Di masa lalu, Sheng Long adalah Kaisar Iblis Kuno terkuat yang pernah ada. Kekuatannya begitu mengerikan hingga seluruh ras bersatu hanya untuk satu tujuan—menyegelnya selamanya.
Menolak tunduk pada takdir, Sheng Long membelah jiwanya dan bereinkarnasi demi menghindari segel tersebut. Ia terlahir kembali sebagai putra Keluarga Shen, namun dengan harga yang kejam. Kekuatan masa lalunya tersegel, tubuhnya lemah, dan ia dicap sebagai tuan muda sampah yang sakit-sakitan.
Menganggap keberadaannya sebagai aib, keluarganya menikahkannya dengan seorang gadis sederhana yang tak memiliki latar belakang apa pun. Namun justru dari gadis itulah, Shen Long merasakan kehangatan dan ketulusan yang tak pernah ia miliki sebelumnya. Untuk pertama kalinya, ia merasakan arti kebahagiaan.
Sayangnya, kebahagiaan itu menjadi dosa di mata keluarganya.
Didorong oleh iri dan kebencian, mereka merebut gadis itu dari hidupnya. Tindakan kejam tersebut menghancurkan segel yang membelenggu jiwa Sheng Long. Kaisar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9: Penghalang Tak Tahu Diri
Cahaya keemasan yang turun dari langit perlahan memadat, membentuk sosok pria tua berjenggot putih dengan jubah yang memancarkan aura suci. Di tangannya terdapat sebuah tongkat kayu cendana yang berdenyut dengan energi murni.
"Berhenti, anak muda! Kau telah melampaui batas hukum alam!" suara pria tua itu menggelegar, mencoba menekan aura hitam yang meluap dari tubuh Shen Long. "Aku adalah Penatua Gu dari Sekte Awan Putih. Aku tidak bisa membiarkan pembantaian keji ini berlanjut di bawah pengawasanku!"
Shen Long, yang tangannya masih berlumuran darah Shen Mo, perlahan menoleh. Tatapannya dingin, tidak terganggu sedikit pun oleh kehadiran sosok yang dianggap dewa oleh penduduk lokal tersebut.
"Hukum alam?" Shen Long terkekeh, suara tawanya terdengar seperti gesekan logam yang berkarat. "Di mana hukum alammu saat mereka membantai istriku yang tidak bersalah? Di mana sekte suci kalian saat keadilan dikubur hidup-hidup?"
Penatua Gu mengernyit. Ia merasakan tekanan yang setara dengan dirinya. "Ranah Jiwa Sejati? Di usia semuda ini? Kau jenius yang langka, Nak. Jangan biarkan kebencian menghancurkan masa depanmu. Serahkan keluarga Shen padaku untuk diadili, atau aku terpaksa bertindak!"
"Adili?" Shen Long mengangkat pedang Pembantai Surga. "Hanya aku yang berhak menjadi hakim, juri, dan algojo bagi mereka. Dan kau... jika kau menghalangiku, kau hanyalah kerikil lain yang akan kuhancurkan."
BOOM!
Tanpa aba-aba, Shen Long melesat. Tabrakan antara energi hitam pekat dan cahaya emas menciptakan gelombang kejut yang meratakan sisa-sisa bangunan aula utama. Shen Po dan Quinxi terlempar hingga menghantam dinding pelindung yang diciptakan Penatua Gu.
Pertarungan sengit pecah di angkasa. Penatua Gu mengayunkan tongkatnya, memanggil naga cahaya yang mengaum dahsyat. "Teknik Suci: Sembilan Penjara Cahaya!"
Sembilan pilar emas mengurung Shen Long, mencoba memurnikan aura iblisnya. Namun, Shen Long hanya berdiri tegak di tengah kepungan itu. Ia mengayunkan pedangnya dalam lingkaran sempurna.
"Seni Pedang Iblis: Gerhana Abadi!"
Kegelapan menelan cahaya emas tersebut dalam sekejap. Shen Long muncul di belakang Penatua Gu dengan kecepatan yang melampaui penglihatan mata. Keduanya saling bertukar serangan ribuan kali dalam hitungan detik. Setiap dentingan senjata mereka menyebabkan getaran hebat yang menghancurkan kaca-kaca di kota bawah gunung.
Penatua Gu mulai terengah-engah. Wajahnya yang tadinya tenang kini dipenuhi keringat dingin. "Bagaimana mungkin... kau hanya di ranah Jiwa Sejati, tapi kepadatan energimu... ini tidak masuk akal!"
Penatua Gu mengerahkan seluruh kekuatannya, membentuk sebuah bola cahaya raksasa di ujung tongkatnya. "Mati kau, Iblis! Penghakiman Langit!"
Bola cahaya itu melesat jatuh, membawa tekanan yang mampu menghancurkan sebuah kota kecil. Namun, di bawah bayang-bayang serangan mematikan itu, Shen Long tidak menghindar. Ia hanya mengangkat satu tangannya, menangkap bola energi tersebut dengan telapak tangan kosong.
Crrrtt...
Energi suci itu mulai retak dan berubah warna menjadi hitam saat bersentuhan dengan kulit Shen Long.
Penatua Gu terbelalak ngeri. "Kau... kau menyerap energi suci?!"
Shen Long mendongak. Rambut hitamnya berkibar liar, dan tanda naga merah di dahinya mulai berpendar terang. Ia meremas bola energi tersebut hingga hancur berkeping-keping seperti kaca.
Ia menatap Penatua Gu yang kini gemetar hebat, menyadari bahwa ia bukan sedang berhadapan dengan seorang kultivator jenius, melainkan sesuatu yang jauh lebih kuno yang telah merangkak keluar dari neraka.
Shen Long menyeringai—sebuah senyum mengejek yang menunjukkan taringnya, merendahkan semua usaha sang penatua yang dianggapnya sebagai lelucon.
"Hanya segini kemampuan 'Hukum Alam' yang kau banggakan itu?"
Shen Long menjentikkan jarinya, dan seketika ribuan pedang bayangan muncul di langit, semuanya mengarah tepat ke arah Penatua Gu dan keluarga Shen yang ketakutan.
"Sekarang, biarkan aku menunjukkan padamu... bagaimana rasanya saat Langit yang kau sombongkan itu runtuh."