NovelToon NovelToon
Puncak Kultivasi Tertinggi 2

Puncak Kultivasi Tertinggi 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Ruang Ajaib / Fantasi Timur
Popularitas:25.5k
Nilai: 5
Nama Author: APRILAH

Yan Jian— seorang generasi muda yang awalnya terlahir tanpa memiliki Roh Bela Diri bawaan, kini bangkit sebagai Generasi Muda terkuat di Provinsi Chang Yuan.

Setelah melakukan pertarungan panjang yang melelahkan waktu, menepati janji, menorehkan prestasi, hingga dirinya disebut Generasi Muda nomor satu di Provinsi Chang Yuan.

Yan Jian bersama sembilan Generasi Muda perwakilan Provinsi Chang Yuan lainnya berangkat menuju Kota Kekaisaran, tempat Kompetisi terbesar di salah satu Kekaisaran Wilayah Timur. Namun di wilayah timur besar, Provinsi Chang Yuan di anggap sebagai debu berjalan, karena setiap kompetisi, provinsi Chang Yuan selalu menjadi yang terlemah dan selalu berada di peringkat paling rendah.

Mampukah Yan Jian bersama rekan-rekannya mengangkat dan mengharumkan Provinsi Chang Yuan di Kompetisi terbesar Kekaisaran Api Agung itu? Yuk, ikuti kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PKT 2: Chapter 5

"Adu— duh... kenapa hari ini aku sial sekali?" gumam Yan Jian, meringis kesakitan, ia pun bangkit kemudian duduk di atas tanah bebatuan yang sedikit lembab itu... sembari membersihkan jubah hitamnya yang kotor dan berantakan.

Namun, di saat Yan Jian duduk membersihkan jubah hitamnya, Zhang Feng, Wang Ziwei, dan ketiga orang lainnya telah berdiri di belakang Yan Jian.

"Bocah..." seru Zhang Feng, berbicara dengan sikap yang sombong, kedua tangan menyilang di dadanya, "siapa kau? Berani-beraninya muncul dihadapan kami?" sambung Zhang Feng, bertanya dengan nada yang dingin.

Yan Jian terdiam seperti patung duduk selama beberapa detik, kemudian menoleh dengan gerakan kepala yang kaku, melihat sudah ada lima orang yang sebelumnya Yan Jian lihat, kini telah berada dibelakangnya.

Yan Jian pun sontak berdiri dengan cepat, bahkan pergerakannya benar-benar sangat cepat sehingga membuat Zhang Feng dan keempat orang lainnya merasa terkejut atas kecepatan pergerakan anak muda dihadapannya.

Yan Jian berdiri menghadap Zhang Feng, menumpukkan kedua tangannya di depan sembari berbicara, "Aku hanya kebetulan lewat saja, tidak bermaksud mengganggu urusan kalian. Aku pamit!" ucap Yan Jian, dan dalam sepersekian detik, sosoknya telah menghilang dari pandangan Zhang Feng, Wang Ziwei, dan ketiga rekannya.

"Hm! Kecepatan bocah itu sangat menakjubkan!" ucap salah satu rekan Zhang Feng dengan nada yang begitu santai.

Dia adalah An Lang— generasi muda berusia dua puluh sampai dua puluh satu tahunan, menggunakan pakaian dalam berwarna putih bersih dan pakaian luarnya berwarna abu-abu sederhana. Di dada kirinya, terdapat satu pin bertuliskan Provinsi Api Langit. Satu Provinsi yang selalu menempati peringkat ke sepuluh terkuat di Kekaisaran Api Agung.

Namun, tiba-tiba Zhang Feng memukul kepala Ah Lang dengan keras, menggunakan gagang pedangnya.

Plak!

"Akh... Senior Zhang... kenapa kau memukulku?" tanya An Lang dengan nada yang kesal, sembari memegangi kepalanya yang mungkin sudah benjol.

"Dasar bodoh! Bocah itu sudah lari... kau... kau malah memujinya!" bentak Zhang Feng, ia pun memalingkan pandangannya kepada Wang Ziwei, "Kejar dia!" sambungnya, memberi perintah dengan nada yang tinggi dan sikap yang kesal.

"Hah... benar! Apa yang kau lakukan An Lang? Ayo kejar!" ujar Wang Ziwei dengan nada yang meninggi.

Mereka pun sontak bergerak dengan sekelebat cahaya disetiap pergerakan mereka. Sementara itu, Zhang Feng masih berada di tempatnya, dia menepuk dahinya sendiri sembari menghela nafasnya dan berbicara, "Aishhh... kenapa aku harus terlibat dengan orang-orang bodoh seperti ini!" gumamnya, pada dirinya sendiri.

Di sisi lain, Yan Jian tiba di tepi sungai yang deras dan dangkal, bebatuan hitam yang licin menghiasi dasar sungai, menciptakan gemuruh air yang menenangkan. Lahan luas di tepi sungai dipenuhi rumput hijau yang lembut, dengan bebatuan besar dan kecil yang tersebar di mana-mana, seolah-olah diletakkan oleh tangan dewa. Suasana siang hari menjelang sore, matahari terik memancarkan cahaya keemasan, membuat udara terasa hangat dan nyaman.

Di kejauhan, gunung-gunung yang menjulang tinggi tampak kabur, seperti dilapis kabut tipis. Burung-burung kecil berterbangan di sekitar, mencari tempat berlindung sebelum malam tiba. Suara gemuruh air sungai dan kicau burung menciptakan simfoni alam yang damai.

Di tengah-tengah keindahan alam ini, Yan Jian berdiri dengan tubuh membungkuk, sebelah tangannya bertolak pinggang, sebelah tangannya memegangi perutnya yang terasa sakit, nafasnya begitu cepat. Yan Jian pun berdiri tegak, memandang ke arah sungai dengan mata yang dalam. Angin yang berhembus cukup kencang membuat jubah hitamnya berkibar.

"Sial! Baru hari pertama memasuki Dunia Gerbang Api ini... tidak bagus jika harus menguras tenaga melawan kelima orang itu, lebih baik simpan tenaga untuk di akhir." gumam Yan Jian pada dirinya sendiri.

Namun, baru saja dia menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba suara teriakan seseorang, terdengar dari kejauhan.

"Itu dia! Aku menemukannya!"

Ternyata itu adalah An Lang dan rekan-rekannya yang kini melesat cepat mengarah kepada Yan Jian.

Yan Jian menghela nafasnya. "Astaga, yang benar saja..." gumamnya, kesal. Namun dia tidak lagi melarikan diri, melainkan memutar tubuhnya, menghadap mereka semua.

An Lang, Zhang Feng, Wang Ziwei, dan kedua orang lainnya pun tiba di hadapan Yan Jian.

"Ahhhh... Senior!" ucap Yan Jian sembari menghentakkan sebelah kakinya di atas tanah, menunjukan sikapnya yang seperti anak kecil yang putus asa, "Kenapa kalian mengejarku? Apakah aku sudah menyinggung kalian?" tanya Yan Jian dengan cara bicaranya yang sedikit menggerutu kesal.

An Lang ingin berbicara sesuatu, tetapi tiba-tiba Zhang Feng berjalan ke depan dengan kedua tangan yang berada di punggung, lewat tepat di samping An Lang berdiri.

Zhang Feng pun berdiri di hadapan Yan Jian, membuat Yan Jian mundur satu langkah dengan wajah yang tercengang begitu waspada.

"Senior! Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Yan Jian dengan berpura-pura takut kepada Zhang Feng.

Zhang Feng terdiam selama beberapa detik, menatap Yan Jian dengan tatapan yang menilai.

"Kau... bukan Praktisi Nirvana, tapi... kenapa hawa keberadaan mu juga tidak mengatakan bahwa kau adalah Praktisi Kaisar Tempur? Aneh!" ucap Zhang Feng.

Yan Jian pun menumpukkan kedua tangannya di depan, dan sedikit menundukkan kepalanya sebagai rasa hormatnya.

Dia bersikap seperti itu bukan berarti dia takut kepada kelompok Zhang Feng. Melainkan, Yan Jian berpikir bahwa perjalanannya di Kompetisi Kekaisaran Api Agung ini, masih sangat panjang. Dia tidak ingin membuang-buang tenaga di hari pertama, sedangkan Kompetisi tahap pertama berjalan selama waktu satu bulan.

"Ijin, Senior!" ucap Yan Jian, "Aku gagal melakukan terobosan Ranah Nirvana, akhirnya aku terjebak pada tingkatan ranah yang tidak tercatat dalam sejarah Kultivasi, yaitu Setengah Langkah Nirvana." sambung Yan Jian, menjelaskan.

Walaupun sebenarnya... Setengah Langkah Nirvana Yan Jian ini... adalah hal yang didapatkan ketika berada di Danau Suci di Hutan Pertarungan Bintang. Ia bisa saja menerobos langsung ke tingkat Nirvana, tetapi ia ingin fondasi dasar yang lebih kuat lagi, sehingga menahan diri pada level itu.

Namun, setelah mendengar ucapan pemuda di depannya, Zhang Feng pun tertawa dengan suaranya yang lantang, kemudian menoleh kepada Wang Ziwei.

"Saudara Wang! Sebelum kita memusnahkan para elite perwakilan Provinsi Api Perak... bagaimana jika kau melakukan pemanasan terlebih dahulu dengannya? Kau sudah berada di tingkat Nirvana tahap Awal, seharusnya tidak akan memakan waktu lama untuk membereskannya, kan?" ucap Zhang Feng, bertanya kepada Wang Ziwei.

Wang Ziwei pun berjalan ke depan sembari menggambar segaris senyuman di bibirnya.

"Senior Zhang benar! Aku juga sepertinya sedang ingin menghajar seseorang, rasanya tinjuku sudah sangat gatal!" ujar Wang Ziwei.

Namun, ekspresi wajah Yan Jian seketika berubah. Lalu Yan Jian pun berbicara.

"Dia... melawanku ...?!" telunjuk Yan Jian mengarah kepada Wang Ziwei, "Hm! Dia terlalu lemah!" sambung Yan Jian, meremehkan Wang Ziwei.

Jika dibandingkan dengan Binatang Monster Taotie yang saat itu pernah Yan Jian kalahkan, Wang Ziwei memang masih kalah sangat jauh. Namun, perkataan Yan Jian membuat Wang Ziwei sangat marah.

"Bocah tidak tahu diri! Besar sekali ucapanmu!" kata Wang Ziwei, mencabut pedang yang tergantung di pinggangnya.

1
Ruan Yuan
lanjut up thor semangat
APRILAH: asyiappp kak
total 1 replies
Ruan Yuan
mantap Thor, seru.
Ruan Yuan
/Plusone//Rose//Rose/
Ruan Yuan
/Plusone//Plusone//Plusone/
Ruan Yuan
tetap semangat thor, selamat sampai tujuan 👍
Ruan Yuan
yg villain emang selalu tampil beda 😍
Ruan Yuan
mantap thor
Ruan Yuan
tingkatkan semua kemampuan kalian dan buat Kekaisaran Api Agung terkejut
Fajar Fathur rizky
thor lumpuhkan kultivasi fengxian thor
APRILAH: mwehehe, siyappp
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat bantai Klannya fengxian thor
Mamat Stone
/Chuckle/
Mamat Stone
/Tongue/
Mamat Stone
👻
Mamat Stone
🤣
Mamat Stone
Yoi Puput
Mamat Stone
Oke Doski
Mamat Stone
/Smirk/
Mamat Stone
/Joyful/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!