NovelToon NovelToon
Annekke Van Beek (Ibuku Bukan Gundik)

Annekke Van Beek (Ibuku Bukan Gundik)

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa pedesaan / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Anna

Rusaknya beberapa hektar tanaman padi yang tiba-tiba menguning, membuat penduduk desa yang khawatir akan gagal panen menyerbu balai desa. Mereka menuntut kelompok tani yang dipimpin Anneke Van Beek untuk bertanggung jawab.

Keadaan semakin pelik saat masa lalu sang ibu—Sulastri yang dianggap sebagai gundik kembali merebak, ditambah kedekatannya dengan Hans Williams, membuat Anne terjebak dalam pusaran tuduhan keji itu.

Mampukah Anne menyelesaikan kemelut ini dan membongkar dalang di balik terancam gagal panennya pertanian desa?

“Putra mu memanglah tampan paras rupa, bersahaja dalam tutur kata, tapi dia tak lebih dari keledai dungu yang bersembunyi di balik ketiak ibunya.” Anneke Van Beek.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AVB 24

“Kapan seharusnya pemupukan terakhir padi-padi itu dilakukan?” tanya Maria setelah menghisap dalam cerutu di jarinya. 

“Untuk beberapa sawah sepertinya pemupukan telah selesai sebab sebagian padi sudah mulai berisi. Kalaupun kita ingin kembali mencampur pestisida atau urea dengan herbisida, kemungkinan hanya beberapa hektar yang bisa kita jadikan sasaran,” sahut Kasman seraya mengambil satu batang kretek tergeletak di atas meja. 

“Aku tak mau tau. Minggu ini padi-padi itu sudah harus mati. Kalau sampai Anne kembali berhasil membalikkan keadaan, ku pecahkan kepala kalian!” ancamnya dengan tatapan tajam. 

“Aku sudah menggulirkan banyak dana, menerjang larangan berbahaya dengan menyelundupkan berliter-liter herbisida (cairan pembasmi gulma). Kau bilang itu cara ampuh untuk menghancurkan pertanian tanpa menimbulkan kecurigaan, tapi apa?! Anne tetap mampu berdiri, bahkan sebagian tanaman padi itu segar kembali,” berang nya pada kusir tua yang duduk di seberangnya. 

Si kusir tua—Kasman menghela napas berat seraya mengetukkan ujung kretek pada asbak aluminium, lalu kembali menghisapnya dalam. “Aku sudah memberitahu cara terampuh, tapi kau tak menerima, tetap ingin anak gundik itu merasakan digunjing dan dipermalukan. Kalau sejak awal kau menerima saranku mungkin saat ini bocah angkuh itu sudah menangis darah di kamarnya.” 

“Aku ingin Anne menderita bodoh! Semua orang selalu mengelu-elukan keberhasilannya dalam pertanian, memuji setinggi langit tanpa pernah menoleh padaku yang juga bekerja keras. Pertanian sudah seperti harga diri untuk Anne. Aku ingin semua itu runtuh. Musnah. Anne harus kehilangan kepercayaan orang-orang desa dan perlahan pergi, tak peduli seberapa luas tanah yang diwariskan paman Petter, Anne tak boleh berada di atasku!” ujar Maria dengan suara menggebu-gebu. 

“Tapi sepertinya sulit menggoyahkan pendirian penduduk desa, terlebih mereka yang sudah lanjut usia. Mereka tak mudah terprovokasi, lebih percaya pada anak gundik itu,” sela Argono. 

“Itulah gunanya mulut banyak omong mu itu. Pengaruhi mereka yang masih berusia muda. Jika para anak muda sudah bersuara, mereka para orang tua bisa apa? Desa ini tentu memerlukan tenaga anak muda untuk kemajuannya, bukan?” balas Maria, tatapannya menyapu wajah-wajah penuh ambisi di hadapannya.  

“Noni Maria, benar. Ibu-ibu muda di desa juga sudah sadar bagaimana berbahaya nya anak gundik itu, terlebih saat mereka tau gadis itu coba merayu Argono saat bertemu di gubuk pinggiran desa,” timpal Marni. 

Argono dan Kasman saling melempar pandang, lalu kembali fokus pada pembicaraan. 

“Tapi, aku akui. Untuk ukuran gadis seusianya dia cukup cerdik dan cepat mengambil keputusan,” puji Kasman di sela-sela tatapan tajam dua wanita di hadapannya. 

“Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga. Sama hal nya gadis itu, sepintar-pintarnya dia pasti jatuh ke pelukanku juga,” seloroh Argono. 

“Kowe jangan sampai terlena sama ayu rupo ne, Argo. Eling, dia dan ibunya yang sudah membuat kita menderita seperti ini!” Marni kembali mengingatkan, takut sang putra yang memiliki sedikit sifat turunan dari bapaknya benar-benar terlena. 

“Maka dari itu aku pun juga akan membuat gundik itu menderita lewat putri angkuhnya. Setiap tetes air mata yang sudah Bune keluarkan, akan ku balas tetesan darah mereka,” sahut Argono, tawa jenaka di wajah rupawannya berganti amarah, lalu beranjak dari duduknya, berjalan ke arah jendela. 

“Jika aku bisa lebih dulu menghancurkan gadis itu, secara otomatis laki-laki Londo itu akan berhenti mengejarnya. Tak menutup kemungkinan akan berbalik membenci anak gundik itu. “Bukankah begitu, Non?” lanjutnya berbalik melempar tanya pada Maria. 

“Lakukan apapun mau kalian, kalau perlu, buat Anne enggan kembali melihat dunia. Mati dalam penderitaan ulah dari keangkuhannya,” jawab Maria. 

Ia kemudian turut beranjak dari duduknya, berjalan pelan menuju lemari kayu berada di sudut ruangan, mengambil sekantong koin logam, lalu melemparkannya ke pangkuan Kasman. 

“Kerjakan semua tanpa cela. Sebelum panen raya, sawah-sawah itu sudah harus rata dengan tanah,” titahnya seraya masuk kedalam kamar, meninggalkan para sekutunya. 

Marni buru-buru menggeser duduknya, matanya berbinar melihat tumpukan koin logam dan beberapa gulungan uang kertas. Dengan senyum menggoda, satu tangan meraba benda tersembunyi di balik celana kain hitam, ia berbisik sensual. 

“Besok belikan kebaya baru, ya Man, nanti tak manjakan seperti kemarin malam.” 

Kasman membalas bisikan Marni sama sensualnya, sengaja menggesekkan kumis tebalnya pada daun telinga, kebetulan hanya tinggal mereka berdua, Argono telah lebih dulu keluar dari rumah dinas Maria. 

“Gaya mu mau memanjakan, yang ada kowe yang nangis jejeritan karena keenakan.” 

Marni terkikik pelan, tangan sedari tadi tak mau diam, meraba benda sakti tersisa dua centi, ditarik perlahan, berganti menggandeng lengan pria tua pemilik stamina kuda. “Ayo pulang sebelum hujan.” 

Keduanya pun beranjak dari rumah Maria, menaiki dokar berpenerangan obor menuju gubuk mereka. 

Sementara itu, Argono telah sampai di gardu kayu tempat bapak-bapak biasa bermain kartu. Pemuda berparas rupawan itu membaringkan tubuhnya pada tikar pandan, pandangan menerawang rembulan mulai tertutup mendung. 

“Kenapa aku malah semakin penasaran dengan gadis itu? Wajahnya, suaranya, cara nya tersenyum … ah, kenapa semua jadi terbayang di pelupuk mata?” gumamnya. 

Helaan napas panjang berhembus dari bibirnya yang menghitam, dengan senyum samar, seolah ada rasa bahagia kala membayangkan wajah sang jelita. Satu tangan tak di gunakan untuk berbantalan, mengusap dada yang perlahan menghangat, merasakan debaran berbeda pada jantungnya. 

“Cah ayu … cah ayu, seandainya orang tua kita tak bermusuhan, sudah ku persunting kamu. Sayang takdir kita tak sejalan, ibumu sudah menghancurkan kebahagian ibuku, maka sudah sewajarnya, to aku juga menghancurkan hidupmu? Tapi ngopo ada rasa tak rela, ya? Apa aku sudah kena ilmu pengasihannya, apa ….” Argono tak menyelesaikan gerundelan lirihnya, netranya seketika menajam saat melihat kilat lampu mobil di kejauhan. 

“Kae ….” Baru saja dia kembali ingin bergumam, mobil sedan volvo seri lama milik Hans Williams melintas dengan kecepatan penuh, mengepulkan asap hitam dan debu jalanan hingga menerpa wajah rupawannya. 

“Londo Damput!” umpatnya dengan suara lantang.  

Di dalam mobil yang masih melaju kencang, Hans tertawa terbahak-bahak, tangan nya sampai memerah sebab terlalu kencang memukul-mukul kemudi. 

“Dasar bocah kampung mesum. Berani-berani nya dia membayangkan Anne jatuh ke pelukannya, aku saja yang sudah mengejarnya sejak balita, belum pernah menyentuh tubuhnya, kalau pantatnya pernah, meskipun setelahnya kepalaku benjol dan kaki ku pincang,” celotehnya, lalu kembali terkikik sendirian. 

Sedari Maria mengamuk, Hans sudah berada dirumah gadis itu, bersembunyi di ruang belakang, tempat yang jarang tersentuh jika malam tiba. 

Ia dengan sengaja mendengar semua obrolan Maria dan para sekutunya, merekamnya pada Tape recorder/cassette recorder—alat yang bisa merekam suara ke kaset dan bisa memutar kembali—pada zaman yang lebih maju alat ini mirip walkman tapi bentuknya sedikit lebih besar, untuk digunakan sebagai bukti bila sewaktu-waktu diperlukan. 

Sebagai anak orang kaya dan biasa hidup di Eropa dengan kemajuan zaman, tentu benda-benda modern itu mudah saja dimiliki oleh seorang Hans Williams. 

Pemuda yang sudah mengetahui niat terselubung para pendatang yang sialnya bekerja sama dengan salah satu sahabat masa kecilnya—Maria Anderson, langsung bergerak cepat, dalam senyap, mengawasi dari kejauhan, menjaga gadis yang dicintainya dari jarak aman termasuk meneliti semua pupuk dan pestisida seperti yang ia lakukan pada batang-batang padi. 

Seringai halus terulas dari bibir tipis Hans saat ia baru selesai mendengar hasil rekamannya, sorot matanya berbinar penuh kemenangan, bibir bergumam pelan.  

“Kali ini kau kalah telak Anne.” 

Bersambung

1
Muhammad Arifin
embo komen OPO
❤️❤️❤️❤️❤️
Anna: Kakak hadir saja author sudah senang, terima kasih, kakak. 🫶
total 1 replies
☠ SULLY𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
sabarr yaa hanss
ada saat nya Anne jatuh cinta pada mu
Anna: "Kapan?" tanya Hans.
total 1 replies
☠ SULLY𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
Mbak Wulan
ada info apa
Anna: Sotonya sudah mateng.
total 1 replies
☠ SULLY𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
pantesan tak tengok blm ada up
nayla tsaqif
Visualnya gk ada kah,, thorr,,?? 🤭
Anna: Sedang di persiapkan, untuk Anne sama yang ada di cover. 🙏
total 1 replies
Ratih Tupperware Denpasar
Kuhadiahi secangkir kopi unt pakde broto dkk biar kuat melek mengawasi cecunguk yg mau menebar pesrisida disawah
Anna: Di sampaikan matur nembah nuwun dari Pakde Broto and the gengsssss 🫶
total 1 replies
rama Rasyidin
sehat sehat Ndoro
Anna: Sendiko dawuh, Gusti. 🙏
total 1 replies
Lylia Yuu
udah bangkotan bjirrrr masih aja 😭
Anna: Nafsu bagai kuda 🫢
total 1 replies
𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
argono anake sopo jane
saudara tiri anne duduu ?
𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully: iyyuuhh , gimna itu sii kecebong meluncurr 🤣🤣🤣
total 2 replies
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
walahhhh , .....
di gelitik pakee jariii too,
🤣🤣
Anna: Pucek kalo kata anak sekarang. 🫢
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
itu ulahmu sendiri man, manukk di umbar sembarangan..
Anna: Di umbar banget nggak tuh 🤣
total 1 replies
Muhammad Arifin
kok gak kapok Kasman iku 😒😒
Anna: kapok lombok kalo kata orang Jawa 🤣
total 1 replies
Lylia Yuu
anak e amina 😭😭
Aisyah Suyuti
good
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
teman tapi menusuk di belakang
apa ngga muall kamu maria
harus akting bermanis2 di depan anne
Anna: real bangetttt, ntar suatu saat tk masukin ke sebuah judul naskah 😆
total 3 replies
☠ SULLY𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
cangkem mu Maria
wis eruh kedok asli mu topeng mu wujud Rahwana
☠ SULLY𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅: 🤭 jiian
total 2 replies
Muhammad Arifin
kangenmu ngapusi 😒😒😒
Anna: hanya di bibir saja 🫢
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
hansss ohh hanss
licik juga kau
apa iyaa anne bakal tunduk padamu
jgn2 malah kena seruduk
Anna: Apapun cara akan ditempuh demi sang jelita ... eyaaaaa 🤣
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
siapa yg dendam ke maria
makin ruwett
siap mobat mabitt Maria
Anna: Tebak. 🫢
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
itu pasti pakdhe broto
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!