NovelToon NovelToon
Salah Kirim Pesan Ke CEO: Magang Jadi Cinta

Salah Kirim Pesan Ke CEO: Magang Jadi Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Identitas Tersembunyi / Beda Usia
Popularitas:989
Nilai: 5
Nama Author: sphinxeditz77

Satu pesan yang salah kirim mempertemukan Andrian Pratama, seorang mahasiswa tingkat akhir, dengan Elena, wanita dewasa yang ternyata merupakan CEO sebuah perusahaan besar.

Awalnya, mereka hanya berbicara lewat pesan. Tanpa sengaja, percakapan sederhana itu berubah menjadi kebiasaan yang membuat keduanya semakin dekat.

Masalahnya, Andrian kemudian menjalani magang di perusahaan tempat Elena bekerja.

Sejak saat itu, hubungan mereka menjadi semakin rumit. Di satu sisi, Elena adalah CEO yang harus menjaga profesionalitas. Di sisi lain, bagi Andrian, Elena adalah wanita yang sudah menjadi bagian penting dari kesehariannya.

Dari pesan singkat, pertemuan tak sengaja, hingga akhirnya menjadi pasangan, keduanya mulai membangun hubungan yang mereka kira sederhana.

Namun, semakin dekat mereka satu sama lain, semakin banyak hal yang belum mereka ketahui.

Karena terkadang, orang yang paling dekat dengan kita justru menyimpan rahasia yang paling besar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sphinxeditz77, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kartu As Di Tumpukan Debu

Memasuki hari ketiga masa pengasingannya di Basemen 2, Andrian mulai merasa paru-parunya beradaptasi dengan aroma debu arsip dan jamur kertas. Rutinitasnya kini berubah drastis. Tidak ada lagi teguran Fajar, tidak ada lagi omelan Budi yang meminta dibelikan es kopi aren, dan tentu saja, tidak ada lagi lift VIP yang sejuk.

Di bawah sorotan lampu neon yang berkedip redup, Andrian memindahkan kotak kardus ke-142 ke atas rak besi yang baru ia bersihkan. Kemeja birunya kini memiliki bercak noda abu-abu permanen. Lengannya terasa pegal luar biasa, namun otaknya justru merasa jauh lebih jernih.

"Satu kotak lagi sebelum jam makan siang," gumam Andrian menyeka keringat di pelipisnya dengan punggung tangan.

Ia berjalan ke tumpukan kardus paling sudut yang kondisinya paling mengenaskan. Kardus itu penyok, basah di bagian bawah karena rembesan air entah dari mana, dan nyaris hancur. Saat Andrian mengangkatnya, dasar kardus itu jebol.

Braaak!

Puluhan map, dokumen berjamur, dan tumpukan kertas berserakan di atas lantai beton.

"Sialan," rutuk Andrian pelan. Ia berjongkok, mulai memunguti dokumen-dokumen itu satu per satu. Sebagian besar adalah kuitansi pengadaan barang dari lima tahun lalu yang tintanya sudah pudar.

Namun, saat tangannya menyentuh sebuah map tebal berwarna merah terang—satu-satunya map yang terbungkus plastik kedap udara sehingga kondisinya masih sangat rapi—perhatian Andrian terhenti. Di bagian depan map tersebut terdapat label peringatan bergaris diagonal merah-putih dengan tulisan huruf kapital tebal: DIBATALKAN - OTORISASI DEWAN KOMISARIS.

Rasa penasaran mengalahkan rasa lelahnya. Andrian, memiliki insting tajam terhadap dokumen-dokumen berlabel seperti ini.

Ia membuka plastik pembungkusnya dan menarik keluar bundelan kertas di dalamnya.

Dokumen itu adalah Laporan Audit Internal Rahasia Kuartal II - 2023. Andrian membalik beberapa halaman pertama dengan cepat. Matanya menyapu rentetan angka, tabel, dan grafik. Semakin jauh ia membaca, keningnya semakin berkerut tajam.

Laporan itu membahas tentang vendor logistik jalur udara—vendor yang sama yang sempat dievaluasi Andrian di ruang rapat direksi karena memotong margin keuntungan perusahaan hingga lima belas persen. Di dalam dokumen rahasia ini, tertulis dengan sangat jelas akar dari "biaya surcharge membengkak" tersebut.

Bukan karena cuaca buruk. Bukan karena harga avtur naik.

Melainkan karena vendor logistik itu merupakan anak perusahaan shell company yang saham mayoritasnya dipegang secara diam-diam oleh Kusuma Group.

Andrian menahan napas. Otaknya langsung menghubungkan titik-titik informasi yang ia miliki. Kusuma Group. Itu adalah perusahaan keluarga dr. Reyhan, pria yang ingin dijodohkan Nyonya Puspasari dengan Elena.

Andrian membalik halaman terakhir. Di sana, terdapat draf rekomendasi dari tim auditor internal yang menyarankan pemutusan kontrak vendor tersebut karena terindikasi mark-up harga. Namun, draf rekomendasi itu dicoret dengan tinta merah yang tebal. Di bawah coretan itu, terdapat tanda tangan persetujuan untuk tetap melanjutkan kontrak.

Tanda tangan itu milik Tuan Arman.

"Gila..." bisik Andrian, matanya terbelalak menatap kertas di tangannya.

Semuanya masuk akal sekarang. Tuan Arman secara sadar membiarkan NSM Company merugi miliaran rupiah setiap bulannya demi menyuntikkan dana terselubung ke Kusuma Group, semuanya demi menjaga hubungan baik dan memuluskan jalan perjodohan Elena dengan dr. Reyhan. Ini bukan sekadar pemborosan. Ada konflik kepentingan yang sengaja disembunyikan. Dan Tuan Arman menyembunyikan laporan ini di basemen agar Elena yang berstatus CEO tidak pernah mengetahuinya.

Andrian buru-buru melipat dokumen itu, memasukkannya kembali ke dalam map merah, dan menyembunyikannya di balik kemejanya. Ia berlari kecil menuju pintu darurat, menaiki anak tangga hingga ke bordes antara Basemen 1 dan 2 demi mendapatkan sinyal ponsel.

Tiga bar sinyal muncul. Andrian segera membuka ruang chat. Namun, ia tidak mengirim pesan kepada Elena. Jika Elena yang menerimanya, wanita itu bisa meledak karena emosi dan bertindak gegabah. Ia butuh seseorang yang berkepala dingin, taktis, dan memiliki akses langsung untuk menyusupkan dokumen ini.

Ia mencari kontak Maya.

> Andrian: Bu Maya. Tolong turun ke bordes tangga darurat Basemen 2 sekarang. Jangan sampai ada yang lihat. Saya nemu sesuatu yang bisa bikin Bu Elena menang telak lawan dewan komisaris.

Pesan itu terkirim. Andrian menunggu dengan jantung berdebar.

Hanya butuh waktu lima menit sebelum pintu tangga darurat di atasnya terbuka. Maya melangkah masuk dengan sangat hati-hati, memastikan tidak ada yang mengikutinya. Begitu melihat Andrian, Maya segera menuruni anak tangga dengan cepat.

"Apa yang kamu temukan, Andrian? Kamu tahu saya harus membatalkan pesanan makan siang saya demi turun ke mari?" tegur Maya, meski nada suaranya terdengar sangat serius dan penasaran.

Andrian tidak menjawab. Ia menarik map merah dari balik kemejanya dan menyodorkannya kepada Maya. "Ibu baca sendiri halaman empat dan halaman kesimpulan akhir."

Maya mengambil map itu. Mata elangnya bergerak cepat menyapu deretan kalimat dan angka. Dalam hitungan detik, ekspresi datar Maya berubah menjadi keterkejutan yang luar biasa. Ia menatap tanda tangan Tuan Arman di halaman belakang, lalu menatap Andrian dengan mulut sedikit terbuka.

"Ini... Ini bukti mark-up vendor logistik yang selama ini dicari-cari oleh Bu Elena," gumam Maya, suaranya bergetar karena syok. "Bu Elena sudah lama curiga ada kebocoran dana di sektor logistik, tapi kami tidak pernah bisa mengakses laporan audit tahun 2023 karena Tuan Arman menguncinya dengan alasan kerahasiaan komisaris."

"Ternyata nggak dikunci di brankas, Bu. Tapi dibuang ke tumpukan kardus rusak di basemen," sahut Andrian sambil bersandar di dinding beton. "Kusuma Group, Bu Maya. Mereka nyedot duit NSM Company dari dalam, dan Tuan Arman merestuinya demi perjodohan dr. Reyhan."

Maya menutup map itu dengan keras, memeluknya erat di dada seolah dokumen itu adalah nyawanya. Ia menatap Andrian dengan pandangan takjub. Kemampuan analisis pemuda ini membaca laporan keuangan tingkat tinggi dan menghubungkannya dengan konspirasi keluarga CEO bukanlah kemampuan anak magang biasa.

"Bagaimana kamu bisa langsung menyadari keterkaitan Kusuma Group dengan perjodohan Bu Elena?" selidik Maya dengan mata menyipit.

Andrian menelan ludah. Ia nyaris menunjukkan taring pendidikannya. "I-Itu... saya kan ada pas Nyonya Puspasari marah-marah di ruang VIP waktu itu. Saya dengar nama keluarga Kusuma disebut-sebut. Logika anak manajemen aja sih, Bu. Kalau ada kerugian perusahaan yang dilindungi petinggi, pasti ada konflik kepentingan di baliknya."

Maya mengangguk pelan, membeli alasan itu. "Kamu baru saja memberikan kami peluru kendali, Andrian. Dengan dokumen ini, Bu Elena bisa menekan Tuan Arman di rapat dewan direksi lusa. Beliau bisa membatalkan perjodohan itu tanpa Tuan Arman bisa menolak, atau skandal ini akan bocor ke pemegang saham publik."

"Bawa dokumen itu ke atas, Bu," kata Andrian mantap. "Bantu Bu Elena nyusun strateginya. Jangan biarin dokumen ini jatuh ke tangan orang lain."

Maya menatap Andrian lekat-lekat. "Kalau Bu Elena menggunakan ini, Tuan Arman akan tahu dokumen ini bocor dari Basemen 2. Posisi dan keselamatanmu akan benar-benar terancam, Andrian. Beliau bisa menuntutmu secara hukum."

Andrian tersenyum miring, sebuah senyum arogan yang sekilas memperlihatkan aura asli seorang pewaris konglomerat, sebelum ia segera meredamnya. "Nggak apa-apa, Bu. Biar saya yang jadi martir. Yang penting, Ratu Es kita bisa lepas dari kendali keluarganya."

Maya terdiam. Ia mengangguk hormat—sebuah gestur yang sangat langka ia berikan kepada siapa pun selain Elena. "Saya berutang nyawa profesional pada Anda, Andrian. Saya akan bawa ini ke atas sekarang."

Maya bergegas menaiki tangga darurat dan menghilang di balik pintu.

Sore itu, menjelang jam pulang kantor, Andrian sedang duduk membersihkan debu di rambutnya saat ponselnya bergetar kencang. Beruntung sinyal di titik ia duduk cukup stabil.

Pesan dari Elena masuk bertubi-tubi.

> Elena: Andrian! Maya baru saja menunjukkan dokumennya padaku. Bagaimana kamu bisa menemukannya?! Ini gila! Ini benar-benar bukti yang selama ini aku cari!

> Elena: Kamu tahu apa artinya ini? Aku bisa mendepak vendor parasit itu, menyelamatkan miliaran rupiah, dan membatalkan paksaan Mama dan Papa secara permanen!

Andrian tersenyum membaca antusiasme yang meluap-luap dari ketikan Elena. Ia bisa membayangkan mata wanita itu berbinar terang di balik meja kerjanya.

> Andrian: Selamat, Bu CEO. Sebentar lagi lu bebas dari ancaman dokter bedah saraf itu. Gimana? Udah cocok belum gue diangkat jadi kepala divisi intelijen NSM Company?

> Elena: Jangan bercanda. Andrian, Papa akan murka besar saat aku menunjukkan ini di rapat lusa. Dia akan langsung tahu bahwa ini ulahmu. Kamu harus resign besok. Aku akan memberikanmu pesangon dari uang pribadiku, dan menyembunyikanmu sampai keadaan aman. Aku tidak mau Papa menyakitimu.

Membaca pesan itu, hati Andrian menghangat. Elena bahkan rela merogoh kantong pribadinya untuk melindunginya. Tapi Andrian tidak akan lari. Lari bukanlah cara untuk menyelesaikan masalah.

> Andrian: Len, dengerin gue. Gue nggak akan resign. Kalau gue kabur, bokap lu malah merasa menang dan mikir gue ini cuma pengecut.

> Elena: Tapi Andrian—

> Andrian: Percaya sama gue. Gue bakal tetep di basemen ini sampai masa magang gue selesai. Lu fokus aja sama rapat lu lusa. Habisi mereka di ruang direksi dengan elegan. Jangan pikirin gue. Gue aman.

Di lantai atas, Elena meremas ponselnya. Pria ini sangat keras kepala, namun di saat yang bersamaan, keteguhan hati Andrian membuat Elena merasa memiliki jangkar yang sangat kuat. Selama ini ia bertarung sendirian, namun sekarang, ada seseorang di ruang bawah tanah sana yang rela mempertaruhkan segalanya untuk memberinya senjata kemenangan.

> Elena: Kalau begitu, berjanjilah satu hal padaku.

> Andrian: Apa?

> Elena: Setelah aku memenangkan rapat lusa, dan aku berhasil merebut kembali kendali perusahaan sepenuhnya dari Papa... kamu harus mengizinkanku memelukmu lagi. Tanpa peduli seberapa tebal debu di kemejamu.

Andrian tertawa lepas di dalam basemen yang sunyi itu. Tawanya menggema, memantul di dinding-dinding beton. Ia mengetik balasan dengan semangat yang menyala-nyala.

> Andrian: Deal. Gue tunggu pelukannya, Ratu Es. Kemenangan udah di depan mata.

Hari Kamis, pukul sepuluh pagi. Ruang Rapat VVIP di lantai tertinggi NSM Company dipenuhi oleh aura ketegangan yang mencekik.

Meja oval besar itu dikelilingi oleh jajaran direktur, dewan komisaris, dan tentu saja, Tuan Arman yang duduk angkuh di kursi utama, ditemani oleh Direktur Keuangan, Pak Haris, yang merupakan loyalis setianya. Elena duduk di seberangnya dengan postur tegak sempurna, wajahnya tidak memancarkan emosi apa pun. Maya berdiri di belakang Elena, memeluk sebuah map hitam dengan erat.

"Baiklah, mari kita mulai rapat evaluasi kuartal ini," suara berat Tuan Arman membuka pertemuan. "Sebelum membahas angka penjualan, saya ingin menegaskan kembali keputusan direksi untuk memperpanjang kontrak eksklusif dengan vendor logistik jalur udara saat ini. Kinerja mereka terbukti stabil, dan ini bukan hal yang perlu diperdebatkan lagi oleh CEO."

Beberapa direktur mengangguk patuh, tidak berani melawan titah sang pendiri perusahaan.

"Saya menolak perpanjangan kontrak tersebut," suara Elena memotong keheningan dengan tajam dan jernih.

Semua mata tertuju padanya. Tuan Arman menatap putrinya dengan kening berkerut dalam, sebuah peringatan bahaya terpancar dari matanya.

"Elena. Kita sudah membahas ini. Ini keputusan mutlak komisaris," geram Arman.

Elena tidak gentar. Ia berdiri dari kursinya dengan keanggunan seorang predator. "Keputusan mutlak komisaris yang dibuat bukan untuk kepentingan perusahaan, melainkan untuk memperkaya kantong calon besan Anda, Papa."

Hening sejenak. Lalu, keributan kecil mulai terdengar dari para direktur yang kebingungan.

"Apa maksudmu, Elena?! Jaga bicaramu di forum resmi ini!" bentak Tuan Arman, memukul meja.

Elena menoleh ke arah sekretarisnya. "Maya, bagikan salinannya."

Maya melangkah maju, membagikan lembaran kertas copy dari dokumen bersampul merah yang ditemukan Andrian kepada setiap orang di meja rapat, menyisakan salinan asli di depan Elena.

Tuan Arman dan Pak Haris memucat seketika saat melihat kop surat laporan audit internal tahun 2023 tersebut.

"Saya telah membaca laporannya," ucap Elena lantang, suaranya menguasai seluruh ruangan. "Vendor logistik kita adalah shell company dari Kusuma Group. Membebankan surcharge lima belas persen lebih tinggi dari harga pasar. Dan yang paling mengejutkan, rekomendasi pemutusan kontrak dari tim auditor justru diveto oleh Anda, Papa. Anda mengorbankan miliaran rupiah kas perusahaan setiap bulannya demi memuluskan rencana perjodohan saya dengan keluarga Kusuma."

"Ini fitnah!" seru Pak Haris panik, berkeringat dingin. "Laporan ini sudah dibatalkan!"

"Dibatalkan untuk disembunyikan, bukan karena datanya salah," balas Elena mematikan. Ia menatap lurus ke arah ayahnya yang kini duduk mematung dengan rahang mengeras. "Mulai detik ini, kontrak dengan vendor logistik itu saya putus secara sepihak dengan alasan breach of trust dan fraud. Jika dewan komisaris menolak, saya akan membawa dokumen ini ke Rapat Umum Pemegang Saham luar biasa dan menyerahkannya kepada otoritas pengawas keuangan."

Ini adalah skakmat. Elena tidak hanya mengunci pergerakan bisnis ayahnya, tetapi ia juga menghancurkan fondasi perjodohan itu tanpa ampun. Jika skandal ini bocor ke publik, saham NSM Company akan anjlok, dan nama keluarga Kusuma akan terseret kasus penggelapan pajak. Tuan Arman tidak memiliki pilihan lain selain mundur dan menyerah.

Arman menatap putrinya dengan tatapan yang sulit diartikan—marah, kalah, sekaligus takjub melihat monster korporat yang ia ciptakan sendiri kini menggigit balik dirinya.

"Siapa yang menemukan dokumen itu, Elena?" desis Arman pelan, suaranya bergetar. "Aku membuangnya ke Basemen 2."

Elena tersenyum, sebuah senyum kemenangan yang luar biasa indah namun mematikan.

"Seseorang yang Anda buang ke tempat yang sama, Papa. Seseorang yang Anda anggap beraroma kemiskinan dan tidak berharga." Elena merapikan kerah jasnya. "Rapat selesai. Maya, siapkan draf pemutusan kontraknya hari ini juga."

Elena berbalik dan melangkah keluar dari ruang rapat, meninggalkan kekacauan mutlak di belakangnya. Begitu pintu rapat tertutup, ia tidak menuju ruangannya. Ia berjalan cepat menuju lift, Elena menekan tombol lift Basement 2.

Untuk pertama kalinya hari itu, senyum kecil muncul di wajahnya.

Bukan karena ia baru saja memenangkan rapat.

Bukan karena ia berhasil melawan ayahnya.

Melainkan karena seseorang sedang menunggunya di bawah sana.

Dan kali ini, Elena tidak peduli jika seluruh gedung tahu siapa yang ingin ia temui.

Bersambung...

1
sphinxeditz77
Terima kasih buat kalian yang sudah mampir dan baca novel ini! 🥹❤️

Kalau kalian suka dengan ceritanya, bantu Author dengan LIKE & FOLLOW yaa! ❤️🔥

Gratis kok, tapi dukungan kecil dari kalian berarti banget buat author dan bikin semangat lanjut update. 😆

Satu Like 👍 = satu tambahan semangat buat lanjut nulis! 💪🔥

Jangan lupa Subscribe juga biar nggak ketinggalan bab terbaru! 📖✨
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!