 5
Nama Author: Muhammad wahyu

I AM The Miracle Itself
Di dunia Aethelgard, kekuatan adalah segalanya.
Sihir, iblis, pendekar, dan makhluk yang mampu melampaui hukum alam telah menjadi bagian dari kehidupan. Namun, di tengah dunia yang dipenuhi kekuatan tersebut, lahirlah seseorang yang seharusnya tidak pernah ada.
Ia bukan pahlawan.
Bukan dewa.
Bukan iblis.
Bahkan bukan bagian dari tatanan dunia.
Keberadaannya adalah sebuah anomali—sesuatu yang tidak dapat dijelaskan oleh hukum realitas, takdir, maupun batas kekuatan.
Ketika dunia mulai menghadapi kekacauan yang bahkan mengancam fondasi keberadaannya, sebuah pertanyaan perlahan muncul:
Jika segala sesuatu memiliki batas... lalu apa yang terjadi pada sesuatu yang sejak awal tidak memiliki tempat dalam perhitungan?
Dan ketika keajaiban tidak lagi cukup untuk menjelaskan keberadaannya, dunia akan menyadari satu hal—
Dia bukan orang yang memiliki keajaiban.
Dialah keajaiban itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad wahyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Tujuh jarum obsidian yang melayang di sekeliling Penyusup Void mendengung kencang, memancarkan garis-garis gelombang hitam yang siap merobek jaringan daging dan pilar-pilar batu di Ruang Segel Utama. Tekanan udaranya begitu berat hingga lantai di bawah kaki Ren Vaelen retak menjalar.

​Ren mengusap darah hangat yang menetes di rahangnya. Tatapannya tetap dingin dan fokus, meneliti setiap gerakan mikro jarum-jarum maut tersebut.

​"Caelum!" seru Ren tanpa menoleh. "Berapa detik jeda transfer energi dari wadah perak ke kendali jarum-jarum itu?!"

​Caelum, yang merayap di dekat pilar roboh dengan antarmuka matanya yang berkilat kemerahan, mengetik cepat pada proyeksi holo yang terdistorsi. "0,3 detik! Setiap kali dia mengarahkan jarum, benang ruang di dadanya harus menyerap kestabilan Aetheria dari wadah perak terlebih dahulu!"

​"Logika yang sangat presisi untuk serangga tiga dimensi," desis suara Penyusup Void melalui jaringan otak mereka. "Tapi pengetahuan itu tidak akan menyelamatkan nyawa kalian!"

​Tujuh jarum obsidian meluncur serentak. Lima di antaranya melesat menembus udara menuju Ren, sementara dua sisanya berbelok tajam menghantam Caelum untuk membungkam sang analis.

​"Bocah! Jangan lupakan kami!" raung Rayker.

​Pahlawan berarmor emas yang dadanya bersimbah darah itu bangkit berdiri. Dengan sisa-sisa tenaga di dalam Inti Solaris-nya, Rayker menghantamkan pedang besarnya ke tanah. Supernova Burst: Terrestrial Anchor! Ledakan api gravitasi membumbung tinggi, menciptakan gelombang guncangan tebal yang membelah jalur lintasan dua jarum obsidian yang mengincar Caelum.

​Pada detik yang sama, Lyra merangkak naik dan menancapkan ujung Aegis-Staff dalam-dalam ke lantai granit. Cahaya perak bergetar hebat dari berlian stafnya.

​"Isolasi Ruang Lintas Sumbu: Aegis Cage!" jerit Lyra dengan wajah pucat pasi.

​Kubah transparan berukuran kecil muncul tepat di sekeliling tiga dari lima jarum yang mengincar Ren. Meskipun perisai Lyra retak parah di bawah benturan jarum-jarum itu, kurungan sementara tersebut berhasil menahan lintasan ketiganya selama 0,5 detik—memberikan celah emas yang sangat sempit.

​"Dua jarum tersisa di jalurmu, Ren!" teriak Caelum menyebarkan proyeksi lintasan merah langsung ke bidang pandang Ren.

​"Lebih dari cukup," gumam Ren.

​Ren mendorong seluruh energi Liquid Silver Radiance ke persendian fisiknya. Ia melompat rendah, tubuhnya berputar secara vertikal di udara untuk menghindari jarum pertama yang menyambar sejuta milimeter di atas dadanya. Bilah obsidian itu memotong beberapa helai rambut Ren saat melewatinya.

​Sebelum jarum kedua sempat mengoreksi lintasannya, Ren menghantamkan tumit kanannya ke badan jarum tersebut dari atas.

​ANGGG!

​Dentangan nyaring bergema. Benturan fisik itu membuat telapak kaki Ren mati rasa, namun dorongan kinetik tersebut sukses menancapkan jarum kedua ke lantai batu.

​Dengan seluruh jarum penyusup yang tertahan oleh kombinasi perisai Lyra, tebasan gravitasi Rayker, dan refelks fisik Ren, Penyusup Void itu kini tak terlindungi selama fraksi detik.

​"Rayker! Sekarang!" perintah Ren keras saat tubuhnya mendarat di atas batu.

​"Mati kau, Penjahat Void!"

​Rayker menerjang maju seperti meteor emas. Solaris-Core Greatsword milik sang pahlawan membara hingga tingkat warna putih panas. Rayker menebaskan pedang besarnya melengkung dari bawah, menghantam perisai benang ruang milik Penyusup Void dengan seluruh bobot fisiknya.

​BOOOMM!

​Ledakan energi panas memecah perisai benang ruang penyusup tersebut, memaksa sosok melayang itu terdorong turun dan mendarat di atas tanah. Wadah perak penampung Aetheria di tangannya terlepas dan jatuh berguling.

​Di momen kehampaan pertahanan itulah, Ren Vaelen melesat masuk.

​Langkah kaki Ren memicu kilatan perak cair. Rasa sakit dari luka goresan di tangan dan pipinya melebur bersama pacuan adrenalin. Ren memperpendek jarak dalam satu hembusan napas, menembus asap panas sisa ledakan Rayker.

​"Teknik Utama Jalur Perak: Shatter-Point Strike!"

​Ren mengumpulkan seluruh sisa pendaran cair di telapak tangan kanannya, membentuk tusukan jari yang keras bak baja. Dengan akurasi mematikan khas seorang pakar beladiri fana, Ren menghantamkan tusukan jarinya tepat ke titik tengah topeng perak tanpa wajah milik Penyusup Void—titik fokus resonansi jaringan saraf sang penyusup.

​KRAAAKKK!

​Topeng perak itu retak menjalar. Gelombang kejut fisik menjalar menembus kepala sang penyusup, menghancurkan bentuk proyeksi wujudnya dari dalam.

​"B-bagaimana... kombinasi manusia fana... mampu memutus koneksi wadahku...?" raung suara Penyusup Void sebelum wujud abu-abunya runtuh, buyar menjadi serpihan asap hitam yang lenyap di udara abisal.

​Topeng perak yang retak dan wadah perak berisi cairan Aetheria murni jatuh berdenting di atas lantai batu yang dingin.

​Hening seketika menguasai Ruang Segel Utama.

​Ren Vaelen jatuh berlutut, menopang tubuhnya dengan satu tangan di lantai. Napasnya memburu parah, dadanya naik turun tak beraturan, dan keringat bercampur darah menetes dari dagunya ke tanah. Tubuh dagingnya berada di ambang batas kelelahan fisik.

​Rayker menyandarkan pedang besarnya, terduduk lemas sambil memegangi dadanya yang memar. Lyra terkulai pingsan di samping stafnya yang redup, sementara Caelum terduduk gemetar, menatap wadah perak Aetheria yang kini tergeletak aman di hadapan mereka.

​Ren memiringkan kepalanya sedikit, menyapu darah di wajahnya dengan mantel sutra gading yang kini robek dan kotor. Ia menyunggingkan senyum tipis yang getir ke arah kegelapan di dalam jiwanya.

​‘Pertarungan yang tidak buruk untuk sebuah mainan biasa, bukan?’ batin Ren.

1
indah Mayaddah f
Kerja berat tiap hari, di panggil si nol terus di hina tapi Ren diam aja. Sabar sekali dia 😔
𝔇𝔧𝔞𝔣𝔞𝔯 𝔖𝔲𝔴𝔦𝔱𝔬
Saya biasanya lihat kultivasi, hari ini belajar sihir🤣
Myz Pena
waoow meskioun makhluk itu sebesar bukit kecil namun kekuatannya tidak kaleng - kaleng.. sungguh dahsyat
CNNTAYY
haha rahasia valeria aja sampai ketahuan mana ukuran sepatu dan rambut lagi🤭
iorlif
siapakah sosok tanpa tubuh pasti itu?
Siti Aisyah
Hebat sekali valeria bisa mengalahkan seekor calamity wolf itu👍
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
mampir auhtor. mau tanya mau ikut masuk grup aku gak. saling berbagai ceritaa dan support
Muhammad Wahyu: gimana kak?
total 6 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!