NovelToon NovelToon
Sumpah! Arwah

Sumpah! Arwah

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Horor / Kutukan
Popularitas:26.1k
Nilai: 5
Nama Author: Maple_Latte

Kematian Tragis Aning membuat desa Kalung Ganu di teror. satu persatu pemuda di temukan mati mengenaskan. ketakutan mulai menyelubungi penduduk desa..

Namun, yang menjadi anda tanya besar siapa pemerkosa dan pembunuh Aning?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maple_Latte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mayat penuh belatung

Udin berlari kesetanan hingga napasnya nyaris putus saat mencapai pos ronda. Tanpa memedulikan paru-parunya yang terasa terbakar, ia langsung menyambar pemukul kayu dan menghantam kentongan bambu itu bertalu-talu.

Dung! Dung! Dung! Dung!

Suara tanda bahaya itu memecah kesunyian malam Desa Kalung Ganu, memaksa warga keluar dari rumah dengan wajah bimbang dan penuh tanya. Tak butuh waktu lama, kerumunan pria dewasa berkumpul dengan sarung dan senter di tangan.

"Ada apa, Din? Kenapa mukul kentongan kayak dikejar setan?" tanya salah satu warga dengan nada cemas.

Udin membungkuk, memegang lututnya yang masih gemetar hebat. Keringat dingin mengucur deras di pelipisnya. "Her... Herman... Herman mati! Mayatnya... ada di pematang sawah!" teriaknya dengan suara serak yang pecah.

Seketika, suasana pos ronda menjadi sunyi senyap sebelum kemudian meledak dalam kegaduhan. Warga saling pandang dengan wajah tak percaya, seolah-olah Udin baru saja menceritakan dongeng.

"Jangan bercanda kamu, Din! Baru saja ba’da Magrib tadi aku bertemu Herman saat akan ke masjid. Dia masih segar bugar, malah sempat memalak rokokku!" sahut seorang warga dengan nada tinggi, mencoba menyangkal kenyataan.

Warga lainnya pun mengangguk setuju.

"Iya, aku juga sempat bertemu dengannya di waktu pulang dari rumah Bu Rati setelah Ratmi kesurupan." Bagi mereka, Herman adalah sosok preman yang tak terkalahkan, mustahil nyawanya hilang semudah itu dalam hitungan jam.

"Jangan ngawur kamu, Din! Herman itu nyawanya rangkap, mana mungkin mati semudah itu!" celetuk salah satu warga, berusaha menutupi ketakutan yang mulai merayap. Namun, Udin hanya bisa menggeleng lemah.

"Lihat saja sendiri... kepalanya... kepalanya sudah tidak di depan lagi!" Beritahu Udin yang membuat kuduk semua orang yang hadir berdiri tegak.

Jadi kamu sedang nda bercanda, Din?" tanya salah seorang warga dengan suara yang mulai menciut. Udin menggeleng cepat, wajahnya yang kuyu bersimbah peluh dingin menjadi bukti bahwa ini bukan sekadar bualan.

"Di pematang sawah sudah ada Pak Warsito sama Jaka menunggu. Sebaiknya kita segera ke sana. Pak Warsito juga menyuruh agar lapor polisi," ujar Udin menjelaskan dengan lutut yang masih gemetar.

Mendengar nama Pak Warsito disebut, keraguan warga seketika runtuh. Tanpa banyak bicara lagi, rombongan pria itu langsung berhamburan menuju area persawahan, melintasi jalanan setapak yang gelap gulita. Mereka segera pergi dengan senter dan parang, berlari membuntuti Udin kembali ke pematang sawah.

Saat mereka tiba di lokasi, Jaka dan Pak Warsito masih berdiri mematung di samping gundukan gelap itu.

Begitu sorot lampu senter warga serentak menerangi jasad yang tergeletak, teriakan histeris pecah seketika. Beberapa warga bahkan langsung memalingkan wajah dan muntah di tempat. Mereka menyaksikan pemandangan mengerikan itu dengan rasa takut.

Herman, preman gahar yang baru beberapa jam lalu masih pongah, kini terbujur kaku dengan leher terpilin habis ke belakang.

Wajahnya yang membiru dan penuh belatung seolah menatap mereka dari posisi yang mustahil, sementara bau busuk yang tidak wajar mulai menyelimuti area sawah.

"Apa sudah ada yang menghubungi polisi?" Tanya Pak Warsito kepada warga.

"Sudah Pak, Yuda sudah menghubungi polisi." Ujar salah satu warga.

"Sebaiknya kita menunggu sampai polisi datang," tegas Pak Warsito dengan suara berat, menahan kegelisahan.

Tak ada satu pun dari mereka yang berani mendekat lebih dari dua meter dari mayat Herman. Cahaya senter dari berbagai arah membuat bayangan tubuh Herman yang terpilin tampak semakin mengerikan di atas tanah becek.

Tak lama kemudian beberapa polisi pun datang. Para polisi itu terperangah, mendapati kemiripan yang mengerikan dengan kasus Sapri. Sapri ditemukan dengan leher patah, namun kondisi Herman jauh lebih brutal dan tidak masuk akal. Jika Sapri hanya sekadar patah, leher Herman benar-benar terpilin hingga wajahnya menatap ke arah belakang.

Luka koyakan di lehernya masih mengeluarkan darah segar, namun puluhan belatung yang menggeliat di sela daging busuk membuat beberapa petugas terpaksa mundur sambil menutup hidung.

Hawa dingin yang menusuk tulang membuat bulu kuduk para penegak hukum itu berdiri tegak sama seperti warga yang lain.

"Siapa yang menemukan mayat ini lebih dulu?" Tanya polisi.

"Saya, Udin dan Jaka Pak." Sahut Pak Warsito.

"Apa bapak tahu pasti kejadiannya seperti apa?" Tanya Pak polisi pada pak Warsito.

"Pastinya kami tidak tahu pak. Tadi saat keliling ngeronda. Kami mendengar suara teriakan. Kami pun buru-buru kearah suara yang terjadi di sini. Dan, setelah itu kami menemukan Herman yang memang sudah tidak bernyawa."

Polisi itu mengangguk sambil mencatat keterangan Pak Warsito, namun matanya tetap tak lepas dari mayat Herman.

Petugas polisi yang lainnya mulai memeriksa jasad Herman tiba-tiba menarik napas panjang. Dengan menggunakan sarung tangan lateks, ia mencoba menyinari celah leher Herman yang koyak.

"Komandan, ini tidak wajar. Luka di lehernya sudah dipenuhi belatung dewasa, padahal kematiannya baru beberapa jam. pembusukannya juga terjadi sangat cepat." lapor petugas itu dengan suara bergetar. Karena sangat mustahil seseorang yang baru saja mati beberapa jam lalu tiba-tiba lukanya sudah di penuhi belatung dan mayatnya pun sudah membusuk parah.

"Ini benar-benar di luar nalar," gumam sang Komandan sambil menutup hidung dengan sapu tangan, matanya menatap nanar pada belatung-belatung yang menggeliat aktif di balik robekan kulit leher Herman. Sedangkan lalat membutuhkan waktu berjam-jam untuk bertelur dan berhari-hari hingga menjadi larva dewasa, namun jasad Herman seolah telah membusuk selama seminggu hanya dalam hitungan jam.

Kematian Herman kini semakin membuat heboh. Pembunuh Aning dan Sapri saja belum di temukan, kini adalah lagi korban baru. Dan, juga bekas, telapak kaki atau apapun itu tidak ada di tempat kejadian. Kecuali hanya bekas tapak Pak Warsito dan warga lainnya. Benar-benar di luar nulur.

"Bagaimana mungkin lalat bertelur dan menetas menjadi larva dalam sekejap? Ini bukan sekadar pembunuhan, ini kutukan!" seru seorang warga dengan suara bergetar.

Tim identifikasi polisi pun dibuat pusing tujuh keliling saat menyisir area sekitar jasad. Mereka mencari jejak sepatu, seretan tubuh, atau tanda-tanda perkelahian, namun hasilnya nihil. Tanah sawah yang becek itu bersih dari jejak kaki asing, hanya ada bekas injakan bot Pak Warsito, Jaka, dan Udin yang datang menolong. Tidak ada jejak pelaku yang mendekat maupun menjauh, seolah-olah pencabut nyawa itu turun langsung dari langit atau muncul dari dalam bumi.

1
Gadis misterius
Jngn ikut cmpur tomo biarkan aning blas dendam dan mencari siapa membunuh dia dan ngasih pelajaran untuk orang2 bodoh itu....jaka udin jngn sok atuh ayo klian kn sering melihat kematin yg diluar bhkn sering lht hntu aning dlm wujud korban lainya🤣🤣🤣🤣
Gadis misterius
trs yg membunuh aning siapa klu bkn herman cs ...kyk masih ada orang lain yg terlibat
Gadis misterius
mampusss kau karmin
Gadis misterius
Karmin2 sama bejat dngn anakmu ternyata
Gadis misterius
Kuku dan giginya cabut pksa aning dia terlalu jumawa sbangai manusia trs seret dijalan yg berbatu smpai mati hbis itu datangi wrga yg bodoh itu terorr kasih pelajaran yg setimpal
Aisyah Ashik
kenapa balas dendamnya aning menunggu ibunya mati, kapan semua orang tahu bahwa matinya aning karena diperkosa
Gadis misterius: aneh memang yg dibahas krmin cs trs
total 1 replies
Mega Arum
sblm mati seharusnya mereka tau anak2nya pembunuh Aning..
Gadis misterius
Jngn ksih ampun aning ratakn smuanya
Cucu Doank
kenapa aning ga menolong di saat ibunya di siksa ya?
Gadis misterius
Bnrkah aning dtng ,ataukah msih dlm perjlanan
Gadis misterius
Bpkmu itu sengaja pergi tomo dia sebangai kpl desa tk pnya hati dan kau mau jd pahlawan kesiangan sdh terlambatt krb aning akan membasmi mereka smua kecuali jaka udin dan asep yg akan selamat
Gadis misterius
Ya Allah teganya mereka
Agus Tina
Baguus
Agus Tina
Ini yang kutunggu, arwqh Aning membalaskan dendamnya. Ayo Aning tunjukan siqpa saja orqng yang telah membuatmu menderita, dan jika afa yang masih hidup buat dia hidup segan mati tak mau ...
Gadis misterius
Knp merasa barsalah kau warsito bknkah itu keinginanmu juga...kmn kpl desa kok tdk muncul dikala rakyatnya butuh pertolongan dasar manusia2 laknatt
Gadis misterius
Author yg baik serta budiman ,kpan karmin keparat itu mati rasanya awak sdh sngat muaak dngn segala tingkah lakunya dan lagi biarkan aning menampakkan diri kpd warga yg tdk pnya otak itu agar mereka tau klu aning mencari keadilan untuk dirinya dan ibunya ....sekian terimakasih🤭😍🤣😍
Agus Tina
Thor sisakan 1 agar bercerita kalau arwah Aning lah yg menuntut bakas pd mereka
Aisyah Ashik
hukum mereka semua aning, karena hukum dunia telah buta💪
Gadis misterius
Jaka udin gk usah dbntu biarin aza'di urus warsito dan kau karmin cs akan mati lebih mengenaskan di tngan aning
Gadis misterius
Sdh berkurang nunggu yg lainya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!