NovelToon NovelToon
Tanda Huruf 'S' & Misteri Kayu Ilegal

Tanda Huruf 'S' & Misteri Kayu Ilegal

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: kegelapan malam

Seorang pemulung menemukan jasad tanpa wajah di Kampung Kemarin. Hanya ada cincin bertanda 'S' dan sehelai kertas tentang "kayu ilegal" sebagai petunjuk.

Detektif Ratna Sari menyadari kasus ini tidak biasa – setiap jejak selalu mengarah pada huruf 'S': dari identitas korban, kelompok tersembunyi, hingga lokasi rahasia bisnis gelap.

Ancaman datang dari mana saja, bahkan dari dalam. Bisakah Ratna mengungkap makna sebenarnya dari 'S' sebelum pelaku utama melarikan diri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kegelapan malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9 (nine)

Hendra segera memeriksa panel kontrol di dinding. "Mustahil. Antenaku tersembunyi dengan baik." Ia terdiam sejenak, lalu wajahnya berubah ngeri. "Mereka tidak hanya mencari kita, Ratna. Mereka menggunakan Signal Jammer skala militer di seluruh area hutan ini. Mereka sedang menutup semua celah komunikasi sebelum melakukan pembersihan total."

Tiba-tiba, suara deru baling-baling helikopter terdengar sangat dekat di atas bunker. Bukan satu, tapi terdengar seperti tiga atau empat helikopter yang sedang melayang rendah.

"Mereka sudah di sini," bisik Ratna.

Ia berjalan menuju lubang pengintai kecil yang menghadap ke arah lereng bukit. Apa yang ia lihat membuat darahnya membeku. Di antara pepohonan yang gelap, terlihat ratusan titik cahaya laser berwarna merah dan hijau yang menyapu tanah lampu bidik dari pasukan Brimob dan tentara bayaran Silva Maju yang bergerak mengepung bunker dari segala arah.

Suara megafon menggelegar dari langit, suara yang sangat dikenal Ratna. Suara Komisaris Bambang.

"DETEKTIF RATNA SARI! BRIGADIR TEGUH! KAMI TAHU KALIAN DI DALAM. MENYERAHLAH SEKARANG, ATAU KAMI AKAN MERATAKAN AREA INI DENGAN BUMI. KALIAN PUNYA WAKTU LIMA MENIT SEBELUM KAMI MELEPASKAN TEMBAKAN PERTAMA!"

"Bu," Teguh menelan ludah, menatap Ratna dengan mata yang menunjukkan keputusasaan. "Kita terjebak. Ada anak-anak di sini. Ada orang sakit. Kita tidak bisa melawan pasukan sebanyak itu."

Ratna menatap map biru di meja, lalu menatap Mbah Mansur dan cucunya. Amarah dan rasa bersalah bercampur menjadi satu. Ia meraih radio panggilnya, mencoba mencari frekuensi lain, namun hanya ada suara statis yang berisik.

Tiba-tiba, sebuah pesan masuk ke satu-satunya monitor yang masih menyala di meja Hendra. Pesan itu bukan dari Bambang, melainkan sebuah video pendek tanpa suara.

Video itu memperlihatkan rumah ibu Teguh. Seorang pria bertopeng berdiri di depan pintu rumah ibunya sambil memegang sebuah pemantik api yang menyala di dekat tumpukan jerami dan bensin.

Teguh jatuh terduduk saat melihat video itu. "Ibu..."

"Ratna," suara Hendra terdengar gemetar saat ia melihat layar radar. "Ada sesuatu yang lebih buruk. Mereka tidak hanya mengirim pasukan. Radar mendeteksi ada satu kendaraan berat yang bergerak mendekat... itu adalah Bulldozer raksasa milik PT. Silva Maju. Mereka tidak berniat menangkap kita."

"Lalu apa?" tanya Ratna.

"Mereka berniat mengubur bunker ini hidup-hidup bersama kita di dalamnya," jawab Hendra pelan.

Di atas sana, suara mesin bulldozer mulai terdengar meraung, merobohkan pepohonan saat bergerak menuju titik tepat di atas bunker mereka. Tanah di plafon bunker mulai berjatuhan, retakan-retakan mulai muncul di dinding beton. Laras menjerit ketakutan, sementara Mbah Mansur hanya bisa memeluk cucu-cucunya dengan pasrah.

Ratna mengambil senjatanya, menatap pintu baja bunker yang mulai terdorong oleh tekanan tanah dari atas.

"Teguh, Hendra... maafkan aku," bisik Ratna.

Tepat saat itu, lampu di dalam bunker meledak. Kegelapan total menyelimuti mereka. Di tengah kegelapan, terdengar suara dentuman keras dari atas bulldozer itu mulai menjatuhkan berton-ton tanah dan batu tepat di atas pintu keluar mereka.

Dan di saat itulah, sebuah suara bisikan terdengar dari sudut bunker yang seharusnya kosong.

"Apakah kalian ingin tahu siapa sosok 'S' yang sebenarnya sebelum napas kalian habis?"

Ratna memutar tubuhnya, namun kepalanya mendadak terasa sangat ringan. Sebuah aroma parfum Wijayakusuma yang sangat kuat memenuhi ruangan itu, lebih tajam dari sebelumnya. Ratna merasa tubuhnya lemas dan penglihatannya memudar.

Hal terakhir yang ia dengar sebelum kesadarannya hilang adalah suara langkah sepatu hak tinggi yang berjalan pelan di atas lantai beton yang dingin.

Kegelapan di dalam bunker terasa begitu pekat, seolah oksigen pun ikut menghilang bersama cahaya. Ratna Sari berusaha membuka matanya, namun kepalanya terasa seperti dihantam godam. Aroma bunga Wijayakusuma masih tertinggal di indra penciumannya, namun kini bercampur dengan bau tanah yang lembap dan debu beton yang menyesakkan.

Brummmm...

Brummm...

Suara mesin bulldozer di atas sana terdengar seperti guntur yang terus-menerus. Setiap getaran membuat butiran tanah jatuh dari sela-sela retakan plafon, mengenai wajah Ratna.

"Teguh... Hendra..." Ratna berbisik, suaranya parau.

"Saya di sini, Bu," suara Teguh terdengar lemah dari arah kanan. "Saya tidak bisa menggerakkan kaki saya... tertimpa rak peralatan saat lampu meledak tadi."

Ratna merangkak dalam kegelapan, meraba-raba hingga tangannya menyentuh kain seragam Teguh. Ia menemukan senter kecil di saku rompinya dan menyalakannya. Cahaya temaram itu mengungkapkan pemandangan yang mengerikan: Bunker itu sudah miring. Pintu baja utama telah bengkok ke dalam, tertimbun berton-ton tanah dan batang pohon yang dijatuhkan dari atas. Mereka benar-benar terkubur hidup-hidup.

Di sudut lain, Hendra sedang berusaha memasangkan masker oksigen terakhir pada Santi yang napasnya semakin dangkal. Mbah Mansur memeluk Bagas dan Laras di bawah meja jati yang kokoh, tubuh mereka bergetar hebat setiap kali bulldozer di atas sana memberikan tekanan baru.

"Siapa yang bicara tadi?" tanya Ratna, teringat pada suara bisikan misterius sebelum kegelapan melanda. "Siapa yang ada di sini selain kita?"

Ratna mengarahkan senternya ke sudut ruangan yang gelap. Di sana, duduk seorang wanita dengan tenang di atas tumpukan peti. Ia tidak mengenakan gaun sutra merah seperti Selina. Ia mengenakan pakaian taktis hitam, namun aroma parfumnya sama. Ia adalah Saras, saudari kembar Selina yang selama ini dianggap telah mati dalam tragedi kayu ilegal sepuluh tahun lalu.

"Jangan buang tenagamu untuk berteriak, Detektif," ujar Saras dengan nada dingin. "Bambang tidak akan berhenti sampai tempat ini rata. Baginya, kalian semua adalah limbah yang harus ditimbun."

"Kau... kau bekerja untuk mereka?" Teguh menggeram sambil berusaha membebaskan kakinya.

Saras berdiri, cahaya senter Ratna memperlihatkan luka parut panjang di lehernya. "Aku yang menciptakan sistem ini bersama Surya Atmadja. Tapi mereka mengkhianatiku. Mereka membakar rumahku dan membiarkan adikku, Selina, mengambil alih posisiku. Aku masuk ke sini lewat jalur udara darurat yang hanya diketahui oleh perancangnya."

"Jika kau di sini untuk membalas dendam, lakukan sekarang! Jangan biarkan anak-anak ini mati kedinginan!" teriak Ratna.

Saras berjalan mendekat, menatap Bagas dan Laras yang ketakutan. Untuk sesaat, tatapan matanya yang dingin sedikit melunak. "Aku tidak ingin mereka mati. Kematian anak-anak tidak ada dalam rencanaku."

Tiba-tiba, suara megafon Bambang kembali terdengar, kali ini terasa lebih jauh karena lapisan tanah yang semakin tebal. "TIGA MENIT LAGI! JIKA KALIAN TIDAK KELUAR, KAMI AKAN MULAI MENUANGKAN BETON CAIR KE DALAM LUBANG VENTILASI!"

"Beton cair?" Hendra tersedak. "Mereka benar-benar ingin membuat kita menjadi fosil!"

1
Valencia
duh semoga aja gak ketahuan tempat persembunyian ratna sama teguh
Valencia
Alhamdulillah teguh bisa menyelamatkan cucu dan menantu mbah teguh
Valencia
Semoga Ratna berhasil, dan teguh juga bisa menyelamatkan cucu mbah teguh
Valencia
betul apa yang di katakan teguh, soal nama baik masih bisa di kemudian hari, yang terpenting kalian semua memegang kunci kebenaran
Valencia
Wah komisaris yang kek gini nih perlu di musnahkan penghianat negara, masak udah tau salah malah di lindungi
Valencia
Waduh mbah mansur di jadikan sandra sebenarnya siapa S dan kenapa komisaris bambang sepertinya dekat sama sindikat2 itu
Valencia
Sepertinya komisarisnya ada sangkut pautnya nih, gak mungkin kan masalah sebesar ini diam
Valencia
Wah siapa kira yang membunuh, apa korbannya seorang pekerja atau seorang lawan sesama mafia kayu
❤️⃟Wᵃf🤎M𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ §͜¢☘𝓡𝓳
bikin tegang dan bikin penasaran saja apa yang akan ratna lakukan🤔
❤️⃟Wᵃf🤎M𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ §͜¢☘𝓡𝓳
akhirnya selamat tapi tantangan masih di depan mata masih perlu banyak perjuangan
❤️⃟Wᵃf🤎M𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ §͜¢☘𝓡𝓳
ratna semoga bisa ketemu kode yang di berikan ibunya aihhh othor pinter amat bikin readers tegang
❤️⃟Wᵃf🤎M𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ §͜¢☘𝓡𝓳
si buta mengorbankan diri demi negara sungguh kehormatan bagi si buta, ternyata ibu nya ratna menghilang masih hidup
❤️⃟Wᵃf🤎M𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ §͜¢☘𝓡𝓳
sungguh sangat menegangkan mereka menghadapi penjahat yang sangat susah di Lumpuhkan penuh dengan bahaya
❤️⃟Wᵃf🤎M𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ §͜¢☘𝓡𝓳
masih banyak misi yang harus ratna perjuangan ini sudah masuk internasional terlalu bahaya
❤️⃟Wᵃf🤎M𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ §͜¢☘𝓡𝓳
pintar sekali ya siska para penjahat benar-benar cerdik semoga ratna bisa keluar dan selamat
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
benar keluarga memang harus tau terlebih itu istrinya
❤️⃟Wᵃf🤎M𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ §͜¢☘𝓡𝓳
waduh ketahuan semoga mereka bisa keluar mereka dalam bahaya
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
kenapa komandan bersikap begini harusnya ikut andil dalam menyikapi masalah bukan malah marah2
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
waduh niat mencari untuk bisa menghasilkan makanan malah menemukan mayat
❤️⃟Wᵃf🤎M𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ §͜¢☘𝓡𝓳
parfum nya kok sama wanginya tanda apa ya itu aihhh othor bikin penasaran sama tanda S itu🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!