Guno adalah seorang pria yang hidupnya berubah drastis dalam semalam. Istri tercintanya meninggal dunia akibat ledakan gas tragis di rumah mereka. Kejadian itu mengubah status Guno dari seorang suami menjadi duda dalam sekejap.
Sebagai seorang guru yang dikenal berdedikasi tinggi, Guno dikelilingi oleh siswa-siswi berprestasi yang baik dan simpatik. Saat kabar duka itu tersebar, seluruh penghuni sekolah memberikan simpati dan empati yang mendalam. Namun, di tengah masa berkabung itulah, muncul sebuah perasaan yang tidak biasa. Rasa peduli Guno yang semula hanya sebatas guru kepada murid, perlahan berubah menjadi obsesi terhadap seorang siswi bernama Tamara.
Awalnya, Tamara menganggap perhatian Guno hanyalah bentuk kasih sayang seorang guru kepada anak didiknya yang ingin menghibur. Namun, lama-kelamaan, sikap Guno mulai membuatnya risih. Teman-teman Tamara pun mulai menyadari gelagat aneh sang guru yang terus berusaha mendekati gadis itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Silviriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ciuman 21+
Malampun tiba semua warga sekolah datang menghadiri Pesta Malam. Dengan gaun dan setelan jas mereka yang mewah, elegant serta make up yang tebal menambah kecantikan setiap perempuan yang hadir disana semakin bercahaya.
Guno salah satunya, rambut klimis tersisir rapih, dengan setelan jas yang sudah dipilih menambah aura duda muda yang begitu memancar. Godaan juga rayuan terlontar dari mulut siswa siswi pun tak tertinggal guru wanita yang menghampirinya. Salah tingkah, hati merekah, beberapa kali dibuat senang bukan kepalang oleh mereka tak meruntuhkan ke inginan-nya malam ini yaitu bergandeng tangan dengan Tamara!
Ambisinya malam ini ingin terlihat seperti pasangan serasi, dilirik orang lain, membuat sebagian mata yang melihatnya cemburu pun ingin dipuji bahwa dirinya lelaki setia berwajah tampan dan rupawan.
Guno berdiri di anak tangga yang jarang dilewati, sesekali dia melihat jam tangannya sembari menunggu kedatangan Tama yang sampai saat ini batang hidungnya belum muncul jua.
Guno mendengus! Pandangannya menyebar kesetiap sudut tapi... Sosok Tama masih belum terlihat. Raut wajah yang tadinya senang, bahagia, gembira untuk menyambut kedatangan Tama lama - lama itu semua luntur dan secara tak sadar Guno memperlihatkan wajah yang menggambarkan bahwa dirinya bosan, kesal, dan akhirnya dia memutuskan untuk pergi berjalan ke tempat lain.
Pikirnya... Barangkali Tama tidak terlihat disana mungkin saja dia sedang berbicara dengan temannya?
Guno mendatangi kerumunan teman sekelasnya dan hasilnya Tama tidak ada disana. Guno telusuri ke tempat lain bahkan ke tempat anak - anak yang sedang berjoget bersama menikmati musik tetap saja, tidak ada!.
" Kemana dia? Sebentar lagi jam setengah sembilan malam "
Guno menepi ke sisi ruang, dia mengambil kursi lalu duduk didekat jajaran makanan dan minuman yang tersaji. Guno mengecek handphonenya, jari jemari berselancar di akun Instagram milik Tama. Tidak ada update apapun! Kening Guno mengerenyit " Gak biasanya... " Gumam Guno.
Ketika Guno sedang fokus mencari kabar Tama di handphonenya tiba - tiba tangan perempuan yang pernah Guno kenal mengulur di atas layar putih yang dia tatap sedari tadi.
Tentu Guno langsung menatap tangan itu kemudian pandanganya perlahan maju mengikuti dari mana arah tangan itu berasal, ternyata Reni pemiliknya. Dia datang ke acara Pesta Malam sekolah.
Terkejut bukan main! Namun Guno berusaha untuk tetap terlihat tenang dihadapannya.
" Reni? " Tanya Guno sembari tersenyum.
" Saya di undang Bu Etik, beliau bilang kamu merindukan saya " ucap Reni percaya diri.
Senyum Guno melebar namun tidak dengan isi hatinya " Kapan gue ngomong begitu?! Sialan! " Guno hanya bisa diam dan menatap mata Reni.
" Mau berdansa? Musiknya sudah diganti "
Guno ingin menolak tapi belum dia berbicara Bu Etik dari arah lain membangunkan Guno lalu menyatukan tangan Reni dan Guno.
" Dansa sana! Kapan lagi ada momen romantis, mumpung anaknya Reni dititipkan ke keluarga saya " ucap Bu Etik sembari tersenyum.
" Tapi Bu... " Guno tak menyangka kejadian seperti ini akan terjadi disini, disekolah.
Bu Etik berjalan sembari mendorong mereka berdua untuk berdansa ditengah. Reni yang sudah merasa nyaman itupun langsung memeluk Guno dari depan, sedikit digerakkannya tubuh Reni hingga perlahan Guno mengikuti langkah kakinya untuk bisa berdansa bersama.
Sorak Sorai untuk Guno begitu riuh, kicauan seperti suara siulanpun tak luput memeriahkan kebersamaan mereka. Guno tak mau! Tapi dia tidak bisa menolak, tangan Reni memegangnya begitu kuat.
Guno lebih mengedepankan image baik didepan Reni daripada meninggikan ego untuk keinginannya itu. Waktu ke waktu mereka berdansa diikuti pasangan yang lain membuat suasana semakin hangat dan disaat itulah ketika Guno berputar matanya mendapatkan pemandangan yang tidak menyenangkan.
Tama sedang berdansa dengan salah satu anggota voli yang menang ditingkat nasional yaitu Kateha. Beberapa kali Guno memastikan hal itu dan ternyata benar!
Pemandangan itu membuat Guno cemburu buta dia melepaskan Reni dengan sedikit didorong ke arah lain lalu berjalan menuju Tama yang sedang berdansa sembari berbincang dengan lawan dansanya itu. Tapi sayang ketika tangan Guno akan merebut Tama tiba-tiba seperti sudah mendapatkan firasat, Kateha langsung menepisnya dan membawa Tama ke tempat yang lain.
Tama terkejut karena secara tiba-tiba dansa terhenti pun dia berjalan sedikit berlari mengikuti tempo langkah kaki Kateha.
" Kita mau ke mana? " Tanya Tama.
" Ikuti saja firasatku buruk! " Jawabnya.
Derap langkah yang awalnya tidak terdengar karena suara musik dan suara manusia saling menyapa, perlahan mulai nyaring pun suara nafas mereka begitu terdengar oleh telinga masing - masing.
Dirasa sudah aman akhirnya langkah mereka berhenti. Mereka berdua masuk kedalam ruang olahraga, wajah Kateha terus melihat ke arah luar.
" Ada apa Kat, kenapa kita kesini? "
Dengan sisa nafas yang masih bergemuruh di dada, Kateha berusaha berbicara dengan baik.
" Pak Guno lihat kita dansa, kayaknya dia cemburu deh gara - gara lihat kamu sama aku "
" Ah biarkan saja! Mau marah juga dia siapa? "
" Kamu dengannya susah berakhirkan? "
Tama terdiam matanya menatap lantai pun kedua tangannya dia pangku.
" Kenapa, kamu sama pak Guno masih punya hubungan?! "
Dengan sedikit ragu Tama mengangguk, melihat gerak kepalanya yang seperti itu Kateha menepuk keningnya.
" Duh! Tam... Aku pikir kamu sudah gak punya hubungan apa - apa "
" Sorry Kat, tapi aku sudah gak nyaman sama dia soalnya.. apa ya... Dia... "
Tama berusaha menjelaskan perasaannya itu kepada Kateha namun tidak bisa. Seolah mulutnya terkunci rapat dia hanya menggerak - gerakkan tangannya sebagai pemeta perasaan dia kepada Guno.
Pun Kateha berusaha mengerti apalagi ketika mata Tama sudah berkaca - kaca seperti akan menangis, dia memeluk Tama sebagai penenang.
Ditempat lain Guno mencari keberadaan Tama yang tidak berhasil ditemukan. Sembari berjalan menyusuri lorong kelas yang sepi dan gelap, Guno memanggil nama Tama.
" Tamara! Tama! "
Guno terus berjalan sembari menyenteri langkahnya dengan lampu belakang handphone.
" Tamara!!! Sayang!!!! "
Teriaknya memenuhi lorong kelas
Guno sempat putus asa mencari Tama, dia menggaruk kepalanya beberapa kali lalu melanjutkan langkah untuk mencari Tama lagi.
Sampainya diruang peralatan olahraga, Guno melihat ada dua bayang manusia yang tengah bercumbu mesra mereka saling mencium dan memeluk. Guno mematikan lampu handphonenya itu, kemudian langkahnya memelan hingga suara dari sepatunya tak terdengar oleh siapapun termasuk telinga Guno sendiri.
Guno mendekat...
Terus mendekat....
Kepalanya ia miringkan untuk memastikan siapa mereka, rupanya itu Kateha dan Tamara.
Mereka berciuman!
Guno mengepalkan kedua tangannya, marah, kesal, cemburu menyatu menjadi satu. Tanduknya sudah muncul, bibirpun bergetar ingin menyumpahi kelakuan Tama. Begitu dia melangkah mantap ingin memarahi mereka tiba - tiba dari belakang tangan Guno ditarik oleh Indri.
Ya! Indri yang pernah menciumnya di mobil waktu itu.