NovelToon NovelToon
Kali Ini Aku Menyerah, Mas!

Kali Ini Aku Menyerah, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Cerai
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Zhao_Xena

Pernikahan yang Ayra perjuangkan selama bertahun-tahun ternyata hanyalah kebohongan yang dibungkus cinta.
Dia begitu mencintai Arga, suaminya. Pria itu terlihat sempurna dimatanya—dewasa, perhatian, dan selalu mampu membuat Ayra merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia. Hingga suatu hari, semuanya hancur dalam sekejap.
Ayra menemukan fakta menyakitkan yang selama ini disembunyikan rapat-rapat oleh Arga. Suaminya ternyata memiliki wanita lain dibelakangnya. Bukan orang asing… melainkan sekretaris pribadinya sendiri.
Yang lebih menghancurkan, hubungan terlarang itu telah melahirkan seorang anak laki-laki.
Anak yang selama ini Ayra rawat sepenuh hati. Anak yang dia peluk setiap malam. Anak yang dia anggap sebagai pelipur lara karena rumah tangganya belum juga dikaruniai buah hati.
Namun nyatanya… putra kecil itu adalah darah daging suaminya bersama wanita simpanannya.
Hati Ayra runtuh seketika. Semua kasih sayang, pengorbanan, bahkan cintanya terasa dipermainkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao_Xena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32 ~ Bertahanlah

Deg.

Arga masih berdiri membeku ditengah kamar. Pikirannya kosong, matanya hanya terpaku pada noda darah yang masih tersisa diatas seprai putih.

Darah.

Darah Ayra.

Tubuhnya mendadak terasa dingin.

"Ayra..." gumamnya lirih. Kemarahannya langsung lenyap begitu saja, yang tersisa hanyalah ketakutan.

Ketakutan yang begitu besar hingga membuat dadanya sesak.

Tanpa berpikir panjang, Arga langsung berlari keluar dari vila.

Brak! Pintu depan terbuka keras.

Dari kejauhan ia melihat mobil Tristan melesat meninggalkan halaman vila.

Didalam sana ada Ayra dan anak mereka.

"Brengsek!" Arga segera masuk ke mobilnya sendiri.

Mesin dinyalakan dengan tangan gemetar. Raungan mesin langsung memecah kesunyian sore. Mobil itu melesat keluar dari kawasan vila.

Sepanjang perjalanan, Arga terus menatap mobil Tristan yang berada beberapa meter didepannya.

Jantungnya berdegup tidak karuan. Bayangan wajah pucat Ayra serta darah diatas seprai terus terlintas dibenaknya.

Semuanya terus berputar seperti mimpi buruk.

"Tidak..." Rahangnya mengeras. "Kamu tidak boleh kenapa-napa."

Karena satu-satunya alasan yang bisa membuat Ayra masih bisa bertahan dengan Arga hanyalah karena bayi mereka.

Tapi jika sampai terjadi sesuatu pada kandungan Ayra, maka hal yang paling buruk pun bisa saja terjadi. Ayra tidak akan pernah bisa lagi untuk memaafkannya.

••

••

Sementara itu, di dalam mobil Tristan.

Ayra terus menekan perutnya kuat-kuat, berusaha menahan nyeri yang rasanya meremas seluruh isi tubuhnya. Wajahnya sudah pucat seputih kertas, keringat dingin membasahi pelipis, sementara kain gaun yang ia kenakan perlahan basah dan ternoda merah pekat. Darah itu terus merembet keluar, membuat ketakutan menyelimuti sekujur jiwanya.

Di balik kemudi, Tristan berkali-kali meliriknya dengan tatapan penuh kekhawatiran. Kakinya menekan pedal gas semakin dalam, memacu kendaraan melesat membelah jalanan demi mempersingkat waktu.

Tiba-tiba ponsel di saku Ayra berdering nyaring. Dengan tangan gemetar hebat yang hampir tak bertenaga, ia mengangkat benda itu. Di layar tertera jelas nama: Oma Gloria.

Ayra menarik napas berat berusaha menenangkan diri, lalu mengangkat panggilan itu.

"Halo, Oma..." suaranya keluar lirih dan parau.

"Syukurlah, Ayra. Akhirnya kau mengangkat juga," suara Oma terdengar lega, namun diikuti nada cemas yang tak bisa disembunyikan. "Kamu di mana sekarang? Sudah bersama Bima belum?"

Mata Ayra langsung memanas, bulir air mata menetes tanpa izin mendengar suara orang yang selama ini menyayanginya tulus.

"Tidak, Oma... Aku..." Ayra menahan erangan sakit yang hampir lolos. "Eughh..."

"Kenapa, Sayang? Ada apa denganmu?" tanya Oma Gloria mulai panik merasakan ketidakberesan.

"Perutku sakit sekali, Oma... Ada banyak darah yang keluar..."

Deg.

Jantung Oma Gloria seakan berhenti berdetak seketika. "Astaga... Sekarang kamu di mana? Katakan?" seru wanita tua itu kacau, namun berusaha menahan diri agar tetap terdengar tenang.

"Aku sedang... dalam perjalanan ke rumah sakit," jawab Ayra terbata.

"Kalau begitu bertahanlah, Ayra. Oma akan segera menyusul ke sana,"

Tut- Panggilan terputus.

Tak berapa lama kemudian, lampu-lampu terang rumah sakit mulai terlihat jelas di kejauhan.

Melihat bangunan itu, Tristan langsung mempercepat laju mobilnya sekali lagi. Jantungnya berdegup kencang saat melirik Ayra yang semakin lemah disampingnya.

Wajah wanita itu sudah sangat pucat. Bibirnya kehilangan warna, sementara tangannya masih memegangi perutnya erat.

Mobil itu akhirnya memasuki area Instalasi Gawat Darurat.

Ciiit! Ban mobil berdecit pelan saat Tristan menghentikan kendaraannya tepat didepan pintu rumah sakit. Bahkan sebelum mesin benar-benar mati, Tristan sudah lebih dulu membuka sabuk pengamannya.

Brak! Pintu mobil terbuka.

Pria itu segera berlari memutari kendaraan menuju sisi penumpang. Wanita itu membuka matanya perlahan. Napasnya terdengar tidak beraturan.

"Tristan..."

"Tidak apa-apa. Kita sudah sampai."

Dengan sangat hati-hati Tristan melepaskan sabuk pengaman yang melintang ditubuh Ayra. Saat melihat noda darah yang semakin banyak, wajahnya langsung mengeras.

Tanpa membuang waktu lagi, Tristan segera mengangkat tubuh Ayra ke dalam gendongannya.

"Akh..." Ayra meringis menahan nyeri.

"Maaf, tahan sedikit lagi," ucap Tristan cepat sambil mempererat gendongannya.

Kaki Tristan baru saja menginjak halaman depan IGD, suaranya langsung menggelegar memanggil bantuan.

"Dokter! Perawat! Tolong! Dia hamil dan pendarahan hebat!"

Beberapa tenaga medis yang berjaga langsung berlari mendekat. Sebuah brankar segera didorong keluar terburu-buru. Tristan membaringkan Ayra di atasnya dengan sangat hati-hati.

"Sudah berapa lama pendarahannya?" tanya salah satu perawat sambil memeriksa denyut nadi.

"Kurang lebih dua puluh menit," jawab Tristan singkat dan tegas.

Wajah Ayra semakin pucat dan lemas. Air matanya menetes pelan, tak sanggup lagi menahan rasa nyeri yang meremas seluruh perutnya. Brankar itu segera didorong masuk menembus pintu kaca ruang penanganan.

"Permisi, Pak. Anda tidak boleh masuk lebih jauh," perawat menahan langkah Tristan tepat di ambang pintu.

Pria itu terpaku diam di tempat. Matanya tak berkedip mengawasi sosok Ayra yang perlahan menghilang dibalik kerumunan staf medis. Hingga akhirnya pintu tertutup rapat, memisahkan dirinya dengan wanita itu di balik kaca buram.

--

Di luar ruang gawat darurat, Tristan mondar-mandir gelisah. Setiap detik berlalu terasa seperti berjam-jam, matanya tak lepas dari pintu tertutup itu.

Sepuluh menit kemudian, suara langkah kaki terburu-buru terdengar mendekat. Oma Gloria berjalan tertatih namun cepat disokong oleh Bima yang tampak tegang sepanjang jalan. Wajah wanita tua itu sudah dipenuhi keringat dingin, matanya menyapu sekeliling hingga terkunci pada sosok Tristan.

"Dimana cucuku? Apa benar ini ruangan tempat Ayra dirawat?" tanya Oma Gloria bergetar, suaranya pecah menahan tangis.

Tristan langsung mengangguk mantap. "Benar. Dia sekarang ada didalam sana. Dia sedang ditangani dokter sekarang."

"Ya Tuhan..." Oma Gloria meremas dada, kakinya melemas seketika jika tidak ditahan oleh Bima. "Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa bisa seperti ini?"

Tristan menarik napas panjang, berusaha menyusun kata-kata sejelas mungkin tanpa menyembunyikan kebenaran.

"Saya tak bisa menjelaskan semuanya dari awal. Tapi yang saya lihat, ada seorang pria datang membawa Ayra pergi paksa dari rumah sakit tadi siang. Saya merasa ada yang tidak beres, jadi saya ikuti diam-diam sampai ke sebuah vila terpencil. Saat saya masuk ke sana, keadaan Ayra sudah terkapar tak berdaya dan menangis ketakutan. Pria itu berani mengaku-ngaku dirinya suami sah Ayra di depan saya."

Mata Bima menyipit tajam, rahangnya mengeras menahan amarah yang mulai mendidih. "Arga?" desisnya lirih.

"Saya tidak tahu namanya," jawab Tristan tegas. "Tapi yang pasti, lelaki itu kasar. Dia mencoba melecehkan dan memaksanya sampai Ayra menjerit kesakitan. Hingga akhirnya pendarahan itu keluar. Segera setelah itu saya bawa dia ke sini secepat mungkin."

Mendengar penjelasan itu, tubuh Oma Gloria berguncang hebat. Air matanya akhirnya tumpah membasahi pipi keriputnya. Sementara di sisi lain, kepalan tangan Bima mengepal kuat hingga buku jarinya memutih. Amarahnya memuncak, membakar setiap inci urat sarafnya mendengar apa yang telah dilakukan Arga. Lelaki itu bukan lagi sekadar suami yang buruk, melainkan monster yang rela membunuh istri dan anak kandungnya sendiri demi nafsu dan keegoisan semata.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Izin promosi:

Sinopsis:

Demi menyelamatkan kariernya, Revan rela menyerahkan Fiona kepada bosnya sendiri.

Masalahnya, pria itu adalah Zavier—mantan kekasih Fiona yang tak pernah melupakannya.

Saat ambisi, cinta lama, dan pengkhianatan bercampur menjadi satu, Fiona terjebak dalam hubungan yang seharusnya tidak pernah terjadi.

Namun ketika hati mulai berpaling, siapa yang sebenarnya sedang mengkhianati siapa?

"Suamimu yang menyerahkanmu kepadaku. Jadi jangan salahkan aku jika kali ini aku tak akan melepaskanmu." — Zavier.

📍Warning! Mengandung ade-gan bas-sah... 👄 tidak disarankan untuk bocil dibawah umur..

1
Anonim
BUNUH ARGA
You `ka
sekarang tinggal takut sendiri kan, Arga?? makannya jangan jadi orang bodoh!😡
sunaryati jarum
Laporkan Arga pada pihak yang berwajib atas tindakan kekerasan
Zhao_Xena: siap Mak/Good/
total 1 replies
Ma Em
Biar saja Ayra keguguran agar TDK punya anak keturunan dari Arga dan bisa lepas bebas tdk ada hubungan lagi dgn Arga , semoga nanti Ayra hamil lagi setelah menikah dgn lelaki yg baik dan bertanggung jawab juga cinta dan sayang pada Ayra .💪
gina altira
Arga kamu jahat
Zhao_Xena: marahin aja kak...🤣🤣
total 1 replies
You `ka
Arga ini suami macam apa sih! tega banget buat ayra kesakitan seperti itu 😡😡
Zhao_Xena: macam-macam kak..🤣🤣🤣
total 1 replies
You `ka
Tristan datang tepat waktu!💪
sunaryati jarum
Sebelum mobil bergerak Bima sudah datang menyelamatkan dan menangkap pelakunya
You `ka
ayo Bima cepat sampai. ayra dalam bahaya /Determined/
Zhao_Xena: nunggu minjem kostum Batman dulu kak.. biar bisa terbang..💃💃💃🤣🤣🤣
total 1 replies
You `ka
enak banget Nyonya Ratna bicara seperti itu... dasar wanita picik!😤😤
You `ka
waduh.. bahaya sekali mamanya Tristan ini 😭😭🤣🤣
You `ka
calon mantu niih.. senggol dong..🤣🤣
You `ka
waaahh.... duren niih..🤣🤣
Ma Em
Oma jgn mau terbujuk oleh rayuan Bu Ratna karena Bu Ratna tdk mau hdp nya susah setelah Arga berpisah dgn Ayra makanya Bu Ratna tdk ada ngin Arga bercerai dgn Ayra , lbh baik Ayra secepatnya bisa berpisah dgn Arga karena Ayra sdh dapat kenalan baru untuk menjadi pengganti Arga yaitu Tristan .
sunaryati jarum
Calon jodoh sepertinya,doa mama Wijaya terkabul , bahkan nanti dapat bonus , karena Aira sedang hamil
Zhao_Xena: sepertinya begitu 🤣🤣
total 1 replies
sunaryati jarum
Bagus
Zhao_Xena: terimakasih banyak untuk bintang sempurnanya....🥰🥰
total 1 replies
sunaryati jarum
Bravo Aira sudah benar apa yang kamu lakukan, dibicarakan baik- baik Arga? Apa saat kamu akan menikahi Shella kamu bicarakan dengan Aira? Kalian egois tidak memikirkan perasaan Aira.Sekarang rasakan akibatnya.Numpang hidup mewah saja berani selingkuh.Dan Ratna sok- Sokan berkuasa.
Ma Em
Makanya Bu Ratna , Lisa kalau hdp mewah mu dari harta orang lain jgn sombong sok berkuasa sedangkan uang yg kalian untuk senang2 beli ini itu uang dari perusahaan milik Ayra dan setelah diambil sama yg punya nya kamu jadi gembel , sekarang kalian rasakan menyesal pun sdh tdk ada gunanya lagi .
sunaryati jarum
Kalian mau kembali ke asal 🤣🤣🤣🤭
sunaryati jarum
Nikmati saja buah dari perbuatan kalian, karena dilimpahi kemewahan kalian lupa diri asal ada harta melimpah hingga berani membohongi orang yang sangat berjasa pada kalian.
Zhao_Xena: kacang lupa kulitnya 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!