NovelToon NovelToon
The Journey Of Soul Detective

The Journey Of Soul Detective

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Mata Batin
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: humairoh anindita

Daniel Rei Erwin, seorang siswa baru yang dapat melihat arwah orang yang sudah meninggal. Berteman dengan 3 orang siswa penghuni bangku belakang dan 2 orang siswi pandai yang penuh dengan logika.

Ia kira semua akan berjalan normal setelah ia pindah, namun tampaknya hari yang normal tidak akan pernah ada dalam hidupnya.

Semuanya berawal dari kasus kesurupan misterius dan menjalar ke kasus-kasus lainnya, hingga pada akhirnya ia tidak tahu kapan ini akan berakhir.

Jalani saja semuanya dengan sepenuh hati, mungkin akan ada satu hati lain yang akan ia temukan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon humairoh anindita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KASUS 4 bagian 3

3 hari berlalu begitu saja, dan kasus Ani telah tertimbun begitu banyak tugas. Meski terkadang masih ada beberapa siswa yang membicarakannya, namun ini tidak seramai kasus yang terdahulu. Tidak ada yang mengerti kenapa hal itu terjadi, mungkin karena semasa hidupnya Ani ini juga tidak terlalu aktif bersosialisasi. Dia berasal dari keluarga menengah ke bawah, mungkin ia merasa minder dengan posisinya.

Hujan sudah mulai tidak datang sejak beberapa Minggu yang lalu, namun suhu udara terkadang terasa sangat dingin. Hani datang lebih pagi dari biasanya, ia belum selesai mengerjakan tugas akutansi-nya. Ujian akhir semester akan dilakukan paling cepat Juni, itu artinya tinggal 2 bulan lagi. Berbagai tugas yang menumpuk membuatnya sangat pusing, ia tidak bisa merencanakan tugas mana yang harus ia kerjakan dulu. Dan itu membuat beberapa tugas terlupakan, beberapa lainnya hanya setengah selesai.

Dia berjalan cepat menuju kelasnya, mengabaikan beberapa siswa yang datang lebih dulu dari dia. Namun begitu ia sampai di depan koridor kelasnya Yulia sudah ada di sana, duduk termenung seolah menunggu seseorang. Kenapa dia berangkat begitu pagi? Asrama terletak tidak jauh dari gedung utama, ia yakin Yulia tidak harus datang sepagi itu, dan untuk apa dia ada disana? Kelasnya berada di halaman tengah, perlu waktu dan tenaga untuk datang ke sini.

“Yulia, ada apa pagi-pagi di sini?” tanya Hani.

“Hani, aku perlu mengatakan sesuatu yang terjadi asrama pada kalian. Sebenarnya bukan hanya aku yang mengalami kejadian ini, hampir seluruh anak yang tinggal di asrama mengalaminya. Tapi kami memilih untuk tutup mulut, karena tidak ingin pihak sekolah tahu dan mendalami kasus ini” jawab Yulia ragu-ragu. Dia melirik ke kanan dan ke kiri, tapi belum ada satu pun siswa yang datang.

“Tenang saja, anak-anak IPS datang ke sekolah agak siang kok. Ayo masuk dulu, ceritakan di dalam. Aku juga perlu menyelesaikan tugas akutansiku”  ucap Hani. Ia membuka pintu kelas dan mengiring Yulia untuk duduk di tempatnya duduk. Ia mengeluarkan buku besarnya dan mulai melengkapi tugasnya.

“Cepat ceritakan apa yang terjadi, sebelum banyak anak yang masuk” ucap Hani begitu menyadari Yulia diam saja.

“Tapi kamu sibuk, apa baik-baik saja?” tanya Yulia tidak enak.

“Sudah ceritakan saja, tugasku yang penting terisi saja tidak akan diteliti dengan benar juga” jawab Hani tanpa meletakan pulpennya. Tapi ia masih mendengar apa yang Yulia katakan.

“Ada penampakan di asrama”ujar Yulia ragu.

“Apa kau bilang?” Tanya Hani yang kini meletakan pulpennya.

“Ada penampakan di asrama, arwah itu tidak terlalu tampak jelas, dan dia mengetuk satu per satu kamar dalam waktu yang singkat, bahkan sampai ke asrama putra. Sebenarnya penghuni asrama sudah melihatnya sejak 3 hari terakhir namun kami memutuskan untuk tidak mengatakan apa-apa. Aku ingat kata Daniel penampakan mungkin tidak bisa dilihat banyak orang, jadi aku mengatakan pada penghuni asrama bahwa mungkin itu hanya orang yang sedang mengerjai kami. Tapi kemarin seorang siswa dari asrama putra mencoba mengecek CCTV asrama, dan hasilnya tidak ada penampakan yang tertangkap di kamera. Bukankah hantu tidak dapat tertangkap kamera? Itu membuat beberapa siswa takut” jelas Yulia.

Asrama putra dan putri terletak di gedung yang berbeda namun berhadapan. Pembatas tengah adalah sebuah taman kecil dan sebuah gedung terbuka yang biasa digunakan untuk ruang bersama. Itu adalah titik dimana siswa dan siswi bisa bertemu, karena menurut peraturan tidak boleh ada murid yang menyebrang ke asrama lain. Satu-satunya yang bebas melakukan hal seperti itu hanya lah petugas kebersihan dan satpam.

Saat ini jam terasa berdetak begitu lambat, udara terasa dingin dan suasana menjadi sunyi. Hani kira tidak akan ada kasus lagi karena tidak ada satu pun orang yang membicarakan kematian Ani. Siapa yang menyangka kalau semua orang sebenarnya tutup mulut.

“Kenapa kalian tidak mengatakan apa pun sebelumnya?”  Tanya Hani.

“Karena kami tidak ingin lebih merepotkan. Kau tahu jika kami mengatakan hal ini pada sekolah, kemungkinan besar sekolah akan menghancurkan seluruh gedung dan membangun asrama baru di tempat lain. Itu akan membuat beban siswa siswi yang membayar. Beberapa anak mungkin bisa pulang, tapi anak-anak seperti aku yang tidak punya tempat untuk pulang harus tinggal di mana?” Jawab Yulia. Dia kembali memandang sekitar yang masih terasa sepi, sepertinya anak-anak IPS memang bukan tipe anak yang datang lebih awal.

“Sebenarnya orang pertama yang melihat keadaan Ani pagi itu adalah aku, aku satu-satunya orang yang masih menginap di asrama. Aku satu-satunya orang yang tertuduh jika penyelidikan dilakukan” ucapnya lagi.

Libur hari Sabtu dan Minggu, beberapa siswa memang memilih untuk pulang jadi asrama hampir kosong saat itu. Mereka akan kembali di hari Senin, tapi kebanyakan sisa akan langsung ke sekolah tidak singgah dulu di asrama. Mereka akan kembali ke asrama setelah kegiatan sekolah selesai. Hanya ada 2 orang satpam yang ditugaskan berjaga dan keduanya laki-laki, meski mereka ditugaskan untuk menjaga keamanan tetap saja mereka tidak bisa masuk begitu saja.

“Apa yang terjadi malam itu? Bukankah kau sendiri, bagaiamana bisa Ani tiba-tiba di kamarnya keesokan paginya?” Tanya Hani begitu menyadari sesuatu yang janggal.

“Aku tidak menemukan begitu banyak kejanggalan karena sore itu Miki mengajakku keluar untuk mencari makan dan pulang pada jam 08.00. Malam itu aku mengerjakan begitu banyak tugas jadi aku tidak keluar setelahnya, hingga akhirnya tertidur. Aku tidak mengingat banyak hal setelah itu, di pagi hari setelah aku bangun pun tidak terjadi apa-apa, sampai aku melirik ke jendela kamar Ani yang tirai-nya sedikit terbuka, dan ya aku melihatnya. Meski aku tidak bisa melihat wajahnya aku yakin itu Ani karena gelang yang ia pakai” jelas Yulia. Ia berusaha mengingat apa yang terjadi, tapi ia tampak berusaha melupakan apa yang ia lihat.

“Setelah itu kau mengatakan pada satpam dan terjadilah penyebaran rumor itu”  putus Hani pelan. Ia mencoba memikirkan sesuatu tapi ia tidak menemukan apa pun, dia bukan Daniel yang dapat memutuskan suatu kasus begitu saja.

“Aku tidak tahu bagaimana rumornya bisa menyebar, karena saat itu aku masih ada di asrama. Satpam yang bertugas pun hanya menelfon kepala sekolah dan penanggungjawab kesiswaan. Siapa yang menyebarkan berita itu sebenarnya?”  Bingung Yulia. Saat itu kepala sekolah memintanya untuk masuk kelas, namun begitu tahu keadaan sekolah sudah kacau ia segera kembali ke asrama dan menggatakan apa yang terjadi

“Itu artinya ada orang yang terlibat dalam kasus ini. Kemungkinan besar orang itu lah yang menyebarkan berita. Para kariyawan dan kepala sekolah tidak akan seceroboh itu untuk membicarakan hal sebesar itu” sahut Daniel dengan suara beratnya. Tidak ada yang menyadari kapan ia masuk, dan itu sukses membuat 2 gadis yang bercerita dengan serius itu menjerit keras.

“Sejak kapan kau di sana, apa sekarang kau punya kemampuan baru untuk menembus tembok?” teriak Hani setelah mengelus dadanya.

“Sejak kau bertanya ‘apa yang terjadi malam itu?’ Kau bertanya seolah kau akan memecahkan masalahnya, kupikir kau tahu kesimpulan apa yang akan kau ambil begitu Yulia menjawab. Benar-benar kura-kura” jawab Daniel tanpa rasa bersalah. Dia bejalan menuju tempat duduknya dan meletakan ranselnya dengan suara ‘bruk’ keras.

“Berhenti berkata seolah aku sangat bodoh” ucap Hani tidak terima. Dia tahu dirinya tidak terlalu pintar, tapi bukan berarti mengungkapkannya secara terang-terangan juga.

“Aku tidak pernah bilang begitu” dia menghela nafas kecil “memangnya ada masalah  apa?”  tanya Daniel begitu susah duduk dengan baik.

“Ada penampakan di asrama, bukan hanya di asrama putri tapi juga di asrama putra. Hampir setiap orang yang tinggal di sana melihat penampakan itu, dan mengerikannya lagi arwah itu punya kelebihan lain, dia bisa mengetuk pintu”  jawab Hani ketus. Yulia hanya diam melihat keduanya berinteraksi.

“Hal konyol macam apa ini, Ya Allah kenapa aku bertemu dengan orang-orang aneh ini? Penjelasan singkatnya itu mungkin seperti yang kau lihat di toilet halaman depan. Mana mungkin ada penampakan yang dapat dilihat lebih dari satu orang, mengetuk pintu pula. Jika kalian melihatnya secara bergantian itu lebih mungkin, tapi kalau bersamaan kemungkinan besar itu tidak akan terjadi” ucap Daniel frustasi. Ini lebih menyebalkan dari pada tidak memahami matematika.

Hani yang mendengar itu hampir emosi, namun akhirnya dia menahannya. Masalah yang dibawa Yulia jelas lebih penting.

“Lalu bagaimana penjelasan kasusnya? Kau mendengar semua yang Yulia ceritakan tadi” tanya Hani masih berusaha untuk menutupi kekesalannya.

“Ya tidak tahu, Yulia tidak ada di TKP lebih dari 3 jam mungkin dia melewatkan sesuatu. Mungkin saja saat dia pergi Ani kembali dan memutuskan mengakhiri hidup saat itu, tidak ada keterangan pasti apa pun semuanya hanya kira-kira. Apakah sekolah tidak memperbolehkan melihat CCTV?” jawab Daniel malas. Ia menguap kecil dan mulai menyadarkan badannya pada meja.

“Tidak juga, sebenarnya rekaman CCTV itu tidak sempurna karena di sore hari listrik asrama sempat padam. Kepala sekolah hanya bilang kalau aku benar-benar tidak terlibat. Aku takut tiba-tiba ada rumor yang memojokkanku, semua orang tahu apa yang kami lakukan pada Ani sebelum-sebelumnya” ucap Yulia. Suaranya sedikit bergetar dan terdengar mengecil.

Apa yang mereka lakukan di masa lalu memang bukan rahasia. Bahkan jika hari ini mereka bertobat dan mengatakan itu bukan keinginan mereka, tidak akan ada banyak anak yang percaya. Apalagi setelah berita tentang penangkapan keluarga Yulia dipublikasikan, semua orang jadi ragu akan dirinya. Berita itu menggemparkan seluruh kota, tentu akan dibahas di sekolah juga. Sebagian merasa kasihan namun sebagian lainnya merasa kalau watak asli Yulia memang sama dengan keluarga angkatnya.

Di saat itu lah Miki dan Harry masuk ke dalam ruangan. Mereka melangkah dengan ragu, seolah sedang memasuki kandang harimau yang siap memakannya kapan saja. Namun begitu mereka melihat Yulia duduk di sebalah Hani mereka merasa sangat lega.

“Kau menghilang”  ucap Miki kesal.

“Ada yang ingin aku bicarakan dengan Hani, jadi aku ke sini dulu. Ada apa?” Tanya Yulia.

“Kau tahu aku baru saja menjadi saksi hidup sebuah perang besar” jawab Miki menggebu-gebu. Matanya tampak bersinar dan tubuhnya sesekali melompat kecil.

Hani yang beberapa saat yang lalu sempat kesal akhirnya menemukan sesuatu yang ia suka. Mendengarkan gosip dari sumbernya langsung itu tidak pernah menjadi kesalahan.  Ia hanya perlu memisahkan mana garam dan mana penyedap rasa, itu bukan sesuatu yang rumit.

“Apa itu?” tanya keduanya bersamaan. Seolah masalah penampakan yang dibawa Yulia pagi tadi tidak pernah terjadi.

“Hari  ini aku melihat lotus putih dan ikan mujair itu bertengkar, aku tidak terlalu faham mengapa mereka bertengkar namun mereka membicarakan hal seperti video yang hilang dan sesuatu yang tidak sesuai keinginan keluarga mujair. Mereka berteriak sangat keras, hingga aku khawatir satpam akan mengeluarkan mereka dari sekolah” jawab Miki, matanya menyipit jail dan badannya tidak berhenti bergerak. Dia terlihat seperti kucing biru bersayap di sebuah kartun jepang.

“Siapa itu lotus putih dan ikan mujair?”  tanya Hani bingung.

“Sora dan Bagas, mereka ada dalam satu kolam lumpur yang kotor julukan itu sangat pas untuk mendeskripsikan keduanya. Penuh lumpur, berdarah dingin, bermuka 2 dan tidak bisa keluar dari tempat tinggalnya”  jawab Miki.

Hani menatap keduanya kebingungan. Ini julukan terunik yang pernah ia dengar, sepertinya julukan kura-kura itu tidak lah seburuk kedengarannya. Setidaknya kura-kura punya tempat tinggal di laut lepas, dan jika di darat ia bisa membodohi kelinci. Itu artinya dia tidak sebodoh itu.

“Kalau keinginan keluarga Bagas, mungkin maksudnya orang tua Bagas tidak ingin Sora menjadi kekasih Bagas, kalian tahu reputasinya benar-benar jelek. Apalagi setelah kebenaran terungkap, ia tampak seperti parasit selama 17 tahun hidupnya. Tapi video apa yang sedang mereka bicarakan?” Tanya Yulia bingung.

Sementara di sisi lain Harry dan Daniel hanya memperhatikan 3 siswi yang tengah berdebat itu dengan malas. Mereka mungkin bukan orang yang akrab tapi mereka punya pikiran yang sama dalam menghadapi situasi seperti ini.

“Sepertinya akan ada kasus lain, aku sudah memikirkannya begitu melihat saudara perempuan Ani kesurupan kemarin. Semoga kami tidak terlibat dalam hal itu, kami sudah meminta maaf setelah kasus Mitha selesai”  ucap Harry membuka pembicaraan.

Daniel tidak langsung menjawab ia memejamkan matanya sejenak. Mengapa Andre dan yang lain belum datang ia bisa mati terkikis jika terlalu lama bersama orang-orang yang punya topik pembicaraan yang tidak ada habisnya.

“Kita tunggu saja apa yang akan terjadi, biarkan semua berjalan sesuai yang mereka inginkan” jawab Daniel malas. Ia diam-diam menyimpan satu persatu informasi yang ia dapat, ada begitu banyak kejanggalan dalam kasus kematian siswi ini, Daniel dapat merasakannya.

Kejadian kesurupan itu jelas diatur oleh semua keluarga, dan pihak keluarga yang tidak ingin kasus ini diselidiki juga perlu dipertanyakan keterlibatannya. Jika Ani benar-benar bunuh diri, mungkin saja ada pihak lain yang terlibat. Entah itu dalam kata-kata atau tindakan secara langsung. Pemikirannya bercabang pada pembicaraan yang sedang dibicarakan oleh 3 gadis yang duduk di bangku paling depan, apa Sora dan Bagas juga ikut terlibat?

“Kau tahu di mana Sora tinggal saat ini?” Tanya Daniel tiba-tiba.

“Mengapa kau ingin tahu?” Tanya Harry balik.

“Karena keterlibatannya juga perlu dipikirkan jika terjadi penyelidikan, keluarganya pun perlu diselidiki. Kalian ber-tiga ada tepat di hadapanku, aku tidak perlu jauh-jauh mencari jika informasi diperlukan. Tapi untuk ke-dua teman kalian, mereka sepertinya punya seseorang dibalik punggung mereka” jawab Daniel pelan.

Sebenarnya Harry agak tersinggung dengan kalimatnya, namun itu hal yang benar. Mereka memang perlu dicurigai. Semua orang yang terlibat dalam hidup Ani Irawan perlu dicurigai, mereka pernah membullynya dan semua orang tahu fakta itu.

“Dia masih  tinggal di rumah lamanya. Sebenarnya itu adalah salah satu aset keluarga Dewanta, namun entah bagaimana ibu Sora bisa mengubah nama sertifikat-nya menjadi hak milik” jawab Harry tanpa minat. Ia melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan jam 06.30, kelas akan segera ramai.

“Gaes ayo kembali dulu, sebelum ada banyak anak di kelas”  ucap Harry pada kedua gadis di bangku depan.

Keduanya hanya mengangguk kecil dan beranjak dari tempat duduknya, namun sebelum mereka keluar dari pintu Andre sudah terlebih dahulu masuk.

“Eh ada tamu, ada masalah apa nih?” Tanya Andre sarkasme.

“Berhenti berkata seolah kami membawa masalah” jawab Yulia sedikit tersinggung.

“Memangnya kalian membawa apa? Oleh-oleh?” Tanya Andre lagi.

Ke-tiga anak itu mengabaikannya dan melanjutkan langkahnya, sebelum sekali lagi terhenti. Namun kali ini dari suara Daniel.

“Tidak usah memikirkan penampakan apa yang ada di asrama, katakan saja pada anak-anak rumornya agar tidak menyebar. Jika ada berita tentang penampakan itu tanpa sepengetahuan anak-anak asrama, mungkin pelakunya berasal di luar asrama” jawab Daniel.

Ke-tiganya mengangguk kecil dan berjalan pergi. Andre yang ingin bertanya akhirnya mengurungkan niatnya. Ia berjalan ke tempat duduknya dan melihat Daniel sudah tampak malas. Ia tahu pasti ada masalah baru yang mereka dapatkan.

 

1
humairoh anindita
terima kasih sudah mampir, siap kakak.
ysl
kenapa kyanya namanya kebolak balik ya jadi bingung... ini Sora apa Hani?
humairoh anindita: terima kasih atas koreksinya ya, itu Hani.
total 1 replies
Rahmawaty24
Lanjut thor sumpah ceritanya bagus banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!