NovelToon NovelToon
PANGERAN KETUJUH DAN PECAHAN DEWA

PANGERAN KETUJUH DAN PECAHAN DEWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Perperangan / Fantasi
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Irhab Hauzan

Chu Feng, putra ketujuh yang bersembunyi di balik topeng "tak berbakat", berubah takdir saat sebuah pecahan dari Dewa Kekacauan Purba yang hancur jutaan tahun lalu memilihnya. Bersama tombak yang terus berevolusi dan pasukan binatang ilahi, ia merangkak dari murid sekte kecil menuju kenyataan bahwa dunianya hanyalah sudut kecil dari semesta yang jauh lebih luas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irhab Hauzan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Serigala Kecil di Hutan Terlantar

Empat hari perjalanan telah berlalu sejak Chu Feng meninggalkan Kerajaan Chu, dan kini ia menemukan dirinya menyusuri tepi Hutan Terlantar—sebuah wilayah liar yang membentang di antara Kerajaan Chu dan wilayah yang lebih jauh ke selatan, tempat Sekte Awan Langit konon berdiri.

Perjalanan sejauh ini berjalan lebih lancar dari yang ia perkirakan. Sebagai kultivator biasa tanpa identitas kerajaan yang mencolok, ia bisa bergerak bebas tanpa menarik perhatian berlebihan—menginap di penginapan kecil kota-kota yang ia lewati, membeli bekal dari pedagang lokal, sesekali membantu tugas kecil untuk mendapatkan sedikit uang tambahan, layaknya kultivator muda kebanyakan yang sedang merantau mencari pengalaman.

Namun Hutan Terlantar adalah medan yang berbeda. Menurut peta yang ia beli di kota terakhir, jalan pintas melalui hutan ini akan memangkas waktu perjalanannya hampir tiga hari dibandingkan mengambil jalan memutar yang lebih aman melalui jalan besar. Risikonya, tentu saja, adalah keberadaan monster-monster liar yang menghuni kawasan itu—alasan kenapa hutan ini disebut "Terlantar", karena jarang sekali dilalui pedagang atau musafir biasa.

Chu Feng melangkah hati-hati, Mata Dewa-nya sesekali diaktifkan sejenak untuk memindai sekelilingnya, mencari tanda-tanda bahaya sebelum benar-benar mendekat.

Pada sore hari ketiga di dalam hutan, ia mendengar sesuatu—lolongan lemah, terputus-putus, berasal dari balik semak-semak lebat tidak jauh dari jalur yang ia lalui.

Insting kehati-hatiannya menyarankan untuk mengabaikannya dan melanjutkan perjalanan. Tapi rasa penasaran—sesuatu yang sudah menjadi bagian dari dirinya sejak lama—membuatnya berbelok, mengikuti arah suara itu.

Di balik semak-semak, ia menemukan pemandangan yang membuat dadanya terasa sesak.

Seekor anak serigala kecil berbulu hitam legam, tubuhnya kurus dan penuh luka, terjebak di antara akar-akar pohon tumbang, salah satu kakinya tersangkut dalam celah kayu yang membuatnya tidak bisa bergerak bebas. Di sekitarnya, tergeletak bangkai beberapa ekor serigala dewasa yang lebih besar—jelas anggota kawanannya, kemungkinan besar korban serangan monster yang lebih kuat.

Anak serigala itu mendongak ketika menyadari kehadiran Chu Feng, matanya yang kekuningan menatap waspada, giginya yang kecil menggeram lemah sebagai peringatan terakhir dari makhluk yang sudah kehabisan tenaga untuk benar-benar melawan.

Chu Feng berjongkok perlahan, menjaga jarak yang aman namun tidak terlalu jauh, tangannya terangkat pelan menunjukkan bahwa ia tidak membawa niat jahat.

"Tenang," katanya lembut, meski tahu makhluk itu mungkin tidak memahami kata-katanya. "Aku tidak akan menyakitimu."

Anak serigala itu tetap waspada, namun lolongannya perlahan mereda menjadi geraman lemah yang lebih menyerupai rintihan kesakitan.

Chu Feng mengaktifkan Mata Dewa-nya sejenak, memeriksa kondisi makhluk kecil itu lebih detail—kaki yang terjepit sudah membengkak parah, beberapa luka gigitan di tubuhnya yang mulai terinfeksi, dan yang lebih mengejutkan, sebuah pola energi samar yang mengalir di dalam tubuhnya, berbeda dari serigala biasa yang pernah ia baca di kitab-kitab monster.

"Menarik," suara di dalam dirinya berkomentar. "Makhluk ini bukan serigala biasa, meski masih terlalu muda untuk menunjukkan sepenuhnya garis keturunannya."

Garis keturunan seperti apa? tanya Chu Feng dalam hati, mendekat perlahan untuk memeriksa kaki serigala yang terjepit.

"Aku tidak yakin sepenuhnya. Tapi ada resonansi yang samar-samar familiar. Mungkin sesuatu akan menjadi jelas seiring waktu, kalau kau memutuskan untuk menyelamatkannya."

Chu Feng tidak butuh dorongan lebih jauh. Dengan hati-hati, ia mulai melepaskan kaki kecil itu dari celah kayu yang menjepitnya, bergerak perlahan agar tidak menyebabkan rasa sakit lebih jauh. Anak serigala itu merintih beberapa kali, namun tidak menyerangnya—entah karena sudah terlalu lemah, atau karena sesuatu dalam insting mudanya mengenali bahwa tangan yang menyentuhnya bukan ancaman.

Setelah beberapa menit berjuang, kaki kecil itu akhirnya berhasil terlepas. Chu Feng mengangkat tubuh kecil yang gemetar itu dengan hati-hati, menyelipkannya ke dalam jubahnya untuk memberi kehangatan.

"Kau selamat sekarang," bisiknya, meski tahu makhluk itu tidak memahami kata-katanya secara harfiah, namun mungkin merasakan ketulusan di baliknya.

Chu Feng mendirikan perkemahan sederhana malam itu, tidak jauh dari lokasi ia menemukan anak serigala tersebut, memutuskan untuk menunda perjalanannya sehari demi merawat makhluk kecil yang kini bergelung lemah di dekat api unggun yang ia nyalakan.

Menggunakan sedikit pengetahuan dasar tentang alkimia yang pernah ia pelajari di perpustakaan istana, ia meracik ramuan sederhana dari beberapa tumbuhan obat yang tumbuh liar di sekitar hutan—cukup untuk membersihkan luka infeksi dan meredakan pembengkakan di kaki anak serigala itu.

Selama proses perawatan, meski awalnya masih waspada, anak serigala itu perlahan mulai menunjukkan tanda-tanda kepercayaan—membiarkan Chu Feng menyentuh tubuhnya tanpa perlawanan berarti, bahkan sesekali menjilat tangan yang merawatnya sebagai tanda terima kasih yang sederhana namun tulus.

"Kau butuh nama," gumam Chu Feng, mengamati bulu hitam legam makhluk kecil itu yang berkilau samar di bawah cahaya api unggun. "Aku tidak bisa terus memanggilmu 'anak serigala' selamanya."

Anak serigala itu mendongak, seolah memahami bahwa sedang dibicarakan, matanya yang kekuningan menatap penuh rasa ingin tahu.

"Hei," Chu Feng tersenyum tipis, ide sederhana muncul di benaknya. "Bagaimana kalau Hei? Sederhana, seperti bulumu."

Sebagai jawaban, anak serigala itu—yang sejak saat itu resmi bernama Hei—menggeram pelan, namun bukan geraman peringatan seperti sebelumnya, melainkan sesuatu yang terdengar hampir seperti persetujuan.

"Sepertinya dia menyetujuinya," komentar suara di dalam dirinya, nada geli terdengar jelas.

Chu Feng tertawa kecil, sensasi hangat yang jarang ia rasakan menjalar di dadanya. Untuk pertama kalinya sejak meninggalkan istana, ia merasa tidak sepenuhnya sendirian dalam perjalanan panjang yang masih membentang di hadapannya.

Keesokan paginya, ketika Chu Feng bersiap melanjutkan perjalanannya, Hei—yang sudah cukup pulih untuk berjalan meski masih sedikit pincang—mengikuti langkahnya tanpa diminta, menolak untuk ditinggalkan meski Chu Feng sempat menawarkan untuk melepaskannya kembali ke alam liar.

"Kau yakin ingin ikut?" tanya Chu Feng, berjongkok untuk menatap mata kekuningan itu langsung. "Perjalananku masih panjang, dan mungkin berbahaya."

Hei hanya menggonggong kecil sebagai jawaban, menggosokkan kepalanya ke tangan Chu Feng dengan penuh kasih sayang yang tulus—jawaban yang cukup jelas tanpa perlu kata-kata.

Chu Feng tersenyum, mengangkat tubuh kecil itu dan menyelipkannya kembali ke dalam jubahnya, menjaga kehangatan selama perjalanan mereka melanjutkan langkah menembus Hutan Terlantar.

"Ini permulaan yang menarik," suara di dalam dirinya berkata, nada penuh makna. "Aku memiliki firasat bahwa makhluk kecil ini akan tumbuh menjadi sesuatu yang jauh lebih besar dari yang kau bayangkan sekarang, Pangeran Ketujuh."

Aku juga merasa begitu, jawab Chu Feng dalam hati, melangkah lebih mantap menembus dedaunan lebat hutan yang mulai menipis, menandakan mereka semakin dekat dengan tepi hutan di sisi lain.

Ia tidak menyadari bahwa keputusannya untuk menyelamatkan makhluk kecil yang terluka itu hari ini, akan menjadi langkah pertama dari perjalanan panjang membangun pasukan binatang ilahi yang kelak akan menjadi salah satu kekuatan terbesarnya—dimulai dari seekor anak serigala yang garis keturunan sejatinya masih tersembunyi jauh di dalam darahnya sendiri.

1
Nanik S
Chu Feng ..harusnya cepat tinggalkan sekte dan mulai mengembara👌
Irhab Hauzan: terimakasih 👍🙏
total 1 replies
Nanik S
Hei...jadilah kuat agar bisa melindungi Tuanmu
Irhab Hauzan: siap laksanakan 👍
total 1 replies
Nanik S
Lanjut terus💪💪💪
Irhab Hauzan: gas👍👍
total 1 replies
Nanik S
Menjadi Murid sekte
Nanik S
Chu Feng ada teman dalam perjalanan
Nanik S
Akhirnya Chu Feng pergi menuju Sekte Langit
Irhab Hauzan: lanjut kak🙏
total 1 replies
Nanik S
Siapa nanti yang akan berkhianat pada Chu Feng apakah itu Su Yue
Irhab Hauzan: ditunggu kelanjutannya 🙏👍
total 1 replies
Nanik S
Chu Feng harus berlindung disekte dan terus berlatih agar menjadi Kuat
Irhab Hauzan: terimakasi🙏😄
total 1 replies
Nanik S
Keturunan siapakah sebenarnya Ibu Chu Feng
Nanik S
Lanjutkan💪💪💪
Irhab Hauzan: terimakasih 🙏
total 1 replies
Nanik S
Chu Yan... kenapa tidak malu melawan adiknya yang paling Lemah
Irhab Hauzan: suka mbuly soalnya😄👍
total 1 replies
Nanik S
Chu Feng.... mulai menunjukan kemampuannya dan pasti akan berbahaya bagi Kakak²nya😇😇😇
Irhab Hauzan: ditunggu kelanjutannya kak🙏🙏🙏
total 1 replies
Nanik S
Chu Feng memang harus berhati hati karena kelicikan wanita
Irhab Hauzan: 😄😄😄 wanita memang tipudaya
total 1 replies
Nanik S
Semoga pangeran Ketuju tidak terlalu tertarik dengan asmara agar cerita ini tidak membosankan
Irhab Hauzan: terimakasih atas masukanya🙏
total 1 replies
Nanik S
Ada yang mengawasi ... dan kenapa sang Dewa tidak menyadarunya
Irhab Hauzan
terimakasih masukanya🙏
Nanik S
Lanjutkan Tor... jangan sampai ada perjodohan atau pernikahan muda pasti Ceritanya sudah TDK akan menarik
Nanik S
Lanjutkan Tor💪💪💪
Nanik S
Dewa... yang dianggap Intensitas tertinggi
Nanik S
Semoga cerita ini sampai selesai
Irhab Hauzan: terimakasih supportnya🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!