Mungkin ada typo di dalamnya,mohon bantu dikoreksi ya Kakak-kaka.🙏😊
Menjalani sebuah pernikahan kontrak??
Jane Alexander sama sekali tidak cemas.Apa itu suami dingin? Keluarga dan Ipar iblis?
Dengan satu kali lambaian tangan,semua menyingkir.
Jane Alexander yang tengah memenangkan pertengkaran, : " Persetan dengan keluarga mu...beri aku uang."
Semua orang, : "...."
Cerita ini menggambarkan cinta dan benci antara Jane Alexander dan Carlos Benjamin.Bagaimana keseruannya...?
Ikuti terus ya.
Like,vote,dan comment.
😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma mossely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33.Terpojok.
Pelayan Muda itu sangat puas ketika melihat Jane yang masih diam.
Dalam hati dia berfikir jika Jane telah terpojok sehingga tidak memiliki keberanian untuk membela dirinya sendiri.
Bukan hanya Pelayan Muda itu,bahkan Camelia dan Lea juga ikut menertawakan Jane didalam hati mereka.
Kali ini mereka pasti akan melihat Jane mempermalukan dirinya sendiri.
Ketiga wanita itu menatap Jane dengan penuh kegembiraan.
"Kalau Anda sangat yakin dengan apa yang Anda ucapkan,tolong beritahukan kepada kami,kesalahan apa yang mungkin dilakukan menantu saya sehingga dia perlu membakar aula peringatan untuk menutupi kesalahannya?" Tanya Natalia dengan tenang.
Setelah berhasil menguasai diri agar tidak kehilangan ketenangannya diacara yang penting ini,Natalia akhirnya membuka mulutnya kembali.
Pelayan Muda itu mengangkat dagunya dengan tinggi,lalu berkata , "Oh, tidak ada yang begitu serius sebenarnya.Hanya ada sebuah foto lama dari seorangwanita muda yang cantik,yang sangat digilai oleh mendiang suami Anda,Nyonya."
Duarrr.
Bagai disambar petir yang menyala-nyala disiang hari bolong.Semua orang tampak terkejut dengan jawaban tidak terduga itu.Tatapan semua orang segera menjadi aneh dan sedikit simpati kearah Natalia dan Carlos.
Siapa yang tidak tahu akan kegilaan Morgan terhadap seorang wanita muda,yang membuatnya berani mengambil keputusan yang sangat ekstrim,yaitu dengan menghabisi nyawanya sendiri.Dan meninggalkan isteri yang sedang hamil dan putranya yang masih kecil,serta perusahaan yang tengah goyah.
Kematian Morgan yang mendadak merupakan pukulan terbesar bagi sebagian dari mereka.Bahkan Robert yang masih muda dan gagah waktu itu,ikut tumbang akibat kematian mendadak putra sulungnya.Namun dari semua pukulan itu,keluarga Benjamin sangat membenci penyebab kematian Morgan itu sendiri,yaitu seorang wanita yang di gilainya, Emili Brown.
Seolah belum puas hanya dengan melemparkan batu kedalam air yang tenang,hingga menimbulkan riak itu,Pelayan Muda itu kembali menambahkan bahan bakar kedalam api.Katanya, "Dan kabarnya wanita muda yang ada didalam foto lama itu memiliki hubungan yang sangat erat dengan menantu Anda."
Wajah Natalia menjadi pucat pasi.
Tatapannya menatap Jane dengan penuh kebencian.Sangat berbanding terbalik dengan sikapnya kepada Jane pagi itu.
"Apakah yang kau katakan itu benar?" Tanya Natalia sembari menggertakkan giginya.
Robert yang juga mendengar jawaban dari Pelayan Muda itu,seketika mendadak pucat.Dia mencengkram dadanya yang tiba-tiba terasa sesak.
"Tuan Tua!!!" Seru Pak Liu dengan panik.
Kekacauan semakin meningkat,dan semua orang mengerubungi Robert dengan panik.
"Cepat panggil ambulance!"
"Baik."
"Jangan berkerumun disini."
Entah siapa yang berteriak,namun semuanya menjadi kacau balau.
Dari awal hingga akhir,Jane tetap berdiri dengan tenang.Dia sama sekali tidak peduli dengan tatapan semua orang kepadanya.Bahkan ketika kekacauan terjadi tepat didepannya.Dia tetap diam.
"Kau..."
Belum sempat Carlos menyelesaikan ucapannya,Jane sudah memotongnya.
"Kau lebih tahu dari siapapun tentang persiapan itu." Katanya singkat.
Carlos seketika terdiam.
Jane telah salah paham kepadanya.
Awalnya Carlos ingin mengucapkan kata-kata penghiburan kepada Jane dan memintanya untuk tidak cemas.Tetapi sepertinya niat baiknya tidak dibutuhkan.Melihat tatapan tidak bersahabat Jane terhadap dirinya,Carlos menutup mulutnya kembali.Kalau sudah begitu maka dia lebih baik diam saja.
"Baiklah." Hanya itu yang bisa Carlos ucapkan.
Robert segera dibawa ke rumah sakit saat itu juga.Martine beserta sang isteri,dan juga Natalia beserta beberapa tetua lainnya mengikuti Robert ke rumah sakit.
Carlos tetap tinggal untuk mengendalikan situasi,kalau-kalau berubah menjadi kacau.
....
Hingga malam tiba tapi belum ada kabar dari rumah sakit.Semua orang yang hari ini menghadiri upacara peringatan kematian sudah sangat kelelahan.Namun tidak ada yang diizinkan untuk pergi dari sana.
Jane duduk dengan tenang disisi Carlos,meskipun banyak orang yang menatapnya dengan tajam.Seolah-olah dia benar-benar pelaku dari kekacauan ini.
"Itulah mengapa kita perlu menyelidiki latar belakang seorang wanita sebelum menikahinya." Sindir salah seorang tetua yang cukup dekat dengan Robert.
Paul Benjamin,sepupu kandung Robert Benjamin.
Dia adalah salah satu orang yang membenci Robert dan keturunannya.Dia selalu merasa bahwa Robert dan keturunannya terlalu serakah.
Kedatangannya hari ini bukan karena dia benar-benar ingin mengenang Morgan,sang keponakan,melainkan untuk mencari keuntungan.Hanya saja,isteri yang baru dinikahi Carlos melompat keluar dan memberikan pertunjukan yang menyenangkan baginya.
Sejak dulu dia sudah sangat tidak puas dengan Robert yang menjadi pemimpin di keluarga benjamin.Dan ketidakpuasan itu semakin bertambah ketika Robert menyerahkan kepemimpinan kepada putra sulungnya yang tengah di mabuk cinta.Setelah kematian mendadak Morgan,Paul dan seluruh pengikutnya segera melakukan serangan terhadap Robert dan keturunannya,dia ingin memanfaatkan kemalangan mereka untuk merebut posisi kepala pemimpin.Sayang seribu sayang,meski Robert tengah dirundung duka karena kehilangan putra sulungnya,tetapi dia masih mempunyai putra kedua yang sama cakapnya dan juga menantu yang dapat diandalkan.Sehingga Paul gagal total.
Seolah belum cukup,ketika Carlos beru saja beranjak dewasa,Robert dan Martine malah memberikan posisi kepemimpinan ketangannya.Hal ini membuat ketidakpuasan didalam hati Paul semakin besar.Setiap saat,yang dilakukannya adalah menunggu celah untuk menjatuhkan Carlos.Seperti sekarang ini.
"Mari abaikan segala kekurangannya.Fakta yang paling penting adalah dia putri wanita itu.Wanita yang membuat ayah mu tidak berfikir dua kali sebelum mengakhiri nyawanya.Haha...ini benar-benar lelucon luar biasa.Lalu sekarang,seolah menyiram garam diatas luka orang lain,isteri baik mu ini bahkan dengan beraninya meletakkan foto ibunya di aula yang dikhusus kan untuk mengenang leluhur keluarga ini." Paul melanjutkan perkataannya.
Semua orang diam mendengarkan Paul berbicara.
"Anda berbicara dengan sangat yakin,Pak Tua.Jika orang yang tidak tahu mendengar ucapan Anda.Mereka mungkin akan berfikir bahwa Andalah yang tengah menghadapi kemalangan itu sendiri." Tidak ada yang menyangka jika Jane akan angkat bicara saat ini.
"Nona Alexander,sebaiknya Anda tidak bicara saat ini.Tidak kah Anda sadar bahwa semua kekacauan ini disebabkan oleh Anda?" Camelia menegur Jane dengan lembut.
Dia selalu tahu untuk mengambil moment yang tepat sebelum menyerang,dan ini adalah kesempatannya.
Jika dia tidak bisa membuat seluruh keluarga Benjamin membenci wanita ini sekarang,maka dia bukanlah Camelia.
"Kita mungkin bisa mengabaikan mengapa Anda membawa foto Ibu Anda ke aula peringatan hari ini.Tetapi Anda bahkan membakar aula peringatan." Camelia menggelengkan kepalanya dengan lelah.
Dia menatap Jane seolah-olah Jane sudah tidak bisa dimaafkan lagi.
"Anda membuatnya seolah-olah saya benar-benar pelakunya,Nona Camelia.Anda melupakan status Anda disini.Seorang tamu berani mengkritik anggota keluarga Benjamin.Ckckck , benar-benar membuka mata saya." Balas Jane dengan santai.
Wajah Camelia segera berubah menjadi hitam.