Clarissa wanita cantik yang sangat ceria, berumur 22 tahun, ia adalah anak perempuan yang kuat dan mandiri.
Ibunya memperlakukannya dengan buruk, ibunya lebih menyayangi anak laki-lakinya. Bahkan ibunya lebih menyayangi menantu perempuannya di banding Clarissa.
Tantangan hidupnya tidak sampai di sana,
Clarissa jatuh cinta pada Zayn Austin, cinta pada pandang pertama.
Namun pria yang Clarissa sukai selalu berwajah datar dan bersikap dingin. Tapi itu semua tidak meredupkan semangat Clarissa untuk mengejar cintanya.
Akankah Clarissa mampu meluluhkan hati Zayn?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 09 Kebencian
Caffe
Clarissa nampak baik-baik saja, ia seperti biasa bercanda gurau dengan teman kerjanya, ia tidak menunjukkan kesedihannya, bahkan ia masih sempat memberikan nasihat pada teman yang tiba-tiba saja bercerita dan meminta pendapat.
Dengan bijak Clarissa memberikan saran pada rekan kerjanya, ia juga nampak semangat seperti biasanya.
Betapa hebatnya Clarissa mampu menutupi pikirannya yang sangat berantakan dan penuh tanda tanya dengan senyuman.
.
Beberapa hari berlalu, bu Mulan masih saja bersikap dingin pada Clarissa, Clarissa sungguh tidak mengerti kenapa ibunya belum memafkan kesalahan yang ia lakukan.
Clarissa merasa tak nyaman saat ibunya masih bersikap dingin, ia ingin seperti biasanya, meski ibunya sedikit tega padanya. Tapi masih mau bicara.
Sudah seminggu ibunya masih saja diam, pagi itu setelah ayah dan adiknya berangkat, Clarissa mencoba berbicara pada ibunya.
Bu Mulan duduk di sofa depan TV, Diana juga ada di sana, keduanya memang sangat dekat, meski Diana terbilang pemalas. Tapi bu Mulan tidak pernah keberatan dengan sikap menantunya itu.
Clarissa berdiri di dekat bu Mulan, lalu wanita cantik itu berlutut dan menyentuh kaki bu Mulan, "Bu, ini sudah seminggu, apa Ibu masih belum memafkan ku? " ujar Clarissa penuh harap.
Bu Mulan diam saja, Diana yang melihat situasi itu, segera berdiri. Namun bu Mulan mencegahnya, "Mau kemana? udah duduk saja di sini temani Ibu," ujar bu Mulan berbicara dengan nada lembut dan penuh perhatian.
Deg'
Entah kenapa perhatian ibunya pada Diana, membuat hatinya terasa perih, ibunya belum pernah bicara dengan nada lembut padanya, bahkan saat Clarissa berkata, ibunya seperti bisu. Tapi saat Diana akan berdiri, bu Mulan langsung mencegahnya.
Clarissa pikir ibunya memang tidak menyukai anak perempuan, hanya menginginkan anak laki-laki saja. Tapi kenapa pada Diana sang menantu, ibunya bisa bersikap lembut.
"Tapi Bu, sepertinya Clarissa ingin bicara sama Ibu, Aku takut Clarissa tidak nyaman jika Aku masih di sini," ujar Diana yang tidak ingin mengganggu.
"Sudah jangan pedulikan dia, biarkan saja dia melakukan apapun yang ia mau," ujar bu Mulan sambil melirik Clarissa.
Clarissa memaksakan senyum, "Bu, nanti Aku akan lembur, jadi tolong Ibu jangan bersikap seperti ini lagi," ujar Clarissa memohon.
Clarissa merasa sangat tidak nyaman dengan diamnya bu Mulan, Clarissa sangat menyayangi ibunya, meski ibunya seperti memiliki dendam padanya.
"Terserah apa mau mu, Aku sudah tidak peduli," ujar bu Mulan tanpa perasaan.
"Bu tolong jangan seperti ini, Aku tidak bisa jika Ibu terus mendiamkan ku," ujar Clarissa mengutarakan isi hatinya, ia merasa sedih dan kesepian saat pulang melihat sikap ibunya.
Bu Mulan memalingkan wajah, tak ingin Clarissa melihat wajahnya.
"Bu... " Clarissa menangis di hadapan sang ibu, hatinya terluka dengan sikap ibunya.
"Tolong Bu, maafkan Aku, Aku akan patuh pada ibu. Tapi tolong jangan abaikan Aku, Bu. " ujar Clarissa memohon sambil terisak.
Bu Mulan menyingkirkan tangan Clarissa yang terus menyentuh kakinya, "Dengar! Aku tidak menginginkan anak sepertimu, wajah mu sangat menjijikkan," ujar bu Mulan tanpa perasaan.
Clarissa terduduk dengan lemah, ia tidak bisa berkata-kata, perkataan ibunya mampu membuatnya bungkam.
Bu Mulan memalingkan wajah tak ingin melihat Clarissa, ekpresi wajahnya memang menunjukkan betapa bencinya bu Mulan pada Clarissa.
Bahkan bu Mulan tidak peduli dengan perasaan putrinya, ia justru merasa sedikit puas melihat Clarissa yang terdiam.
"Ibu sangat membenci ku...? Tapi kenapa Aku di biarkan hidup...? kenapa ibu tidak membunuhku saja...?" ujar Clarissa dengan suara lirih, pandangnya kosong tak lagi ada harapan di matanya.
Mendengar suara Clarissa yang putus asa, bu Mulan menoleh dengan enggan.
Clarissa dengan linglung pergi ke kamarnya, perkataan ibunya terngiang-ngiang di telinga, hati Clarissa hancur, ia tidak tahu harus bagaimana.
Clarissa bercermin memperhatikan wajahnya, ia menatap wajahnya di cermin, Teman-temannya selalu memuji kecantikan Clarissa. Tapi ibunya justru membencinya, Clarissa menertawakan dirinya.
Clarissa melemparkan diri pada kasur, hingga bunyi kasur itu berisik, "Kenapa Ibu sangat membenciku? apa aku bukan anaknya? " ujar Clarissa.
Tiba-tiba wanita cantik itu duduk, ia jadi curiga jika dirinya bukanlah anak dari ibunya, "Tidak mungkin! " Clarissa langsung membantah pikirannya.
Clarissa kembali berdiri dan bercermin, ia memperhatikan, wajahnya memang cukup cantik Clarissa juga mengakuinya. Tapi sedikitpun tidak ada yang mirip dengan ibunya.
Kulitnya yang putih bersih seperti Pak Malik, karena bapaknya keturunan china dan sikapnya yang mudah berbaur memang sama persis seperti Pak Malik.
"Aku harus bertanya pada bapak... " gumam Clarissa yang kini berpikir yang tidak-tidak.
Hanya karena sikap bu Mulan, membuat Clarissa ragu akan dirinya sendiri, ia khawatir jika ia bukan anak kandung bu Mulan, apalagi mengingat pilih kasih sang ibu sejak ia masih kecil.