NovelToon NovelToon
Agen Paling Dingin

Agen Paling Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Gangster / Action / Komedi
Popularitas:510
Nilai: 5
Nama Author: Di Persingkat Saja DPS

Mengisahkan seorang agen kocak tapi cool

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Di Persingkat Saja DPS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Semua target telah di tangkap, kembali ke markas

Target pun berhasil di masukan ke dalam mobil box

Setelah selesai, Lukman pun di kabari untuk segera meninggalkan villa itu karena mereka akan lanjut ke sektor berikutnya.

Hal yang sama mereka lakukan di sektor-sektor selanjutnya.

Pertama mencari informasi, kedua merancang rencana dan uang ketiga langsung eksekusi menculik target.

Seminggu lebih pun berlalu.

Pada saat itu Wawan dan kelompoknya telah berhasil menangkap semua terget buruan mereka.

Yang mana semua targetnya itu di tempatkan di dalam mobil yang sama yang mereka tempati saat ini.

Tentu. Itu membuat mobil menjadi sempit dan mengeluarkan bau-bau yang sangat tidak sedap hasil dari keringat para tahanan.

"Astaga! Kenapa makin hari tempat ini makin bau saja!" Keluh Raisya sambil menutup hidung.

Lukman pun menjelaskan. "Wajar lah, kalau tempat ini bau karena aroma keringat semua orang bercampur di dalam box ini!"

Raisya makin terlihat tidak suka dan ingin cepat-cepat keluar dari tempat ini.

"Berapa lama lagi kita akan tiba di markas? Aku sudah tidak tahan!" Keluh Raisya sambil mengibas-ngibaskan tangannya di depan hidung.

"Sabar... Mungkin sebentar lagi kita akan sampai!"

Di sisi lain, Wawan yang sedang mengemudi tampak biasa saja pada awalnya.

Tapi... Selang beberapa saat Wawan tiba-tiba mulai merasakan rasa ngantuk yang sangat hebat.

Itu karena selama seminggu lebih ini ia sama sekali belum istirahat dengan benar.

Apalagi, pada saat ini Wawan duduk seorang diri di kursi kemudi jadi tidak ada yang bisa menggantikannya meskipun Wawan merasa sangat mengantuk.

Wawan pun terlelap untuk sesaat karena sudah tidak tahan lagi.

Beruntungnya, Wawan tidak mengalami kecelakaan berat kecuali mobil yang menyerap pembatas jalan.

Guncangan karena menyeret pembatas jalan itu membuat semua orang yang ada di dalam mobil terkejut.

"Astagfirullah!!" Wawan sadar kembali dan segera menginjak pedal rem.

Mobil akhirnya berhenti dengan selamat meskipun kejadian tadi agak membuat panik.

Wawan dan beberapa orang di dalam box turun dan memeriksa apa yang telah terjadi.

"Ada apa ini?!" Tanya Lukman pada Wawan yang sudah berdiri sambil melihat penyokan di body mobil.

"Aku nabrak pembatas jalan tadi!" Jawab Wawan tanpa menoleh dan hanya fokus pada penyokan di mobil.

Dalam benaknya, Wawan berpikir dia mungkin harus ganti rugi atas kerusakan mobil ini.

"Loh, kok bisa nabrak sih!?" Kata Raisya.

"Aku ngantuk tadi!"

"Kalau ngantuk kenapa tidak bilang? Kan aku bisa gantikan kamu untuk menyetir mobil!" Kata Lukman.

Dari kejauhan sebuah mobil polisi terlihat melaju menghampiri kelompok Wawan.

Melihat itu Wawan dan anggota tim nya mulai panik karena melihat ada polisi yang datang.

Kalau mereka ketahuan membawa banyak orang di dalam box mobil mereka pasti akan di sangka penculi.

"Wah, bahaya nih!" Kata Wawan dengan ekspresinya yang masih datar namun hatinya merasa resah.

Setibanya di dekat kelompok Wawan, para polisi yang berjumlah dua orang itu keluar dan menghampiri Wawan.

"Ada apa ini!?" Tanya seorang polisi yang punya perut agak buncit.

"Kecelakaan pak!" Jawab Wawan.

"Kok bisa!?"

"Ya, bisa lah pak. Yang namanya kecelakaan bisa terjadi sama siapa aja!" Pihak kepolisian terdiam ketika mendengar perkataan Wawan.

Ada benarnya apa yang Wawan katakan tadi, tapi...

Sepertinya bukan itu yang mau di tanyakan oleh pihak kepolisian.

"Maksud saya... Kenapa bisa kecelakaan? Anda mengantuk atau mobilnya yang bermasalah!?" Kata polisi tadi.

"Saya ngantuk pak, makanya tadi kecelakaan!" Jawab Wawan.

"Oh, begitu...!" Polisi itu melihat kantung mata Wawan yang begitu gelap.

Ia sadar kalau Wawan benar-benar kurang istirahat makanya tidak heran kalau Wawan merasakan kantuk yang begitu kuat.

"Memang apa yang kalian bawa di dalam sana!" Satu polisi kemudian berjalan melihat-lihat bos mobil.

Tentu itu membuat Wawan dan kelompoknya agak was-was dan takut kalau mereka akan menyadari sesuatu.

"Itu pak... Yang ada di dalam sana ada sesuatu yang di minta untuk di bawa oleh bos kami!" Kata Wawan.

"Sesuatu itu apa!?"

Wawan sejenak terdiam karena tidak tahu harus menjawab apa.

Ia mulai panik karena Wawan benar-benar merasa takut kalau dia akan ketahuan dan di cap sebagai kriminal.

Belum sempat Wawan mencari solusi, tiba-tiba saja ada suara yang datang dari dalam mobil.

Brakk!!

"Hah? Apa itu!?" Tanya polisi tadi ketika suara tadi terdengar.

Hal itu membuat para polisi itu langsung pergi ke belakang mobil untuk melihat apa yang ada di dalam.

Tanpa berkata apa-apa lagi mereka langsung membuka pintu agar mereka bisa melihat apa yang ada di dalam sana.

Alangkah terkejutnya para polisi itu ketika mereka melihat ada banyak orang di dalam box mobil.

Apalagi semua orang yang ada di dalam sana dalam keadaan terikat dan mulut mereka di lakban.

Karena sudah ketahuan, Wawan dan kelompoknya tak punya pilihan lain selain membuat para polisi tadi pingsan.

Duaggg!!

Akhirnya, para polisi tadi di angkut bersama dengan para tahanan di dalam box mobil.

Wawan yang duduk di kursi kemudi bersama Lukman pun bertanya.

"... Apa tidak apa-apa kita membawa polisi ke markas!?" Tanya Wawan pada Lukman yang sedang mengemudi.

"Kita sudah ketahuan dan wajah kita juga sudah terlihat. Kalau kita tinggalkan para polisi tadi yang ada kita akan jadi buronan!" Jawab Lukman.

Wawan langsung mengerti dengan apa yang mau di sampaikan oleh Lukman, makanya ia langsung diam.

Seleng beberapa saat kemudian, mereka tiba di markas yang mana komandan terlihat sudah menunggu bersama seseorang.

Orang yang menunggu dengan komandan tidak lain dan tidak bukan adalah wakilnya yang selama ini sedang dalam tugas, makanya ia tidak pernah muncul sebelumnya.

Mobil pun di masukan ke garasi yang tepat berada di samping markas dan garasinya langsung di tutup setelah mobil masuk.

Wawan selalu kapten dalam misi ini pun melaporkan keberhasilan misi mereka pada komandan.

"Lapor, pak. Kami berhasil menjalankan tugas dan membawa para tersangka ke sini!" Komandan hanya mengangguk.

Kemudian komandan membuka pintu box mobil dengan tangannya.

Komandan melihat ke dalam box, tempat ia di kejutkan oleh dua orang polisi di antara para tahanan.

"Kenapa kalian bawa polisi juga? Apa mereka juga terlibat dalam kasus ini!?" Tanya komandan pada Wawan.

"Tidak pak. Mereka kami bawa karena mereka memergoki kami membawa orang di dalam mobil jadi daripada nanti makin merepotkan kami bawa saja mereka sekalian!"

Komandan sempat terdiam mendengar perkataan Wawan.

Ia sebenarnya paham dengan maksud dari tindakan Wawan itu, tapi....

"Kalian kan bisa saja bilang kalau kalian ini anggota kesatuan kusus yang bertugas menangani penjahat secara rahasia!"

"Kenapa harus sampai menyekap para polisi segala!?" Wawan terdiam di sini.

Ia baru sadar kalau ia bisa melakukan itu tadi, tapi karena panil ia tidak ke pikiran untuk melakukannya.

Akhirnya para polisi tadi di lepaskan dan di beri penjelasan oleh komandan.

Sebenarnya para polisi tadi marah, tapi karena komandan punya jabatan yang lebih tinggi dan ada alasan khusus kenapa mereka melakukan semua ini.

Para polisi itu tidak bisa bicara apa-apa.

Mereka hanya pasrah dan menganggap kalau kejadian tadi tidak pernah terjadi.

1
Ai_Li
Saya mampir kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!