NovelToon NovelToon
Lepaskan Aku, Tuan Jason

Lepaskan Aku, Tuan Jason

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO Amnesia / Pelakor / Dijodohkan Orang Tua / Romansa Fantasi / Konflik etika / Selingkuh
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: MTMH18

Min Ara wanita yang di jodohkan dengan Jeon Jason, lelaki tampan yang mempunyai kharisma kuat yang merupakan seorang putra tunggal dari keluarga Jeon.

Sebagai syarat lelaki itu mendapatkan seluruh hak warisnya, Jason harus menikah dengan Ara.

Ara mengira kehidupannya akan bahagia dengan menjadi istri Jeon Jason, tetapi semua itu hanya ada dalam angannya saja. Jason yang berstatus suaminya itu, tidak lebih dari seorang iblis yang selalu menyakiti hatinya.

Ara tidak bisa mengelak perasaannya yang mulai terjebak di dalam lingkaran yang di buat Jason, tetapi itu semua adalah sebuah kesalahan besar baginya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MTMH18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

06| Selingkuh?

Ara melangkah ke sebuah pohon rindang di dekat danau dengan bunga teratai yang bertebaran danau tersebut. Ara menatap danau itu dengan penuh rindu.

Ia mendudukkan dirinya di pohon rindang itu, Ara menatap sebuah tulisan yang di ukir di pohon. Ada namanya dan nama seseorang di sana, ia dan orang itu sering menghabiskan waktu berdua di tempat ini.

“Aku terluka dan lukanya itu sudah begitu dalam, kau tahu aku selalu menangis hampir setiap saat. Aku sangat membutuhkanmu, aku merindukan dekapan hangat darimu dan bisikan cinta yang selalu kau ucapkan kepadaku,” Ara mengusap ukiran nama orang itu dengan air mata yang sudah membanjiri pipinya

Ara menempelkan keningnya pada pohon tersebut. Ara menatap miris kotak di tangannya, lalu ia meletakkan kotak itu di dekat pohon sambil terus menatap ukiran nama orang itu.

“Aku pamit dulu,” pamit Ara meninggalkan pohon tersebut dan melangkah menuju ke arah motornya yang terpakir tidak jauh dari tempatnya.

“Aku tidak akan pernah bisa melupakanmu, aku sangat mencintaimu, tapi aku juga tidak bisa memilikimu,” lirih Ara sambil mengendarai motornya dengan pelan, air matanya tidak mau berhenti meski ia sudah mencobanya. Terlalu banyak kenangan yang tidak bisa ia lupakan dan itu sangat sulit.

...***...

Ara memarkirkan motornya di parkiran khusus motor, tak banyak yang membawa motor, karena rata-rata karyawan di sini menggunakan mobil yang bisa di bilang mewah.

Motor-motor yang terparkir sebagian besar milik petugas kebersihan di kantor. Ara menatap wajahnya di spion motornya, matanya cukup bengkak dan ini sangat mengganggunya.

Ara bergegas menuju ke toilet untuk membasuh wajahnya, saat ia memasuki kantor ia tak sengaja berpapasan dengan Jason. Lelaki itu melihatnya sekilas, lalu memilih melanjutkan langkahnya begitu pun dengan Ara.

“Sudah mendingan,” gumam Ara saat menatap kedua matanya yang sudah tidak terlalu bengkak. Ara keluar dari toilet dan melangkah menuju ke ruang kerjanya.

Di sepanjang perjalan tidak sedikit yang menyapa dirinya dan mengajaknya untuk makan siang bersama nanti. Sebagian besar adalah para karyawan laki-laki yang mencoba untuk mendekati Ara, sudah dua tahun lamanya ia bekerja di sini dan sudah banyak yang menyatakan perasaannya kepada Ara, namun dengan sopan Ara menolaknya.

Tak sedikit juga yang membencinya, karena Ara selalu menolak perasaan mereka.

“Ara!” panggil Nara saat Ara baru sampai di meja kerjanya.

“Iya? Kenapa kau berada di lantai ini?” tanya Ara kepada temannya.

“Kau habis menangis ya?” Nara memicingkan matanya menatap Ara yang tengah tersenyum kepadanya.

“Kau ingat kan sekarang tanggal berapa?” tanya balik Ara yang membuat Nara melihat ke arah kalender kecil di meja kerja Ara.

Nara menepuk jidatnya saat melihat tanggal hari ini.

“Kenapa kau tidak bilang kepadaku?” tanya Nara dengan wajah sedihnya

Ara menepuk pundak Nara dan tersenyum lembut kepada sahabatnya itu. Nara menarik sang teman ke dalam pelukannya dan mengusap punggung Ara dengan pelan.

“Sampai kapan kau akan terus begini?” tanya pelan Nara membuat Ara menahan tangisannya.

“Aku tidak tahu, Nar,” jawab Ara dengan suara lirihnya.

“Ya sudah, kau tidak boleh bersedih begitu! Kau harus tetap semangat agar dia tersenyum melihatmu yang terlihat bahagia!” kata Nara sambil menarik kedua sudut bibir Ara sehingga terbentuk sebuah senyuman di bibir Ara.

Ara menganggukkan kepalanya dan akhirnya tersenyum manis, tapi hatinya tersenyum kecut saat mengingat fakta sebenarnya.

“Ara tolong antarkan ini ke ruangan tuan Jason, aku harus menghadiri rapat di luar. Aku sudah memberitahu tuan Jason kalau kau yang mengantarkannya!” titah sang manajer sambil menyerah sebuah map berwarna kuning.

Ara menerima map tersebut dengan ragu-ragu. Ia mulai ragu untuk memasuki ruangan Jason dan bayangan waktu itu langsung berputar di pikirannya.

“Baik,” jawab sopan Ara, bagaimana pun ia sudah di beri amanat untuk mengantarkan map tersebut.

Jadi, ia harus menjalankannya. Ara harus profesional dalam pekerjaannya, ia seharusnya tidak boleh melibatkan masalah pribadinya dalam pekerjaannya.

Ara melangkah pelan ke arah ruangan Jason, ia meremas map yang di pegangnya. Dengan sekali tarikan napas, Ara mengetuk pintunya. Namun, tidak ada jawaban dari sekretaris Jason.

Ara mengigit bibir bawahnya. Dengan ragu ia mulai menarik ganggang pintu dan saat ia masuk ke dalam Ara tidak melihat sekretaris Jason di mejanya, perasaan Ara mulai tidak tenang.

Ara melangkah mendekati pintu ruangan Jason dan mengetuknya, tapi tidak ada sahutan dari dalam. Ara masih terdiam di sana sampai sepuluh menit lamanya, lalu dengan keberanian yang ia miliki. Ia membuka pintu dan map yang di pegangnya jatuh ke lantai. Ara menganga tak percaya dengan apa yang di lihatnya.

“Ka—kalian?” tanya Ara dengan suara gemetarnya.

Jason yang sedang bercumbu dengan sekretarisnya menghentikan aktivitasnya, Jason menyuruh sekretarisnya untuk keluar dan dengan kesal sekretarisnya itu pun keluar dari ruangan Jason sambil menabrak kasar bahu Ara.

Ara hanya memejamkan matanya sejenak, Jason melangkah ke arahnya sambil membenarkan kemejanya yang sudah berantahkan.

“Ada perlu apa kau ke ruanganku?” tanya Jason di depan wajah Ara.

“Aku ingin mengantarkan map ini! Ini dari manajer Kim!” Ara mengambil map yang dijatuhkannya tadi, ia memberikan map tersebut kepada Jason.

Jason menerimanya dan berjalan ke kursinya.

“Kau duduk dulu!” perintah Jason kepada Ara yang masih berdiri di ambang pintu.

Klek!

Suara pintu terkunci, Ara menatap pintu di belakangnya dan pintu itu sudah tertutup. Jason tersenyum miring melihat ekspresi wajah Ara yang terkejut.

“Kenapa kau mengunci pintunya?” tanya Ara membuat Jason menaikkan sebelah alisnya.

“Bukankah kau ingin berdua denganku?” pertanyaan Jason membuat Ara bingung.

“Tidak!” jujur Ara membuat Jason tertawa keras.

“Benarkah? Bukankah tadi kau sudah mengganggu waktuku untuk bersenang-senang?”

Ara terdiam, ia tidak sengaja melihatnya dan ia hanya menjalankan tugasnya.

“Tidak! Aku tidak sengaja memergokimu dengan selingkuhanmu itu,” jawab Ara membuat Jason menghentikan tawanya.

“Selingkuhanku?” tanya balik Jason.

“Iya, bukannya kau sudah memiliki kekasih? Berarti sekretarismu itu selingkuhanmu,” jelas Ara.

“Apakah kau cemburu?” pertanyaan itu membuat Ara sangat terkejut.

Jason beranjak dari duduknya dan menarik tubuh Ara. Ia meletakkan Ara di atas meja kerja dan Ara ingin turun, tapi dengan cepat Jason menahannya.

“Apa yang kau lakukan?” tanya panik Ara saat Jason mendekatkan wajahnya.

“Apa lagi yang kau pikirkan? Aku ingin melakukan ini!” bisik Jasob dan langsung mencium bibir Ara dengan kasar.

Ara mencoba mendorong tubuh Jason, namun kedua tangannya di cekal oleh lelakiitu. Ara ingin menangis saat merasakan bibirnya begitu panas dan sakit merasakan ciuman kasar dari Jason. Apalagi saat lelaki itu mengigit kuat bibir bawahnya, rasanya Ara ingin berteriak.

Jason tak membiarkan Ara menolak ciumannya, lelaki itu melesakkan lidahnya untuk bermain dengan lidah hangat milik Ara.

“Aku sangat menyukai rasa bibirmu dan ini adalah favoritku!” serak Jason sebelum kembali mencium Ara lebih dalam dan intens membuat Ara mengalungkan lengannya di leher sang suami.

Bersambung...

1
Piyah
ara lebayy
Mita Paramita
jason lagi akting baik yaaa🤨 curiga ada udang dibalik batu 🤣🤣🤣
Piyah
lanjut
Piyah
dialognya kurang banyak
Ara putri
mampir kak, jika berkenan mampir juga keceritaku PENJELAJAH WAKTU HIDUP DIZAMAN AJAIB
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!