NovelToon NovelToon
KEBANGKITAN SANG PEWARIS SAKTI

KEBANGKITAN SANG PEWARIS SAKTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Selama tiga tahun, Ye Chen hidup sebagai menantu benalu di keluarga Su. Dia mencuci pakaian, memasak, dan menerima setiap hinaan tanpa melawan demi melindungi istrinya yang dingin namun cantik jelita, Su Yuhan. Semua orang memanggilnya anjing pecundang, tanpa tahu bahwa di dalam nadinya mengalir darah keluarga paling berkuasa di ibu kota.
​Ketika sebuah konspirasi mengancam nyawa istrinya dan mertuanya memaksanya untuk bercerai demi menikahkan Yuhan dengan tuan muda kaya, sebuah liontin giok peninggalan ibunya menyerap darah Ye Chen dan membangkitkan Warisan Tabib Naga Sakti. Di saat yang sama, iring-iringan Rolls-Royce hitam dari ibu kota tiba di depan rumahnya.
​Mulai hari ini, sang naga telah membuka matanya. Mereka yang pernah menghinanya harus berlutut!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2: Kartu Hitam Tertinggi dan Penolakan Sang Pewaris

​"Tiga... tiga triliun dolar...?"

​Suara Zhao Mei terdengar serak dan putus asa, seolah ada yang mencekik lehernya. Kakinya lemas, membuatnya merosot perlahan hingga terduduk di lantai marmer. Matanya menatap pria tua yang berlutut itu, lalu beralih ke Ye Chen dengan tatapan horor yang tak terlukiskan.

​Di bawah kaki Ye Chen, tubuh Wang Hao gemetar hebat bagaikan daun kering yang diterpa badai. Bau pesing perlahan menguar di udara. Tuan Muda dari Keluarga Wang yang arogan itu baru saja mengompol di celananya!

​Sebagai anggota keluarga kaya raya, Wang Hao sangat mengenal siapa Penatua Lin. Pria tua itu adalah tangan kanan Kepala Keluarga Ye di Ibu Kota. Jika Penatua Lin memanggil Ye Chen "Tuan Muda Ye", maka tidak ada keraguan lagi. Pria yang baru saja ia tendang dan hina sebagai "sampah" ini adalah naga sejati yang sedang menyamar!

​"T-Tuan Muda Ye... s-saya tidak tahu... saya buta... tolong, ampuni nyawa anjing ini!" Wang Hao merintih, air mata dan ingus bercampur di wajahnya. Rasa sakit dari tulang rusuknya yang patah seolah menguap, digantikan oleh teror absolut.

​Ye Chen tidak memedulikan rengekan Wang Hao. Ia menatap Penatua Lin dengan ekspresi datar yang menyimpan badai.

​"Berdirilah, Penatua Lin," ucap Ye Chen dingin.

​Pria tua itu berdiri, menundukkan pandangannya dengan penuh hormat. "Tuan Muda, mobil sudah disiapkan. Jet pribadi Keluarga Ye sedang menunggu di bandara Jiangcheng. Tuan Besar sangat merindukan Anda."

​Mendengar kata-kata itu, bibir Ye Chen melengkung membentuk senyum sinis yang mengiris hati.

​"Merindukanku?" Suara Ye Chen terdengar rendah, namun menggema di ruangan itu. "Tiga tahun lalu, saat wanita gila yang menjadi ibu tiriku itu meracuni makananku, menyewa pembunuh bayaran, dan mengusirku dari Ibu Kota di tengah badai salju... di mana Keluarga Ye? Di mana kakek saat aku harus mengais sisa makanan di jalanan agar tidak mati kelaparan?!"

​Tubuh Penatua Lin bergetar. "Tuan Muda, Tuan Besar saat itu sedang koma. Beliau tidak tahu menahu soal tindakan Nyonya Besar. Sekarang setelah beliau sadar, beliau langsung mencari Anda ke seluruh negeri."

​"Lalu kenapa baru sekarang?" Ye Chen menyela tajam. "Apakah karena putra kesayangan wanita itu, adik tiriku yang bodoh itu, terbukti tidak mampu mengurus bisnis, sehingga kalian kembali mencariku?"

​Penatua Lin terdiam. Wajahnya yang keriput menampakkan rasa bersalah yang mendalam. Ia tahu, penderitaan yang dialami pewaris sah ini selama tiga tahun terakhir tidak bisa dihapus hanya dengan beberapa patah kata.

​"Kembalilah, Penatua Lin. Katakan pada Kakek, aku, Ye Chen, belum mati. Tapi aku tidak akan kembali ke Ibu Kota hanya untuk menjadi pion kalian lagi. Saat aku kembali nanti, aku akan kembali dengan kekuatanku sendiri, dan aku akan membuat wanita gila itu membayar setiap tetes darah yang ia tumpahkan dariku!"

​Aura Ye Chen meledak. Tekanan tak kasat mata dari Teknik Bela Diri Penakluk Naga yang baru saja bangkit di tubuhnya membuat belasan pengawal elit di luar tersentak mundur satu langkah.

​Penatua Lin terkesiap. Ia menatap Ye Chen dengan mata terbelalak. Aura ini... ini adalah tekanan dari seorang Master Bela Diri! Bagaimana mungkin Tuan Muda yang dulunya lemah kini memiliki kekuatan mengerikan ini?

​Sadar bahwa ia tidak bisa memaksa sang Naga, Penatua Lin menghela napas panjang. Ia merogoh saku dalam jasnya dan mengeluarkan sebuah kartu berwarna hitam pekat dengan ukiran naga emas yang melingkar.

​Itu adalah Kartu Hitam Naga Tertinggi.

​"Jika Anda bersikeras, Tuan Muda, saya tidak akan memaksa," ucap Penatua Lin dengan nada pasrah. "Tapi tolong terimalah ini. Ini adalah kartu akses tak terbatas dari Bank Global yang terhubung langsung dengan perbendaharaan pribadi Tuan Besar. Tidak ada limit di dalamnya. Anggap saja... sebagai sedikit kompensasi dari Tuan Besar untuk tiga tahun penderitaan Anda."

​Ye Chen terdiam sejenak. Ia melirik Su Yuhan yang masih berdiri mematung di sudut ruangan, wajah cantiknya memucat karena syok. Ye Chen tahu, istrinya sedang membutuhkan dana besar.

​Tanpa banyak bicara, Ye Chen menerima kartu itu. "Aku menerimanya. Sekarang, bawa pengawalmu dan tinggalkan tempat ini. Jangan ganggu hidupku sampai aku sendiri yang memutuskan untuk kembali."

​"Baik, Tuan Muda." Penatua Lin membungkuk hormat. Sebelum berbalik, ia melirik Wang Hao yang masih berada di bawah kaki Ye Chen. "Apakah Anda ingin saya 'membersihkan' sampah ini, Tuan Muda?"

​Kata "membersihkan" dari mulut Penatua Lin setara dengan menghilangkan sebuah keluarga dari peta Tiongkok.

​Wang Hao menjerit histeris. "T-TIDAK! Tuan Muda Ye! Tolong! Saya salah! Saya pantas mati! Jangan hancurkan keluarga saya!" Ia mulai bersujud membenturkan kepalanya ke lantai berulang kali hingga berdarah.

​Ye Chen menarik kakinya dari dada Wang Hao. Ia mengambil sehelai tisu dari meja, mengelap tangannya dengan jijik, lalu membuangnya ke wajah Wang Hao.

​"Menyingkir dari pandanganku. Jika aku melihat wajahmu di dekat istriku lagi, bukan hanya kakimu yang akan kupatahkan, tapi seluruh Keluarga Wang akan kubuat rata dengan tanah."

​"T-Terima kasih! Terima kasih, Tuan Muda Ye!" Wang Hao tidak peduli dengan rasa sakitnya. Ia merangkak dengan tangan dan lututnya, menyeret tubuhnya keluar dari pintu secepat yang ia bisa, melarikan diri layaknya anjing yang ketakutan.

​Dalam waktu kurang dari satu menit, Penatua Lin beserta iring-iringan Rolls-Royce hitam itu telah menghilang dari halaman vila, seolah badai besar baru saja lewat dan meninggalkan keheningan yang mencekam.

​Di ruang tamu, hanya tersisa Ye Chen, Su Yuhan, dan Zhao Mei.

​Udara terasa canggung dan berat. Zhao Mei yang masih terduduk di lantai, perlahan mengangkat wajahnya. Bibirnya bergetar hebat saat menatap Ye Chen. Menantu yang setiap hari ia suruh mencuci celana dalamnya... adalah miliarder triliunan dolar?

​"Y-Ye Chen..." Zhao Mei menelan ludah, memaksakan sebuah senyuman yang terlihat lebih jelek daripada menangis. "K-kau... kau benar-benar Tuan Muda Ye dari Ibu Kota? K-kenapa kau tidak pernah mengatakannya pada Ibu? A-aduh, menantuku yang baik, I-Ibu hanya bercanda tadi, k-kau tahu kan Ibu menyayangimu..."

​Ye Chen menatap ibu mertuanya dengan tatapan sedingin gletser.

​"Menantumu yang baik? Setengah jam yang lalu kau menyuruhku mati dan memaksa istriku menandatangani surat cerai."

​Zhao Mei gemetar ketakutan. "I-itu... itu karena..."

​"Cukup." Su Yuhan akhirnya bersuara.

​Wanita cantik yang menjabat sebagai CEO itu melangkah maju. Matanya yang indah namun selalu dingin itu kini menatap Ye Chen dengan kompleks. Ada keterkejutan, kebingungan, namun juga sedikit kemarahan.

​"Ye Chen... siapa kau sebenarnya? Tiga tahun kita menikah... apakah semuanya hanya kebohongan?" Suara Yuhan bergetar, menahan gejolak emosi di dadanya.

​Melihat mata istrinya yang berkaca-kaca, tatapan dingin Ye Chen seketika melembut. Aura membunuhnya lenyap tanpa sisa, kembali menjadi Ye Chen yang biasa.

​Ia melangkah mendekat dan dengan lembut memegang bahu Yuhan. Kali ini, Yuhan tidak menepisnya.

​"Yuhan, percayalah padaku. Aku adalah Ye Chen, suamimu. Identitasku di masa lalu adalah sesuatu yang sengaja kusembunyikan karena itu hanya akan membawa bahaya bagimu. Tapi aku berjanji, mulai detik ini, tidak ada seorang pun yang boleh menyakitimu."

​Ye Chen mengangkat Kartu Hitam Naga Tertinggi di tangannya dan meletakkannya di telapak tangan Yuhan.

​"Perusahaanmu butuh lima puluh juta yuan? Ambil ini. Gesek berapapun yang kau butuhkan. Besok pagi, aku berjanji krisis di Grup Su akan selesai."

​Su Yuhan menatap kartu hitam pekat bersinar di tangannya, lalu menatap mata suaminya yang penuh keyakinan. Untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, bahu kokoh pria di depannya ini terasa seperti tempat bernaung yang aman.

​Namun, Ye Chen tahu, krisis sebenarnya baru saja dimulai. Kebangkitan Warisan Tabib Naga dan penolakannya untuk kembali ke Ibu Kota pasti akan segera terdengar oleh ibu tirinya.

1
Arinto Ario Triharyanto
mana updatenya nih
yos helmi
sdh banyak cerita seperti alur ini.. tp semua ng pernah tamat.. cerita ciplakan/saduran.. jd jgn harap tamat
Marthen
dari teknik bela diri penakluk naga apakah ada sutra naga penyerap energi agar kultivadinya naik lagi kan sayang energi musuh yg terbuang....?
Arinto Ario Triharyanto
mantap ini😎
Marthen
banjir darah mewarnai pesta ulangtahun
Arinto Ario Triharyanto
tegas lugas gak pake lama... mantul 😎
Marthen
seru sekaLi.....
Marthen
keren....suka dgn jalan ceritanya.....
Fajar Fathur rizky
cepat bantai Asosiasi bela diri sampai ke akar akarnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai semua musuhnya sampai ke akar akarnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai su zheng bikin dia menyaksikan sendiri pas yechen bantai semua klan su sampai ke akar akarnya bikin su zheng mengutuk putranya sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!