NovelToon NovelToon
Takhta Yang Di Curi

Takhta Yang Di Curi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat / Action
Popularitas:66.3k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Dunia Doni runtuh saat istri tercintanya meninggal dunia sesaat setelah melahirkan putri mereka, Maudi. Di masa rentan itu, masuklah Seina, seorang wanita licik yang ambisius. Demi menguasai harta Doni, Seina melakukan aksi nekat,ia menukar Maudi dengan putri kandungnya sendiri, Eliza.
Sejak saat itu, nasib kedua bocah tersebut berubah 180 derajat. Eliza tumbuh sebagai gadis yang sangat dimanja dan bergelimang kemewahan. Sebaliknya, Maudi yang merupakan anak kandung Doni, justru dianggap sebagai pembawa sial oleh Seina. Selama tujuh tahun, Maudi kecil hidup dalam penderitaan, disiksa secara fisik dan mental oleh Seina tanpa sepengetahuan Doni.

Penderitaan Maudi berakhir ketika sebuah insiden membuatnya terbuang dan akhirnya tumbuh di lingkungan pesantren. Di sinilah mutiara yang terpendam itu mulai bersinar. Maudi ternyata adalah seorang anak yang sangat jenius.




Assalamualaikum...
yuk, ikuti kelanjutan kisahnya ....
semoga suka.... jangan lupa dukungannya ya🥰🥰🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Di usia yang baru menginjak 14 tahun, Maudi telah menyelesaikan seluruh kurikulum SLTA dengan nilai sempurna. Kejeniusannya dalam bidang logika dan matematika membuat Kyai di pesantren terperangah...Maudi sering lompat kelas . Diam-diam, dengan bantuan koneksi alumni pesantren di luar negeri, Maudi mengikuti ujian seleksi beasiswa penuh untuk jurusan Computer Science dan Artificial Intelligence di sebuah universitas ternama di Amerika Serikat.

"Maudi, hasil ujianmu keluar. Kamu mendapatkan beasiswa penuh," ucap Kyai dengan rasa bangga sekaligus haru.

Namun, Maudi menatap Kyai dengan tenang. "Kyai, tolong rahasiakan ini dari Ibu saya. Biarlah mereka tahu saya masih belajar kitab di sini. Jika mereka tahu saya ke Amerika, mereka akan menghentikan langkah saya."

Kyai mengangguk paham.

"Iya nak...., raihlah cita-cita mu, tapi jangan lupa, walaupun kamu memiliki kelebihan yang orang lain belum tentu punya, tetap di mata Allah kita semua sama, jangan sampai kelebihan mu membuat mu lupa akan sang pencipta" tutur kyai dengan bijak.

"InsyaaAllah pak kyai, doakan Maudi, jangan sampai Maudi tersesat, tujuan Maudi Hanya untuk menuntut ilmu, bukan yang lain, doakan Maudi juga agar selalu rendah hati " sahut Maudi dengan sopan.

___

Selama empat tahun berikutnya, Maudi menjalani kehidupan ganda. Di mata Seina melalui laporan palsu pihak pesantren, Maudi hanyalah santriwati yang lambat dan tertutup. Padahal, melalui kelas daring dan keberangkatan rahasia yang hanya diketahui pihak pesantren, Maudi berhasil menyelesaikan gelar S1 dan S2 Master of Technology di usia 18 tahun.

____

Saat melihat putrinya Eliza Lulus dengan nilai pas-pasan, Tiba-tiba Doni teringat anak tirinya, yang kemungkinan juga lulus SMA seperti Eliza, Doni merasa bersalah. Meski bertahun-tahun mengabaikan Maudi, hati kecilnya tidak tenang membiarkan anak itu selamanya di pesantren. Di hari Maudi lulus SLTA , melalui jalur akselerasi yang dilaporkan pihak pesantren sebagai kelulusan biasa , Doni memerintahkan Seina untuk menjemputnya.

"Dia harus kuliah di Jakarta, Seina. Aku akan mendaftarkannya di jurusan IT atau Sistem Informasi di kampus swasta biasa. Bagaimanapun, dia anakmu, dia tanggung jawabku juda dan setelah Maudi lulus, dia juga bisa bekerja di perusahaan ," tegas Doni.

Seina panik, namun ia tidak punya alasan untuk menolak. Ia segera mengirim pesan ancaman kepada Maudi, "Kamu boleh pulang, tapi ingat posisimu. Jangan buat malu aku di depan Tuan Doni dengan wajah burukmu itu!"

"Sudah Don, mungkin butuh beberapa hari lagi, karena Maudi akan bersiap-siap, aku menawarkan diri untuk menjemputnya, tapi Maudi menolaknya..." sahut Seina berbohong, padahal tidak ada keniatan untuk menjemputnya.

"Ya sudah, tidak masalah, Maudi sudah besar, bisa pulang sendiri...pasti sikapnya sudah berubah apalagi di pesantren dididik dengan baik" Ucap Doni tersenyum, tiba-tiba saja...ia merasa senang karena Maudi akan kembali.

___

Di Apartemen , yang berada di pusat kota Amerika, Maudi menatap layar laptop tua yang sudah ia modifikasi hingga memiliki kecepatan super. Ia tersenyum tipis membaca pesan ibunya.

"Ibu ingin aku terlihat buruk? Akan kukabulkan," gumam Maudi.

"ku kira, Ibu memintaku pulang karena ibu merindukan ku, ternyata sama saja, ".

"Kalau ibu melihat ku sudah berubah, apakah ibu akan bangga padaku?" tanya Maudi pada dirinya sendiri.

"Ah tidak.... seorang ibu pasti akan menyayangi Putri kandung nya walaupun putrinya tidak sempurna, Lebih baik, Aku menyamar seperti Maudi yang dulu untuk mengetes kasih sayang Ibu".

Ia menggelengkan kepalanya cepat, ia tersenyum cerah, setelah membersihkan diri, Maudi memutuskan untuk berjalan-jalan, mencari sesuatu yang akan bisa merubah dirinya.

Maudi meracik sebuah krim herbal khusus dari bahan-bahan organik dan pewarna alami. Krim ini jika dioleskan akan membuat kulit terlihat sangat kusam, bersisik, dan meninggalkan bercak seperti bekas luka bakar yang mengerikan, namun sebenarnya tidak menyakiti kulit aslinya... bahkan fungsi krim ini mencerahkan serta menghaluskan, semakin sering di pakai, maka akan semakin bagus.

Ia juga mengenakan pakaian yang sengaja dibuat kebesaran dan dekil. Di balik cadarnya, ia adalah gadis jenius teknologi yang mampu meretas sistem apa pun, namun di depan matanya, ia tetaplah sampah bagi keluarga Daneswara.

Setelah mendapatkan apa yang ia mau, di apartemennya, Maudi meracik krim tersebut dengan semangat.

"Tunggu Maudi ibu ku sayang...., kita lihat, sebenarnya apa yang ibu sembunyikan dariku selama ini, bukankah semenjak aku pergi, hidup ibu sangat bahagia tanpa bayang-bayang putri buruk rupa" Maudi teringat, saat baru masuk pesantren, ia membawa lotion kadaluarsa serta salep wajah yang kadaluarsa juga, untungnya nyai Khadijah melihat, betapa terkejutnya Maudi setelah mengetahui ternyata apa yang ia pakai selama ini, adalah krim yang berbahaya dan bisa merusak kulit, ia tidak menyangka, ibu kandungnya bisa sekejam itu .

___

Setelah menempuh perjalanan udara belasan jam, Maudi akhirnya menginjakkan kaki di tanah kelahirannya. Bandara Soekarno-Hatta yang modern dan sibuk menjadi saksi bisu kembalinya sang jenius yang terasingkan. Sambil duduk di salah satu pojok kafe yang sepi, Maudi mengeluarkan perangkat tablet tipis yang telah ia modifikasi sedemikian rupa.

Jari-jarinya menari lincah di atas layar virtual. Hanya dalam hitungan detik, ia berhasil menembus enkripsi keamanan berlapis di Mansion Daneswara.

Layar di hadapan Maudi terbagi menjadi beberapa sudut pandang kamera CCTV yang kini berada di bawah kendalinya. Ia mengarahkan kamera ke ruang makan utama. Di sana, sebuah pemandangan yang menghancurkan hatinya terpampang nyata.

Seina, wanita yang ia rindukan pelukannya, sedang tertawa riang sambil menyuapi Eliza sepotong kue mahal. Doni duduk di ujung meja, tersenyum menatap kehangatan yang tampak begitu sempurna. Saka pun ada di sana, bercanda dengan Eliza tentang mobil baru yang akan ia dapatkan.

"Kalian terlihat sangat bahagia seolah-olah aku memang tidak pernah ada di antara kalian," bisik Maudi getir.

Tiba-tiba, kamera menangkap percakapan antara Seina dan Eliza saat Doni dan Saka beranjak pergi. Maudi mengaktifkan fitur audio penyadap yang telah ia tanam melalui sinyal Wi-Fi rumah.

"Ma, nanti kalau si buruk rupa itu sampai, jangan biarkan dia masuk lewat pintu depan ya. Bau pesing pesantrennya bisa nempel di sofa mahal kita," ejek Eliza sambil terkekeh.

Seina mengusap rambut Eliza dengan penuh kasih, sebuah kasih sayang yang tak pernah Maudi rasakan. "Tenang saja, Sayang. Mama sudah siapkan gudang di belakang paviliun. Biarkan dia di sana. Mama sebenarnya benci sekali dia harus pulang, tapi kita butuh muka memelasnya di depan Doni agar aset warisan Ambar tetap lancar mengalir ke tangan mu."

Deg. Jantung Maudi seolah berhenti berdetak. Warisan ?...Ambar? Siapa Ambar? Mengapa namanya disebut sebagai alasan ia dipertahankan, apa hubungannya ia dengan nama Ambar?.

1
Xin
Ngidam nginep di pesantren ga ni🤭
stnk
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Xin
tetap semangat kak, jaga kesehatan di sana .
Sri Supriatin
tks upnya Thor n Selamat Hari Lahir Pancasila /Good//Pray//Pray//Heart//Heart/
Xin
Alhamdulillah , saling melengkapi 👍
@Mita🥰
tambah seru banget besok🤣🤣🤣🤣
Xin
semngt kak dan terimakasih 💪
Sri Supriatin
terimakasih Thor upnya yg penting thor sehat, thorku de best, bnjk Thor yg ber hari2 baru up 🤭😍😍🙏🙏
Xin
wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, ia kak , terimakasih 💪
@Mita🥰
iya Thor GPP thor
Cica Aretha
semangattt thor💪
@Mita🥰
😭😭😭😭😭
Sri Supriatin
blm up thor? sehat yah 🙏🙏🙏
🥰🥰m4r1n4.sg🙏🏻🙏🏻🙏🏻: masih sibuk🤭🤭🤭
total 1 replies
Sri Supriatin
🙏🙏🙏
Xin
Alhamdulillah , semoga habis ini bahagia , walaupun pasti ada badai kerikilnya sedikit🤭
Diana Dwiari
kadang kita lupa kebenaran tersebut,dan menolaknya,meski tidak akan mungkin
@Mita🥰
astaghfirullah .......semoga kita bertambah iman kita kepada Alloh
stnk
kata-katamu Mak jleb banget thor... Astaghfirullahal'dziim...
Xin
Taqobbal yaa Karim.
🤲
Aisyah Virendra
Taqobbal yaa Karim..
Aamiin yaa Robbal Aalamiin
Sri Supriatin: Eid Id Adha 🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!