NovelToon NovelToon
Love Ribbon

Love Ribbon

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Romantis / Cintamanis / Romansa / Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:50
Nilai: 5
Nama Author: Marsanda Marsanda

Seorang gadis bernama bifolla queen zealia atau biasa dipanggil dengan zea, ia jatuh cinta pada pandangan pertama dengan cowok tampan dan populer di sekolahnya, saka zyzenio leonardo atau kerap dipanggil dengan leo. Meskipun leo adalah kakak kelasnya, zea tidak bisa menolak perasaannya. Namun, leo cuek dan tidak peduli dengan keberadaan zea. Zea pun memutuskan untuk mengejar leo dan mencoba mendapatkan perhatiannya. Tapi, apakah leo akan tetap cuek atau mulai menyadari perasaan zea?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marsanda Marsanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketemu crush

Disinilah mereka sekarang, berdiri didepan rumah besar yang bernuansa putih dan terkesan elegan, rumah mewah dan modern berpagar hitam yang menjulang tinggi dan halamannya terlihat sangat rapi.

"Ini rumah lo ngel?" tanya chacha.

"Bukan."

"Lah terus rumah siapa? ngapain kita kesini kalo bukan rumah lo." ujar chacha.

"Rumah bokap sama nyokap gue."

"Itu sama aja kodok, lo kan tinggal disini juga." kata chacha.

"Tapi tetap aja ini rumah orang tua gue."

"Ze, coba lo tabok nih anak!"

"Lo aja, tangan lo kan besar, pasti lebih kuat!"

"Dasar sahabat lucknut lo." sardik chacha kesal.

"Mulai lagi deh! udah ayo masuk!" ajak angel.

Didalam, zea dan chacha disambut oleh dekorasi interior yang stylish dan modern, dengan perabotan yang elegan dan warna-warna yang harmonis. mbok yam, pembantu dirumah angel itu juga terlihat sangat ramah.

"Non." panggil mbok yam yang berjalan menghampiri mereka.

"Eh mbok, orang rumah pada kemana? kok sepi ya." tanya angel.

"Bapak sama ibuk lagi keluar non, katanya ngehadirin nikahan anak temannya, kalo den romi mbok nggak tau kemana." jawab mbok yam.

"Ohh....oke deh."

"Mbok, angel minta tolong, boleh nggak?"

"Iya non, mau minta tolong apa?"

"Mbok sibuk nggak?" tanya angel.

"Nggak non."

"Angel minta tolong buatin minuman angel sama teman-teman angel ya! sekalian bawa cemilan juga ya mbok." pinta angel dengan rama.

"SIAP NON." jawab mbok yam lantang.

"Tarok di meja dekat kolam ya mbok."

"Oke non." jawab mbok yam dan berlalu pergi.

"Ayo ke kamar gue! lo pake baju gue dulu." ajak angel.

"Thanks ya ngel."

"It's okay."

"Ngel rumah lo beneran kayak istana, lebih gede dari rumah kita." ujar chacha.

"Rumah impian gue sama kak leo." nimbrung zea sambil tersenyum senang.

"Huekk...." chacha dan angel menampilkan ekspresi muntah, mendengar apa yang zea ucapkan.

"Gue serius, liat aja nanti." zea berjalan kedepan dengan wajah cemberut dibuatnya.

"Kamar lo dimana?" tanya zea masih dengan wajah kesalnya.

"Tuh kan sok-sokan jalan duluan." sarkas chacha sambil tertawa.

"Yaudah yuk! kamar gue ada di lantai dua." angel memimpin jalan menuju kekamarnya.

Setelah mengganti baju dan meminta tolong kepada mbok yam untuk mencuci seragam sekolah zea, mereka langsung pergi kebelakang rumah angel sembari menikmati cemilan dan menatap hamparan kolam renang yang jernih.

Zea duduk di tepi kolam renang sambil menatap lurus kedasar kolam dengan sedikit tersenyum. Air kolam yang jernih memantulkan cahaya matahari, menciptakan karya yang mempesona.

Chacha dan angel bangkit dari duduk mereka dan berlari menghampiri zea yang sedang duduk melamun dengan menatap kosong ke arah dasar kolam.

"Ze! lo ngapain bengong gitu?" tanya chacha

"Pengen aja" jawab zea.

"Kenapa tiba-tiba pengen bengong?" tanya angel.

"Ya karna pengen ngel."

"Mending kita foto yuk, kita kan nggak ada foto bertiga! dari pada lo bengong nggak jelas kayak gitu." ujar chacha dengan kamera ditangannya.

"Lagian ya, lo bengong kayak gitu serem tau! soalnya rumah gue angker." kata angel dengan wajah yang tampak meyakinkan.

"Jangan gitulah ngel, pulang aja yuk cha." ajak zea, ia memeluk erat lengan chacha.

"Serius ngel, rumah lo beneran angker?" tanya chacha.

"Iya."

"Pulang aja yuk cha." ajak zea.

"Huahaha." angel tertawa keras.

"Gue serius ngel, kok lo malah ketawa sih." kata chacha.

"Ya nggak lah gue cuman bercanda doang, lagian mana ada rumah sebagus ini angker." ujar angel dengan cekikikan.

"Jangan nakutin deh." timbal zea.

"Sorry-sorry." angel masih dengan senyumnya.

"Katanya mau foto?" tanya chacha.

"Ayok, pose muka jelek ya!" ujar angel.

"Kok muka jelek?" tanya zea.

"Biar lucu!"

Zea dan chacha berdiri disamping kiri dan kanan angel, ketiganya membuat ekspresi yang terlihat lucu. "Say cheese!" kata angel sambil memencet tombol kamera.

"Bagus nggak sih fotonya?" tanya zea sambil melihat hasil foto dikamera.

"Lucu banget." ucap chacha.

"Kok muka lo nggak dijelekin sih cha." kesel zea.

"Karna muka gue udah cantik dari sananya." ujar chacha dengan percaya diri.

"Ngel ulan-

"Hem." suara seseorang menghentikan kegiatan mereka bertiga.

Membuat zea, chacha dan angel langsung menoleh ke arah sumber suara dengan rasa penasaran dan sedikit terkejut.

"Kak." ujar angel.

"Ngapain?" tanya seorang cowok.

"Lagi foto, gue pinjem kamera lo ya." ujar angel.

"Masuk dulu kedalam, mama sama papa udah pulang." suruh romi, suaranya terkesan dingin.

"Bentar lagi."

"Mama sama papa udah nungguin didalam."

"Iya deh iya." angel menarik pergelangan tangan zea dan chacha menuju ruang tamu.

Ketiga gadis cantik itu dikagetkan dengan satu sosok yang sedang duduk di sofa dengan ponsel ditangannya. Di sampingnya ada bokap dan nyokap angel yang menatap kearah mereka bertiga.

"Kak leo." sarkas zea dengan gembira.

Leo mendongakkan kepalanya, ia mendapati gadis mungil didepannya yang tersenyum manis. Ngapain cewek gila ini ada dirumah sepupunya? harus banget setiap hari ketemu sama yakult kurcaci ini? leo menghela nafas dengan kasar, walaupun ia tahu zea teman angel, tapi nggak harus bertemu disini juga.

"Loh, ini temannya angel ya?" tanya mama angel dengan tersenyum rama kepada zea dan chacha.

"Iya tante, kita temannya angel." jawab chacha.

"Kenal juga sama leo ya?" tanya papa angel.

"Iya om, zea kenal sama kak leo!" jawab zea dengan semangat 4,5.

"Jelas kenal dong pa, orang leo satu sekolah sama mereka." sarkas mama angel.

"Duduk sini sayang." lanjut mama angel dengan tangannya mengarah kesofa depan.

"Makasih tante." ucap zea dan chacha.

"Kak leo ngapain disini?" tanya zea.

"Duduk." jawab leo dengan datar.

"Ya mau ngapain kesini! gitu loh maksud zea."

"Kepo."

"Zea nggak kepo kak leo, zea cuman mau tau!"

"Sama aja."

"Kak leo kalo pake baju santai kaosan gini, gantengnya nambah deh!" sarkas zea kembali.

"Zea suka ya sama leo?" tanya mama angel sembari tersenyum gemes, melihat tingkah gadis mungil didepannya.

"Iy-

Angel dan chacha langsung membukam mulut zea dengan cepat, sebelum gadis tersebut berbicara lebih lanjut, yang pada akhirnya akan membicarakan leo.

"Ze, baju lo mungkin udah kering deh, kita cek dulu yuk." ajak angel.

"Iya ze, kalo udah kering kita langsung pulang." ujar chacha.

"Bantar dulu, gue kan masih mau disini." bisik zea.

"Udah sore tau, bisa membara bokap gue kalo gue belum pulang." kata chacha.

"Yaudah lo pulang duluan aja cha, gue masih mau disini."

Angel langsung menarik zea menuju kamarnya, diikuti oleh chacha. " Kita permisi dulu tan, om." pamit chacha.

"Eh tapi kan gu-

"Udah ayokk...." chacha dan angel menarik zea.

****

Malamnya zea berlari buru-buru menghampiri keluarganya. Di halaman belakang ia melihat raka yang sedang bermain basket bersama papanya, sementara mama duduk di meja pinggir lapangan basket.

"Papa, kak aka!" panggil zea.

"Sini sayang!" ajak mama.

"Bentar ma." zea berlari menghampiri papa dan juga raka.

"Kenapa dek?" tanya papanya.

"Ajarin zea main bola basket!" pinta zea.

"Kok tiba-tiba pengen belajar main bola basket?" tanya raka penasaran.

"Zea pengen masuk klub basket disekolah."

"Tapi kan zea nggak bisa lari-larian." timbal papanya.

"Zea bisa kok pa, boleh ya pa, boleh ya! please...." zea menggoyang-goyangkan lengan papanya dengan manja.

"Papa nggak mau zea kenapa-napa! zea cari klub lain aja, kan banyak tuh! kayak musik, tari, seni."

"Zea maunya basket pa! boleh ya pa."

"Bener apa kata papa dek, lo cari klub lain aja ya." nimbrung raka dengan lembut.

"Zea mau basket!" zea menampilkan wajah sedihnya.

Papa zea memandang putrinya itu dengan tatapan yang sulit ditebak.

"Yaudah, tapi ingat! zea nggak boleh terlalu capek!" ujar papanya.

"Pa tapi kan queen-

"Nggak apa-apa." potong papanya.

"Tapi papa minta sama kamu, kalo kamu sampai kenapa-napa, kamu harus berhenti dari klub itu." lanjut papa zea.

"Iya pa, zea janji nggak bakalan buat papa sama yang lain khawatir." zea memeluk papanya.

"Yaudah, jadi mau sekarang belajarnya atau besok?"

"Sekarang aja pa."

"Ka, ajarin adek kamu ya, papa mau temenin mama dulu disana." perintah papanya. 

"Iya pa."

Laki-laki paruh baya itu berjalan menghampiri istri tercintanya yang sedang duduk dengan tenang sambil menonton drama kesukaannya.

"Ayok kak, jadi mau mulai dari mana dulu?" tanya zea dengan bersemangat.

"Lo yakin dek?"

"Yakin banget."

"Tapi janji sama kakak, lo nggak boleh kenapa-napa!"

"Iya kakak gue yang tersayang, queen kakak nggak bakal kenapa-napa kok, tenang aja! pecaya deh sama gadis imut ini."

"Yaudah kita mulai ya!"

"Okay."

Mereka mulai dengan posisi berdiri yang benar dan cara menggiring bola atau dribbling dan teknik dasar shooting. Awalnya zea kesulitan mengontrol bola, tetapi dengan sabar dan penuh perjuangan, ia mulai bisa menggiring bola dengan benar dan beberapa tembakan sederhana.

"Bagus queen, lo emang cepat belajar dan mudah tangkap." raka mengacungkan jempolnya.

"Iya dong! siapa dulu, bifolla queen zealia gitu loh." ujar zea, ia merasa sangat senang dan penuh percaya diri.

Setelah ini ia akan masuk ke klub basket! dan tentunya hal tersebut yang ia inginkan dari sejak kemarin, ia akan bermain basket bersama leo dan menunjukkan kemampuannya kepada seorang leo jika dia bisa menjadi cewek idaman cowok tersebut.

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!