NovelToon NovelToon
DIPANGGIL KE DUNIA LAIN UNTUK MENJADI RAJA IBLIS LEON KE-9

DIPANGGIL KE DUNIA LAIN UNTUK MENJADI RAJA IBLIS LEON KE-9

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Lain / Fantasi Isekai / Sistem
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Lorenzo Leonhart

✨Rilis episode setiap hari Senin, Rabu, dan Jum'at, pukul 19.00 wib ✨


Di dunia lamanya Ren Akasa adalah pria kantor yang di perlakukan buruk oleh atasan dan juga rekan kerjanya.

Tekanan kerjaan yang gila, gaji yang sering di tunda juga rekan kerja yang manipulatif. Suatu ketika ia di tarik ke dunia lain, BUKAN untuk menjadi PAHLAWAN melainkan untuk menjadi RAJA IBLIS.

Antara menjadi penyelamat yang bijak, atau menjadi penguasa tirani yang dingin, mengingat selama hidupnya di dunia nyata ia diperlakukan bagai pecundang.

dengan kekuatan yang Ren miliki, apakah dunia lain akan menjadi pelampiasannya akibat perlakuan dari dunia lamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lorenzo Leonhart, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Amukan dan Barisan Dinding Baja

Malam di Wilayah Vargos biasanya identik dengan kesunyian yang mati, namun malam ini, udara terasa bergetar oleh tegangan listrik statis.

Di bawah naungan langit yang bertabur bintang, ladang Gandum Mana yang baru saja bertunas memancarkan cahaya keperakan yang mistis. Bulir-bulirnya yang masih muda bergoyang pelan, menyerap sisa-sisa Miasma yang telah dimurnikan oleh sihir Valeria, mengubah racun menjadi energi kehidupan.

Ren Akasa yang kini lebih dikenal dengan gelar Raja Leon berdiri tegak di balkon menara pengawas tertinggi. Jubah hitamnya berkibar pelan tertiup angin malam yang dingin.

Matanya yang tajam, yang kini dialiri energi emas dari bintang Regulus, menatap lurus ke arah kegelapan hutan di perbatasan. Di kepalanya, Mahkota Vargos berdenyut pelan, memberikan informasi real-time mengenai setiap gangguan Mana di wilayahnya.

Di sampingnya, Mika bersimpuh dengan anggun. Sosok wanita bertelinga kucing itu terlihat mempesona sekaligus mematikan dalam balutan sutra hitam beraksen hijau pastel. Telinga kucingnya bergerak-gerak sensitif, menangkap frekuensi suara yang bahkan tidak bisa didengar oleh telinga manusia biasa, dua ekornya meliuk pelan bagai predator yang siap menerkam mangsa.

"Mereka sudah melewati garis perimeter pertama, Tuan Leon," bisik Mika. Suaranya halus namun tajam.

"Kelompok Black Needle menggunakan jubah Void Veil. Mereka bergerak dalam formasi baji, mencoba memutar melewati rawa untuk mencapai pusat irigasi. Mereka tidak tahu bahwa setiap jengkal tanah ini sudah menjadi mata dan telinga Anda."

Ren tidak melepaskan pandangannya dari kegelapan. Di dalam benaknya, sebuah jendela sistem berdenyut dengan warna merah peringatan:

> [Misi Rahasia: Dinding yang Tak Tergoyahkan]

> Status: Sedang Berlangsung...

> Peringatan: Keutuhan Gandum Mana adalah harga mutlak. Jika satu batang pun terbakar, koneksi Delta Leonis akan terputus.

"Shallan, Valeria. Kalian sudah di posisi?" Ren berbicara melalui transmisi mana.

"Ekor Singa sudah siap untuk mencabik, Tuan Leon," suara Shallan terdengar lewat transmisi, penuh dengan nada antisipasi yang haus darah.

"Hmph! Berhenti bertanya hal yang sudah jelas. Aku sudah menyiapkan 'kejutan' untuk mereka di sektor B," sahut Valeria dengan nada ketus khasnya, meski Ren tahu dia sedang berkonsentrasi penuh untuk menjaga stabilitas sirkuit sihirnya.

Langkah Sang Pembunuh Di dalam kegelapan hutan, lima sosok bayangan bergerak tanpa suara. Pemimpin mereka, seorang pria dengan tato jarum di lehernya yang dikenal sebagai Viper, memberikan isyarat tangan yang sangat presisi.

Mereka adalah kelompok pembunuh bayaran elit yang dibayar mahal oleh Marquis Volstagg untuk melakukan satu tugas: Memastikan Vargos kelaparan sebelum perang dimulai.

"Lihat itu," Viper berbisik saat mereka mencapai tepi ladang. "Gandum yang bersinar. Raja Iblis itu benar-benar melakukan mukjizat. Sayang sekali, mukjizat itu akan menjadi abu malam ini."

Mereka mengeluarkan tabung-tabung kristal berisi Inferno Phosphorus sebuah zat kimia sihir terlarang yang apinya tidak bisa dipadamkan oleh air biasa dan akan terus membakar selama masih ada energi Mana di sekitarnya.

"Lemparkan sekarang!" perintah Viper.

Namun, sebelum tangan mereka bergerak, suhu di sekitar mereka mendadak turun hingga di bawah titik beku. Embun yang menempel di jubah mereka berubah menjadi kristal es yang tajam.

"[Algieba’s Domain: Mirror of Frost]!"

Sebuah dinding es raksasa setinggi sepuluh meter muncul secara instan, mengelilingi kelima pembunuh itu dalam sebuah sangkar kristal yang memantulkan bayangan mereka sendiri. Valeria muncul dari balik pepohonan, melayang beberapa inci di atas tanah. Tongkat kristalnya memancarkan cahaya biru elektrik yang menyilaukan.

"Kalian pikir bisa membawa api sampah itu ke wilayahku?" Valeria menatap mereka dengan tatapan dingin dan menghina. "Tanah ini adalah mahakaryaku. Berani kalian berniat mengotorinya, berarti kalian sudah siap untuk membeku selamanya."

"Sial! Seorang Archmage?!" Viper berteriak. "Pecahkan esnya! Gunakan bom Mana!"

Dua pembunuh mencoba menghantamkan belati mereka ke dinding es, namun sebelum senjata mereka menyentuh permukaan, sebuah kilatan merah marun melesat di antara mereka dengan kecepatan yang tidak masuk akal.

CRACK!

Shallan muncul di tengah-tengah mereka dengan posisi rendah, lalu melakukan sapuan kaki yang dilapisi energi hitam. Salah satu pembunuh terlempar ke udara, dan sebelum dia sempat berteriak, Shallan sudah melompat dan menghantamkan tumitnya ke dada pria itu hingga dia terhujam ke tanah dengan suara dentuman yang keras.

"Terlalu lambat untuk ukuran tikus Arthemis," ucap Shallan sambil menjilat kuku jarinya yang tajam. Matanya merah menyala karena kegembiraan bertarung. "Tuan Leon memberikan perintah khusus: tidak ada satu pun dari kalian yang boleh keluar dari sini dalam keadaan utuh."

Pertempuran pecah di dalam sangkar es tersebut. Shallan bergerak seperti badai bayangan, menyerang titik-titik vital musuh dengan persisi seperti seorang predator. Di sisi lain, Valeria memberikan dukungan dengan menghujani musuh menggunakan tombak-tombak es yang mampu menembus pelindung Mana paling kuat sekalipun.

Namun, Viper bukanlah pembunuh bayaran tingkat rendah. Melihat anak buahnya tumbang, dia mengambil keputusan gila. Dia memecahkan tiga tabung Inferno Phosphorus sekaligus di telapak tangannya sendiri, membiarkan api hitam itu membakar lengannya untuk mendapatkan daya ledak yang lebih besar.

"Mati kalian semua!" Viper berteriak sambil menerjang ke arah dinding es.

Ledakan api hitam meledak dengan dahsyat. Api ini memiliki sifat unik, ia tidak membutuhkan oksigen, melainkan melahap energi Mana. Dinding es Valeria yang murni justru menjadi bahan bakar bagi api tersebut. Api hitam itu meluap keluar, menjalar dengan sangat cepat menuju ladang gandum yang hanya berjarak beberapa meter.

"Tidak! Sihirku justru memperkuat apinya!" Valeria terbelalak, wajahnya memucat karena panik. Dia mencoba merapalkan sihir pembalik, namun api itu terlalu liar. "Shallan! Hentikan apinya!"

"Aku tidak bisa menyentuh api itu, Bodoh!" teriak Shallan yang terpaksa mundur karena panas yang menyengat.

Di menara pengawas, Ren melihat kobaran api hitam itu mulai mendekati gandum pertamanya. Detak jantungnya berdenyut kencang, selaras dengan denyutan Mahkota Vargos yang kini mengeluarkan peringatan kegagalan misi.

[Kondisi Krisis Terdeteksi: Kehancuran Logistik Vargos 15%...]

[Amarah Regulus Beresonansi dengan Kerinduan Zosma]

[Misi Rahasia: Dinding yang Tak Tergoyahkan TAHAP AKHIR!]

"Cukup," gumam Ren. Suaranya rendah, namun aura yang keluar dari tubuhnya membuat Mika di sampingnya gemetar hebat. "Zosma... Jika kau benar-benar sang Penjaga Gerbang, maka bangkitlah sekarang dan tunjukkan kesetiaanmu!"

Langit di atas Vargos yang tadinya gelap tiba-tiba terbelah oleh cahaya kuning keemasan yang sangat menyilaukan. Sebuah benda bercahaya, menyerupai meteor energi, jatuh dari angkasa dengan kecepatan yang melampaui suara.

BOOOOOOMMM!!!

Getaran ledakan itu begitu kuat hingga air rawa memuncrat setinggi puluhan meter dan tanah di sekitar ladang gandum bergetar hebat. Debu dan uap membumbung tinggi ke langit. Saat debu perlahan menipis, terlihat sesosok pria raksasa berdiri tegak tepat di depan jalur api hitam yang merambat.

Pria itu memiliki tinggi hampir dua setengah meter, dengan tubuh yang begitu kekar hingga otot-ototnya terlihat seperti pahatan batu granit yang tidak bisa dihancurkan. Di pundak kirinya, ia memegang sebuah perisai raksasa berbentuk kepala singa yang sedang mengaum, terbuat dari logam emas yang berat. Di tangan kanannya, ia menggenggam sebuah palu godam besar yang dialiri listrik statis.

"SIAPA... YANG BERANI... MENYENTUH KEBUN MILIK RAJA-KU?!"

Suaranya menggelegar, menciptakan gelombang tekanan udara yang membuat Viper dan pembunuh bayaran lainnya langsung jatuh berlutut, memuntahkan darah karena organ dalam mereka bergetar akibat suara tersebut. Pria ini adalah Delta Leonis, sang Zosma (Pinggul Singa).

Zosma menoleh ke arah api hitam yang hampir menyentuh batang gandum pertama. Matanya yang liar berkilat penuh amarah. Dia tidak menggunakan sihir rumit seperti Valeria. Dia hanya mengangkat perisainya tinggi-tinggi dan menghantamkannya ke tanah dengan kekuatan murni yang menghancurkan logika.

"Zosma’s Absolute Aegis: Ground Zero!"

Sebuah gelombang kejut murni berwarna emas meledak dari titik hantamannya. Gelombang ini begitu padat sehingga ia menciptakan hampa udara seketika di sekitar api hitam tersebut. Di bawah tekanan fisik yang luar biasa, api Inferno Phosphorus yang seharusnya tidak bisa padam itu hancur berkeping-keping dan lenyap seperti debu di tiup angin.

Satu batang gandum pun tidak ada yang hangus.

Setelah ancaman padam, Zosma berdiri tegak di tengah ladang. Dia mengatur napasnya yang berat, uap panas keluar dari mulutnya. Namun, begitu dia merasakan kehadiran aura tertentu, tubuh raksasanya mendadak kaku.

Ren Akasa melayang turun dari menara pengawas, kakinya menyentuh tanah dengan lembut di depan Zosma. Begitu Ren berdiri di hadapannya, aura buas yang mematikan dari pria raksasa itu menghilang seketika.

Zosma menatap Ren dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Bibirnya gemetar. Tanpa mempedulikan musuh yang terkapar atau jenderal lainnya, dia langsung menjatuhkan diri ke tanah, bersujud dengan suara dentuman yang keras hingga tanah di bawah lututnya retak.

"Tuan Leon... Raja-ku... Pemimpin Rasi yang agung..." suaranya pecah, penuh dengan emosi yang meluap-luap. "Hamba... Zosma... akhirnya bisa melihat cahaya Regulus Anda kembali. Maafkan hamba karena terlambat hadir untuk menjadi dinding pelindung bagi kebesaran Anda!"

[Misi Rahasia Selesai]

[Hadiah : Anda mendapatkan Zosma - Delta Leonis]

Sembari menatap Zosma dalam pikiran Ren,

"Aku tidak menyangka, memanggilnya paksa sebenarnya adalah inti dari misi rahasia ini, andai saja aku tidak memanggilnya, apa sistem akan memutuskan hubunganku dengan Zosma selamanya? Sistem..., sebenarnya kau ini apa? Apa kau sosok yang mengatur dunia ini?"

Ren menatap jenderal barunya dengan tatapan yang lebih lembut. "Bangunlah, Zosma. Kau datang di saat yang tepat. Kau telah membuktikan bahwa gerbang Vargos tidak akan pernah goyah selama kau ada."

Zosma berdiri, menyeka air mata yang sebesar biji jagung menggunakan punggung tangannya yang kasar. "Siapa pun... siapa pun yang berani mengusik ketenangan Anda, atau bahkan hanya berani bernapas di arah yang salah menuju Anda, akan saya hancurkan sampai menjadi debu!"

Shallan dan Valeria mendekat. Valeria tampak sangat kesal karena sihirnya gagal, sementara Shallan menatap Zosma dengan tatapan skeptis.

"Jadi ini jenderal ketiga kita? Si Otak Otot yang berisik ini?" Valeria melipat tangannya, mendongak menatap Zosma yang jauh lebih tinggi darinya.

Zosma menoleh, matanya kembali menyipit marah. "Apa kau bilang, Bocah Kecil?! Kau yang membiarkan api itu hampir membakar gandum Tuan Leon! Kau adalah aib bagi Surai Singa! Minggir dari hadapanku sebelum kupijak!"

"APA?! Mau bertarung, hah?!" tantang Valeria sambil mengangkat tongkatnya.

"Cukup!" suara Ren menginterupsi dengan wibawa yang tak terbantahkan. "Simpan tenaga kalian. Zosma, mereka adalah rekan seperjuanganmu. Valeria, kendalikan lidahmu. Kita memiliki masalah yang jauh lebih besar daripada sekadar pembunuh bayaran ini."

Mika muncul kembali di samping Ren, wajahnya yang cantik kini terlihat sangat serius. Dia menyerahkan sebuah gulungan kertas kecil yang dia ambil dari saku rahasia Viper.

"Tuan Leon," Mika berkata dengan nada mendesak. "Kelompok Black Needle hanyalah umpan pengalih perhatian. Marquis Volstagg tidak sedang menggerakkan pasukannya melalui jalur darat biasa."

Ren membuka gulungan itu. Matanya menyipit saat membaca isi pesan rahasia tersebut.

"Apa yang terjadi, Tuan Leon?" tanya Shallan.

"Logika jarak yang kita hitung sebelumnya sudah tidak berlaku," ucap Ren dingin.

"Volstagg telah mengaktifkan Gerbang Teleportasi Kuno yang tersembunyi di reruntuhan Arthemis. Dia tidak butuh 30 hari untuk sampai ke sini."

Ren menatap ke arah ufuk timur, di mana cahaya fajar mulai mengintip.

"Pasukan elit Arthemis, yang dipimpin langsung oleh Pahlawan Suci, sudah melintasi gerbang tersebut. Mereka akan mencapai perbatasan luar Vargos dalam waktu dua belas jam. Besok pagi, mereka akan berada tepat di depan gerbang kita."

Keheningan mencekam menyelimuti kelompok itu. Jenderal yang tadinya bertengkar kini terdiam dengan wajah kaku. Pahlawan Suci adalah legenda yang dikatakan memiliki kekuatan untuk meruntuhkan benteng iblis hanya dengan satu tebasan pedang cahaya.

"Hanya dua belas jam?" Valeria berbisik ketakutan. "Tembok lapis kedua kita belum selesai... persenjataan kaum Lizardman juga belum siap sepenuhnya..."

Ren mengepalkan tangannya, membiarkan aura emas Regulus menyelimuti tubuhnya. "Itu tidak masalah. Kita punya Zosma sekarang."

Ren menatap Zosma. "Zosma, Besok pagi, aku ingin kau berdiri di garis terdepan. Jangan biarkan satu pun ksatria Arthemis melewati batas rawa."

Zosma menghantamkan tinjunya ke perisai emasnya, menciptakan gelombang suara yang mantap dan penuh keyakinan. "Selama nyawa hamba masih berdenyut, tidak akan ada satu kaki haram pun yang menginjak tanah Anda, Tuan Leon! Hamba adalah Dinding Baja Anda!"

"Bagus," Ren tersenyum tipis, sebuah senyuman penuh strategi. "Mika, kumpulkan seluruh kaum Lizardman. Shallan, siapkan pasukan kerangka untuk serangan balik dari sisi sayap. Valeria, pasang seluruh jebakan sihir sisa yang kau punya.., Sisanya (Behemoth, Alice, Kagehisa, Silas) kalian berjaga di bagian dalam kastil"

Raja Leon menatap matahari yang mulai terbit. "Besok, dunia akan tahu bahwa Vargos bukan lagi tempat untuk dibasmi, melainkan tempat di mana para Pahlawan akan menemukan makam mereka."

[Status Kerajaan Vargos]

* Logistik: Gandum Mana (Selamat - 100%).

* Militer: 3/5 Jenderal Rasi Leo Terpanggil (Shallan, Valeria, Zosma).

* Ancaman: Pasukan Salib Arthemis & Pahlawan Suci (ETA: 12 Jam).

Bersambung.

1
Lorenzo Leonhart
Jangan lupa rate bintang 5 nya ya kawan ✨ makasih sebelumnya 🙏🏻 ❤️❤️
Lorenzo Leonhart
Jangan lupa rate bintang 5 nya ya kawan ✨ makasih sebelumnya ✨❤️
Lorenzo Leonhart
Jangan lupa rate bintang 5 nya ya kawan ✨ makasih sebelumnya 🙏🏻 ❤️
Lorenzo Leonhart
Jangan lupa rate bintang 5 nya ya kawan ✨ makasih sebelumnya 🙏🏻
Lorenzo Leonhart
Jangan lupa rate bintang 5 nya ya kawan, biar aku makin semangat ✨
Frando Wijaya
next Thor 😃😆🤩
Lorenzo Leonhart: siaap💪
total 1 replies
Frando Wijaya
jd begitu....alasan jd kejam gara2 mahkota itu ya? bner2 berbahaya
Frando Wijaya
next Thor 😃😆🤩...sgt seru Thor
Frando Wijaya
itulh gw anggap mereka gagal
Frando Wijaya
sesuai dugaan saintess....bch tengkik ini penghancur
Frando Wijaya
di anggap NPC bneran wkwkwkwkwkwkwk 🤣🤣🤣
Frando Wijaya
dh mirip seperti berserker
Frando Wijaya
yare2 🙄.... kemampuan terbang emng mutlak...tpi begitu lwn lo ada sniper.... hanya mslh wkt aja klian mendptkn keklhan mutlak
Frando Wijaya
huh?! bch tengkik ini punya system jg!?
Frando Wijaya
jantung chimera? jgn blg...ingin jd monster??
Frando Wijaya
HA! bner2 konyol
Lorenzo Leonhart
ya kurang lebih seperti itu ✨
Frando Wijaya
hmph 🙄... ternyata janji palsu...mah...itulh kebiasaan buruk manusia... kebiasaan selalu janji palsu
Frando Wijaya
jika berurusan ttg pengrajin senjata...mah....gw dh terbiasa lht bertengkar gara2 mslh kecil
Frando Wijaya
yg penting kekuatan? heh 😏😈❄️...gk ada bedany seperti binatang Dan iblis liar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!