Lyra Aldebaran hanya ingin melupakan pengkhianatan yang menghancurkan pertunangannya. Namun satu malam di klub hotel mewah mempertemukannya dengan pria yang tidak seharusnya ia kenal.
Darius Baskara, Pria dingin dan berbahaya yang menguasai dunia gelap kota. Sebuah kejadian membuat mereka terjebak bersama sepanjang malam. Lyra mengira semuanya akan berakhir saat pagi datang. Ia salah,Karena bagi seorang mafia seperti Darius Baskara, sekali ia menginginkan sesuatu, ia tidak akan pernah melepaskannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini Andreina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Serangan
Malam di rumah sakit yang biasanya sunyi berubah menjadi medan perang kecil. Di lorong lantai ICU, lampu putih menyala terang, Namun langkah kaki berat mulai terdengar dari tangga darurat. Empat pria bersenjata bergerak cepat menyusuri koridor. Salah satu dari mereka berbisik pelan, "Target di ruang ICU."
Yang lain mengangguk "Ambil gadis itu hidup-hidup."
Mereka tidak tahu Di ujung lorong, dua pengawal Darius sudah berdiri berjaga. Salah satu pengawal langsung menyadari sesuatu "Ada gerakan!"
Detik berikutnya...
DOR!
Tembakan pertama meledak di lorong rumah sakit.
Perawat menjerit, Lampu di beberapa bagian berkedip. Pengawal langsung membalas tembakan.
DOR! DOR! DOR!
Lorong berubah kacau, Sementara itu di dalam ruang ICU.Elena berdiri di samping tempat tidur Lyra. Ia mendengar suara tembakan dari luar, Ekspresinya berubah serius. Ia menatap Lyra yang masih tidak bergerak "Lihat?" Ia berbisik pelan "Kehidupanmu tidak pernah tenang."
Ia berjalan menuju pintu, Namun sebelum keluar Ia berhenti sebentar dan menatap perut Lyra. Matanya melembut sedikit "Kau harus bertahan."
Kemudian ia membuka pintu. Di lorong, salah satu pria Viktor berhasil menjatuhkan seorang pengawal.
Ia berlari menuju ruang ICU, Namun ketika ia masuk, Ia melihat Elena berdiri di tengah ruangan Pria itu tertawa kecil "Bagus." Ia mengangkat pistol "Di mana gadisnya?"
Elena tidak terlihat takut sedikit pun, Ia menatap pria itu dengan dingin "Kau terlalu muda untuk tahu siapa yang kau hadapi."
Pria itu menyeringai "Aku tidak peduli."
Namun sebelum ia sempat menekan pelatuk—
Gerakan Elena sangat cepat, Ia menarik pistol kecil dari balik mantel.
DOR!
Peluru mengenai bahu pria itu, Ia terjatuh. Elena mendekat dan menendang senjatanya menjauh.
Pria itu menatapnya dengan terkejut.
"Kau…"
Elena berkata dingin.
"Aku pernah hidup lebih lama di dunia ini daripada Darius."
Di luar ruangan Pertempuran masih berlangsung. Namun suara mobil yang melaju kencang tiba-tiba terdengar di halaman rumah sakit. Mobil hitam berhenti dengan rem keras, Pintu terbuka, Darius keluar. Tatapannya langsung tajam ketika mendengar suara tembakan dari dalam gedung. Leon di belakangnya berkata cepat,
"Tim kedua sudah masuk!"
Darius berjalan masuk ke rumah sakit dengan langkah cepat, Di tangannya sudah ada pistol.
Di dalam lorong Salah satu pria Viktor menoleh.
Namun sudah terlambat.
DOR!
Pria itu jatuh.
Darius berjalan melewati tubuhnya tanpa ekspresi.
"Tuan!" teriak salah satu pengawal.
"ICU aman!"
Darius langsung menuju ruang itu, Ketika ia masuk.Ia melihat Elena berdiri di sana dengan pistol di tangannya, Pria yang mencoba menyerang tadi sudah tidak berdaya di lantai, Elena menoleh.
"Kau lama sekali."
Darius tidak menjawab, Tatapannya langsung menuju Lyra. Wanita itu masih terbaring di tempat tidur.
Tidak bergerak, Namun tiba-tiba Mesin monitor berbunyi lebih cepat.
BIP! BIP! BIP!
Seorang dokter berlari masuk "Apa yang terjadi?"
Ia melihat monitor, Ekspresinya berubah terkejut.
"Ini…"
Elena menatapnya "Apa?"
Dokter berkata dengan suara tidak percaya. "Ada aktivitas saraf yang meningkat."
Darius menatap Lyra "Artinya?"
Dokter berkata cepat."Dia mungkin sedang mencoba bangun."
Sunyi menyelimuti ruangan, Darius perlahan mendekat ke tempat tidur, Ia menggenggam tangan Lyra "Lyra." Tidak ada jawaban, Namun detik berikutnya Jari Lyra bergerak sedikit, Sangat kecil.
Namun semua orang melihatnya Elena menutup mulutnya.
Dokter berkata pelan "Itu reaksi."
Namun saat yang sama Di luar rumah sakit Sebuah mobil hitam berhenti di seberang jalan. Di dalam mobil itu Viktor duduk tenang, Ia melihat ke arah gedung rumah sakit. Salah satu anak buahnya berkata, "Tuan… serangan gagal."
Viktor tersenyum kecil "Tidak masalah."
Matanya menyipit ke arah lantai ICU. "Aku hanya ingin melihat sesuatu."
"Apa?"
Viktor menjawab pelan.
"Seberapa jauh Darius akan melindunginya."
Ia menyalakan rokok.
"Dan sekarang aku sudah tahu jawabannya."
Asap keluar perlahan dari bibirnya.
"Permainan ini baru saja masuk babak berikutnya."