*Dokter bar bar dan Pak CEO
Nana : Nunggu 10 tahun tapi gak ada kepastian, sedangkan ada orang baru yang sudah pasti bisa memberikan kepastian.
Sagara : Aku bukan sengaja membuat mu menunggu , tapi aku sedang mempersiapkan diri agar ketika hidup bersama mu aku sudah bisa meratukan mu sepenuhnya.
Hai guys,,, aku datang dengan cerita cinta yang ada komedi dan juga actiaonnya . cerita ini sebenarnya seasen dua dari cerita "lelaki itu punyaku" yang aku tulis di aplikasi orange sebelah.
yukk baca aku tunggu saran saran kalian di cerita aku ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cinnam0n17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 9. NML
Happy Reading ✨
"kenapa gak bilang dulu sih kalau kesini ada niatan mau ngelamar aku " kata Nana yang kini tengah duduk berdua dengan Sagara di halaman belakang rumah orang tua Nana ini.
"kalau bilang kan aku bisa dandan dulu tadi atau malamnya pas kita jalan aku beli baju dulu " kata Nana yang cemberut sambil memandangi cincinnya.
"kalau bilang yang ada kamu heboh dan gak bisa tidur" kata Sagara bersandar pada ayunan kayu yang tengah mereka duduki ini.
"tapi gak papa lah bikin sejarah baru lamaran pakai jeans sama baju kaos" kata Nana tersenyum lalu ikut bersandar seperti yang Sagara lakukan.
"ehhh tapi tunggu dulu" kata Nana yang seperti sadar sesuatu. "kalau kita menikah pekerjaan kamu yang di luar negeri bagaimana??? kamu kembali lagi kesana??? kita LDR Begitu????" kata Nana dengan rentetan pertanyaan nya.
"menurut kamu bagaimana??? atau kamu saja yang pindah bekerja di sana" kata Sagara yang kini melihat wajah Nana yang juga tengah menatap dirinya.
"aku pindah kesana??? gak mau lah. aku harus adaptasi di negara orang, terus nanti kalau cara kerja mereka beda sama aku berati harus penyesuaian lagi dong" kata Nana yang memang tidak berminat bekerja di luar negri.
dulu saja dia Nana di minta ibunya untuk mengambil S2 di Inggris Nana tidak ingin apa lagi bekerja dan menetap di sana bisa demam Nana tidak melihat ibu dan ayahnya dalam jangka waktu yang lama.
"yasudah kalau begitu???" kata sagara singkat yang tidak memberikan jawaban apa apa menurut Nana.
"yasudah bagaimana??? berati kita LDR lagi begitu??? terus pulangnya setahun sekali atau 5 tahun sekali" kata Nana ada Sagara.
"kan kalau liburan dan ambil cuti bisa kamu yang kesana datang mengunjungi aku mudah kan???" kata sagara sambil tertawa kecil.
"nikah model apa ini??? hanya berubah status tidak merubah kondisi sama sekali " dumel Nana yang jadi kesal sekarang karena kenapa biar terpikir sekarang setelah dia mengatakan iya ingin menikah dengan Sagara.
"aku yang pindah ke sini , aku menyerahkan semua pekerjaan ku di sana ke orang terpercaya . aku hanya akan mengontrol dari sini dan sesekali mungkin kembali kesana jika dalam keadaan mendesak" kata Sagara yang membuat Nana memutar wajahnya lalu menatap Sagara dengan mata menyipit .
"ini bukan prank kan ya??? gak lagi berbohong kan biar aku tetap Nerima lamaran kamu ini???" kata Nana yang langsung di jawab Sagara dengan gelengan kepala.
"ahh syukurlah" kata Nana menghembuskan napasnya lega.
"kenapa memang kalau kita hubungan jarak jauh lagi , bukannya selama ini aman aman saja ????" tanya Sagara karena melihat wajah lega Nana.
"aman dari mana ??? kamu tahu bukan aku ini cantik dan pintar sekali lagi aku tekankan cantik dan pintar . banyak lelaki yang suka pada ku itu pasti dan aku ini manusia bisa kapan saja bisa tergoda" kata Nana yang selalu berkata dengan pedenya .
"termasuk Lelaki berstatus polisi tadi???" tanya sagara yang ingat Nana tadi sempat di hubungi seorang polisi .
"salah satunya tapi sejujurnya ini bukan sekali dua kali aku di ajak keluar bersama ,sering kali tapi selalu ku tolak karena aku tidak ingin menghidupkan jiwa jiwa centil dalam diri ku" kata Nana yang membuat Sagara menghela napas dan setelah nya tersenyum samar.
ini lah yang Sagara paling suka dari Nana apa adanya ,berkata jujur walau kadang membuat diri nya menggeleng, tingkat pedenya di atas rata rata hingga kadang dia tidak sadar diri wibawanya hilang karena kelakuan random nya .
"terus bagaimana kabar lelaki itu setelah sekarang kamu resmi menerima lamaran aku???" tanya Sagara pada Nana.
"apa aku boleh sekali saja pergi dengan lelaki itu , hitung hitung kami pergi makan dan setelah itu aku pulang " kata Nana dengan bodohnya bertanya seperti itu pada Sagara.
"kalau untuk makan saja aku pun bisa ,apa pernah kamu kelaparan selama dengan ku hah???" tanya Sagara yang membuat Nana tertawa dan merangkul tangan Sagara lalu memeluk lengan yang entah sejak kapan kekar dan besar ini.
"aku hanya bercanda saja, aku juga tidak punya nyali untuk pergi dengan lelaki lain" kata masih dengan tawa kecilnya .
"sangat tidak mungkin kamu tidak punya nyali , aku tahu seberapa berontak kamu . semakin di larang semakin kamu lakukan larangan itu" kata Sagara melepas tangan Nana dari lengannya , lalu tangan Sagara merangkul dan membawa Nana kedalam pelukannya.
"akhirnya ya yah,,,, Nana Sampai juga di titik ini " kata bee yang tengah berdiri bersama ayahnya sambil melihat ke arah Nana dan Sagara lewat jendela kaca yang langsung mengarah pada halaman belakang.
"sebentar lagi ayah akan di bebas tugaskan dari menjaga Nana seperti kamu dulu" kata bumi yang matanya seketika berembun yang membuat bee memeluk ayahnya dari samping.
"aku rasa ayah tidak akan pernah bebas tugas setelah aku menikah , ayah selalu ada saat aku butuh dan begitu pula ibu kalian orang tua terbaik untuk kami walau kami sering membuat kalian sakit kepala" kata bee terkikik.
"pelukan saja terus lihat suami kamu sibuk ngurus anaknya tapi istri nya malah sibuk pelukan dengan suami orang " kata lora yang membuat bee merotasi bola matanya malas.
"istri ayah masih cemburuan juga jika anaknya memeluk suaminya padahal dia setiap hari memeluk suaminya tapi masih saja belum sikap tidak ingin bertemu bagi" kata bee yang membuat lora rasanya ingin menjambak rambut anaknya itu.
"tenangkan diri ibu dan jangan biarkan tangan itu terangkat menjambak aku , aku punya suami sekarang dan aku bisa mengadukan ibu jika ibu ingin menjambak aku " kata bee yang membuat ibunya bukan takut malah selangkah maju dan menarik rambut sebahu itu kencang yang membuat bumi menghela napas berat ketika mendengar teriak bee .
"ibu,,,,,sakit tahu" kata bee yang sudah melihat ibunya pergi menjauh ke arah dapur.
"sudah sana bantu suami kamu urus Mikha , jika dia mengantuk tidurkan di kamar ayah karena AC di kamar tamu rusak belum di servis" kata bumi yang membuat bee mengangguk dan setelah itu melangkah mendekati suaminya yang tengah bermain bersama Mikha .
3 tahun menikah dengan Rio rasanya hidup bee tambah bahagia walau sempat insecure karena lambat mendapat keturunan tapi sekarang semua lengkap.
"mas mau istirahat tidak ,jika ingin istirahat ayah suruh di kamar ayah dan ibu saja karena AC di kamar tahu rusak" kata bee pada suaminya.
"mas belum ingin istirahat , kamu mau menidurkan Mikha lagi ??? kalau iya aku ingin keluar menemani kakek yang katanya ingin berjalan di sekitaran komplek rumah ayah ini" kata Rio yang memang di ajak oleh kakek Mukti tadi.
"ishhh aku rasa kakek pasti ingin berpetualang, sudah rentan juga tapi masih aja gak bisa lihat hutan lebat langsung mau ekspor" kata bee yang tahu niatan kakeknya.
"yaudah kalau begitu kamu jagain lelaki tua itu ya takut kakek nyungsep nanti" kata bee tertawa yang membuat Rio juga ikut tertawa .
**********