" Aku menyukai dia sejak pandang pertama, jadi dia harus menjadi pacarku " ucap Arasya menatap penuh damba pria dewasa yang duduk bersandar di sofa restoran masih dengan stelan jas kerjanya .
......
Sean Brisbane menjadi terheran-heran memikirkan gadis yang sudah beberapa hari ini selalu mengejar nya bahkan berusaha mendekati nya tanpa ragu .
" Sangat centil " ucap Sean mengambil lipstik di tangan Ara lalu membuangnya ke lantai agar bodyguard yang lain tidak melihat dia memakai lipstik lagi .
" Kenapa? apa aku terlalu cantik hingga Kakak tidak kuat menatapku memakai lipstik?" tanya Ara memungut lipstik nya yang di jatuhkan Sean .
" Cantik?" ulang Sean dengan tatapan geli nya pada gadis kepedean itu.
" Ayolah Kak jadi pacar Ara aja , Ara suka sama Kak Sean, ganteng !" gemas Ara dengan tampang cegil nya mencuri kesempatan untuk memeluk sebelah lengan Sean yang masih melek mendengar apa yang barusan dia katakan.
next
yuk baca cerita Ara , sicegil Bang Sean
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9 Pacar kecilku
" Ya makanya kita pacaran biar kenal " kata Ara yang sangat kecintaan sekali pada Sean .
" Ya kalaupun begitu harusnya aku yang memberikan kamu cincin bukan sebaliknya" ucap Sean .
" Iya, aku udah kasih cincin berati kak Sean pacar aku dan kalau kak Sean nggak ngasih aku cincin berarti aku belum jadi pacar kak Sean " kata Ara dengan senyum lebarnya.
" Tidak adil sekali, kamu mengklaim hak terhadap ku sedangkan aku tidak mendapatkan nya " ucap Sean karena dalam ucapan Ara hanya menyatakan Sean yang jadi pacar Ara saja namun tidak sebaliknya.
" Ya makanya kasih cincin Sayang, Ara nunggu nih " kata Ara dengan centilnya benar-benar mempepet Sean sampai dapat .
" Tapikan kemarin katanya kita bakalan pendekatan dulu beberapa Minggu ini" ucap Sean yang ingat kesepakatan mereka kemarin .
" Nggak ahhhh, kelamaan nanti Kak Sean diambil tante-tante pirang lagi " ucap Ara yang tidak mau keduluan .
" Tidak, aku tidak menyukai wanita berambut pirang " pernyataan Sean dengan serius .
" Tapi suka wanita pantat tebal kan " tunjuk Ara pada seorang wanita berambut pirang yang makan tak jauh dari mereka .
" Ara apa sih " Sean menyenggol kaki Ara dibawah meja yang bicara hal sevulgar itu dengan suara cukup besar .
" Oooo iya, Kak Sean ehhhh, Ara panggil pacar Ara apa ya " kata Ara sejenak berpikir .
" Sayang " kata Ara setelah beberapa saat membuat Sean langsung tersenyum tipis .
" Sayang, ajak Ara kesini kenapa?" tanya Ara dengan serius .
" Aku, aku, hanya ingin , memperjelas hubungan kita " ucap Sean gugup menatap Ara yang tersenyum padanya .
" Udah jelaskan, ada lagi yang lain? Ara mau masuk kelas habis ini soalnya" kata Ara menatap jam di pergelangan tangan nya.
" Nanti saja di telfon " kata Sean mengaduk-aduk pasta di dipiring nya.
" Yaudah, Ara ke kampus dulu sepuluh menit lagi dosen masuk " kata Ara akan berdiri tapi Sean memegang tangan nya .
" Makan dulu " kata Sean menatap Ara .
" Tapi sebentar lagi dosen masuk "kata Ara menatap jam di pergelangan tangan nya lagi .
" Jika begitu makanlah ini " kata Sean menyuapi Ara pasta dengan tangan sedikit gemetaran.
" Terimakasih" kata Ara makan pasta yang disuapi Sean.
" Ohhh, iya " Ara yang baru berjalan beberapa langkah kembali lagi menghampiri Sean.
" Uang jajan mana?" tagih Ara menampung kan kedua tangannya.
" Kamu ini " senyum geleng kepala Sean mengeluarkan dompetnya dan memberikan Ara uang jajan .
" Terimakasih, Sayang " senyum lebar berjalan kegirangan.
" Mell, ayo kita masuk kelas" ajak Ara menghampiri Melly yang masih mengobrol dengan Asisten Sean dimeja seberang.
" Iya" kata Melly berdiri dari duduknya setelah mengucapkan terimakasih pada Bimo .
...1 Minggu kemudian...
Semakin hari Sean semakin akrab dengan pacar kecil nya yang sangat excited dan effort sampai Sean merasakan hidupnya jauh lebih berwarna hingga semangat kerja.
Ting
" Ayang, hari ini jadikan jalan?" pesan singkat Ara yang dibaca Sean ditengah meeting yang sedang berlangsung.
" Jadi Baby" jawab Sean mempercepat meeting yang sedang berjalan dengan langsung menanyakan hal-hal inti .
Meeting nya selesai 15 menit lebih cepat dari jadwal " Bim, aku ingin kau menutup beberapa akses publik terhadap ku " perintah Sean saat mereka berjalan beriringan.
" Maksud tuan muda, status pacaran dengan nona Ara?" pertanyaan Bimo .
" Tidak, maksudku jangan tampilkan aku terlalu kaya dan populer, intinya buat aku biasa-biasa saja dan satu lagi hapus setiap rumor-rumor miring tentangku " kata Sean yang membuat Bimo mengangkat sebelah alisnya.
" Bim, aku tidak ingin pacar kecilku merasa insecure atau tidak pantas , kalau dia menilaiku sebagai orang biasa-biasa saja dia pasti akan senang berada di sisiku karena setara" ucap Sean .
" Tapi non Ara adalah putri salah satu konglomerat kota ini kalau tuan muda biasa-biasa saja nanti malah di ejek karena tak pantas dengan nya " ucap Bimo mengatakan realita walaupun Sean berasal dari keluarga kaya yang punya aset luar dan dalam negeri.
" Yaudah, tampilkan informasi yang kira-kira aku sedikit lebih kaya dari keluarga nya dan satu lagi jika didepan Ara panggil aku boss jangan tuan muda " ucap Sean .
" Lah kenapa?" shock Bimo mendengar Sean yang menolak di panggil tuan muda .
" Panggilan itu terlalu terhormat dan hampir menjelaskan latarbelakangku, kalau di panggil boss kan hubungan kita hanya sebatas atasan dan bawahan saja " kata Sean .
" baiklah, Boss" kata Bimo yang diangguki Sean .
" Setelah ini antar aku ke alun-alun kota, hanya kamu yang menyetir dan suruh saja bodyguard melakukan mengawalan jarak jauh , aku tidak ingin Ara risih " ucap Sean yang diangguki Bimo .
............
" Sayang " teriak Ara berlari dengan senang menghampiri Sean yang sudah menunggu di dekat taman bunga .
Sean membalas pelukan Ara dan mengelus kepala nya " Sayang, sudah Ara bilang kalau pergi jalan jangan pakai stelan jas " rengek Ara menatap tampilan Sean yang sangat formal .
" Aku lupa" kata Sean melepas jas dan dasinya lalu menaruhnya di kursi taman .
" Aku ada hadiah untuk Sayang" kata Ara mengeluarkan topi casual dari ranselnya dan langsung memakaikan pada Sean.
" Wahhhh, Sayang ganteng banget pakai topi " senang Ara sampai meronta-ronta melihat Sean yang begitu tampan memakai topi yang dia belikan .
" Terimakasih" ucap Sean memeluk pacar kecilnya yang begitu mencintai nya .
Sean mengambil coklat di saku jas nya lalu memberikan pada Ara " duduk disini " kata Sean duduk di kursi taman dan meminta Ara duduk di paha kirinya .
" Sabar" kata Sean yang sedang membuka coklat menatap Ara yang sudah membuka mulut padahal bungkusan coklat nya belum selesai dibuka .
" Sayang beliin Ara cuma satu?" pertanyaan Ara yang sangat menyukai coklat.
" Satu sudah cukup, tidak baik untuk kesehatan gigi kalau makan coklat terlalu banyak " kata Sean menyelipkan rambut Ara ketelinga nya
" Ini sangat enak, terimakasih Sayang " kata Ara memeluk leher Sean setelah coklatnya habis .
Perlahan Sean mulai menerima kehadiran Ara dan terbiasa walaupun diawal-awal sangat kaku.
" Wahhhhhh" mata Ara berbinar-binar menatap kalung yang Sean keluarkan dari saku celananya.
" Terus cincin buat Ara mana?" pertanyaan Ara karena sampai sekarang Sean belum memberinya cincin .
" Kalung ini adalah tanda milik , Baby" ucap Sean memegang liontin kalung itu yang sebenarnya berisi kode rahasia.
" Pantas bentuk liontin nya unik " senang Ara menatap liontin kecil di kalung itu .
" Sayang, tapi sepertinya ini berlian" kata Ara setelah menatap Lion itu cukup lama .
Ara kaget ketika Sean mengangguk " Sayang, jangan memberikan Ara hadiah terlalu mahal kalau punya uang tabung saja " ucap Ara melepas kalung itu memberikan kembali pada Sean .
" Tabung? Untuk apa?" pertanyaan Sean menatap kalung yang kembali dilepas Ara .
" Beli rumah " jawab Ara dengan polos nya .
" Ohhhh, tuhan berarti Ara hanya tau aku bekerja di perusahaan sebagai direktur dan menginvestasikan dana yang aku punya ke beberapa perusahaan " batin Sean menatap Ara yang juga menatapnya.
Dan harus lebih berjuang dengan keras lagi untuk mendapatkan restu. Bukan hanya Ara yang harus dituntut untuk mengikuti aturan di keluarga Sean saja
Ara pergi agak jauh dulu jujurly aku penasaran Ara anak siapa yah dari sekian novel kan mafia semua