Indira, gadis muda keturunan Tionghoa dan Indonesia. dia sudah dari kecil ikut dengan sang ibu, karena ayahnya sudah meninggal
Indira, melanjutkan perusahaan otomotif milik sang Ayah, tapi saat dia akan kembali ke Indonesia. dia mengalami kecelakaan pesawat...
Penasaran dengan cerita nya Yuk ikuti terus Cerita ini. akan banyak menguras tenaga dan emosi, siapkan kata-kata yang indah saat Indira Gandhi masuk ketubuh perempuan muda yang ditinggal oleh orang tua nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nine
Xiao Lin menatap tak percaya dengan keinginan adiknya itu. sedangkan kedua lelaki paruh baya saling tatap, mereka terkejut dengan konsep bocah lelaki itu. bukankah itu sama saja merampok orang mati
BUG
Salah satu lelaki paruh baya itu terduduk karena tubuhnya sudah lemas. Xiao Lin melupakan mereka berdua, karena kelakuan adiknya
"Eh... Jangan duduk dulu paman kotor itu" ucap Xiao Lin
"Saya bukan duduk... tapi kaki saya tiba-tiba lemas" jawab nya dengan nada kesal
"Eh? lemas... ku kira sengaja duduk, pasti itu racun yang di lempar orang itu tadi ya" ucap Xiao Lin. sambil memeriksa lelaki paruh baya tersebut
"Nah... ini ada dua racun? seperti nya ini racun dingin, apa paman akan kedinginan saat malam hari?" tanya Xiao Lin
"Iya benar Yang Mulia Kaisar Zhao akan mengigil saat malam hari" jawab pengawal pribadi nya
Xiao Lin berpikir di ruang Qinya ada nama racun itu apa tidak, dia pun tiba-tiba mengeluarkan air pelangi dari ransel nya dan tak lupa dia memberikan buah keabadian hidup
DEG
Kedua lelaki paruh baya itu saling tatap. Mereka bukan orang biasa jadi mereka tahu air yang mengeluarkan aroma terapi dan manis itu air dari surgawi. air minum para dewa Dewi di sana. dan buah keabadian itu hanya ada di dunia bawah
"Si siapa kau gadis muda?" tanya gugup pengawal pribadi Kaisar Zhao
"Aku?" tunjuk Xiao Lin pada dirinya sendiri
"Lupakan siapa aku ini minum air ini, dan jangan lupa habiskan buah ini juga... kalian tak perlu mencari informasi tentang ku, kalau kalian masih ingin berdiri di dunia ini" ucap Xiao Lin dengan tegas
GLEK
Baru kali ini Kaisar Zhao merasa tertekan. ilmu bela diri dan tenaga dalam dia paling kuat dari setiap Kaisar lain, tapi kenapa di hadapan gadis muda ini. dia merasa tekanan kuat
"Xiao Nam ayo... kita kembali, jie jie sudah selesai memberikan beliau penawar nya" ucap Xiao Lin. dia tak ingin memberikan hati kepada para Kaisar di dunia ini, dia tahu masih tidak ada keadilan di dalam pemimpin para Kaisar. masih banyak rakyat kelaparan dan masih banyak orang yang mati karena penanganan bantuan dari pemerintah tak pernah mereka dapat kan
Xiao Nam yang sudah selesai mengambil semua barang dan harta para pembunuh bayaran pun langsung mendekati jie jienya, dia belum sempat menghitung jumlah yang dia dapatkan itu
Pikir Xiao Nam hanya satu, aku kaya raya itu yang di pikir kan bocah lelaki tampan itu. Kaisar Zhao pun meminum air dan memakan buah keabadian itu. setelah itu dia merasakan tubuhnya panas, keringat dingin mulai keluar. yang membuat nya jijik itu keringat yang dia keluarkan berwarna hitam
Uhukkkk
Dia berbatuk dan mengeluarkan kristal Es yang berwarna biru terang, kedua paruh baya itu terkejut
"A apa itu yang namanya racun dingin? ke kenapa berbentuk kristal?" tanya Kaisar Zhao. dia pun segera berdiri dan mengajak pengawal nya itu, mengikuti kedua adik dan kakak itu
Xiao Lin yang merasa di ikuti pun menghela nafas kasarnya, Kaisar tua menyebalkan itu tak mendengar ucapan dia ternyata. tapi dia tak menghalanginya untuk tak mengikuti dirinya ke kediaman Xiao Lin di sisi hutan terdalam
Xiao Nam memiringkan kepalanya, dia menatap paviliun yang berada di depan nya itu
Yang dulunya gubuk reyot sekarang menjadi paviliun indah dan unik "Jie jie ini gubuk kita kemana? masa di tertimpah paviliun indah itu?" tanya Xiao Nam
Xiao Lin meringis mendengar pertanyaan sang adik. apa katanya tertimpah, adiknya ini suka ngada-ngada saja
Kaisar Zhao dan pengawal nya pun terkejut, dia baru mengetahui bila di hutan gelap itu terdapat tempat tinggal
Tak lama Xiao Xie dan Momo pun keluar, Kaisar Zhao semakin terkejut karena yang mengisi paviliun ini semua nya masih kecil, tapi Kaisar Zhao merasakan mereka tak sederhana itu
"Apa anda masih ingin terus melihat kamu Yang Mulia Kaisar Zhao?" tanya Xiao Lin. kaisar Zhao dan pengawal nya pun terkejut karena mereka belum menyebutkan marga mereka
"Ka kau mengetahui marga Zhen?" tanya nya dengan terkejut
Xiao Lin memutar mata malasnya mendengar pertanyaan itu, orang pun akan tahu dia dari Kekaisaran Zhao. orang lambang jubah nya tidak dia lepas
"Tatet.... anat-anat sepelti Xie'el pun tau, bila tatet Dali kacial Zhao, talna jubah tatet nda dilepac" ucap Xiao Xie. kaisar Zhao menatap tubuhnya, dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. dia lupa saat tadi di kejar para pembunuh bayaran. dia belum melepaskan pakaian nya itu
"Ck ck ck... maklum ya kakek, anda sudah tua" ucap Xiao Nam sambil menggelengkan kepalanya. Jangan lupa tatapan matanya itu memindai Kaisar Zhao
"Eh?"
TBC