NovelToon NovelToon
Menjadi Ipar Sahabatku

Menjadi Ipar Sahabatku

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Duda
Popularitas:254.2k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda RH

Tania seorang gadis yatim piatu yang tinggal bersama paman dan bibinya yang kebetulan tidak memiliki keturunan. Di usianya yang ke 20 tahun ini Tania harus berjuang sendiri melanjutkan hidupnya karena paman dan bibinya pun sudah meninggal dunia.

Memiliki seorang sahabat yang baik, tentu merupakan anugerah bagi Tania. Shasa adalah sahabat yang selalu ada untuknya. Mereka bersahabat mulai dari SMA. Siapa yang menyangka persahabatan mereka akan berubah menjadi keluarga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda RH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengalaman pertama

Hati Tania sedang berbunga-bunga. Bukan karena ia dibelikan cincin oleh suaminya. Namun lebih pada makna dari pemberian itu. Ia merasa sangat dihargai dan diperhatikan.

Sampai di rumah, bunda sudah menunggu mereka. Bunda tidak sabar ingin menanyakan hasil kontrol Tania. Bunda sangat bersyukur saat mengetahui kabar baik dari mereka.

"Bun, cincin mbak Tania bagus ndak?" Tanya Shasa.

Bunda yang baru menyadari pun langsung memperhatikan jari Tania.

"Bagus sekali, cocok di jari Tania."

"Itu cincin pernikahan dari abang lho, bun."

"Oh iya, ya Allah bunda samapi lupa. Bunda juga ada hadiah untuk menantu perempuan bunda satu-satunya. Sebentar ya."

Tania bertanya-tanya, sedangkan Shasa mengedikkan bahunya.

Tidak lama kemudian bunda kembali dengan membawa sebuah kotak perhiasan.

"Maaf, bunda baru bisa memberikannya hari ini karena ini bunda pesen dan baru jadi kemarin. Semoga kamu suka ya, nduk."

"Dibuka dong, mbak."

Tania pun membuka kotak perhiasan tersebut. Isinya adalah kalung dan gelang. Tania terpaku melihatnya.

"Kenapa kok diam, nduk? Ndak suka ya? "

"Bun, ini... untuk Tania?" Tanya Tania yang masih belum percaya.

"Iya, buat kamu. Hadiah kecil dari bunda dan ayah."

"Ini terlalu berharga, bun." Tania merasa terharu.

"MasyaAllah, kamu ini.Sudah seharusnya bunda memberikannya. Karena kemarin pas menikah, kamu hanya terima mas kawin saja. Nanti kalau kamu sudah sembuh kita adakan resepsi ya?"

"Ndak perlu, bun."

"Bang, ayo pakaikan kalungnya!"

"Eh iya, bun."

Saif menyingkap jilbab Tania, lalu memakaikan kalung di lehernya.

"Manis sekali."

Kalung tersebut gabung dengan liontin dengan inisial ST. Singkatan dari nama Saif dan Tania. Selanjutnya Saif juga memakaikan gelang di tangan Tania.

"Terima kasih banyak, bun. Seharusnya bunda dan ayah ndak perlu repot."

"Sssttt... kamu ini selalu begitu Sudah sana istirahat dulu ke kamar."

"Iya, bun."

Tania sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi untuk membalas kebaikan mereka. Ia hanya bisa bertekat dalam hati jika nanti dirinya sudah sehat akan mengabdikan diri kepada suami dan mertuanya.

Saif dan Tania pamit ke kamar.

Setelah kepergian mereka, Shasa langsung mengadukan kemesraan pengantin baru kepada sang bunda.

"Bun, Shasa berasa jadi obat nyamuk di tengah-tengah mereka. Ya Allah, bunda. Ndak lagi deh barengi mereka. Bisa-bisa cuma gigit jari aku."

Bunda terkekeh mendengarnya. Bunda pun merasa senang jika mereka benar-benar sudah saling menerima.

Malam pun tiba.

Stelah selesai makan malam, Tania dan Saif langsung kembali ke kamar. Tania sudah berganti piama, begitu pun dengan Saif. Nampak Saif memutar kepalanya dan meeenggangkan otot-otot nya.

"Mas, kamu capek?"

"Sedikit."

Tania tahu suaminya pasti kecapean beberapa hari ini selalu menggendongnya. Namun Saif tidak pernah mengeluh.

"Sini aku pijit, mas. Atau mungkin mas punya salep untuk otot sini biar aku oleskan."

"Memang kamu bisa?"

"Ya bisa lah. Kan yang sakit kakiku bukan tanganku."

Saif mengulum senyum.

Ia pun peri ke kamarnya sendiri untuk mengambil salep. Memang beberapa hari ini ia biasanya memasang salep sendiri meskipun agak susah dan sulit digapai saat mengolesnya di punggung.

"Ini salepnya."

"Em, maaf bajunya mas."

"Ah iya."

Saif membuka piamanya. Nampak lah roti sobek yang selama ini tersembunyi. Tania terpaku melihatnya. Namun saat Saif melihat ke arahnya, ia mengalihkan pandangannya.

"Dimulai dari mana dulu?"

"Ter-terserah, mas."

Saif pun naik ke tempat tidur dan duduk membelakangi Tania. Posisi badan Tania agak miring karena ia duduk selonjor. Tania mulai mengoleskan salep tersebut di punggung Saif sambil memijatnya lembut. Ternyata pijatan Tania sangat enak. Saking enaknya Saif sampai memejamkan mata merasakannya.

"Sudah, mas."

Saif pun berbalik badan.

Entah mengapa atmosfer di kamar itu mulai berubah. Padahal AC nya masih menyala dengan baik.

"Ayo mulai."

"Eh i-iya."

Saif dapat melihat kegugupan pada diri Tania. Namun ia berlagak biasa. Ia juga ingin Tania lebih terbiasa intens dengannya meski hanya sentuhan sederhana. Tania mulai mengoleskan salep di bagian dada Saif. Tania dapat menyentuh otot-otot Saif yang menonjol. Namun di bagian depan Tania tidak perlu memijatnya.

"Apa tidak kepanasan kalau di olesi semua, mas?"

"Iya, panas. " Jawab Saif asal. Padahal panas yang dirasa adalah hal yang lain.

"Kalau begitu di bagian atas saja, mas."

"Eh ndak, sampai perut ndak pa-pa."

Sentuhan tangan Tania membuat Saif semakin tersiksa. Nafasnya sampai naik turun.

"Mas, kamu baik-baik saja?"

"Hem." Saif menganggukkan kepala.

"Sudah selesai, mas."

"Terima kasih."

"Sama-sama."

Namun Saif belum berubah dalam posisinya.

"Apa lagi, mas?"

Saif menggelengkan kepala.

Tangannya terangkat membelai rambut Tania lalu mengusap lembut pipinya. Hanya begitu saja sudah membuat Tania meremang. Nafas Tania pun mulai naik turun. Tangan itu berlanjut menyentuh bibir ranum Tania. Dan Saif mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Tania. Tania hanya bisa diam tak berkutik.

Cup

Satu kecupan mendarat di bibir Tania. Tubuh Tania seakan sena aliran listrik. Ini adalah pengalaman pertama dalam hidupnya.

"M-maaf."

"Kenapa harus minta maaf, mas? Bukankah ini bagian dari hak mu?"

Saif mengulum senyum lalu mengecup kening Tania.

"Ayo tidur, sudah malam."

Saif tak ingin dirinya kebablasan. Ia tidak mungkin mendahulukan egonya hanya demi melampiaskan nafsunya. Kesehatan istrinya jauh lebih penting dari apa pun.

Akhirnya mereka pun tidur.

Jam 2 dini hari

Tania bangun terlebih dahulu. Ia bangun karena bermimpi kecuali orang tuanya. Memang sudah lama ia tidak mengunjungi makam mereka. Meski begitu, Tania tudak pernah lupa untuk mengirimkan do'a kepada mereka.

Dalam penerangan yang tak begitu jelas, Tania dapat melihat wajah teduh suaminya yang masih pulas tertidur. Tania teringat kecupan semalam. Ia meraba bibirnya sendiri sambil senyum-senyum tidak jelas. Ia menggeser sedikit posisi tidurnya dan miring menghadap Saif. Tangan Tania terulur untuk memeluknya. Saif yang terbiasa bangun di jam itu pun langsung terjaga. Ia langsung menoleh sampingnya.

"Kamu terbangun?" Tanya Saif dengan suara khas bangun tidur.

Sontak Tania terkejut. Ia ingin segera menyingkirkan tangannya, namun Saif menahannya.

"Kenapa terbangun, hem?"

"Ndak pa-pa. Cuma tadi mimpi ayah dan ibu. Sudah lama aku ndak ke makam mereka. "

"Kalau begitu nanti kita ke sana. Aku juga belum meminta restu mereka."

"Serius mas?"

"Iya."

"Makasih, mas."

"Makasih saja? Ndak ada imbalannya?"

"Hah imbalan?"

Tangan Saif menyelusup ke bawah tubuh Tania dan menarik tubuh Tania agar lebih rapat. Kemudian Saif miring merubah posisi miring menghadap istrinya. Wajah mereka hanya berdarah lima centi meter.

Dag dig dug

Saif kembali mengecup bibir istrinya. Namun kali ini lebih lama.

Bersambung....

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Hayo jangan mikir malam pertama dulu ya readers 😆😆

1
Naira Zidni
othornya suka kebalik" nyebut nmanya😁
dewi rofiqoh
Si utun mau bikin kejutan ayah bunda
Restu Ningsih
biasanya klo anak pertama memang buat surprise, jd gk mau liatin... lanjut thoor
Bunda RH: iya kak 😍
total 1 replies
Restu Ningsih
biasanya klo anak pertama memang buat surprise, jd gk mau liatin... lanjut thoor
Sri Rahayu
dedek baby nya malu tuh...mau di usg jadi tengkurap...biar ga kelihatan🤭🤭🤭... lanjut Thorr😘😘😘
Bunda RH: buat surprise katanya mau
total 1 replies
Sri Rahayu
ditunggu lanjutan nya Thorr😘😘😘
Mur Wati
banyak typo nya tapi ya udah lah ganti sendiri aja😃
biby
aduduh bnyk typo kykx nih kk
bisa d gampar Saif kl Eza ngubungin tania
Bunda RH: maklum kak galfok 🤣
total 1 replies
Sri Supriatin
tks upnya Thor
Bunda RH: sama" kak
total 1 replies
In
koq Tania kak?
In: semangat kakak 💪
total 2 replies
Novita Sari
lanjut thor...
Bunda RH: ok kak 🙏
total 1 replies
Teh Euis Tea
tania thor yg periksa kehamilan bkn shasa😁
Teh Euis Tea: ya ALLAH semoga tensinya stabil kembali, sehat selalu ya thor
total 2 replies
secret
wahhh klo Eza tau ada yg dtg krmh dan tertarik sm shasa auto kebakaran jenggot diaaa😂
Fitriah Fitri
mksdnya gmn thor ko saif geleng2 mendengar percakapan mereka antara eza dgn shasa ?? apa jgn2 hp nya shasa di sadap abang ... biar abang tau percakapak apa yg di obrolin
Lan: betul kak, sudah di jelaskan di bab sebelumnya😭😭
total 2 replies
Supryatin 123
wduh saingan si Eza 🤭🤭 lnjut thor 💪💪
Bunda RH: iya nih 🤭
total 1 replies
Restu Ningsih
waaach cepat2 za udah ada yg antri, nanti keburu di serobot lho zaa....🤣
Bunda RH: awas kecolongan 🤣
total 1 replies
dewi rofiqoh
Ciieeeee ciieeeee eza shasha ❤️❤️
Semoga KKNnya lancar, pulang langsung lamar shasha ya za
Bunda RH: semoga ya 😍
total 1 replies
Novita Sari
shasa sama eza aza thor... lanjut thor
..
Bunda RH: iya kak nanti diatur 🤭
total 1 replies
Sri Supriatin
tks upnya🙏🙏
Sri Supriatin
lembur yah Thor n slmt mimpi Indah eeh buat Shasa sm Eza juga🤭
Bunda RH: iya kak demi readers 😄🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!