NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Tiri Anak Jendral Perang

Menjadi Ibu Tiri Anak Jendral Perang

Status: tamat
Genre:Fantasi / Ibu Tiri / Ruang Ajaib / Tamat
Popularitas:547k
Nilai: 4.9
Nama Author: hofi03

Seorang wanita cerdas dengan sejuta keahlian, yang tidak pernah takut dengan apapun, bahkan dengan kematian sekalipun. Bagaimana jadinya saat jiwa nya tiba-tiba terbangun di tubuh Aleta Volis, seorang wanita bangsawan dengan reputasi paling busuk di seluruh kekaisaran.

Marquez Liam Volis, seorang Jendral Perang sekaligus penguasa wilayah Volis yang terkenal dingin, kejam di medan pertempuran, dan memiliki prinsip hidup yang keras. Bagi Liam, hidup hanyalah soal tugas, pedang, dan darah, dia tidak punya waktu ataupun ruang di hatinya untuk urusan cinta.

"Kau berubah, apa yang sebenarnya sedang kamu rencanakan?" tanya Liam, dingin.

"Oh ayolah suami ku, apa pantas pernyataan itu kamu tunjukkan pada istri mu ini," jawab Aleta, tersenyum miring, merapikan kerah pakaian Liam.

Mampukah Liam mempertahankan prinsipnya, atau justru dia bertekuk lutut dan menyerahkan seluruh hidupnya pada wanita yang tadinya paling dia benci?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesta Topeng

“Sudah beberapa hari dia tidak menghubungimu. Kenapa tiba-tiba saja menghubungimu?” Pertanyaan yang diucapkan oleh Tommy ketika melihat pria itu mencari kunci mobilnya. 

“Itu karena sebelumnya dia mengalami kecelakaan sehingga tidak bisa menjengukku. Tapi sekarang mungkin Felicia sudah sembuh. Aku tidak bisa bersenang-senang bersama kalian lagi aku harus kembali ke rumah sakit.” Ucap Romi hendak pergi, selama kurang lebih 3 hari ini dirinya berlibur di villa. 

Ibunya mengatakan Felicia masih bekerja mengantar makanan walaupun dalam keadaan sakit. Dan sekarang Felicia ingin mengunjunginya? 

Sudah beberapa hari ini dirinya tidak bertemu dengan kekasihnya. Tentu saja perasaan kerinduan itu ada, bagaimana tidak. Walaupun dirinya menguji wanita itu, tapi sebenarnya perasaannya masih ada. 

“Tunggu! Kamu bilang ingin bertemu dengannya bukan? Bagaimana kalau kami juga ikut? Lagi pula cepat atau lambat kalian akan segera menikah. Dia akan menjadi bagaikan kakak iparku.” Citra terlihat tersenyum gembira. Tapi sejatinya dalam hatinya menyimpan begitu banyak kebencian. 

“Baiklah, tapi kalian harus bergegas. Mungkin dia sedang ada dalam perjalanan ke rumah sakit sekarang. Aku sudah membuat alasan bahwa aku menjalani kemoterapi hari ini. Aku mengatakan kurang lebih 1 jam, baru dia bisa menjengukku.” Pria yang segera mengambil kunci mobilnya. 

Teman-temannya masuk ke dalam mobil meninggalkan villa. Mereka sudah berlibur selama 3 hari bahkan sempat mengadakan pesta. 

Sementara sesuai laporan dari ibunya, Felicia masih tetap terus bekerja keras untuknya. 

Hingga pada akhirnya mobilnya terhenti  di tempat parkir rumah sakit. Pria yang melangkah masuk ke dalam rumah sakit tanpa ragu sama sekali. 

Rumah sakit ini merupakan salah satu aset milik keluarga Wiguna. Jadi beberapa staf medis sudah cukup mengetahui tentang sandiwara pria ini.

Berjalan dengan cepat menggunakan baju pasien. Kemudian memasuki kamar rawatnya. 

Benar-benar berusaha dengan cepat, agar semuanya aman terkendali. 

Dan benar saja, felicia kini tengah melangkah memasuki area rumah sakit. Wanita yang membawa makanan untuk Romi. Benar-benar berjalan menelusuri lorong. 

Dulu Felicia tidak menyadari sama sekali. Ketika dirinya lewat beberapa perawat berbisik-bisik. 

Dirinya tidak mengetahui dan tidak mendengar dengan jelas. Tapi sekarang sudah pasti itu pasti tentang dirinya yang menjalani ujian cinta selama 2 tahun penuh. 

Wanita itu memasuki lift. 

Beberapa staf medis rumah sakit pada kenyataannya memang berbisik-bisik membicarakannya. 

“Aku kasihan padanya, Dia begitu cantik. Kalaupun tidak dengan tuan muda Wiguna, sudah pasti menemukan pria yang tulus. Tapi masih saja harus mengikuti ujian dari calon suami dan ibu mertuanya. Kalau aku jadi dia, Aku tidak akan mau merawat pria miskin penderita kanker. Lebih baik mengumpulkan uang untuk diri sendiri.” 

“Benar! Tuan muda Wiguna sudah keterlaluan mempermainkan wanita hingga seperti itu. Aku juga sempat mendengar dia menderita radang usus karena terlalu banyak memakan mie instan.”

“Mengorbankan nyawa sendiri demi nyawa orang lain. Bukankah seharusnya dia sudah lolos menjadi calon istri. Ini namanya bukan merekrut calon istri, tapi pembunuhan terhadap manusia. Aku yakin, kalaupun nanti masuk ke dalam keluarga Wiguna, hidup wanita malang ini tidak akan bahagia karena memiliki suami dan mertua yang merendahkannya.”

Para staf medis di rumah sakit ini bergosip tentang Felicia. Sudah dari dulu mereka bergosip tentang wanita ini. Merasa iba kepada wanita yang harus menjalani dua pekerjaan. 

Bahkan ada kalanya ketika mengalami radang usus. Wanita itu, sama sekali tidak ada yang merawat. Apa tuan muda keluarga Wiguna peduli? Pria itu masih saja berpura-pura sakit. Tapi saat Felicia tidak tahu menyelinap pergi dan bersenang-senang. 

***

Sayangnya Felicia sekarang sudah mengetahui segalanya. Sudah 3 hari ini dirinya berpura-pura sakit, dan bekerja seperti biasanya di tempat Tia Wiguna. Berpura-pura menjalani dua pekerjaan padahal aslinya kembali menjalani hanya satu pekerjaan. 

Dirinya tidak ingin mati mendadak hanya karena ingin menarik pria ini dalam kekecewaan dan rasa bersalah. 

Wajahnya perlahan tersenyum. Belakangan ini dirinya makan enak setiap hari. Walaupun tidak setiap hari kakaknya datang, tapi setiap hari uang masuk ke dalam rekeningnya. 

Sungguh kehidupan Nona muda sudah kembali padanya. 

Tapi balas dendam tetap harus dilaksanakan. 

Wanita yang melangkah dengan pasti. Matanya sedikit mengintip, orang-orang ini memang pintar berakting. Dulu dirinya bahkan sering menangis di hadapan Romi, karena mencemaskan kondisinya. 

Tapi sekarang masa bodoh…

Suara ketukan pintu terdengar, maka orang-orang ini akan kembali berakting. Selang infus bagaikan terpasang di tangan Romi. 

Wajah pria itu benar-benar pucat pasi, sudah pasti itu karena make up tebal yang digunakan. 

“Romi kamu tidak apa-apa?” Tanyanya begitu pelan. 

“Aku tidak apa-apa. Kemoterapi begitu menyakitkan bagiku. Seharusnya aku mati saja…” pria yang menangis sesegukan. Bagaikan menyesalkan kondisinya saat ini.

“Romi sudah aku bilang berapa kali. Jangan pernah bermain-main dengan kata kematian. Karena kita tidak pernah tahu umur manusia. Bisa saja aku masih lebih awal daripada kamu. Romi, yang terbaik harus dilakukan saat ini adalah menikmati hidup. Menikmati saat-saat menyenangkan dengan orang tersayang.” Felicia menggenggam jemari tangannya. 

Sedangkan Citra menatap sengit padanya. Bukankah wanita ini sudah mengetahui semuanya hanyalah akting Romi? Kenapa Felicia setelah mengetahui semuanya tidak murka sama sekali? 

Jangan-jangan wanita ini malah kesenangan karena akan menjadi menantu dari keluarga kaya. 

Citra mengepalkan jemari tangannya. Wanita itu berusaha keras untuk tersenyum. 

“Felicia, Aku memiliki tawaran untuk bekerja padamu. Gajinya lumayan, Hanya bekerja sebagai pelayan di pesta topeng. Apa kamu mau? Sebenarnya ini karena aku peduli padamu dan Romi. Kalian sudah lama bersama, menjalani suka dan duka. Tapi aku tidak bisa begitu saja membantu biaya perawatan Romi. Karena itu aku hanya bisa memberikanmu pekerjaan di pesta topeng ini. Aku janji upahnya tidak akan mengecewakan.” Senyuman Citra bagaikan malaikat. 

Tapi aslinya dirinya akan membuat wanita ini dipermalukan seperti sebelumnya. Sudah berapa kali dirinya memberikan pekerjaan kepada Felicia dengan gaji tinggi. 

Tapi tentu saja itu hanyalah omong kosong, gajinya memang tinggi. Tapi semuanya hanya untuk membully wanita ini. 

“Aku mau! Tentu saja aku mau, Aku sedang memerlukan banyak uang untuk kesembuhan Romi. Terima kasih Citra, senang rasanya memiliki teman sebaik dirimu.” Felicia memeluknya begitu erat, lebih tepatnya memeluk Citra. Bagaikan menyalurkan rasa kebahagiaannya. 

Padahal aslinya, diam-diam Felicia tersenyum menyeringai. Ini adalah kesempatannya, menjadi kekasih yang menyedihkan. Menjadi kekasih yang bertambah menyedihkan lagi. 

Permainan akan dilanjutkan ke level berikutnya. Level di mana, Romi tidak akan dapat melupakannya walaupun dirinya mati. 

“Iya sama-sama…” Citra tersenyum, matanya sedikit melirik ke arah Romi. 

Sedangkan Romi seperti menghela nafas tidak peduli. Ini adalah salah satu ujian cinta bukan? Ujian cinta antara dirinya dan Felicia.

1
yetiku86
baca maraton 2 hari ngga kerasa ternyata sdh di akhir bab.
terimakasih Thor🙏🙏🙏
semoga sehat selalu dan semakin sukses🤲
yetiku86
kereeen..... luar biasa👍👍👍👍
yetiku86
sebelumnya permen.... sekarang balon.... 😅🤦‍♀️
yetiku86
permen!!! 👊👊👊
yetiku86
🤪
yetiku86
awas Romi.... Rio sedang jadi setan... 🤭
yetiku86
ternyata Felicia penganut ajaran sesat.... 😅
yetiku86
niatmu mulia Raisa makanya othor memudahkanmu dlm mendapatkan uang 🤭
yetiku86
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
yetiku86
sepertinya dia lebih parah dari Kimi.... 😅
yetiku86
apa maksdnya tdk bisa berkata-kata? sedari tadi juga ngomong kaya kereta 😅
yetiku86
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ maaf ya Rio aku tertawa diatas penderitaanmu.
yetiku86
ternyata penyakit Felicia menular pada Rio.... 😅
yetiku86
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/......dasar Kimi!
yetiku86
kalau dari awal otakmu bener harusnya mikir dong...mana ada orang kismin bisa sewa kamar president suite ?
yetiku86
ya ampun.... setelah 2 th ternyata Miki masih jadi ojek online... 😅
kau keterlaluan sekali Kimi, kenapa menolak jadi nyonya petani padahal kau blm melihat seberapa luas tanah milik calon suamimu.
yetiku86
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
yetiku86
apakah Kimi sdh jadi nyonya muda? apa masih jadi pacar tukang ojek? 🤭
yetiku86
kurasa 2 th sudah impas untuk menghukum Romi dkk.
yetiku86
eh busyet...... 😱
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!