NovelToon NovelToon
One Night With The Emperor

One Night With The Emperor

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi / Anak Genius
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: Reyarui

Cattleya tak menduga pesta kemenangan saat timnya menjuarai kejuaraan akan membuatnya meninggalkan dunianya. Ia terbangun di tubuh seorang antagonis dalam sebuah novel yang dibacanya.

Cattleya yang diketahui mengandung anak kaisar diangkat menjadi selir. Dia tak bisa menjadi permaisuri karena sudah ada Adelle seorang putri Duke yang memang digadangkan jadi calon permaisuri.

Namun bisikan-bisikan yang datang ke telinganya yang mengatakan bahwa dirinya lebih pantas menjadi permaisuri membuat gadis pemalu itu menjadi berambisi. Terlebih Kaisar juga tak pernah mengacuhkan dirinya. Hingga pada akhirnya Cattleya meracuni Adelle dan dirinya dieksekusi mati.

Mengetahui hal tersebut, Cattleya pun memilih jalur aman, dia kabur dan bersembunyi. Namun plot novel tersebut tetap saja membuat dirinya ditemukan.

"Plot novel sialaaaan!!!"

Akankah Cattleya bisa mengubah plot novel tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reyarui, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

One Night 09

"Ah ya, anak memang selalu jadi harta bagi kedua orang tuanya," ucap Lucien sambil tersenyum. Senyumnya terasa kecut.

"Dia sudah punya anak? Apa dia sudah menikah? Kalau benar, dimana suaminya. Tapi jika menikah, seharusnya dia menikah dengan bangsawan kan? Yang aku ingat malam itu gaun dan perhiasan yang dikenakan adalah yang biasa digunakan putri bangsawan."

Kepala Lucien sibuk berpikir tentang anak yang terbaring tidur di atas tempat tidur. Anak itu berambut emas persis seperti milik Cattleya. Tapi Lucien tahu bahwa rambut Cattleya aslinya adalah hitam. Pikiran pria itu semakin melayang. "Apa suaminya yang berambut kuning keemasan?"

Semakin kemana-mana saja pikiran Lucien. Dia sibuk memikirkan tentang siapa ayah anak itu dan siapa suami wanita ini.

Jika benar Cattleya sudah bersuami, maka Lucien tak bisa membawanya ke Istana. Meski dirinya dijuluki kaisar tiran yang kejam, tapi dirinya bukanlah pria brengsek yang merebut istri milik pria lain dan memisahkan anak dari ayahnya.

"Sudah, maaf hanya bisa membantu sedikit saja. Ini silakan dimakan dan diminum. Anda sebaiknya beristirahat di sini untuk malam ini, besok pagi baru Anda bisa pergi," ucap Cattleya ramah.

Karena sibuk berpikir, Lucien tidak memerhatikan ucapan Cattleya. Dia hanya dengar di bagian istirahat. Tubuhnya secara spontan beranjak dari tempat duduknya bejalan ke atas tempat tidur dan berebah di sana. Lucien memiringkan tubuhnya dan menekuk lutut. Tempat tidur itu terlalu kecil bagi ukuran panjang tubuhnya.

"Eh? Haah ya sudah," ucap Cattleya lirih. Ia tersenyum simpul saat melihat Lucien yang tidur di sisi Leoric.

Cattleya akhirnya menggelar tikar. Dia memilih tidur di lantai. Dirinya juga tak tega jika harus membangunkan orang yang tengah sakit karena baru saja dirampok.

Meski tidur di lantai, Cattleya bisa langsung pulas. Dia bahkan tidak menaruh curiga atau waspada terhadap pria yang baru saja dikenalnya. Sedikit aneh baginya yang biasanya selalu waspada dan berhati-hati setiap kali muncul pria asing.

Malam itu berlalu lebih lambat, tapi Cattleya merasa senang karena ia merasa bisa istirahat lebih lama.

Meski langit masih gelap, tapi Cattleya sudah bangun. Suara kokokkan ayam jantan menjadi alarm alam bagi Cattleya untuk bersiap membuat roti. Dia tak boleh terlambat, karena nanti para pelanggang akan kebingungan.

Cattleya melirih ke arah Lucien dan juga Leoric dua pria beda usia itu masih sangat lelap tidurnya. Cukup mengejutkan, karena biasanya Leoric akan terbangun saat ia mulai membuat roti.

Hingga proses pemanggangan, putranya tak kunjung bangun. Suara lalu lalang warga juga mulai terdengar, dan kali ini Cattleya harus membangunkan si pria asing agar segera pergi dari rumah.

"Tapi sebentar, aku harus ke kamar mandi untuk dulu dan juga cuci tanga."

Cattleya meletakkan lap yang sejak tadi dipegangnya. Dia juga melepaskan celemeknya. Cattleya harus segera kembali sebelum Emi datang.

"Ayah, banun Ayah."

Degh!

Saat kembali dari kamar mandi, Cattleya terkejut melihat Leo yang duduk di perut Lucien. Matanya membulat sempurna dengan panggilan Leoric terhadap Lucien.

Cattleya berjalan cepat, dia hendak mengambil Leo dari perut pria itu, tapi Lucien lebih dulu terbangun.

"Maaf, maaf kan saya Tuan Cien. Anak saya masih kecil, jadi dia bicara sembarangan. Saya sungguh minta maaf."

Cattleya membungkuk dalam. Dia berkali-kali meminta maaf. Tadi malam wajah Lucien tidak terlihat jelas, tapi sekarang wajah pria itu benar-benar jelas di matanya.

Pria tampan dengan kulit putih, berambut coklat dan bermata zamrud. Jelas sekali wajahnya itu adalah seorang bangsawan meski bajunya nampak biasa.

Bisa gawat jika ia harus berurusan dengan bangsawan. Bisa-bisa pelariannya ini akan terusik.

Lucien memicingkan matanya. Dia melihat ke dalam mata bocah yang merupakan anak dari Cattleya itu.

"Catty, ini anak Anda kan?" tanya Lucien tanpa mengalihkan pandangannya dari bocah kecil yang masih duduk di perutnya.

"I-iya Tuan Cien. Leoric adalan anak saya," jawab Cattleya tergagap. Pikirannya sudah tidak karuan.

"Berapa usianya, nampak menggemaskan?"

"Dua tahun Tuan. Maka dari itu saya minta maaf atas sikap kurang sopannya."

Cattleya mendekat ke arah Lucien dan Leoric, dia hendak mengangkat Leoric dari atas tubuh Lucien. Namun hal yang mengejutkan terjadi, Lucien mengangkat tubuh Leoric lalu menggendongnya.

"Ayaaah," ucap Leoric dengan wajah yang riang.

"Bukan sayang, Tuan Cien ini, beliau adalah~"

"Tidak apa-apa Catty, aku senang kok dipanggil ayah. Siapa namamu anak pintar?"

"Leolic, namatu Leo."

Dada Cattelya berdegup kencang. Matanya juga masih terbuka lebar saat melihat putranya yang begitu mudah akrab dengan pria asing. Padahal selama ini tidak demikian. Leoric adalah anak yang sedikit sulit. Dia bahkan tak mau disentuh oleh sembarang orang. Tapi dia akan dengan mudah menerima orang yang berperilaku baik.

"Apa pria ini adalah pria yang baik, sampai Leo sama sekali tidak waspada?" Hati Cattleya terus saja berbisik. Bertanya-tanya tentang sikap putranya yang begitu cepat akrab.

"Cat ... Catty, rotinya sudah siap?"

Suara Emi menggema. Meski dari luar rumah tapi semua orang yang ada di dalam mendengar.

Tanpa berpikir dan juga lupa bahwa ada Lucien di sana, Cattleya langsung membukakan pintu.

Emi juga masuk tanpa ragu. Saat dia sudah ada di dalam rumah, Emi hampir melompat melihat pria tampan dan tinggi tengah mengendong Leoric.

"Cat, siapa?" tanya Emi tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah Lucien.

"Dia~"

"Ayahtu, Bibi Emi. Ini ayahtu," sahut Leoric dengan riang.

Cattleya menggelengkan kepalanya cepat. Dia juga berkata bukan dan menjelaskan siapa Lucien sebenarnya.

"Ah begitu, ku pikir memang benar ayahnya Leo. Soalnya terlihat mirip. Ya sudah mana Rotinya. Itu pelanggan di luar sudah menunggu."

"Ah ya, baiklah."

Cattleya langsung bergegas menyiapkan roti yang baru saja diangkatnya dari pemanggang. Tak lupa dia menyiapkan untuk Lucien dan Leoric di meja makan. Cattleya yang tengah sibuk, tak menyadari bahwa Lucien saat ini tengah mengamati Leoric dengan seksama.

"Jadi apa kamu mengubah rambut Ibu dan rambut mu?"

"Iyap, tenapa Ayah bica tau?"

Bola mata berwana hitam yang sangat gelap itu adalah warna mata milik keturunan Kallistar. Lucien langsung bisa menyadari saat melihat mata Leoric. Lucien juga bisa merasakan aliran sihir dari tubuh anak itu. Dan usia Leoric juga sangat pas dengan kejadian malam itu.

"Malam itu sungguh membuahkan hasil ternyata. Ya ini Ayah, dan kamu adalah putraku yang sesungguhnya. Jadi aku bawa ibu mu pulang," ucap Lucien sambil tersenyum simpul.

"Pulan? Temana?" tanya Leoric sambil mengedipkan matanya.

"Ke rumah kita, rumah yang sangat besar dimana kalian akan tidur dan makan tanpa harus bekerja keras."

TBC

1
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
aku yakin itu caty cucumu
GiZaNyA
nahhh jangan2 Catty ada hubungannya d3ngan Duke Winter yaa...
Pelangi Jingga
kurang bnyk up nya tor 😂🙏🤣
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
waah kita tunggu saja ap yg cocok
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
baru bgtu ajh dah malu gmn NNT KLO tau km cm mimpi
GiZaNyA
hohoho... sekarang semua orang tau kan kalo Adelle cuma ngibul... 🤣🤣
GiZaNyA
yaampuuunnn... pedeee kebangeten yaaa si Adelle sama Bapakke.... ckckck.... coba cari kaca dulu sana... udah bikin gosip deket sama Kaisar lhaaa malah cewe gak dibolehin masuk... keki gak tuhhh..? 🤣🤣🤣
Pa Muhsid
kok melempem katanya ketua sekaligus pelatih beladiri tapi mental anak mamih
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
hahaha 🤣🤣🤣🤣 mng enk di usir secara g lngsng
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
huh,sayangnya g akan mungkin pede sekali anda
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
ya ya ya akan tiba waktunya km malu semalu malu ny
Pelangi Jingga
kurang bnyk tor 😂
GiZaNyA
hahahaha ngarep beneerrr si Adelle ini... ckckck.... keep manaaaa ngirinyaaaa dia pas tau Sang Kaisar udah punya Permaisuri ples Putra Mahkota... serius kalah langkah sangaaatttt jauh si Adelle... 🤣🤣🤣
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
🤣🤣🤣🤣🤣mimpimu ketingian awas jatuh sakit loh
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
mengundang kali ka,typo itu
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
yang pasti 22nya
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
km loh penyebab shock ny catty
Wahyuningsih
thor klau up jgn lma2 tk iiinaaak menunggu upnya yg buanyk thor n hrs tiap hri sehat sellu jga keshtn tetp 💪💪💪 dlm upnya
GiZaNyA
heh Lucien.. kamu kan terkenal sebagai kaisar sadeesssss... ya jelas takut lah si Cattleya... ada2 aja...
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
trauma terbesar ternyata kamu loh lucien
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!