Karina, seorang wanita cantik yang sangat mandiri. Karena di usianya yang baru 23 tahun sudah memiliki toko bakery sendiri hasil kerja kerasnya.
Namun, tiba-tiba saja hidupnya berubah drastis saat ada seorang laki-laki yang datang ke tokonya mencari roti untuk sang ibu, hingga membuat hidupnya terus di hantui oleh laki-laki itu yang ternyata seorang duda.
Andrian Jayatama Persadha, seorang duda berusia 41 tahun, yang sudah menduda selama 7 tahun tiba-tiba saja di paksa menikah lagi oleh ibunya, hingga dia bertemu seorang wanita cantik yang menurutnya tipe idaman ibunya sekali.
Akankah perjuangan Andrian membuahkan hasil untuk mendapatkan hati Karina?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
GenZ
Hanya membutuhkan waktu 20 menit Adrian sampai ke bakery milik istrinya dan dia langsung mencari keberadaan sang istri yang katanya bertengkar dengan ibu-ibu.
Brak!
"Karina, sayang?" seru Adrian mencari keberadaan istrinya.
Deg!
Adrian terkejut melihat Ambar yang berada di toko bakery milik Karina dengan penampilan berantakan. Sudut bibirnya pecah, rambut acak-acakan dan wajah memerah.
Sedangkan istrinya terlihat baik-baik saja dan sedang menikmati matcha latte miliknya.
"Ambar?"
"Adrian?" keduanya sama-sama terkejut.
Ambar siap untuk mengadukan hal ini pada Adrian dan berniat membuat Adrian percaya padanya.
"Adrian, lihat apa yang di lakukan istri kamu. Dia menjambakku dan bahkan sampai menampar wajahku Adrian." adunya pada Adrian berharap laki-laki itu kasihan dan percayaa padanya.
Sedangkan Karina sama sekali tidak menanggapi hal itu. Dia masih ingin melihat sejauh mana wanita itu bereaksi.
Lihat, bahkan dia tidak beraksi apapun ketika wanita itu menceritakan semuanya.
"Karina, sayang apa benar itu semua?" tanya Adrian menghampiri Karina yang terlihat tidak terluka sedikitpun. Hanya bajunya saja yang sedikit kusut.
"Apanya?" tanya Karina balik.
"Apa benar jika kamu yang menampar Ambar dan menjambak ya?"
"Emang iya." jawab Karina santai, membuat Adrian terkejut.
"Aku yang nampar muka Tante itu dan aku juga yang udah Jambak rambutnya. Masih syukur sih aku tampar sama Jambak doang. Tadinya mau aku siram pakai minyak panas bekas goreng donat lagi!" jawabnya tanpa rasa takut sedikitpun.
"Karina, sayang?"
"Apa mau marah karena aku Jambak mantan istri om terus aku tampar gitu?" sahut Karina menatap sengit pada suaminya.
"Karina, bukan seperti itu, sayang. Aku-"
"Adrian, lihat. Bahkan dia mengakui semuanya." sahur Ambar menambah suasana semakin panas membuat Karina muak.
"Bisa diem gak Tan? Kalau gak bisa diem biar aku siram pakai minyak panas beneran. Lagian jadi orang tua kok julid banget jadi orang!"
"Sayang?" tegur Adrian pada Karina yang terlihat sudah tidak terkontrol lagi.
"Tau deh om! Terserah om mau ngapain juga!" pungkas Karina berlalu dari sana dan meninggalkan semua kekacauan yang terjadi membuat Chyntia menatap tajam ke arah Ambar karena dia tau seberapa licik wanita itu.
"Karina, sayang. Kamu mau kemana?" tanya Adrian panik melihat istrinya yang sudah mata begitu.
"Kejar istri kamu Adrian. Soal ini biar aku yang urus!" Adrian mengangguk dan mempercayakan semuanya pada Chyntia dan dia percaya jika Sabahat baiknya itu bisa mengatasi hal itu.
"Adrian, tunggu Adrian. Kita harus bicara!" panggil Ambar saat melihat Adrian yang meninggalkannya dan malah memilih untuk mengejar Karina.
"Heh!" Chyntia menghentikan Ambar yang hendak menyusul Adrian.
"Lepaskan tanganmu Chyntia!"
"Tidak akan!" jawab Chyntia yang tau seberapa liciknya Ambar.
"Aku bilang lepasin!" sentak Ambar menghentak tangannya agar terlepas dari Chyntia.
Melihat Adrian yang sudah masuk ke dalam mobil bersama Karina. Lebih tepatnya memaksa Karina untuk masuk barulah Chyntia melepaskan Ambar.
"Wah, ternyata kamu menemukan imbangmu bukan?"
"Apa maksud mu Chyntia?" tanya Ambar Tidka terima.
"Kenapa? apa ada yang salah dengan kata-kata ku?" Chyntia melipat kedua tangannya dan menatap remeh pada Ambar disana.
"Minggir! Aku ingin menyusul Adrian!"
"Tidak akan! Aku tidak akan membiarkanmu mendekati Adrian lagi. Lihat, Adrian bahkan sangat mencintai istrinya. Dia begitu mengkhawatirkan keadaan istrinya yang sama sekali tidak terluka. Tapi lihat dirimu Ambar, kau terluka, bibir mu pecah, pipimu merah dan lihat penampilan mu. Anak sekecil itu bisa melawan mu dan membuat mu tidak berkutik seperti kau masih ingin mengganggunya? Kau harus ingat Ambar, jika Karina itu GenZ. Dan kau tau apa itu artinya? tidak ada yang di takutnya. Dia bahkan berani menampar wajahmu. Jadi aku ingatkan sekali lagi untuk tidak menganggu hubungan mereka jika tidak ingin kah terluka lebih parah dari ini!" ucap Chyntia membuat Ambar terdiam.
Dia benar-benar tidak tau harus mengatakan apa lagi. Sudut bibirnya terasa perih dan pipinya panas. Kepalanya juga berdenyut karena perbuatan Karina padanya tadi.
***
belajar memangil mas jan om