NovelToon NovelToon
Kembalinya Sang Putri Asli "Dendam Sang Alkemis"

Kembalinya Sang Putri Asli "Dendam Sang Alkemis"

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:15.2k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Di balik kemegahan dan keagungan Kerajaan Veldora, tersimpan rahasia busuk yang menjijikkan. Kalyca, sang putri kandung yang sah, dibuang sejak bayi ke sebuah gubuk reot di pinggiran kota dan hidup dalam penderitaan. Sementara itu, gadis licik, Edelyn putri palsu yang merampas takhtanya, menikmati kemewahan istana.

Rasa sakit dan ketidakadilan, membuat jiwa lemah itu membangkitkan jiwa gelap dari seorang alkemis genius, berdarah dingin, yang sudah mati ribuan tahun yang lalu.

Di tengah misi balas dendam dan intrik berdarah di istana, takdir mempertemukannya dengan Grand Duke Erik Klaus, pria bermata tajam yang dijuluki sebagai dewa perang yang terkenal kejam pada musuh, namun menyimpan rahasia kelam.

“Ribuan tahun lalu, aku gagal melindungi mu. Kali ini, biarkan aku merobek dunia ini untuk membawamu pulang...”

~Grand Duke Erik Klaus

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEDATANGAN KALYCA

"KAU! BERANINYA PRAJURIT RENDAHAN SEPERTI MU MASUK KE RUANG SIDANG TANPA IZIN!"

Bentak Edelyn, dengan emosi meledak-ledak.

"M-maaf Yang Mulia," ucap salah satu prajurit gemeteran.

"Pengawal! Singkirkan dia dari ruangan ini! Berikan seratus hukum cambuk, karena berani bertindak tidak sopan!" perintah Edelyn, kejam.

"Cukup! Jangan ada yang berani mengangkat tangan kalian," ucap Erik, dengan suara berat nya.

Para pengawal Edelyn tidak berani bergerak, mereka masih sayang nyawa, dan tidak ingin berurusan dengan sang Grand Duke Klaus.

"Katakan apa yang membawa mu ke ruang sidang ini?" tanya Erik dingin.

"Maaf Yang Mulia, di depan pagar ada seorang Tabib yang datang, beliau bilang, ingin mencoba mengobati Yang Mulia Raja," jawab prajurit itu sopan, dengan kepala menunduk.

"Omong kosong, usir saja orang rebahan itu, palingan dia hanya ingin meminta uang," ucap Edelyn sinis.

Tiba-tiba seorang prajurit kembali berlari masuk ke ruang sidang dengan nafas memburu.

"Y-yang Mulia gawat, Yang Mulia Raja kembali muntah darah," ucap prajurit itu pada intinya.

"APA!"

Suasana ruang sidang kembali gaduh, Joel dengan cepat langsung berlari keluar, untuk melihat kondisi sang Raja.

"Sidang hari ini selesai! Bubar semua!" ucap Erik, tegas.

"Tapi Yang Mulia-"

"BUBAR!"

Bentakan Erik Klaus membuat suasana ruang sidang mendadak sunyi, tidak ada satu pun menteri yang berani menatap matanya, apalagi membantah.

Para anggota dewan kehormatan yang tadi sempat berdiri penuh ambisi kini berhamburan meninggalkan ruangan dengan kepala tertunduk, tidak berani membantah sang Grand Duke.

Sementara itu, Edelyn terpaku di tempatnya, napasnya memburu di antara amarah, kepanikan, dan rasa takut yang mulai mencengkeram dadanya.

"Sial! Kenapa semua rencana ini bisa hancur secepat ini?!" batin Edelyn, mengepalkan tangannya kuat.

Tanpa memedulikan sang Putri Mahkota, Erik membalikkan badan, keluar dari ruangan, meninggalkan Perdana Menteri dan Menteri Keuangan yang masih terduduk lemas di kursi mereka.

Langkah tegap Erik bergemuruh bersama Gale yang mengawal di belakangnya.

Setibanya di depan kamar kerajaan, Panglima Joel tampak mondar-mandir dengan wajah basah oleh keringat dingin.

"Bagaimana keadaannya di dalam, Joel?" tanya Erik langsung pada intinya.

"Buruk, Yang Mulia. Tabib istana sudah menyerah," jawab Joel dengan suara parau.

"Racun itu sudah melumpuhkan organ dalamnya, dan darah hitam tidak berhenti keluar dari mulutnya," lanjut Joel, lesu.

Tanpa buang waktu, Erik mendorong pintu kamar Raja dan melangkah masuk, disusul Joel dan Gale.

Bau amis darah dan tanaman herbal langsung menusuk hidung begitu mereka masuk.

Di atas ranjang, Raja Veldora tampak terbaring lemah, dengan wajah pucat nya, bibirnya menghitam akibat racun mematikan yang menggerogoti tubuhnya, di tambah ada sihir hitam yang menyelimuti tubuh pria paruh baya itu.

"Suami ku..."

Suara lirih terdengar dari sisi ranjang, Ratu Alice duduk bersimpuh di lantai, menggenggam erat tangan suaminya yang sudah terasa dingin.

Air mata Ratu Alice sedari tadi terus mengalir deras, membuat wanita itu kehilangan seluruh wibawanya, di dekatnya, dua pelayan berdiri sambil terisak pelan, memegang baskom berisi air yang kini telah berubah menjadi merah pekat.

Mendengar langkah kaki, Ratu Alice mendongak, matanya yang sembab menatap Erik penuh harap.

"E-Erik..." panggil Ratu Alice terbata.

Erik berhenti di sisi ranjang, dia menatap pemimpin yang sudah dianggapnya seperti ayah sendiri itu tengah sekarat, rahangnya mengeras, sementara tangannya mengepal menahan amarah.

"Yang Mulia Ratu, berdirilah," ucap Erik tenang namun tegas, membungkuk perlahan, lalu membantu Ratu Alice berdiri dan menyerahkannya kepada Gale untuk ditopang.

Raja Veldora perlahan membuka kelopak matanya yang tampak sangat berat, dengan nafas tersengal, saat mendengar suara yang sangat dia kenali.

"E-Erik..." panggil Raja Veldora lirih.

Uhuk

Uhuk

Raja Veldora berusaha berbicara di sela-sela batuk nya.

Erik langsung merendahkan tubuhnya, mendekatkan telinga ke wajah sang Raja.

"Ya, Yang Mulia. Saya di sini," jawab Erik, pelan.

Raja Veldora tersenyum lemah, tangan nya yang keriput bergerak pelan, meraba udara sebelum Erik segera menyambut dan menggenggamnya erat.

"Akubsudah tahu semuanya, Edelyn, dia dan Perdana Menteri, mereka yang meracuniku..." bisik Raja Veldora, lemah.

Uhuk

Uhuk

"Saya tahu, Yang Mulia," jawab Erik, mengepalkan tangannya kuat.

"Jangan paksakan diri Anda berbicara terlalu banyak, jangan khawatir kan istana, Saya sendiri yang akan memastikan kerajaan tetap berada di tangan Anda, tugas Anda hanya fokus untuk sembuh dan bertahan," ucap Erik, meremas pelan tangan Raja.

"Tidak... waktuku tidak banyak, Erik, tolong temukan dia..." ucap Raja Veldora kembali tidak sadarkan diri.

"YANG MULIA!"

Seru Ratu Alice histeris.

Sementara Erik berusaha mencerna apa yang di ucapkan oleh Raja Veldora tadi.

"Apa maksud dari Yang Mulia Raja. Dia? Dia siapa?" batin Erik, tidak paham.

"Minggir."

Suara dingin dan datar itu mendadak memecah kepanikan di dalam kamar.

Semua orang menoleh serentak ke arah pintu, di ambang pintu, berdiri seorang gadis, menutupi separuh wajahnya, menyisakan sepasang mata tajam.

"Hei! Siapa kau berani-beraninya masuk ke kamar pribadi Raja tanpa izin?!" bentak salah satu pengawal istana, langsung menghunus pedangnya dan mengarahkannya ke leher gadis misterius itu.

"Tahan pedangmu," perintah Erik tegas.

Pria itu melangkah maju dengan sorot mata menyipit tajam, menatap lekat-lekat sosok berpenutup wajah di hadapannya.

Gadis misterius itu yang tidak lain adalah Kalyca sama sekali tidak gentar dengan tatapan Erik, di bahkan mengabaikan ujung pedang yang nyaris menyentuh kulitnya dan melangkah tenang ke arah ranjang.

"Kalau kalian masih ingin pria tua ini hidup, singkirkan tabib-tabib bodoh kalian dan biarkan aku mendekat," ucap Kalyca, dingin.

"Berani sekali kau, tabib jalanan! Tabib istana saja tidak bisa berbuat apa-apa, mau pamer apa kau di sini?!" maki Edelyn yang baru saja tiba bersama para menteri, langsung melangkah masuk dengan wajah memerah karena kesal.

"Pengawal! Seret dia keluar! Dia pasti penyusup yang ingin mencelakai Ayah!" perintah Edelyn, keras.

Kalyca berhenti melangkah, dia menoleh perlahan, menatap tajam ke arah Edelyn di balik cadarnya.

"Penyusup, katamu?" ucap Kalyca dengan nada dingin.

"Atau justru Anda yang paling takut kalau pria tua ini sadar dan membongkar siapa pelaku di balik racun ini, Putri Mahkota?" lanjut Kalyca, tanpa rasa takut sedikit pun.

Deg.

"A-apa maksudmu?! Jaga mulutmu, ya!" seru Edelyn histeris, berusaha menutupi rasa paniknya di hadapan banyak orang.

"Cukup, Edelyn!" bentak Ratu Alice menghentikan perdebatan itu.

"Apa Anda benar-benar bisa menyelamatkannya?" tanya Ratu Alice, dengan mata sembab nya.

Dada Kalyca bergemuruh hebat, melihat wanita paruh baya itu terlihat sangat lemah.

"Edelyn, berani nya kamu membuatnya menangis seperti itu," batin Kalyca, berusaha menahan diri nya, agar tidak tertawa emosi.

1
kaylla salsabella
gadis keras kepala itu dulu istri mu duke🤣🤣🤭🤭
Nawi
serius thor cuma 1 up nya🙄
Tiara Bella
gk bakalan bisa lolos km Edelyn.....
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu
Dessy Rinda
tggin up niihh kak thor😁🙏
Nawi
kenapa cuma 1 up nya thor nanggung
Tiara Bella
thor kurang....
kaylla salsabella
semoga gagal kabur nya
Nawi
cemungut thor lanjut 💪
TT: Jejaktinta14: terimakasih sayangggg 🫶🏻
total 1 replies
kaylla salsabella
sabar bentar lagi... ratu kamu tahu siapa kalyca
Anisa Tanjung
👍👍gas tor
kaylla salsabella
dia bukan lawan mu Joel
kaylla salsabella
seru..... lanjut
Heni Setiyaningsih
tetap sehat dan semangattt
makaci crazy up nya 😍👍
kaylla salsabella
semangat kalyca dan erik
kaylla salsabella
lanjut
Tiara Bella
kompaknya kalyca sm Erik....
Maria Lina
😍😍
Heni Setiyaningsih
/Heart/
Kusii Yaati
oalahhh pantes orang emak kandungnya edelyn ternyata seorang penyihir hitam pantes anaknya kayak Dajjal,...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!