Kara seorang artis cantik yang mengalami kecelakaan dan masuk ke dalam novel kebencian memerankan seorang wanita bernama Aleca seorang istri yang di nikahi suaminya karena sebuah dendam.
Dengan jiwa tangguh dan pengalaman hidupnya sebagai pabrik figur, dia mengubah takdir istri yang teraniaya itu dengan kekuatan baru.
Matanya yang dulu bercahaya kini membara, Dan suaranya yang dulu lembut kini tegas. Dia siap melawan suaminya yang menindasnya, dan mengambil kembali kendali kehidupan yang layak untuk sang istri yang lemah.
"Aku sudah siap bermain!” katanya dengan senyum dingin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elzaluza2549, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nyonya Shofia
Aleca merasa tak ada penyesalan sedikit pun tentang apa yang telah ia perbuat pada pria yang hampir saja membuat kulitnya melepuh. Aleca terduduk santai di kursi ruang tamu sambil memotong kuku tangannya yang sudah panjang.
Sri lagi-lagi datang menganggu mod nya saja.“Kamu masih bisa bersantai setelah apa yang telah kamu perbuat pada Tuan Luiz. Lihat saja mungkin tuan Luiz akan memanggil polisi untuk menangkap mu!”
“Kamu mengancam saya!?”
“Yah tentu saya Mengancam kamu,kamu bersikap seperti majikan di rumah ini padahal kamu hanyalah seorang...
“Istri..”Kata Aleca menyambar kata-kata Sri.“Di sini aku bukan seorang pelayan lagi,saya adalah istri tuan mu sekaligus majikan mu!”Aleca lantas berdiri lalu mengambil kemoceng yang ada di tangan Sri.“Bahkan bila kamu berani bersikap tidak sopan kepada maka saya tidak akan segan-segan untuk...
Kreggg......
Aleca mematahkan kemoceng itu dengan kedua tangannya.Sri membulat kan mata mulutnya terbuka lebar.
“Kau tak ingin kan tubuh mu saya patahkan juga!”
...****************...
Bima Asisten Luiz berada di rumah sakit tentu saja untuk menjenguk atasan nya yang terbaring cukup memprihatinkan.
“Apa yang terjadi dengan mu pak, kenapa bisa sampai seperti ini?”
“saya hanya terjatuh,”
Bima mengangkat satu alis, tidak percaya dengan jawaban Luiz. "Terjatuh, dengan cedera seperti ini pak.”
“Ah sudah lah kamu jangan banyak bicara, cepat katakan apa terjadi sesuatu di perusahaan hari ini?”
“Begini pak klien utama kita ingin mengadakan pertemuan siang ini tapi melihat kondisi pak Luiz__”Bima berhenti sejenak.“Apakah mungkin rapat itu di tunda dulu saja pak karena mereka hanya ingin bertemu dengan pak Luiz.”
Luiz menggeram dalam hati, "Tidak bisa ditunda. Katakan pada klien bahwa saya akan hadir, walaupun harus di atas kursi roda. saya harus menunjukkan bahwa saya masih bisa mengontrol semuanya.”
Bima mengangguk, "Baik, Pak. Saya akan memberitahu mereka.”
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
“Oh jadi kamu wanita yang sudah membuat putra saya terbaring di rumah sakit!”
Aleca meringis kesakitan saat telinganya di tarik oleh seorang wanita paruh baya yang entah datang dari mana dan wanita ini siapa.
“Aaaaaa sakit... apa yang kamu lakukan!”
“Berani sekali kamu membuat anak saya menderita terbaring di ranjang rumah sakit!”
“Apa anak Atau jangan-jangan wanita ini adalah nyonya besar yang di bicarakan Iren semalam”Wanita paruh baya itu, yang ternyata adalah nyonya Shofia Mama nya Luiz
Nyonya Shofia menarik telinga Aleca semakin keras, "Kamu pikir kamu bisa berbuat apa saja pada anak saya? Kamu akan membayar ini semua!"
ALeca mencoba melepaskan diri, dengan menginjakan kakinya di kaki nyonya Shofia membuat nyonya Shofia menggereram karena rasa sakit di kakinya serta melepaskan pegangannya pada telinga Aleca.
Aleca mengusap usap telinganya yang masih terasa panas akibat jeweran wanita paruh baya ini.
Nyonya Shofia masih tak tinggal diam, sehingga ia ingin melayangkan tamparan nya namun tampaknya berhenti di udara.ALeca melepas sandal yang ia kenakan lalu mengancam wanita itu.
"Jangan coba-coba! Saya tidak akan ragu untuk membela diri." Catrin dan Iren yang melihat adegan itu hanya bisa menahan napas.“Menjauh dari saya, atau kamu ingin nasib mu berakhir sama seperti anak mu itu”
“Oh kamu berani mau pukul saya pakai sandal!”
Sri datang dan menarik nyonya Shofia untuk menjauhi target.“Nyonya ini bukan waktu yang tepat karena percuma nyonya berargumen dengan wanita ini”
“Lihat saja saya akan memanggil polisi untuk menangkap mu!”Nyonya besar Mengancam berharap Aleca akan takut dak Segera luluh.
ALeca tersenyum menantang lalu dengan cekatan ia menarik lengan bajunya ketika atas.di sana terlihat jelas memar biru dan sedikit luka yang sudah mengering.
“Akan saya beri tahu pula pada polisi jika putra mu itu telah melakukan penganiayaan terhadap istrinya.Bagaimana apa anda setuju untuk membawa polisi kemari?”Tantang Aleca.
Nyonya Shofia tak berani menjawab ia hanya diam. Menurutnya Aleca bukan lah wanita biasa.
“Ayolah nyonya kita pergi dari sini,”
Aleca kembali tertawa jahat sebelum pergi dari sana ia menunjukkan fu*ckyou kepada mereka berdua.“Sri sepertinya putra ku itu telah menikahi seorang iblis!”
...****************...
Aleca merenggangkan tubuhnya setelah semalaman menghabiskan waktu menjahit baju rancangan nya. bahkan nanti nya baju-baju yang telah di jahit ini akan ia iklankan di media sosial milik Catrin atau Iren.
tok
tok
tok
“mbak ALeca..mbak Aleca apakah mbak sudah tidur!?'’
Aleca terhentak ketika mendengar pintu kamar nya di ketuk oleh seseorang.
‘Jam 1 dini hari kenapa malam sekali’Gumam ALeca segera bangkit dari pekerjaannya.
Ketika Aleca membuka pintu ternyata Catrin berdiri sana dengan senyuman yang tak dapat di artikan.“Mbak ini loh barusan saya mendapatkan chat dari seseorang”Kata Catrin sambil menunjukan ponselnya kepada ALeca.“Blouse yang mbak buat kemarin kan saya foto tadi terus saya masukan ke media sosial saya sekitar jam 12 malam dan mbak lihat hasilnya"
Kedua mata aleca bulat memperhatikan sebuah pesan masuk yang berminat blouse yang ia jual kemarin seharga 2 juta.
“Padahal di sini saya tidak meletakkan harga, tapi blouse yang mbak Aleca buat di minati oleh orang ini”
“Tapi Cat, harga yang di patok terlalu mahal untuk blouse biasa seperti ini”
“Coba kamu balas begini saja. Maaf Bu blouse ini hanya berlaku 100 ribuan saja dan bukan 2 juta”
“Baik mbak akan saya balas,”Kata Catrin yang mulai mengetik sebuah pesan.
“Eh mbak orang ini menelpon angkat atau tidak?”
“Biar saya yang bicara,"
...****************...
Aleca tengah berada di sebuah konter ia membeli ponsel baru di sana. Ponsel yang ia beli tidak begitu mahal berkisar sekitar 1 jutaan dan tidak seperti ponsel keluaran terbaru yang sedang populer pada umumnya bahkan ponsel yang ia beli merupakan hasil kerja kerasnya menjual blues yang berhasil di beli seseorang seharga 2 juta.
Ketika sudah membeli ponsel Aleca pun mampir ke toko jenis-jenis alat jahit,manik manik baju, kancing,dan juga benang warna warni.
kini semua peralatan yang ia butuhkan telah ia beli semua,dan akhirnya Aleca memutuskan untuk pulang.
*
*
*
*
*
"Baru pulang mbak?” tegur Iren saat Aleca masuk ke dapur. sementara Catrin mengisi kulkas dengan sayuran dan daging.
“Ya sekitar 15 menit yang lalu”Ucap Aleca sembari menuangkan air putih ke dalam gelas.
“Mbak ada seorang wanita yang mengirim pesan ke saya katanya dia ingin sekali bertemu secara langsung dengan mbak ALeca"Kata Iren.
“Apa membahas soal baju?”
Iren mengangguk.“Iya mbak sepertinya wanita seorang pengusaha sukses yang terkenal.”
“Yasudah kalau dia ingin bicara dengan saya, kamu tinggal berikan nomor saya saja pada beliau”
“Baik mbak"
"Oh iya terima kasih yah atas bantuan kalian berdua kalau tanpa kalian saya tidak tau lagi harus bagaimana dan saya berjanji jika hasil jualan baju itu laku maka saya akan memberikan kalian bonus”Aleca tersenyum sembari senang menarik kursi lalu duduk di sana.
“Iya sama-sama mbak lagian karena keseringan bantuin mbak bikin baju jadinya kita bisa ada bakat pengalaman”Kata Catrin.
“Kebetulan saya juga membeli ponsel baru dan tentunya saya akan membuat akun penjualan juga di ponsel itu dan selain berjualan di ponsel saya juga akan menjual beberapa pakaian di depan rumah ini”
“Apa mbak Aleca gak salah mau jualan pakaian itu di depan rumah?”Tanya Iren.
“Iya entah kenapa saya begitu tertarik berjualan di depan rumah, apalagi jalan di depan rumah ini adalah akses orang-orang yang memiliki roda 4”
“Terus bagaimana kalau nyonya Shofia dan Tuan Luiz mbak, mereka pasti marah
tentunya”
“Walaupun mereka marah saya sudah pasti akan memarahi mereka kalian tau sendiri kalau saya tidak takut dengan mereka”
smgt nulisnya di tunggu selalu up ny