Arsela Januardi harus kehilangan semua kebahagiaan setelah ayahnya dijebloskan ke dalam penjara karena kasus korupsi yang telah dilakukannya di perusahaan tempat ia bekerja. Kedudukan tinggi yang didapatkan oleh ayahnya ternyata disalahgunakan oleh ayah Sela hingga akhirnya mereka harus menerima kenyataan pahit. Kekayaan mereka disita, ibunya meninggal karena shock berkepanjangan. Sela memutuskan untuk pergi dari Jakarta meninggalkan semua kenangan kelamnya.
Zacky Dwianuarta. Pemuda patah hati karena cintanya bertepuk sebelah tangan. Zacky hidup dalam bayang-bayang cinta yang tidak terbalas. Namun, ia tetap menghormati cintanya. Zacky memutuskan untuk menghandle semua perusahaan di Bandung dan meninggalkan Jakarta.
Pertemuan antara Sela dan Zacky kembali terjadi di Bandung. Namun, Zacky belum mampu membuka hati namun ia tidak ingin membuat Sela jatuh terlalu dalam ke hidup yang kelam. Zacky menawarkan Sela sebuah tawaran agar ia tetap bisa menjaga gadis itu.
Maukah Sela menerima tawaran itu. Sanggupkah ia bertahan di samping lelaki yang masih menyimpan bayangan perempuan lain.
Mampukah Zacky meyakinkan keluarga besarnya untuk menerima kehadiran Sela?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebelum Lintang
Sela keluar dari kamar dan turun menuju lantai bawah. Ia melihat seorang wanita paruh baya dengan pakaian sederhana sedang membersihkan ruangan itu.
"Nona Sela?" Tanyanya ramah. Sela mengangguk. Ia heran darimana wanita itu tahu namanya.
"Bibi yang datang tiap hari kesini ya?" Tanya Sela dengan ramah juga. Ia senang akhirnya ada teman saat berada di rumah itu.
"Iya Non, kemarin Tuan zacky sudah pesan sama bibi, istrinya akan datang ke rumah ini." Sahut Bibi dengan sopan.
"Ehmm.. oke bik." Sela mengangguk mendengarnya tapi kemudian. "Apa?! istri??" Ia seolah sadar.
"Iya Non." Bibi jadi bingung juga melihat Sela yang terkejut itu. "Kenapa, Non? Bibi salah bicara ya?" Tanya bibi hati-hati.
"Ooh gak kok bik. Bibi lanjutin aja lagi ya, aku ke sana dulu." Sela menunjuk sebuah kolam renang di samping. Ia segera duduk di tepi kolam itu, berusaha menenangkan dirinya yang masih terkejut dan shock itu.
Istri? Wah Kak Zacky bener-bener deh ini. Sela bergumam dalam hati sambil menggaruk kepalanya sendiri. Ia bisa jantungan betulan jika Zacky banyak memberinya kejutan tak terduga seperti ini.
Sela kembali masuk ke dalam rumah. Ia ingin melihat kembali perjanjian di surat yang telah mereka tanda tangani tadi pagi. Sela melihat Zacky meletakkannya tadi di sebuah laci tak jauh dari ruang tamu. Ia ragu membukanya, namun dengan gerakan perlahan, akhirnya ia buka juga benda itu.
Ada beberapa berkas di dalam nya. Sela membuka lagi surat perjanjian mereka. Berusaha mencari point yang kalau-kalau ada yang terlewatkan. Dan memang tidak ada point yang menerangkan bahwa tentang istri di sana. Sela menarik nafas lega. Ia hendak meletakkan lagi benda itu namun, tiba-tiba ia berhenti, dibalik berkas lain yang terbungkus amplop cokelat, ada sesuatu yang menarik perhatiannya. Sebuah foto perempuan cantik. Itu bukan Lintang. Sela tidak mengenalnya. Kebetulan saat itu Bibi lewat dan Sela pun memanggilnya.
"Ehmmm, ini siapa bik?" Tanya Sela ragu.
"Ini Nona Erin, Nona. Bibi pernah dikasih tau Tuan Zacky namanya. Tapi, bibi tidak tahu apa-apa selain namanya saja." Sahut Bibi. Sela terdiam sesaat, tampak berpikir dan menebak-nebak.
Zacky berkali-kali mengatakan ia adalah jomblo. Zacky juga tidak pernah berbicara basa basi, ia terbuka dan tidak suka bicara asal jadi kalau tebakannya tidak salah, perempuan ini mungkin adalah kekasihnya dahulu sebelum Zacky memiliki perasaan terhadap Lintang.
Sela meletakkan kembali foto itu. Ada perasaan aneh yang tiba-tiba terasa di hatinya. Seperti hatinya sedikit tergores melihat foto perempuan itu. Namun, ia segera menggelengkan kepala.
Ingat, Sela. Kau hanya kekasih bayaran pria itu. Jangan berpikir macam-macam apalagi sampai berharap lebih. Bisik hati kecilnya memperingatkan.
...****************...
Zacky kembali ke rumah saat waktu telah menunjukkan pukul tujuh malam. Sela sedang menonton televisi, ia hendak bertanya Zacky dari mana tapi ia mengurungkan niatnya itu, takut Zacky tidak suka ia terlalu banyak bertanya.
Zacky duduk di seberang Sela. Ia menatap gadis itu sambil tersenyum. Sela membalasnya.
"Gue pulang kok gak di tanyain sih darimana?" Ujar Zacky dengan mimik dibuat sedih.
"Eehhh ... Kak Zacky darimana?" Akhirnya Sela bertanya juga.
"Gue, abis beresin hutang lo lah." Sahut Zacky santai. Sela membelalakkan matanya lagi. Ia bahkan belum memberi tahu dimana perusahaan tempat ayahnya bekerja dulu. Darimana Zacky tahu dan bagaimana bisa secepat itu. Oh iya lupa, Zacky bukan orang sembarangan. Uang, kekuasaan ia punya semua. Tentu semua hal jadi bisa dengan mudah ia selesaikan.
"Kakak tahu darimana?" Ia tetap bertanya, rasa penasarannya menggebu.
"Lo ga mau cerita, ya gue cari tau sendiri. Bawahan gue semuanya bergerak dari kemarin. Urusan bokap lo sekarang beres. Tinggal urusan kuliah. Besok kita daftar." Sahut Zacky lagi dengan gayanya yang tetap santai. Uang, ya semuanya bisa dengan mudah dan cepat dengan benda itu.
"Kak Zacky, makasih ya." Sela menunduk, malu.
"Angkat wajah lo. Gue mana bisa liat lo yang cantik kalo lagi nunduk gitu." Kata Zack lagi, bukannya mengangkat wajahnya, Sela malah makin menunduk. Pasalnya, wajahnya kini benar-benar sudah seperti kepiting rebus.
Karena tak kunjung juga mengangkat wajahnya, akhirnya Zacky yang gemas menghampiri Sela dan berlutut di depannya. Ia melihat wajah yang tengah bersemu merah itu sambil tersenyum. Suka sekali ia menggoda Sela. Zacky meraih dagu lancip Sela, mengarahkan pandangan mereka jadi bertemu.
"Lo malu." Katanya, membuat Sela jadi tambah malu, membuat Sela ingin segera menghilang saat ini juga.
"Kak Zacky jangan gini." Lirih Sela dengan malu yang semakin menjadi.
"Kenapa bibir lo bagus. Gue jadi suka."
"Kak Zacky.."
"Lo cantik, Sel."
"Kak Zacky..."
"Kenapa? lo mau gue cium?" Zacky tidak berhenti meracau.
"Kak Zacky, Erin itu siapa?"
Zacky berhenti. Ia menatap Sela sebentar lalu beranjak. Zacky melangkah menuju kolam renang. Sela jadi tidak enak hati. Ia mengejar Zacky.
"Kak, Maaf. Aku lancang tanya itu." Sela berdiri, menunduk tak jauh di belakang Zacky.
Zacky duduk di kursi santai dekat kolam renang.
"Sini, Sel." Panggilnya. Sela menurut. Ia segera duduk berhadapan dengan Zacky yang mulai serius.
"Sebelum gue punya perasaan suka sama Lintang, gue pernah punya pacar. Perempuan yang bernama Erin itu. Pasti lo lihat fotonya di laci?" Zacky tersenyum kecil.
"Maaf ya Kak." Sela menunduk lagi.
"Sama seperti lo, gue juga pernah di tinggal menikah. Erin, perempuan yang pernah gue cintai sangat dalam. Perempuan yang bikin gue bertekuk lutut karena kelembutannya. Tapi, dia juga punya kekurangan, dia gak bisa menolak godaan yang datang dari pria lain. Mereka berselingkuh. Mereka menikah dan pergi dari Indonesia. Kita sama-sama pernah dikhianati orang yang kita cintai. Sampai akhirnya gue sadar gue suka sama Lintang, tapi semua terlambat. Takdir Lintang bukan sama gue." Getir. Terdengar pilu saat Zacky menceritakannya.
Sela tidak menyangka, Zacky ternyata punya cerita cinta yang mengenaskan sama seperti dirinya. Dan sama seperti dirinya mereka pernah merasakan trauma karena dikhianati kekasih masing-masing.
"Kak Zacky, Aku paham apa yang kakak rasa."
"Sel, gue pengen cium lo lagi, boleh?"
Sela diam, tapi kemudian ia mengangguk. Terasa kemudian bibirnya tertaut, Zacky telah menyatukan bibirnya dengan Sela. Ia janji tidak akan lebih dari sekedar ciuman.
"Sel, lo jadi pemandu kayak kemarin cuma buat gue aja ya... " Serak Zacky di tengah nafasnya yang memburu. Sela tidak mampu menjawab, ciuman ini memabukkan. Sela serasa melayang dibuatnya. Ia ingin menenangkan Zacky, dan kalau ciumannya bisa berguna untuk lelaki itu, ia akan memberikannya. Malu? tentu saja. Tapi, ia tidak bisa menolak, Sela juga menginginkannya.
zacki bagi aku lelaki munafik dia tidak suka istri disentuh pria lain tapi di novel sebelumnya dia membawa istri orang pergi tinggal, berduaan dan kontak fisik lagi, dan yang dia bawa istri saudaranya sendiri lagi, dan yang paling miris adalah author membenarkan semua kelakuan biadap zacky
dari semua konflik yang author hadirkan disetiap novel author hanya satu konflik yang membuat aku sedikit kritik keras pada author, yaitu konflik saat willy dan lintang salah paham dan lintang malah pergi dengan lelaki lain (zacky), berduaan curhat berduaan dan ada kontak fisik lagi, ini jelas. kesalahan sangat fatal, lintang seorang istri pergi dan berduaan dengan pria lain, curhat2an berduaan, kontak fisikdan zacky seorang saudara yang membawa istri saudara pergi dan dia sentuh istri saudara (munafik nya zacky, istri tidak mau disentuh orang) dan yang jadi masalah paling besar adalah author membenarkan semua itu,
tapi sedikit salut soalnya dinovel author selanjutnya tidak adalah PEBINOR kayak zacky yang diistimewakan
GK SEMPAT NIKMATI PERAWAN ISTRI MEREKA MASING2...
SIAPA ELOOO..
DISINI ULAT BULUNYA SI ERIN, SI WANITA PENGHIANAT.. DN WISNU PEBINOR ANJING...
TPI AKU PALING SUKA CEO GONDRONG.. SERU BANGET CERITANYA...