NovelToon NovelToon
Kebangkitan Istri Yang Direndahkan

Kebangkitan Istri Yang Direndahkan

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Astrid mengorbankan segalanya untuk keluarga. Namun, pengorbanannya justru dibalas dengan hinaan.

Setelah melahirkan, tubuh Astrid berat badannya naik drastis hingga membuat Lucas, suaminya yang seorang dokter, merasa malu memiliki istri sepertinya. Tak hanya itu, Marta, sang mertua, juga menganggap Astrid sebagai wanita tidak berguna karena tidak memiliki pekerjaan maupun prestasi yang bisa dibanggakan.

Puncaknya terjadi saat Lucas dan Marta mempermalukannya di depan banyak tamu undangan. Harga dirinya diinjak-injak tanpa belas kasihan, seolah seluruh pengorbanannya selama ini tidak pernah berarti. Hari itu, Astrid memutuskan untuk berhenti menangis.

Dengan bantuan Mateo, Astrid bangkit dan mengubah hidupnya. Saat satu per satu kesuksesan berhasil diraihnya, orang-orang yang dulu merendahkan mulai menyadari kesalahan mereka.

Kini giliran mereka yang memohon, sementara Astrid tak lagi peduli. Karena ada penghinaan yang bisa dimaafkan, tetapi tidak pernah bisa dilupakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Sudah tiga minggu berlalu sejak Astrid mulai bekerja bersama Mateo. Dalam kurun waktu itu perlahan mengubah banyak hal dalam hidupnya.

Perubahannya memang belum terlalu mencolok di mata orang lain. Berat badannya memang belum turun drastis. Tubuhnya masih jauh dari kata langsing. Namun, Astrid bisa merasakan perubahan itu dengan jelas. Untuk saat ini, hal itu sudah lebih dari cukup.

Pagi itu, matahari bahkan belum sepenuhnya muncul ketika Astrid sudah berada di halaman belakang rumah. Udara masih terasa dingin dan segar. Embun masih menempel di ujung daun-daun yang bergoyang pelan tertiup angin pagi.

Di atas tikar kecil yang digelar di teras belakang, Ariana duduk sambil memeluk boneka kelinci kesayangannya. Gadis kecil itu mengunyah potongan pisang yang sudah dipersiapkan ibunya sambil memperhatikan Astrid yang baru saja menyelesaikan sesi jogging ringan.

"Mama lali-lali lagi?" tanya Ariana dengan suara cadelnya.

Astrid yang masih mengatur napas menoleh sambil tersenyum. "Iya, Sayang."

"Capek?" Ariana menatap dengan bola mata yang bulat jernih

"Sedikit."

Ariana terlihat berpikir beberapa saat. Lalu dengan wajah serius, ia mengangkat sepotong pisang ke arah ibunya.

"Aaaaa."

Astrid tertawa kecil. "Buat Mama?"

Ariana langsung mengangguk mantap. "Bial Mama kuat."

Hati Astrid menghangat seketika. Ia menerima potongan pisang itu, lalu mencium pipi putrinya dengan gemas.

"Terima kasih, Sayang."

Ariana langsung terkikik geli sambil memeluk bonekanya semakin erat. Dia senang karena bisa menyuapi ibunya.

Beberapa minggu terakhir, rutinitas baru mulai terbentuk dalam kehidupan Astrid. Ia mulai mengurangi nasi dan makanan manis. Ia juga menghentikan kebiasaan lamanya yang sering menjadikan makanan sebagai pelarian saat sedang sedih atau tertekan.

Setiap pagi, ia berjalan kaki mengelilingi kompleks. Ketika tubuhnya mulai terbiasa, ia meningkatkan latihannya menjadi jogging ringan. Setelah itu, ia menambahkan beberapa gerakan olahraga sederhana untuk melatih keseimbangan, kelenturan, dan ketangkasan tubuhnya.

Awalnya tidak mudah, dia sering merasa tubuhnya pegal dan kakinya nyeri. Napas mudah terengah-engah, bahkan beberapa kali ia hampir menyerah dan kembali ke kebiasaan lamanya.

Namun, setiap kali keinginan untuk berhenti muncul, Astrid selalu mengingat satu hal. Dia melakukan semua ini bukan demi Lucas. Dia juga tidak sedang berusaha menjadi cantik agar suaminya menyesal. Dia melakukan semua ini demi dirinya sendiri.

Karena Astrid ingin mendapatkan kembali hidupnya. Dia ingin kembali menjadi Astrid yang dulu. Pikiran itulah yang membuatnya terus bertahan sedikit demi sedikit. Perubahan itu pun mulai terlihat.

Wajah Astrid kini tampak lebih segar dibanding beberapa minggu sebelumnya. Kulitnya terlihat lebih sehat dan terawat. Rambutnya yang dulu sering diikat asal-asalan kini selalu tertata rapi. Cara berjalannya pun berubah, lebih tegak dan lebih percaya diri.

Sekarang Astrid mulai mengenakan pakaian yang lebih modis dan berkelas layaknya seorang wanita karier. Bukan pakaian mahal atau mencolok, melainkan busana yang membuatnya terlihat rapi, profesional, dan nyaman dengan dirinya sendiri.

Meski tubuhnya masih berisi, aura yang terpancar dari dirinya jauh berbeda dibanding sebelumnya. Perubahan itu ternyata tidak luput dari perhatian Marta.

Siang itu, seperti biasa, Marta datang tanpa pemberitahuan. Wanita itu baru saja selesai menghadiri acara salah seorang temannya, lalu langsung mampir ke rumah putranya.

Begitu memasuki ruang keluarga, pandangannya langsung tertuju pada Astrid yang sedang duduk di lantai menemani Ariana bermain boneka. Astrid mengenakan blouse krem yang dipadukan dengan celana panjang hitam. Rambutnya ditata rapi dan wajahnya terlihat segar meskipun hanya memakai riasan tipis.

Marta mengernyit. "Kamu habis dari salon?"

Astrid mengangkat kepala dan tersenyum sopan. "Tidak, Bu."

"Lalu kenapa rambutmu seperti itu?"

Astrid menyentuh ujung rambutnya sekilas. "Hanya dirapikan sedikit."

Marta mendengus pelan. Wanita paruh baya itu menyandarkan tubuhnya ke sofa lalu melanjutkan dengan nada meremehkan.

"Percuma. Kalau badan masih sebesar itu, rambut sebagus apa pun tetap sama saja."

Astrid tetap mempertahankan senyumnya. Walau dihina, sekarang hatinya sudah kebal. Beberapa tahun yang lalu, kalimat seperti itu pasti akan menghancurkan hati Astrid. Dia mungkin akan tersenyum paksa, lalu menangis diam-diam di kamar mandi setelah Marta pulang.

Kini Astrid hanya menatap mertuanya dengan tenang. Tidak marah ataupun tersinggung. Lalu ia menjawab dengan suara lembut.

"Tidak apa-apa, Bu."

Marta mengernyit. "Tidak apa-apa?"

"Iya." Astrid tersenyum tipis. "Yang penting aku sehat dan bahagia."

Marta terdiam beberapa saat. Jawaban itu jelas bukan reaksi yang ia harapkan. Biasanya Astrid akan diam tak membela diri atau terlihat sedih. Namun, sekarang wanita itu justru terlihat tenang dan santai.

Astrid kemudian kembali memperhatikan Ariana yang sedang sibuk berusaha memasangkan jepitan kecil ke telinga boneka kelincinya.

Marta hanya bisa duduk diam dengan perasaan kesal yang perlahan muncul dalam dirinya. Karena menantu yang selama ini selalu berhasil ia lukai kini perlahan mulai berubah. Dan yang paling membuatnya tidak nyaman, Astrid tampaknya tidak lagi membutuhkan persetujuan siapa pun untuk merasa berharga.

Malam harinya, setelah Ariana tertidur, Astrid duduk sendirian di ruang keluarga sambil memeriksa beberapa revisi desain yang harus ia selesaikan. Rumah terasa sunyi, hanya suara jam dinding yang terdengar sesekali.

Tiba-tiba ponselnya bergetar di atas meja. Astrid menoleh, nama Julio muncul di layar. Jantungnya langsung berdegup lebih cepat.

Beberapa minggu terakhir, Julio memang terus melakukan penyelidikan terhadap Lucas. Namun, hasil yang didapat sejauh ini masih sebatas pertemuan-pertemuan mencurigakan antara Lucas dan Starla.

Belum ada bukti yang benar-benar kuat. Bukti yang mampu menghapus seluruh keraguan yang masih tersisa di dalam hati Astrid.

Dengan perasaan tidak menentu, Astrid membuka pesan tersebut. Seketika napasnya tertahan. Hanya ada satu kalimat pendek di sana.

[Besok pagi kita bertemu. Aku menemukan sesuatu.]

Astrid menatap layar ponselnya cukup lama. Perlahan jemarinya mulai terasa dingin. Entah mengapa, sejak penyelidikan ini dimulai, ia merasa bahwa hidupnya mungkin akan berubah setelah pertemuan besok.

1
Netty Netty
good
Sri Yekti
cerita ini kayaknya menarik.
👍👍👍
Sri Yekti
👍👍👍 Aku suka....endingnya semua bahagia.
Terima ksh thor.....🙏🙏
Sri Yekti
Mereka bertemu kembali stl 13th. akankah cinta mereka bersemi kembali?
Sri Yekti
Cinta mmg membingungkan.
Dulu Ariana bingung, mengapa Noel menjauh.
Kini noel sendiri yg kelabakan.
Sri Yekti
Langkahmu msh panjang Ariana....g usah kau pikirkan cowok dulu.
fokus pd cita² besarmu
Sri Yekti
thor....bukankah wkt itu Noel masih kecil....mungkinkah ank seusia 3th sdh bs tau sifat orng dewasa....
yg bnr dong....atau mungkin ia mendengar sifat lucas dr org tuanya?
Sri Yekti
masa lalu ttp masa lalu Noel.....mungkin kembaranmu sdh takdirnya tiada.
dr juga manusia, tempat salah dan lupa.
Sri Yekti
Wadhuh...kl kayak gini yg salah siapa?
😄😄😄 ruweeet thor....
Sri Yekti
Cari tau dong Noel....bagaimana kehidupan Ariana dulu ktk masih hdp bersama ayah kandungnya.
Pasti kamu akn berpikir lain utk menilai kepribadian Ariana
Sri Yekti
nah...nah...bagimana Noel? masihkah kamu mencintai Ariana, stl tau bhw Ariana adalah putrinya Lucas?
lanjut thor.....
Sri Yekti
lagi² hanya bisa bilang kasihan..
Lucas menuai hasil perbuatannya dulu.
Sri Yekti
Kasihan si Lucas, bahkan pintu pagarpun tak dibuka.Hingga ia tak bs memeluk putrinya. mdh²an ia bs hidup layak dgn uang peninggalan ibunya
Sri Yekti
akankah Noel ttp menyayangi Ariana bila tau bhw org yg menyebabkan kematian saudaranya adalah ayah Aruana?
Lanjut thor ......
Sri Yekti
Apa yg akn dilakukan lucas pd keluarga Astrid?
Sri Yekti
Mungkinkah Ariana mengenal ayah kandungnya?
Lanjut thor....
Sri Yekti
Eh...tau² Ariana dah dewasa.
Astrid dan mateo dah punya ank 2.
Sri Yekti
slmt ya.... Mateo, Astrid....atas kelahiran putra kalian....👍👍👍
Netty Netty
syafakillah thorr
Ila Lee
kesan asid trauma masa lalu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!