Alana adalah jaksa muda yang cerdas, karirnya menanjak drastis, berkacamata tebal, kaku, dan berpenampilan tidak menarik untuk menyembunyikan kecantikannya karena ia memiliki trauma di masa lalu terkait dengan kecantikan. Suatu ketika Alana menerima banyak sekali ancaman dan setelah itu, teman kantornya mengajaknya ke perusahaan besar yang menyediakan jasa bodyguard. Alana terpaksa mendatangi perusahaan besar itu meskipun ia tahu pemiliknya adalah pria yang selalu ia hindari, Archie Cwvendish. Archie adalah kakak tirinya Arthur dan Arthur adalah mantan pacarnya Alana. Archie juga dulunya tutornya Alana dan Archie diam-diam jatuh cinta pada Alana tapi Archie memilih mundur saat Arthur mengatakan bahwa Arthur mencintai Aluna. Apa yang akan terjadi saat Alana nekat menemui Archie dan meminta Archie menjadi bodyguard-nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lizbethsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masak
"Kenapa tiba-tiba kamu......"
"Aku minta maaf. Aku yang salah. Aku tidak bisa mencintai kamu meskipun saat kamu nembak aku, aku mau berusaha mencintai kamu tapi ternyata sampai detik ini aku belum bisa........"
"Kamu bisa terus berusaha Archie. Aku tidak masalah dengan itu. Aku bisa terus bersabar menunggu waktunya kamu mencintai aku. Yang penting aku mencintai kamu dan ....."
"Itu tidak adil buat kamu Rose dan itu membuatku didera rasa bersalah setiap harinya"
"Apakah sudah ada wanita lain di hati kamu?"
"Selama ini tidak ada wanita lain di hatiku selain dirinya. Cinta pertamaku. Aku tidak bisa berhenti mencintai cinta pertamaku. Maafkan aku Rose. Kita putus dan aku akan kabulkan apapun permintaan kamu sebagai penebusan rasa bersalahku karena sudah membuang waktumu untuk terus berada di sampingku"
"Siapa wanita itu?"
"Kamu tidak mengenalnya dan maaf aku tidak bisa menyebutkan namanya" Mata Archie menunduk penuh rasa penyesalan.
"Baiklah kita putus Archie Cavendish dan aku minta kalung berlian yang kemarin aku inginkan pas kita datang ke pameran berlian"
Klik! Rosaline memutuskan sambungan telepon itu.
Archie meraup kasar wajahnya lalu ia menelepon asisten pribadinya.
Raymond bangun dengan kesal. Meskipun dia sudah terbiasa diganggu oleh bosnya di jam tidur nyenyaknya, ia tetap saja merasa kesal. "Halo?" Suara serak Raymond khas orang yang baru bangun tidur langsung menyusup tajam ke telinganya Archie.
"Pesankan Berlian dari pameran Harvey seminggu yang lalu. Warna biru berbentuk airmata sama kalung emasnya 24 karat berbentuk rantai lalu kirimkan ke Rosaline besok pagi"
"Baik, Bos" Sahut Raymond dengan mata yang masih terkantuk-kantuk dan kepala yang sesekali jatuh ke bawah saking ngantuknya.
"Terus, aku mau ambil cuti selama tiga bulan. Aku ingin jadi bodyguard atas Alana Wilde"
"Hah?!" Kepala Raymond sontak tegak sempurna dan kepalanya melotot tajam. Pasalnya, Archie Cavendish tidak pernah menjadi bodyguard untuk semua kliennya tapi kenapa kali ini Archie Cavendish tiba-tiba mau menjadi bodyguard untuk klien yang, yeeaahhh, galaknya minta ampun. Bahkan Archie Cavendish sampai mengambil cuti selama tiga bulan dari pekerjaannya menjadi dokter bedah di rumah sakit swasta milik, ya, meskipun rumah sakit itu memang milik kakeknya Archie Cavendish sendiri.
"Kenapa hah?!" Sembur Archie.
Raymond meraup wajah tampannya lalu buru-buru berkata, "Ya, karena itu aneh. Bos nggak pernah mau menjadi bodyguard untuk semua klien yang datang ke kita tapi ini......"
"Karena klien kali ini istimewa bagiku"
"O, oke, baiklah. Lalu kenapa harus ambil cuti segala?" Raymond mulai merosot turun dari ranjangnya.
"Karena kasus kali ini istimewa bagiku"
"Oke, baiklah. Lalu, apa alasannya mengambil cuti setahun? Keluarga Anda pasti bertanya nanti. Ke saya dulu sebelum ke Anda"
"Katakan saja aku ingin rehat dari dunia kedokteran"
"Baik, Bos" Sahut Raymond setelah menenggak satu gelas air putih.
Klik! Archie mematikan panggilan teleponnya dan setelah itu Archie menjatuhkan dirinya di atas ranjang lalu jatuh tertidur dengan mimpi indah, ia berkencan dengan Alana di tepi danau.
Archie bangun pagi-pagi buta dan langsung ke ruang tengah untuk mengambil ponsel dan kertas yang berisi daftar nama orang-orang yang dicurigai oleh Alana. Jessy Wilde, Lori Wilde, Don Miguel, Manuel, Jeffrey. Alis Archie berkerut melihat daftar nama-nama itu. Semuanya asing baginya. Archie mengantongi daftar nama-nama itu lalu melangkah lebar ke dapur karena dia mendengar ada kesibukan di dapur sambil melirik ke kamar tamu yang pintunya masih tertutup rapat.
"Alana pasti belum bangun. Dia kalau bangun selalu siang dulu. Tapi, siapa yang di dapur? Di jam segini biasanya Bi Inah masih di pasar" Gumam Archie.
Archie mengerutkan kening saat ia melihat ada dua piring nasi goreng di atas meja dan Bi Inah sedang menata gelas berisi susu hangat di samping piring-piring tersebut setelah meletakkan piring berisi telur mata sapi.
"Bibi biasanya ke pasar di jam segini, kan?"
"Sudah tadi. Ditemani sama Non Alana" Jawab Bi Inah.
"Hah?! Alana ngajak Bi Inah ke pasar?"
"Iya. Non Alana ingin membalas budi kepada Anda karena Anda sudah masak untuk Non Alana semalam. Ini semua Non Alana yang masak. Nasi goreng sama telur mata sapi yang......hehehehehe" Bi Inah tersenyum geli saat dia melirik telur mata sapi bikinannya Alana.
"Sapinya kelamaan berjemur jadi gosong ya, Bi" Archie mendengus geli.
"Tapi Non Alana sudah berusaha Tuan muda dan nasi gorengnya lumayan kok. Bibi udah disuruh cicipi tadi"
Archie tersenyum lalu duduk dan bertanya, "Alana ke mana sekarang?"
"Mandi" Jawab Bi Inah.
"Baiklah, Bi. Terima kasih"
"Saya permisi, Tuan muda. Mau nyuci baju"
"Bibi nggak sarapan dulu?"
"Nanti saja, Tuan muda"
"Baiklah, Bi. tapi jangan lupa sarapan"
"Baik. Saya permisi"
"Terima kasih, Bi"
Archie lalu menatap piring di depannya dan karena penasaran dengan rasanya, dia buru-buru menyendok nasi goreng pucat pasi di depannya.
Archie mendelik saat ia mengunyah nasi goreng bikinannya Alana yang rasanya menurut Archie ngalor ngidul tidak karuan. Lalu dengan cepat Archie melahap habis nasi goreng di depannya agar dia bisa melahap habis nasi goreng di piring berikutnya. Lalu, ia memasukkan dua telur mata sapi ke dalam mulutnya dengan mata sedikit berair karena rasa masakannya Alana benar-benar aneh dan tidak manusiawi untuk lidahnya.
Setelah tiga piring di depannya ludes, Archie bangkit berdiri dan bergegas menuju ke lemari es. Dia membuka pintu lemari es dengan cepat untuk mengeluarkan telur, brokoli, wortel, ayam, dan tempe. Dia akan memasak tumis sayur, ayam tepung, dan tempe goreng. Archie kemudian bergerak cepat untuk mengeksekusi masakannya sebelum Alana muncul di meja makan.
Tepat di saat Archie melepas celemeknya, Alana muncul dan melongo kaget, "Nasi goreng sama telur mata sapiku mana?"
"Aku habiskan karena aku lapar banget" Jawab Archie dengan wajah santai.
"Kau........"
"Aku ganti dengan makanan yang lebih sehat. Makanlah! Aku mandi dulu" Archie melangkah hendak meninggalkan meja makan.
"Hei berhenti!" Pekik Alana sambil berkacak pinggang.
Archie memutar badan. "Ada apa?"
"Aku bahkan belum mencicipi masakanku sendiri dan sudah kau habiskan?"
"Aku bertanggung jawab. Tuh aku ganti" Dagu Archie menjulur ke meja makan.
"Beda dong. Aku belum pernah masak dan sangat ingin mencicipi masakanku sendiri dan kau......kau......"
"Unik"
"Hah?!" Alana membeliak kaget.
"Masakan kamu unik"
Alana mendengus kesal, "Harusnya bilang enak bukannya unik"
"Aku bilang unik berarti masakan kamu spesial"
"Berarti enak?" Mata Lama membeliak senang.
"Spesial" Ucap Archie dengan wajah datar.
"Iya, berarti enak kan" Alana melebarkan senyumannya.
Archie tersenyum tipis lalu berkata, "Terima kasih sudah bangun pagi, pergi ke pasar, dan masak untuk aku. Maaf kalau aku habiskan karena aku kelaparan"
Alana mengerjap dua kali lalu berkata, "Baiklah, emm, aku maafkan kamu. Lalu, emm, aku senang kamu menyukainya. Aku pertama kali masak dan syukurlah kamu menyukainya. Lain kali aku akan masak lagi untuk kamu"
Archie lalu berbalik badan dengan cepat dan melangkah lebar meninggalkan ruang makan dengan wajah memerah panas. Dia tersenyum karena ucapan Alana. Alana pertama kali masak untuk Archie bukan untuk Arthur.