NovelToon NovelToon
JODOH PILIHAN AYAH BUNDA

JODOH PILIHAN AYAH BUNDA

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:6.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Binti Ulfa

Nabila Asofi telah dijodohkan orangtuanya, Tapi sebuah kecelakaan merenggut nyawa suaminya disaat pernikahan mereka belum genap satu tahun ,dan Sofi sedang hamil tua. Disaat itu mantan kekasih yang ditinggalkannya mencoba mendekatinya lagi, akankah Sofi berpaling dan kembali pada kekasihnya setelah menyandang status janda dengan dua anak kembar?
SELAMAT MEMBACA SEMOGA TERHIBUR...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Binti Ulfa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KONFLIK DIMULAI

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Happy Reading

Hari ini Faiz pulang lebih awal, setelah sekitar satu minggu dia selalu lembur karena pekerjaan yang menumpuk dikantornya saat ia cuti untuk menikah.

Teman teman Faiz bahkan banyak yang meledeknya.

"Duuh, pengantin baru, semangat banget kerjanya. Pastinya sesemangat kalo lagi sesuatu sama istri semalam." celutuk Doni, sambil cengengesan. Sudah waktunya ishoma, namun Faiz masih disibukkan dengan dokumen dokumen dihadapannya yang membutuhkan ketelitian tinggi dalam mempelajarinya.

Doni menjejalkan sebuah chracker crispy ke dalam mulut Faiz. Faiz mengunyah roti kering yang rasanya asin gurih itu.

"Harus lebih semangat tadi malemnya dong!"

"Atau jangan jangan istrinya lagi palang merah, mangkanya kerjaan jadi pelampiasan. Kasian deh kalau gitu... hahaha!" Temy, teman satunya menimpali.

Faiz hanya diam sambil mulutnya mengunyah, mendelik kesal karena Doni terus menjejalinya dengan kue.

"Biar kuat lembur, Bro. Lo kan lembur siang malam. Beda sama kita yang Jomlo. Cuman gigit jari sambil mantengin foto pacar halusinasi!"

"Lah, itu kan kata Lo, Don! Kalau gue sih enggak banget ya! Lo liat ini..." Temy memperlihatkan jari manis kanannya yang tersemat cincin perak.

"Gue udah sold out, tauk! Tinggal Lo yang Jomlo!" Doni melompat sampai kue krispi ditangannya ada yang mencelat jatuh. Dia menghampiri Temy yang duduk di sofa.

"Wah wah wah, beneran ini Tem! Tega Lo ya, gak bilang bilang gue udah laku aja. Gue dong tinggal sendiri nangis dipojokan!" keluhnya memukul Temy dengan pulpen yang terdapat diatas meja.

"Yah, ganti aja nama Lo jadi Dona atau Dina, terus Lo nangis di pojokan sana!"

"Sia lan Lo!" maki Doni. Ia kemudian makan krispi ditangannya dengan mimik frustasi. Faiz hanya tersenyum, lalu mematikan laptopnya.

"Yuk ah, kita maksi. Gue yang traktir!" seru Faiz berdiri dan keluar duluan dari temannya.

"Yoi men. Siplah! Doni dan Temy keluar mengikutinya dengan penuh semangat.

Faiz pulang sore harinya, langsung masuk ke kamarnya, mandi dan sholat ashar. Kemudian menyusul sang istri diruang keluarga bersama sang Mama. Faiz duduk di samping Sofi yang sedang melihat sinetron kesayangannya, mereka duduk saling berdekatan. Lebih tepatnya Faiz yang duduknya sengaja mepet Sofi, membuat Sofi sedikit kikuk sebenarnya dan beringsut menjauh.

"Aku udah buatin teh diatas meja, mas minum dulu gih, keburu dingin."

"Aku ambilkan, ya?" Sofi hendak berdiri mau mengambilkan teh untuk Faiz yang berada di meja yang agak jauh, tapi tangannya ditarik oleh Faiz sehingga dia terduduk lagi.

"Nanti aja aku bisa ambil sendiri, kamu duduk aja gak usah kemana mana." Faiz paham kalau Sofi merasa salah tingkah dan ingin menghindari duduk sedekat itu. Satu tangan Faiz melingkar di pinggang Sofi membuat nya berjingkat dan menjerit kaget.

"Duuh, mas Faiz. Plis plis jangan pegang area pinggang aku mas, geli benget tahu...!" kata Sofi sambil menyingkirkan tangan Faiz, tapi dasar Faiz memang bandel, dia melingkarkan lagi tangannya. Tapi di bahu Sofi, awalnya Sofi mau menyingkirkan tangan itu. Tapi diurungkannya, karena Faiz mengancam akan mencium Sofi jika dia tak boleh merangkulnya. Akhirnya Sofi hanya diam pasrah. Yang membuat Faiz tersenyum senang, walau istrinya cemberut kesal.

"Jangan cemberut, tau gak kalau bibir kamu yang cemberut seperti itu rasanya ingin aku melu mat sampe habis. Hayoo...pilih mana?"

Faiz makin senang menggoda istrinya, sehingga sebuah cubitan kepiting hinggap di paha Faiz. Faiz meringis sambil mengusap paha yang kena cubitan. "Ya Allohhh! punya istri ganas banget ya," ucapnya meringis.

"Kenapa Iz?" Mama Sarah yang anteng menonton tivi menoleh.

"Gak kok ma, tadi ada semut gigit paha aku!" Mama Sarah tak menanggapi lagi.

"Aku tuh maunya romantisan sama kamu, peluk peluk , cium cium gitu kan enak. Dapat pahala lagi! Istri nyenengin suami itu!" Kini tangannya ganti menggenggam, menautkan jari jarinya di jemari istrinya. Ia tersenyum senang saat Sofi hanya diam pasrah.

Rese banget. Ternyata bener kan kata mama kamu tuh orangnya iseng." Faiz hanya tertawa tanpa suara melihat Sofi yang mendelik.

Setelah agak lama diam, Faiz pun tak tahan untuk tidak mengusili istrinya, dia kembali lagi melingkarkan tangan di bahu Sofi. Tapi kali ini Sofi diam saja, matanya menatap lurus pada layar kaca. Tapi ia tahu kalau Faiz memperhatikannya intens. Sofi pasang wajah datar karena kalau dia cemberut seperti tadi, dia yakin Faiz akan mencuri cium darinya.

"Hmmmm, istriku sangat cantik. Hidungnya mancung, bibirnya merah menggoda, matanya bulat, pipi yang berisi......" kata Faiz mengabsen bagian bagian wajah istrinya sambil tangannya mentoel toel pipi Sofi gemas.

"Bilang aja pipinya berisi lemak, tembem gitu. Gak usah sungkan kalau mau bilang begitu, aku gak marah kok karena memang itu kenyataanya begitu, kan!" Sambil mengalihkan tatapan mata pada sang suami.

" Haissh, siapa bilang. Ehehe gak usah marahlah sayang, mau apa dan gimana pun keadaanmu. Kau tetaplah bidadari surgaku!" Sofi memutar bola matanya, dan membuang nafas kasar. Suaminya ini memang bener bener... tukang usil.

Faiz diam, niat hati mau romantisan sama istri tapi gagal, emang nasib mu Faiz 😂😂😂.

Ting tong!

Saat mereka sama sama diam, bel rumah berbunyi, " biar aku bukain pintu. Mungkin itu Papa mas, tapi kok suara mobilnya gak kedengeran ya? biasanya sih kalau didepan kan biasa bunyiin klaksonnya." kata Sofi heran sambil beranjak untuk membukakan pintu.

"Sore! Faiznya ada?" sapa seorang gadis cantik begitu Sofi membuka pintu. Dan tanpa basa basi gadis itupun langsung menanyakan keberadaan Faiz. Membuat Sofi curiga, memandang dari ujung kaki sampai ujung rambut. Cantik, badannya bagus, dengan pakaian sedikit terbuka. Memakai blouse dan bawahan rok ketat diatas lutut, memamerkan sebagian paha mulusnya.

"Hei mbak! Aku tanya, Faiznya ada nggak?" Gadis itu dengan ketusnya menanyakan Faiz. Mungkin dikiranya ia adalah pembantu.

"Oh, ada kok mbak! Sebentar aku panggilkan dulu, mbak siapa ya namanya?"

"Siapa, sayang?" sebelum gadis itu menjawab, Faiz muncul dan terkejut melihat siapa yang datang.

"Jihan!" sapa Faiz dengan alis mengkerut. Dari raut wajahnya ia kelihatan tak suka.

"Ada perlu apa ya, kemari?"

"Hai Faiz, apa kabar?" gadis itu mendekat pada Faiz mengabaikan Sofi.

"Aku dengar katanya kamu udah nikah ya? Tega sekali kamu sama aku!"

"Terus, mana istri kamu?" gadis itu pertanyaan bertubi tubi ia tujukan pada Faiz. Faiz mendekat kearah Sofi dan menggenggam erat tangan kirinya, seraya melirik sambil tersenyum pada Sofi.

"Kenalkan, ini istri tercinta ku. Namanya Sofi, " kata Faiz sambil mengangkat tangan sang istri digenggamnya, lalu mencium tangan itu.

"Sayang, kenalkan ini namanya Jihan, teman kuliah aku dulu!" Faiz memperkenalkan Jihan pada Sofi.

Sofi hanya tersenyum kikuk apalagi Wanita yang bernama Jihan menelisiknya dari atas sampai bawah.

"Oh iya, mari silakan masuk dulu, mbak! " kata Sofi mempersilakan Jihan untuk masuk.

"Jadi ini istri kamu Iz? Eh aku pikir tadi pembantu baru Mama kamu!" kata Jihan dengan sinis sambil memandang Sofi mengejek.

Sofi menunduk menahan malu, ia tahu ia tak secantik gadis dihadapannya. Tapi perkataan gadis itu benar benar menjatuhkan mentalnya. Sedangkan Faiz mukanya merah menahan marah.

"Jaga bicaramu, Jihan. Dia istri tercintaku! Jangan berani menghina dia!" sentaknya.

"Santai Faiz, jangan suka marah. Ya udah, Aku minta maaf, ya!" Jihan menatap Sofi sinis. Sofi melengos, ucapan permintaan maaf Jihan sama sekali jauh dari kata tulus. Apalagi ikhlas.

"Jadi maumu apa kemari, kalau kau datang hanya untuk menghina istriku, lebih baik kamu pulang sekarang." Faiz berang dan mengusir pengacau Jihan. Dirinya tahu, Jihan tak ada niat meminta maaf pada istrinya.

"Iz, kok kamu berubah begini, dulu kamu tak pernah loh kasar sama aku kayak gini, ini pasti gara gara istrimu ini!"

"Apa istimewanya dia dibanding aku, yang buat kamu tertarik sama dia?" masih juga tak tahu malu mengejek Sofi. Mereka malah debat didepan pintu.

Sofi pun angkat bicara mendengar dirinya direndahkan.

"Maaf mbak, aku memang gak cantik seperti mbak, Gak modis seperti mbak. Tapi mas Faiz memilih aku jadi istrinya. Tolong hargai keputusannya."

"Mungkin dimatanya aku punya kelebihan yang gak ada pada diri mbak Jihan ini, sehingga dengan mantap mas Faiz milih aku jadi istrinya dan bukan mbak,"

"Jangan mentang mentang cantik dan punya badan semlohai, terus seenak jidat ngehina orang." Sofi tak tahan juga untuk tidak bicara. Dari awal dihina terus, membuat lawan bicaranya mengatupkan bibir dengan kesal. Faiz tersenyum bangga pada istrinya, tak mau kalah begitu saja mendengar dirinya dihina. Faiz menggenggam tangan Sofi lebih erat lagi.

"Sip!" puji Faiz pada istrinya dengan mengacungkan jempolnya. Kemudian ia mengecup pipi istrinya tanpa malu didepan perempuan tak tahu malu itu, membuat Sofi bersemu merah dan menunduk.

"Ehmm, ehmm,"

Jihan berdehem sambil mengusap lehernya seperti sulit menelan air liur sendiri.

"Sepertinya mbak Jihan ini haus mas, biar aku ambilkan minum dulu Iya, kan mas!" Sofi tersenyum melepas tangan Faiz yang terikat dengan tautan jarinya. Ia hendak beranjak pergi ke belakang mengambilkan minum sang tamu tak tahu diri itu, namun berhasil dicegah oleh Faiz dengan menggengam tangan Sofi kembali dengan erat.

Ia lalu berteriak memanggil asisten rumah tangganya.

"Bi Ida....tolong ambilkan segelas air putih ya! bawa kesini bik....!" Faiz setengah berteriak memanggil bi Ida, membuat Sofi memandang lurus padanya, heran. Tapi Sofi paham, jika itu pertanda Faiz tak mau ditinggalkan berdua dengan Jihan.

"Tak usah repot repot Iz, aku mau pulang kok, aku ucapkan selamat ya atas pernikahanmu ! aku pamit aja."

Jihan langsung membalikkan badan untuk keluar rumah itu dengan perasaan kecewa, Usahanya untuk mendekati Faiz lagi gagal total.

🐰🐰🐰🐰🐰🐰🐰🐰🐰🐰🐰

Sampai jumpa di part selanjutnyaaa, dan tak bosan bosan saya meminta jika membaca tulisan receh ku ini tolong tekan tombol like nya yahhh, biar saya semangat nulis, herann pada..... viewnya nambah terus tapi yang mau like itu ga ada.

netizen \= Yaelaah thoor, maksa amat nyuruh like!

Othor\= Gue gak maksa , Poniraaah, cumamn tekan like aja napa gak bayar kok , kalo aku minta vote pake poin or koin itu baru namanya maksa....Poon, fahimtum....?

netizen \= I dont understand,,,,,!

Othor\= Ealah, gak nyambung 🙄🙄🙄🙄😤

netizen \=🤣🤣🤣🤣😇

1
Rahma Lia
Luar biasa
Adi Nugroho
sofi sama kayak aq kalau ngjdam nyiun bau ketiak gk mau makan nasi
Yeni Eka
mungkin Nisa salah paham aja x
Yeni Eka
selamat ya Sof, akhirnya hamil lagi
Yeni Eka
kayaknya sih iya Farhan lagi ngidam 😂
Yeni Eka
kaget ya Sof ternyata pak Dani ayah mertua mu. Awas jgn sampe kesedak baco merson ya Sof
Yeni Eka
Iya X Nad, nyalain kompor aja gak bisa. Nyalain yg lain bisa ga tuh?
Yeni Eka
Izah izah semoga kamu gak hamidun
Yeni Eka
Farhan enggak usah teriak-teriak kali
Yeni Eka
pelakor tiba
Yeni Eka
Alhamdulillah Akhirnya sah juga. Beruntung banget deh Sofi dpt bujangan
Yeni Eka
Batu sandungan menghampiri calon pengantin nih
Yeni Eka
Itu Jihan mantan nya Faiz kan
Yeni Eka
kok Farhan nyosor gtu sih org blm halal
Yeni Eka
mungkin ditolak dulu nanti ujung2nya diterima
Yeni Eka
luar biasa nih cowok kayak Farhan mau menyayangi anak mantannya
Yeni Eka
cerita nya beda. baru kali ini baca tokoh utamanya dibikin meninggal. Sayang banget padahal sama Faiz yg lagi mesra2 nya
Yeni Eka
akhirnya Farhan sama Sofi lagi ya
Yeni Eka
😭😭
Yeni Eka
Sofi yang kuat ya 😭. Baca sinopsisnya Faiz meninggal ya 😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!