NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Pendekar Naga

Reinkarnasi Pendekar Naga

Status: tamat
Genre:Action / Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:16.6k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Jian Yi dan para rekannya gugur setelah menantang kekuatan besar Kekaisaran Pusat. Pertempuran itu seharusnya menjadi akhir dari segalanya bagi mereka.

Namun saat kesadaran Jian Yi memudar, sebuah keajaiban terjadi. Berkat campur tangan Raja Naga, mereka diberi kesempatan kedua—sebuah reinkarnasi yang mengubah takdir mereka.

Terlahir kembali di dunia yang sama namun dengan kehidupan baru, Jian Yi menyimpan satu janji dalam hatinya: membalas kehancuran yang dialaminya dan melampaui semua batas kekuatan.

Kali ini, dia tidak akan jatuh lagi.
Tapi di dunia yang dipenuhi kultivator kuat, sekte kuno, dan kekaisaran yang menguasai segalanya …

Mampukah Jian Yi benar-benar bangkit, menuntut balas, dan mencapai puncak kekuatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6: Terheran-heran

Pagi itu, kabut tipis masih menyelimuti hutan bambu di belakang kediaman keluarga Jian.

Suara gesekan daun bambu yang tertiup angin menciptakan simfoni alami yang tenang, namun ketenangan itu segera pecah oleh langkah kaki yang ragu-ragu di atas tumpukan daun kering.

​A-Lang berdiri di pinggiran paviliun giok. Tubuhnya yang kurus tampak tenggelam dalam pakaian yang agak lebih bersih—hasil pinjaman dari seorang tetangga yang iba.

Matanya membelalak saat melihat dua bocah yang semalam ia temui sudah berada di sana, berdiri tegak di tengah lapangan rumput yang rata.

​Jian Yi mengenakan pakaian latihan berwarna putih ringkas, sementara Lu Feng memakai setelan hitam yang bagian lengannya digulung hingga ke siku.

Mereka tidak tampak sedang bermain; aura yang terpancar dari tubuh mungil itu begitu menekan, seolah-olah ada dua harimau dewasa yang sedang bersembunyi di dalam kulit anak kecil.

​"Kau tepat waktu," ucap Jian Yi tanpa menoleh. "Masuklah ke lingkaran. Hari ini kau tidak akan belajar cara memukul, tapi cara bernapas."

​Di balik rimbunnya pohon bambu yang berjarak tiga puluh meter dari paviliun, dua pria dewasa berdiri mematung.

Jian Hong, sang penguasa jalur perdagangan, dan sahabatnya Lu Zhao, seorang pria berbadan tegap dengan tatapan tajam yang merupakan ayah Lu Feng.

​Keduanya adalah praktisi bela diri tingkat menengah, namun saat ini, dahi mereka dibanjiri keringat dingin.

​"Lu Zhao ... kau lihat cara putramu berdiri?" bisik Jian Hong, suaranya bergetar. "Kuda-kudanya ... itu adalah Posisi Akar Bumi. Aku butuh waktu sepuluh tahun untuk menguasai keseimbangan seperti itu, dan dia melakukannya sambil menguap?"

​Lu Zhao tidak menjawab. Matanya terpaku pada Jian Yi yang sedang memegang pedang kayu. "Bukan itu yang membuatku ngeri, Jian Hong. Lihat cara Jian Yi memegang pedang. Ujung pedangnya tidak bergetar sedikit pun. Dan aura itu ... itu adalah Maksud Pedang. Bagaimana mungkin bocah tiga tahun memancarkan niat membunuh sedalam itu?"

​Di tengah lapangan, Jian Yi memberikan isyarat.

A-Lang diperintahkan untuk duduk bersila, sementara Jian Yi dan Lu Feng mulai mempertunjukkan apa yang mereka sebut sebagai "pemanasan".

​Wush!

​Jian Yi melesat. Gerakannya bukan lagi sekadar langkah kaki, melainkan teknik Langkah Pencabut Nyawa yang ia bawa dari kehidupan sebelumnya dan ia hapalkan dari buku-buku kuno yang ia jarah dari sekte iblis darah.

Tubuhnya menjadi kabur, meninggalkan bayangan putih di sepanjang jalur bambu. Pedang kayunya membelah udara dengan suara siulan yang tajam.

​Lu Feng menyambutnya dengan tangan kosong. Ia menggunakan teknik Tinju Penghancur Gunung.

Setiap kali tinjunya meluncur, udara di sekitarnya tampak beriak karena tekanan angin yang dihasilkan.

​Tak! Tak! Blaarr!

​Benturan antara pedang kayu dan lengan Lu Feng menghasilkan gelombang kejut yang menerbangkan daun-daun bambu di sekitar mereka.

Mereka bertukar ratusan serangan dalam hitungan detik. Jian Yi menyerang dengan sudut-sudut yang mustahil, menusuk ke arah titik saraf dengan presisi yang mengerikan.

Namun, Lu Feng bergerak seperti air; ia meliukkan tubuhnya yang elastis, menangkis serangan dengan punggung telapak tangan, lalu membalas dengan sapuan kaki yang mampu meretakkan tanah.

​A-Lang yang menonton dari jarak dekat hanya bisa melongo. Ia bahkan tidak bisa mengikuti gerakan mereka dengan matanya. Yang ia lihat hanyalah kilatan cahaya putih dan hitam yang saling bertabrakan.

​Jian Yi melompat tinggi, melakukan putaran di udara, dan menghantamkan pedang kayunya dari atas.

Lu Feng tidak menghindar; ia mengumpulkan energi Qi yang sangat tipis di telapak tangannya—sebuah teknik manipulasi energi yang seharusnya hanya bisa dilakukan oleh pendekar tingkat tinggi—dan menangkap bilah pedang kayu itu dengan dua jari.

​Bum!

​Tanah di bawah kaki Lu Feng ambles sedalam tiga sentimeter. Debu beterbangan. Keduanya terhenti dalam posisi terkunci, saling menatap dengan seringai liar.

​Di balik persembunyian, Jian Hong dan Lu Zhao hampir terjatuh dari dahan pohon tempat mereka berpijak.

​"Itu ... itu tadi Teknik Penjepit Langit?" suara Lu Zhao hampir tidak keluar. "Itu teknik tingkat tinggi milik sekte-sekte kuno yang sudah punah! Dari mana dia mempelajarinya?!"

​Jian Hong mengusap wajahnya yang pucat. "Dan Jian Yi ... serangan tadi mengandung Prinsip Kehampaan. Aku bahkan tidak bisa melihat celah dalam serangannya. Lu Zhao, kita ini orang tua mereka, tapi aku merasa jika aku masuk ke sana sekarang untuk menghentikan mereka, salah satu dari kita mungkin akan kehilangan tangan."

​Mereka berdua saling pandang, merasakan campuran antara rasa bangga yang luar biasa dan ketakutan yang mendalam.

Mereka sadar, anak-anak mereka bukanlah bayi ajaib biasa. Mereka adalah monster yang terperangkap dalam tubuh mungil.

​Jian Yi menarik pedangnya dan mengatur napasnya yang tersengal. Lu Feng mengibas-ngibaskan tangannya yang sedikit memerah.

​"Sekarang kau, A-Lang," ujar Lu Feng sambil menyeringai licik. "Berdiri. Lakukan sepuluh ribu kali pukulan lurus ke arah batang bambu itu. Jangan gunakan tenaga otot, gunakan niatmu. Jika bambu itu tidak bergetar sampai ke pucuknya, kau tidak boleh berhenti."

​A-Lang menelan ludah. Batang bambu itu besar dan keras. Namun, saat ia melihat tatapan serius Jian Yi dan Lu Feng, rasa takutnya menguap.

Ia teringat luka memar di tubuhnya, teringat hinaan pelayan restoran, dan teringat janji untuk menjadi kuat.

​"Baik, Guru!" teriak A-Lang.

​Duk! Duk! Duk!

​Bocah gelandangan itu mulai memukul. Tangannya segera berdarah, namun Jian Yi berdiri di sampingnya, membisikkan teknik pernapasan kuno yang mulai memperbaiki sel-sel tubuh A-Lang secara instan.

​Jian Hong dan Lu Zhao yang melihat dari jauh hanya bisa menghela napas panjang. Mereka memutuskan untuk pergi diam-diam sebelum ketahuan.

​"Biarkan saja mereka, Lu Zhao," bisik Jian Hong saat mereka berjalan menjauh. "Sepertinya masa depan wilayah ini tidak akan lagi berada di tangan para bangsawan Tingkat 5. Dua setan kecil itu sedang membangun pasukan mereka sendiri."

​Lu Zhao mengangguk setuju. "Aku hanya berharap mereka tidak menghancurkan rumah kita saat mereka mencapai usia lima tahun nanti."

​Di paviliun, di bawah bimbingan dua legenda yang bereinkarnasi, seorang bocah gelandangan baru saja memulai langkah pertamanya untuk menjadi pendekar yang akan mengguncang dunia di masa depan.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

​𝗝𝗔𝗡𝗚𝗔𝗡 𝗟𝗨𝗣𝗔 𝗧𝗜𝗡𝗚𝗚𝗔𝗟𝗞𝗔𝗡 𝗝𝗘𝗝𝗔𝗞 𝗗𝗘𝗡𝗚𝗔𝗡 𝗟𝗜𝗞𝗘 ... 𝗛𝗘𝗛𝗘🏁

1
Nanik S
Lanjut terus
Agen One
UP nya santai dulu ya🙏
Agen One
😅
Agen One
🍗
Agen One
🔥🙏
Agen One
🙏
Agen One
👍🙏
Agen One
🚹🙏
Agen One
🤭🙏
Agen One
🙏
Agen One
/Smile/
Agen One
🙏
Agen One
😅
Agen One
🔥🍗
Agen One
👍🍗
Agen One
🚹🍗
Agen One
🍗
Agen One
🤭/Smile/
Agen One
😅🙏
Agen One
🔥🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!