NovelToon NovelToon
My Shaneen

My Shaneen

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cinta Istana/Kuno / Tamat
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Wahyuni Shalina

Di mata dunia, Shaneen von Asturia hanyalah putri bangsawan lulusan Oxford yang cantik dan tenang. Namun di balik layar, dia adalah "Nin", penulis lagu jenius yang menguasai industri musik global. Sebagai seorang Virgo yang perfeksionis dan mandiri, Shaneen tidak butuh pangeran, apalagi sebuah pernikahan kaku.

Namun, ketenangannya terusik saat Duke Matthias von Falkenhayn, sang Jenderal berdarah dingin yang terobsesi pada aturan, mulai mengejarnya. Matthias menginginkan Shaneen yang tangguh dan bermulut tajam, sementara Shaneen hanya ingin bebas.

Bagi Matthias, ini adalah misi penaklukan. Bagi Shaneen, ini adalah gangguan yang harus disingkirkan dengan cara elegan. Ketika si Jenderal kolot bertemu si Dewi Modern yang bermulut pedas, siapa yang akhirnya akan bertekuk lutut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyuni Shalina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Balik Topeng Sang Dewi dan Sang Jenderal

Dunia mengenal Shaneen von Asturia sebagai lambang kesempurnaan yang rapuh. Di kolom berita sosialita, dia adalah putri bungsu Marquess Asturia yang manja, yang menghabiskan enam tahun di Oxford hanya untuk pulang membawa gelar S2 terbaik dan hobi bermain musik. Cantik, elegan, namun dianggap "lemah" oleh standar militer kerajaan karena jarang terlihat melakukan aktivitas fisik berat.

Namun, di balik tembok Elysium Estate, Shaneen adalah sosok yang berbeda.

Ayahnya, Marquess Asturia, bukan tipe orang tua yang mengekang. Sebagai mantan penguasa dunia bawah, dia adalah good parent yang sangat visioner. Dia tidak ingin Shaneen hanya menjadi putri yang bisa berdansa. Dia mendukung penuh saat Shaneen meminta dilatih militer secara rahasia. Bagi sang Ayah, seorang putri harus bisa memegang pisau setajam dia memegang pena, agar bisa berdiri tegak di atas kakinya sendiri tanpa bantuan pria mana pun.

Itulah sebabnya Shaneen tumbuh menjadi wanita yang sangat bebas berekspresi. Keluarganya adalah pelabuhan yang hangat, mereka tahu Shaneen mahir menggunakan senjata api, ahli menggunakan pisau lempar, dan bisa memanah tepat di titik buta lawan. Namun, semua itu terkunci rapat dalam rahasia keluarga Asturia. Dokumen publik Shaneen bersih—tidak ada satu pun catatan tentang keahlian tempurnya.

Selain jenius dan badass, Shaneen memiliki satu keunikan yang sering membuat kakaknya tertawa, OCD. Dia tidak bisa melihat barang berantakan. Di paviliunnya, semua buku harus berderet sesuai abjad, dan pensil harus selalu runcing sempurna. Jika ada sesuatu yang melenceng sedikit saja, sisi perfeksionisnya akan berteriak, dan dia tidak akan tenang sampai semuanya kembali simetris.

Malam itu, Shaneen sedang berada di dalam ruang kedap suaranya. Lampu ruangan temaram, hanya cahaya dari tiga monitor besar yang menerangi wajahnya. Di sinilah dia menjadi "Nin", produser musik yang paling dicari oleh label-label global.

Jari-jarinya bergerak lincah di atas mixer board. Dia sedang memeriksa ulang transisi nada untuk lagu terbaru grup "The Eclipse".

"Ketukannya meleset 0,1 detik. Berantakan sekali," gumam Shaneen dengan dahi berkerut. Dia tidak akan membiarkan lagu itu rilis jika tidak simetris secara matematis. Sifat OCD-nya ini yang membuat setiap karya "Nin" selalu terdengar sempurna dan jenius di telinga dunia.

Tiba-tiba, pintu paviliun terbuka sedikit. Stellan masuk sambil membawa segelas cokelat panas dan sepiring camilan yang ditata sangat rapi (karena dia tahu adiknya tidak akan mau menyentuhnya jika piringnya terlihat berantakan).

"Ninin, istirahatlah. Kau sudah menatap layar itu selama lima jam," ujar Stellan sambil meletakkan minuman itu di meja samping.

Shaneen melepas headphone-nya dan menghela napas. "Kak, transisi ini menggangguku. Rasanya seperti melihat lukisan miring."

Stellan terkekeh, mengacak rambut adiknya dengan sayang. "Itulah kenapa kau adalah yang terbaik. Oh ya, soal si Jenderal kaku itu... dia tadi mengirim pesan pada Ayah, bertanya apa kau sudah membaca suratnya?"

Shaneen memutar bola matanya. "Katakan pada Ayah untuk memblokir nomornya. Dia pengganggu keteraturan hidupku."

"Hahaha, tapi kau tahu kan? Bagi dunia, kau hanyalah putri manja yang manis. Jangan sampai si Matthias itu tahu kalau calon istrinya ini bisa merakit senapan dalam waktu 30 detik," goda Stellan sambil menghindar dari lemparan bantal Shaneen.

Sementara itu, di kantor pusat militer, Duke Matthias von Falkenhayn sedang menyandarkan punggungnya di kursi kebesaran. Dia tidak memegang map intelijen, karena baginya, intelijen tentang Shaneen tidak ada gunanya. Dia lebih suka mengamati gadis itu dengan matanya sendiri.

Sejujurnya, Matthias sedang dilanda kebingungan yang manis. Awalnya, dia pikir ketertarikannya pada Shaneen hanyalah sebatas obsesi karena gadis itu berbeda dan berani menolaknya. Selama ini, para Lady bangsawan akan memberikan segalanya hanya untuk mendapatkan perhatiannya—wanita-wanita yang membosankan dan mudah ditebak.

Tapi Shaneen? Matthias jatuh cinta berkali-kali lipat setiap kali mengingat pertemuan mereka.

Dia teringat senyum tulus Shaneen saat menggendong keponakannya, dan tawa manisnya saat mengerjai kakaknya. Di balik lidahnya yang tajam, Matthias bisa merasakan kehangatan yang luar biasa dari gadis itu. Shaneen bukan hanya cantik, dia adalah api yang hangat di tengah hidup Matthias yang dingin dan kaku.

"Kau benar-benar membuatku gila, Ninin," gumam Matthias sambil menatap langit-langit kantornya.

Matthias tidak tahu kalau gadis yang dia anggap "manis dan hangat" itu bisa merakit senjata dalam waktu kurang dari satu menit. Dia hanya tahu, dia menginginkan Shaneen lebih dari apa pun. Keberanian Shaneen menolaknya secara terang-terangan justru menjadi daya tarik yang mematikan bagi sang Duke. Dia bosan dengan kepatuhan, dia menginginkan tantangan, dan Shaneen adalah tantangan terindah yang pernah ia temui.

"Selama ini, wanita mendekatiku karena mereka ingin menjadi Duchess," gumam Matthias. "Tapi dia... dia bahkan tidak peduli aku ini seorang Duke atau bukan. Dia hanya ingin aku pergi dari hadapannya."

Matthias tidak tahu soal kemampuan militer Shaneen yang tersembunyi. Dia hanya merasa, di balik sifat galak dan perfeksionis itu, Shaneen adalah wanita paling berharga yang pernah ia temui. Penolakan terang-terangan Shaneen justru membuat Matthias merasa sangat "hidup". Baginya, mendapatkan hati Shaneen akan menjadi kemenangan terbesar dalam hidupnya, lebih dari kemenangan perang mana pun.

"Kita lihat saja, Ninin. Sampai kapan kau bisa menahan diri untuk tidak mencariku," bisik Matthias penuh keyakinan.

1
Vivi
👍😍
Hana Nisa Nisa
sampai tahan.nafas bacanya
Mamanya Raja
Thor cerita mu keren loh
Bae •: terimakasih ya^^
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!