"Jika dunia membuangmu, ingatlah ada satu orang yang akan menghancurkan dunia demi menjemputmu kembali."
Bagi Kyrania Ruella, masa kecil di desa Sukamaju adalah satu-satunya memori indah yang tersisa. Di sana ada Herjuno Allegra, bocah dekil pembawa ketapel yang selalu melindunginya dari nyamuk hingga anak-anak nakal. Namun, takdir memisahkan mereka secara paksa saat Kyra diseret kembali ke kota oleh ayahnya yang serakah. Hidup Kyra bak di neraka. Menjadi istri dari Nathan Sagara, pria kaya yang patriarki dan pelit, Kyra diperlakukan lebih rendah dari pelayan. Ia terjebak dalam pernikahan hampa, bahkan nyaris dijual oleh suaminya sendiri demi menutupi hutang keluarga.
Di saat Kyra nyaris menyerah pada hidupnya, Juno kembali. Namun, ia bukan lagi bocah desa pembawa ketapel. Ia kini adalah Herjuno Allegra, pewaris tunggal kerajaan bisnis raksasa yang dingin, berkuasa, dan sangat protektif.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sisa Merah dan Harga Sebuah Nyawa
Di bawah cahaya lampu kota yang menembus jendela kaca penthouse, Juno menatap Kyra yang terlelap dengan napas teratur. Tubuh wanita itu tampak rapuh namun cantik di balik selimut sutra, dengan jejak-jejak kemerahan yang ia tinggalkan di bahu Kyra—tanda kepemilikan yang selama ini tertunda.
Juno beranjak pelan, mengambil ponselnya dan melangkah ke ruang kerja. Suaranya rendah namun penuh otoritas saat menghubungi asisten pribadinya.
"Pindahkan Ibu Kyrania dari rumah sakit jiwa itu sekarang juga. Gunakan helikopter medis jika perlu. Pastikan beliau sudah dalam perjalanan ke Singapura sebelum matahari terbit. Aku ingin dokter spesialis terbaik sudah menunggu di sana. Jangan ada kesalahan sedikit pun."
Setelah menutup telepon, ponsel Kyra di nakas bergetar hebat. Nama NATHAN menyala di layar untuk yang kesekian kalinya. Juno menyeringai dingin, lalu menekan tombol hijau.
"Halo?" suara Juno terdengar santai, sangat kontras dengan kemarahan di ujung telepon.
"Siapa kamu?! Dimana istriku?!" teriak Nathan dengan suara melengking yang penuh kepanikan.
Juno terkekeh pelan. "Istrimu sedang tidur pulas di sampingku, Nathan. Dia tampak sangat lelah... dan sangat puas. Sesuatu yang sepertinya tidak pernah ia rasakan selama lima tahun bersamamu."
"Kamu—! Aku akan melaporkanmu! Perzinahan—"
"Tunggu sebentar, akan kukirimkan buktinya agar kamu tidak perlu repot berimajinasi," potong Juno dingin.
Juno kembali ke tempat tidur, ia merebahkan diri di samping Kyra yang masih terlelap, menarik bahu polos Kyra ke dalam dekapannya, lalu mengambil foto selfie. Dalam foto itu, Juno terlihat menatap kamera dengan tatapan menang, sementara Kyra tertidur di dadanya dengan tanda merah yang jelas di leher.
Klik. Pesan terkirim.
Setelah memastikan pesan itu dibaca, Juno langsung menghapus semua riwayat panggilan dan pesan di ponsel Kyra, lalu meletakkannya kembali di nakas. Ia ingin Kyra merasa semua ini hanya mimpi indah sebelum ia menyelesaikan "sampah" bernama Nathan.
Keesokan Harinya, Pukul 06.00 WIB.
Kyra terbangun dengan rasa sakit yang aneh namun nikmat di sekujur tubuhnya. Ingatannya kembali pada malam tadi, dan wajahnya memanas. Ia menoleh ke samping, melihat Juno yang tampak masih tertidur pulas dengan wajah tenang.
Ketakutan mendadak menyergap Kyra. Realita menghantamnya—ia masih istri sah Nathan. Pikirannya langsung tertuju pada ibunya. Jika Nathan tahu aku di sini, dia akan mencelakai Ibu.
Dengan terburu-buru dan tangan gemetar, Kyra memakai pakaiannya kembali. Ia meninggalkan penthouse itu tanpa pamit, berlari keluar menuju lobi dan segera memesan taksi kembali ke apartemen dingin miliknya dan Nathan. Ia tidak tahu bahwa Juno hanya berpura-pura tidur, mengawasinya pergi dengan tatapan yang sulit diartikan.
Begitu pintu apartemen terbuka, suasana mencekam menyambut Kyra. Nathan sudah duduk di meja makan, bukan dengan sarapan, melainkan dengan tumpukan kertas laporan dan wajah yang merah padam.
"Dari mana saja kamu?!" Nathan membentak tanpa berdiri dari kursinya.
Kyra menelan ludah, ia sengaja menarik kerah bajunya sedikit lebih rendah, memperlihatkan tanda merah (hickey) yang mencolok di lehernya. Ia ingin Nathan murka sebagai seorang suami, ia ingin Nathan merasa cemburu.
"Aku... aku tertidur di tempat reuni, Mas," bohong Kyra, matanya menantang mata Nathan.
Namun, Nathan justru membuang muka dengan kasar. Ia tidak bertanya tentang tanda merah itu. Ia tidak bertanya siapa pria yang bersamanya.
"Terserah kamu mau tidur di mana! Yang jadi masalah sekarang adalah ibumu!" Nathan menggebrak meja dengan kalkulator di tangannya. "Rumah sakit jiwa menelpon tadi pagi. Ibumu hilang! Ada orang yang menjemputnya paksa!"
Kyra tertegun. "Ibu hilang?"
"Iya! Dan kamu tahu apa yang membuatku marah?" Nathan berdiri, menunjuk wajah Kyra dengan penuh kebencian. "Aku sudah membayar biaya Rumah sakit itu untuk dua bulan ke depan! Jutaan rupiah, Kyra! Dan sekarang kalau dia hilang atau mati, uangku hangus begitu saja! Sia-sia aku membiayai wanita gila itu kalau akhirnya dia hilang!"
Dunia Kyra seolah runtuh. Bukan karena ibunya hilang—karena ia punya firasat ini adalah perbuatan Juno—tapi karena batinnya hancur mendengar ucapan Nathan. Pria ini sama sekali tidak khawatir pada keselamatan mertuanya. Ia hanya meratapi uangnya yang "hangus".
Kyra menatap suaminya dengan tatapan paling jijik yang pernah ia miliki. "Hanya itu? Hanya uang itu yang kamu pedulikan?"
"Tentu saja! Memangnya apa lagi?! Aku tidak butuh beban tambahan!" Nathan berjalan mendekat, ia melihat tanda merah di leher Kyra, tapi ia hanya mencibir. "Dan tutupi lehermu itu. Menjijikkan. Jangan sampai kolega bisnisku lihat kamu berantakan seperti sampah begini."
Kyra tertawa pahit, air matanya jatuh. Nathan bahkan tidak merasa harga dirinya terinjak sebagai pria; dia hanya peduli pada citra dan koin di sakunya.
Kyra tidak tahu, bahwa di ponsel Nathan yang tergeletak di meja, sebuah foto dari nomor tak dikenal sedang menunggu untuk dibuka—foto yang akan mengubah kemarahan Nathan dari masalah "uang hangus" menjadi badai yang lebih mengerikan.
😍😍😍
didunia nyata ada gak sihh cowok kayak juno 🤭🤭🤭
kasihan kyra udah terlalu banyak menderita apalagi lg hamil skrng 🥹🙏
cintanya ugal-ugalan bet daahh....
baguslah.... buang eek ayam dapet berlian nih si Kyra.. /Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
daripada sama cowok pelit/Bye-Bye/