"Uncle, Cinta itu apa?"
"Cinta itu? saat kau ingin menghabiskan sisa hidupmu bersamanya."
"Oh! Senja Cinta Uncle."
"Hahaha.... "
"Senja serius! Uncle, Love Me Please!"
Senja Aulia Husna, gadis periang yang mencari apa arti Cinta! Hingga melabuhkan kata cinta pada pria matang yang ia panggil dengan sebutan Uncle.
"Uncle tak mencintaimu senja! Kau keponakan Uncle!"
Erangan frustasi dari pria dewasa berumur 35 tahun bernama Riko Dirgantara.
Bagaimana perjuangan Senja mendapatkan Cinta Uncle Iko?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annisa Niswa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 7
"Pagi ayah" Sapa Senja yang baru saja mendudukkan dirinya di kursi meja makan rumah itu.
"Pagi senja." Ucap Ayah Fandy tersenyum.
"Kok cuman berdua? Uncle Iko mana?" Ucap Senja bertanya.
"Uncle Iko pergi melihat perkembangan toko cabang kita yang baru." Ucap Bunda Nur menjelaskan dengan mempersiapkan beberapa lauk pauk untuk sarapan pagi suaminya.
"Oh," Ucap Senja cuek.
Kok sedih ya rasanya Uncle gak ada pagi ini... Huft! Lirih Senja dalam hatinya.
Tak seperti biasanya Senja hari ini berangkat sekolah dengan sang Ayah.
"Itu muka kusut amat pagi-pagi." Ucap Nina menegur Senja yang tengah melangkah dengan gontai menuju ruang kelas nya.
"Hem," Ucap datar Senja tanpa mengalihkan pandangan nya ke arah sahabatnya.
"Ah kamu itu kenapa sih!" Ucap Nina lagi.
"Gara-gara Uncle kamu nih pasti?" Tebak Nina yang tak kunjung mendapatkan jawaban dari sahabatnya.
"Hem, Uncle Iko pergi untuk melihat perkembangan toko cabang Ayah." Ucap Senja menjelaskan dengan lesu.
"Terus kenapa muka mu yang kusut gini? Kalian cuman Uncle kan? toh dia nantinya bakal balik lagi kan?" Ucap Nina dengan polosnya.
Iya ya? kenapa aku bisa sesedih ini? nanti juga Uncle pasti balik ke rumah kan? Gumam Senja lirih dalam hatinya menimang semua perkataan Nina Sahabat nya.
"Jangan-jangan kamu suka ya sama Uncle Iko?" Goda Nina pada Senja dengan menyenggol tangan nya, karena Senja terus melamun dan tak kunjung menjawab pertanyaan Nina.
"Gak usah aneh-aneh deh! Aku sama Uncle Iko cuman sebatas keponakan dan Uncle saja! Tak lebih! Lagian perbedaan umur ku dengan Uncle Iko sangat jauh." Ucap Senja mengelak.
"Umur gak menjadi patokan cinta atuh Senja." Ucap Nina tak mau kalah.
"Tapi aku dan Uncle Iko hanya sebatas keponakan dan paman tak lebih dan tak ada suka-sukaan dan cinta-cintaan." Ucap Senja.
"Yaudah terserah kamu aja deh." Ucap Nina tak mau berdebat lagi
...🌺🌺🌺...
Keduanya pun melangkah masuk ke kelas mengikuti pelajaran yang ada, dan hari ini tanpa sadar Senja kebanyakan melamun, tapi jika ditanya? melamun kan apa? Senja juga tak tau?
Seperti ada sebagain dari tubuhnya hilang? Ada ruang kosong.
Huft!!!
Jam sudah menunjukkan pukul 1 siang, dan karena ada rapat semua murid di pulangkan lebih cepat dari jam pelajaran biasanya.
Senja pulang sendiri dengan angkutan umum yang telah di sediakan di kota itu, kakinya melangkah masuk kedalam rumah dengan gontai.
Menghempaskan bokong nya di ruang televisi, menyalakan nya, dan merebahkan dirinya di sofa itu.
Dengan pemandangan melihat langit-langit rumahnya.
"Senja! Sudah pulang?" Ucap Uncle Iko membuat Senja terkejut.
Uncle Iko kok tampan banget sih, aku mengagumimu ciptaan mu Tuhan. Lirih Senja dalam hatinya yang tanpa sadar memandang Uncle Iko.
"Senja! Senja!" Ucap Uncle Iko membuyarkan lamunan Senja, dan membuat si empunya terperanjat kaget dengan spontan berdiri dan
Hap
Senja jatuh kedalam pelukan Uncle Iko, saat dirinya hampir saja terjatuh dan terduduk di lantai.
Wangi maskulin mint menguar dari tubuh Uncle Iko yang masih menggunakan celana pendek dan membiarkan dada bidangnya terekspos. Jangan lupakan tetesan air yang masih menempel di rambut Uncle Iko sungguh membuat ketampanan nya tak tertandingi.
Deg
Deg
Deg
Degup jantung senja sudah tak beraturan rasanya bisa sedekat ini dengan Uncle Iko.
"Senja hati-hati." Ucap Uncle Iko mengingatkan dan membantu Senja berdiri.
Senja tersenyum kikuk dengan wajah yang pastinya sudah merah bak tomat.
"Hehehe, maafin Senja Uncle! Ini juga bukan salah Senja sepenuhnya. Uncle sih ngangetin aja!" Ucap Senja protes.
"Eh.... Uncle yang salah?" Ucap Uncle Iko dengan ekspresi terheran dan bingung.
"Ah ya sudah ya Uncle, Senja ingin beristirahat dan mandi terlebih dahulu. Bye Uncle." Ucap Senja berlalu pergi meninggalkan
Uncle Iko.
🌈🌈🌈
Happy Reading ya guys.
Jangan lupa like dan komen.
Dan untuk yang Vote Author makasih banget banget.
Sayang kalian.
boleh mampir k novelku KK tinggal klik d profileku ya..