NovelToon NovelToon
Silk&Steel: Cinta Dalam Kontrak Berbahaya

Silk&Steel: Cinta Dalam Kontrak Berbahaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Psikopat / CEO / Romantis / Mafia / Romansa / Nikah Kontrak
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Cerrys_Aram

Elara Vance mengira hidupnya di London akan tenang setelah lulus kuliah seni. Namun, satu kesepakatan rahasia ayahnya menyeret Elara ke dunia Julian Moretti—pengusaha muda dengan pengaruh luar biasa yang gerak-geriknya selalu dipenuhi misteri. Demi melindungi keluarganya, Elara setuju untuk masuk ke dalam sebuah pernikahan kontrak.

​Julian itu dingin dan penuh kendali, namun ia memiliki satu aturan: tidak boleh ada yang menyentuh Elara selain dirinya. Di balik kemewahan mansion Moretti, Elara harus mencari tahu siapa pria itu sebenarnya, sambil menyembunyikan cincin rahasia di jarinya yang menjadi tanda bahwa ia adalah milik sang penguasa bayangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerrys_Aram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33: PELINDUNG DALAM SUNYI

Hujan London malam ini turun tanpa ampun, mengubah jalanan menjadi cermin hitam yang dingin. Di balik pintu apartemennya, Elara mondar-mandir. Seharusnya ia merasa tenang setelah mengusir "monster" itu, namun ada sesuatu yang mengganjal di dadanya—sebuah firasat yang tidak bisa dijelaskan oleh logika chip Silk.

Ia mendekat ke pintu, melihat melalui lubang intip.

Sosok itu masih di sana.

Julian duduk di lantai koridor yang dingin, bersandar pada dinding di samping pintu. Ia tidak memakai jaket tebal, hanya kemeja hitamnya yang kini basah kuyup karena rembesan air dari ventilasi ujung lorong.

Tangannya yang terluka akibat pecahan kaca tadi dibalut dengan sapu tangan kasar yang kini memerah karena darah.

"Kenapa dia tidak pergi?" bisik Elara pada dirinya sendiri. Tangannya gemetar di atas gagang pintu, namun ia menariknya kembali.

Dia memanipulasimu, Elara. Ingat videonya.

Dua jam berlalu. Guntur menggelegar di luar.

Elara mencoba memejamkan mata, namun sistem sarafnya terus mengirimkan sinyal waspada. Ia menyerah. Dengan perasaan kesal yang bercampur dengan rasa bersalah yang tidak ia pahami, Elara membuka pintu apartemennya sedikit.

Julian tersentak, mencoba berdiri dengan sisa tenaganya. Wajahnya pucat pasi, bibirnya sedikit membiru karena kedinginan.

"Pulanglah," ucap Elara dingin. "Kau terlihat menyedihkan."

Julian menatapnya dengan pandangan yang masih sama—penuh pengabdian yang tidak masuk akal. "Aku tidak akan pergi, Nona. Area ini tidak aman. Orang-orang Baron bisa muncul kapan saja."

"Aku tidak butuh perlindungan dari pria yang justru pernah menyiksaku!" Elara melempar sebuah selimut tipis dan sebotol air ke lantai di depan Julian. "Ambil ini dan jangan bicara padaku lagi. Aku melakukan ini hanya agar tidak ada mayat di depan pintuku."

Julian menatap selimut itu, lalu menatap Elara. "Terima kasih."

Elara membanting pintu kembali. Namun, ia tidak kembali ke tempat tidur. Ia terduduk di balik pintu, mendengarkan suara napas Julian yang berat dan sesekali batuk kecil dari balik dinding.

Tiba-tiba, mata digital Elara berdenyut lagi.

Glitch.

Bukan video hitam-putih milik Kael. Kali ini, sebuah memori berwarna yang terasa hangat.

Ia melihat Julian sedang memasangkan selimut yang sama ke bahunya suatu malam di sebuah gubuk tua. Julian tidak membentaknya. Dalam memori itu, Julian justru sedang berbisik, "Tidurlah, Elara. Aku akan berjaga sampai pagi."

Elara mencengkeram kepalanya. "Hentikan... itu bohong. Kael bilang dia pembohong..."

Namun, perasaan di dadanya tidak bisa berbohong. Ada kehangatan yang kontras dengan dinginnya video interogasi tadi. Elara mulai merasa dunianya terbelah dua: antara apa yang ia lihat di layar ponsel, dan apa yang ia rasakan di dalam hatinya.

Di sisi lain dinding, Julian menyelimuti bahunya dengan selimut pemberian Elara. Ia tahu Elara sedang mendengarkannya. Ia tahu Elara sedang berjuang melawan manipulasi Kael.

"Aku akan tetap di sini, Elara," bisik Julian ke arah pintu, suaranya nyaris hilang ditelan suara hujan. "Bahkan jika kau tidak pernah mengingatku sebagai pria yang kau cintai, biarkan aku tetap menjadi pria yang menjagamu."

Julian tidak tahu bahwa di markasnya, Kael sedang memantau detak jantung Elara yang tidak stabil melalui sistem Silk.

"Masih ada sisa-sisa emosi yang tersisa, rupanya," gumam Kael sambil menekan sebuah perintah di komputernya. "Mari kita beri dia sedikit dorongan."

Tiba-tiba, ponsel Elara bergetar. Sebuah pesan dari Kael masuk:

"Elara, aku baru saja menemukan data baru. Julian tidak hanya menyiksamu, dia adalah orang yang menekan tombol untuk menghapus memorimu. Dia ingin kau lupa agar kau tidak bisa bersaksi melawannya. Temui aku di dermaga sekarang, aku akan menjemputmu."

Elara menatap pesan itu, lalu menatap pintu. Kebenciannya kembali berkobar, namun keraguan itu tetap mengendap seperti kabut.

1
YuWie
wis pasraho wae elara..
YuWie
hmm latar cerita luar negri ya
Cerrys_Aram: Iya, tadinya konsepnya Indo. Tapi setelah dipikir lagi, konflik dan karakternya lebih cocok kalau latarnya luar negeri.
total 1 replies
YuWie
mulai baca
Arifinnur12
Keren sih iniiiii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!