NovelToon NovelToon
Akhir Tragis Pelakor Yang Menghancurkan Hidupku

Akhir Tragis Pelakor Yang Menghancurkan Hidupku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: BI STORY

Aku menyelamatkannya dari kubangan lumpur, tapi dia justru menenggelamkanku ke dalam derita."

​Anita hidup dalam kesempurnaan. Dia memiliki kehormatan, kekayaan, dan Randy suami tercinta yang telah ia temani berjuang dari nol hingga sukses menjadi pengusaha properti kaya raya.

Namun, menara kebahagiaan itu runtuh seketika saat takdir mempertemukannya kembali dengan Valeria, sahabat masa kecilnya yang telah terpisah selama 15 tahun.

​Iba melihat nasib Valeria yang miskin dan terjerumus menjadi wanita malam, Anita dengan tulus mengulurkan tangan. Dia membawa Valeria masuk ke dalam kehidupannya dan memberikannya pekerjaan terhormat sebagai karyawan di kantor Randy.

Anita tidak pernah tahu bahwa malam pertama Valeria terjun ke dunia malam, pelanggan pertamanya adalah Randy. Dan sejak malam terkutuk itu, keduanya telah bermain api di belakangnya.

​Valeria yang digerogoti rasa iri mendalam atas kemewahan Anita, mulai melancarkan aksi liciknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BI STORY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyelamat Di Balik Kemudi

​Malam itu, Valeria berjalan kaki menyusuri trotoar jalanan yang cukup sepi setelah turun dari taksi daring. Dia sengaja berhenti agak jauh dari rumah sewanya karena ingin mampir ke minimarket 24 jam untuk membeli beberapa keperluan. Pikirannya masih dongkol setengah mati memikirkan Randy yang menolak ajakannya ke Bali.

​"Sialan banget sih. Awas aja lo, Anita. Sifat manja lo itu nggak bakal bertahan lama," umpat Valeria sambil menghentak-hentakkan kakinya kesal.

​Sret!

​Tiba-tiba, sebuah tangan mencengkeram lengan Valeria dengan sangat kasar dari arah belakang, menariknya masuk ke dalam gang sempit yang remang-remang di antara dua ruko kosong.

​"Lepasin! Siapa sih lo?!" jerit Valeria panik, mencoba meronta.

​Begitu tubuhnya terdorong ke dinding bata, Valeria terbelalak melihat sosok wanita dengan rambut acak-acakan dan tatapan mata penuh dendam yang berdiri di depannya. Itu Melati.

​"Lama nggak ketemu ya, Ular gatel," desis Melati, suaranya terdengar bergetar menahan amarah yang sudah berhari-hari dia pendam.

​Valeria yang sempat syok langsung mengubah ekspresinya menjadi sinis. Dia mengibaskan bajunya yang kotor.

"Oh, ternyata lo, Melati. Mau apa lagi sih lo? Nggak capek apa ya jadi pengangguran?"

​Plak!

​Satu tamparan keras mendarat di pipi mulus Valeria hingga wajahnya tertoreh ke samping. Sudut bibirnya langsung terasa perih dan berdarah.

​"Mulut lo dijaga ya!" bentak Melati, napasnya memburu. Dia langsung maju, menjambak rambut gerai Valeria dengan brutal.

"Gara-gara lo, reputasi gue hancur! Gue dipecat secara nggak hormat dan susah cari kerjaan baru sekarang! Lo pikir lo bisa hidup tenang setelah ngerebut posisi gue dan ngerebut suami orang, hah?!"

​"Lepas, bangsat! Sakit!" jerit Valeria, mencoba mencakar wajah Melati.

​Kedua wanita itu terlibat perkelahian fisik yang sengit di gang sepi. Namun, karena Melati bergerak dengan amarah murni, tenaganya jauh lebih besar.

Dia mendorong Valeria hingga terjatuh ke atas aspal yang keras, membuat lutut Valeria ikut lecet. Melati bersiap melayangkan tendangan ke arah Valeria yang sudah tidak berdaya.

​"Mati lo!" teriak Melati.

​Tin! Tiiiiiiin!

​Sorot lampu mobil yang sangat terang benderang mendadak menembus kegelapan gang tersebut, disusul suara decitan ban yang mengerem mendadak. Sebuah mobil sport mewah berhenti tepat di depan mereka.

​Pintu kemudi terbuka ke atas. Seorang pria dengan postur tubuh tinggi tegap, mengenakan kemeja hitam kasual dengan beberapa kancing atas terbuka, melangkah turun. Wajahnya luar biasa tampan rupawan dengan rahang tegas dan tatapan mata yang tajam namun meneduhkan. Jam tangan mewah di pergelangan tangannya berkilat terkena cahaya lampu mobil.

​"Berhenti! Apa-apaan ini?! Kenapa ada kekerasan di sini?!" seru pria itu, suaranya terdengar sangat berwibawa dan tegas.

​Melati yang kaget melihat kedatangan pria asing kaya raya itu langsung mundur beberapa langkah, wajahnya panik.

"Ini... ini urusan perempuan! Jangan ikut campur ya, Mas!"

​Pria itu tidak memedulikan ucapan Melati. Dia melangkah lebar mendekati Valeria yang sedang terduduk lemas di aspal sambil memegangi pipinya yang memar. Dengan sangat jantan, pria itu berlutut di depan Valeria.

​"Kamu nggak apa-apa?" tanyanya lembut, menatap lekat mata Valeria.

​Valeria yang awalnya ketakutan mendadak terpaku.

“Gila... tampan banget nih cowok. Auranya kaya raya banget,” batin Valeria, insting pelakornya langsung aktif mendeteksi mangsa baru yang jauh lebih segar daripada Randy.

​"S-sakit... tolongin aku, Kak... perempuan dekil itu tiba-tiba nyerang aku," isak Valeria, langsung memasang mode korban paling menderita sedunia. Dia sengaja menyandarkan tubuhnya ke lengan kekar pria itu.

​Pria tampan itu langsung berdiri, memosisikan dirinya sebagai perisai di depan Valeria, menatap Melati dengan dingin.

"Pergi dari sini sekarang sebelum saya telepon polisi dan seret kamu atas pasal penganiayaan. Kebetulan dashcam mobil saya merekam semuanya dengan jelas."

​Melati mengepalkan tangannya, menatap Valeria dengan dendam yang makin membara.

"Cih! Beruntung lo ada yang nolongin malam ini, Val. Urusan kita belum selesai!" ancam Melati sebelum akhirnya berbalik dan berlari menghilang ke dalam kegelapan malam.

​Setelah situasi aman, pria itu kembali berbalik, mengulurkan tangannya yang kokoh untuk membantu Valeria berdiri.

"Bisa jalan? Kaki kamu kayaknya lecet agak parah."

​"Aww... sakit banget," ringis Valeria manja, sengaja ber-akting hampir terjatuh agar pria itu menangkap pinggangnya. Dan benar saja, pria itu dengan sigap merangkulnya.

​"Ya sudah, ayo masuk ke mobil saya dulu. Kebetulan saya bawa kotak P3K, biar saya obatin di dalam," tawar pria itu ramah.

​"Makasih banyak ya, Kak... Aku nggak tahu harus gimana kalau nggak ada Kakak tadi," ucap Valeria dengan suara yang dibuat selembut dan se-manja mungkin saat mereka berjalan menuju mobil sport tersebut.

​Di dalam kabin mobil yang mewah dan wangi aroma kayu cendana mahal, pria itu dengan telaten mengambil kapas dan alkohol, lalu mulai membersihkan sudut bibir Valeria yang berdarah dengan sangat hati-hati.

Jarak wajah mereka yang begitu dekat membuat jantung Valeria berdegup kencang, bukan karena cinta, melainkan karena ambisi.

​"Oh ya, kita belum kenalan. Nama saya Trian," ucap pria itu sambil tersenyum tipis, memperlihatkan lesung pipitnya yang menawan.

"Kamu sendiri?"

​"Aku Valeria, Kak Trian," jawab Valeria sambil memberikan tatapan mata paling menggoda yang dia punya.

"Kak Trian kok malam-malam lewat daerah sepi gini?"

​"Tadi habis ada pertemuan bisnis di hotel dekat sini, pas mau balik ke Jakarta lewat jalan pintas, eh malah ketemu kamu yang lagi dikeroyok," jelas Trian santai sembari merapikan kembali kotak obatnya.

"Rumah kamu di mana? Biar saya anter sampai depan rumah."

​"Di komplek depan situ kok, Kak. Nggak jauh dari sini," sahut Valeria. Dia tersenyum sangat puas di dalam hati.

"Randy, Randy... lo jual mahal nggak mau nemenin gue ke Bali? Lihat aja, gue baru aja dapet mangsa yang jauh lebih tajir dan ganteng daripada lo."

​Mobil sport mewah milik Trian berhenti tepat di depan gerbang rumah sewa Valeria. Valeria sengaja tidak langsung turun. Dia mematikan sabuk pengamannya dengan gerakan lambat, lalu menoleh ke arah Trian dengan tatapan mata yang dibuat se-melankolis mungkin.

​"Kak Trian, makasih banyak ya buat malam ini. Kalau nggak ada Kakak, gue nggak tahu deh bakal sehancur apa di gang tadi," ucap Valeria dengan suara lembut yang mendayu-dayu.

​Trian tersenyum tipis, memegang kemudi dengan santai.

"Sama-sama, Valeria. Kebetulan aja saya lewat. Lain kali kalau udah malam, mending langsung pulang pakai taksi sampai depan pagar, jangan jalan kaki di tempat sepi."

​"Iya, Kak... Oh ya, boleh gue minta nomor WhatsApp Kakak? Ya... siapa tahu gue bisa traktir Kakak kopi kapan-kapan sebagai tanda terima kasih?" modus Valeria, langsung mengeluarkan ponselnya dengan cepat.

​Trian yang dasarnya adalah pria sopan dan berwibawa tidak menaruh curiga. "Boleh, catat aja ya. 0812..."

​Valeria mengetik nomor itu dengan senyum kemenangan yang tertahan

Bersambung

1
Eridha Dewi
aneh
Ariany Sudjana
semoga Anita bisa diselamatkan, dan pelacur murahan itu, juga Randy, harus dihukum mati
Eneng Farida
autor ini mh salah judul kali ya bkn hrusnya judulnya akhir hidup isri sah bkn sebaliknya
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan yang bodoh kamu itu Valeria, kamu akan menyeret Anita dan Randy, yang ada juga kamu dan Randy yang akan jatuh, Anita sih cerdas, sudah mengamankan aset, dasar pelacur murahan yang bodoh 😂😂🤣🤣 hanya bisa ngangkang demi jadi istri konglomerat, tapi otaknya tolol 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
hahaha dasar pelacur murahan kamu itu Valeria, gimana rasanya aset yang kamu andalkan itu rusak parah disengat tawon?
Ariany Sudjana
hahahaha pelacur murahan ga mempan sama sengatan tawon ternyata 🤣🤣😂😂
Ariany Sudjana
padahal Anita langsung saja masuk ke kantor Randy, jangan bicara dulu, kan lebih seru jadinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!