NovelToon NovelToon
A WINTER OF MY HEART

A WINTER OF MY HEART

Status: tamat
Genre:Karir / Angst / Tamat
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Sinopsis
Aruna Rembulan Maharani
Gadis dengan kata-kata yang membelenggu.
Ia adalah editor handal yang hidup di balik tirai kata-kata puitis namun kosong. Di permukaan, Aruna terlihat tenang dan terkendali, seorang gadis yang pandai memoles keburukan dunia menjadi narasi yang indah.
Biru Laksmana Langit
Laki-laki dengan lensa yang memburu kebenaran.
Lahir di tengah gelimang harta keluarga Laksmana, Biru justru memilih menjadi anomali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Puing di persimpangan jalan

Malam itu, setelah aku melarikan diri dari rumah sakit, duniaku terasa seperti kaset rusak yang terus memutar ulang satu kata: Laksmana. Sebuah nama yang seharusnya bermakna pelindung, namun bagiku kini terasa seperti jerat yang mencekik.

Aku duduk di lantai apartemenku, memunggungi pintu yang terkunci rapat. Aku tidak menyalakan lampu. Dalam kegelapan, aku merasa lebih aman. Setidaknya, dalam gelap, aku tidak perlu melihat bayanganku sendiri—bayangan wanita bodoh yang baru saja membiarkan musuhnya masuk ke dalam pelukan.

Tiba-tiba, ponselku bergetar. Sebuah panggilan masuk.

Biru Laksmana Langit.

Aku menatap layar itu dengan kebencian yang bercampur dengan rasa sesak. Aku melempar ponsel itu ke atas sofa. Biarlah dia memanggil sampai langit benar-benar runtuh. Aku tidak akan tertipu lagi oleh ketenangan palsunya.

Namun, hanya berselang beberapa detik setelah getaran ponselku berhenti, sebuah ketukan terdengar di pintu. Bukan ketukan lembut Biru yang biasanya, melainkan ketukan yang lebih mendesak, lebih... akrab.

"Na? Aruna Rembulan Maharani? Aku tahu kamu di dalam."

Darahku berdesir hebat. Itu bukan suara Biru. Itu adalah suara dari masa lalu yang baru saja kulihat di galeri. Suara yang dulu memanggilku dengan sebutan 'fajarku'.

Abhinara Bagas Semesta.

Aku bangkit dengan amarah yang mendidih, membuka pintu dengan sentakan keras. "Mau apa lagi, Abhi? Belum puas melihatku hancur?"

Abhinara berdiri di sana, tanpa istrinya. Wajahnya tampak kacau, dasinya longgar, dan aroma alkohol samar tercium dari napasnya. Dia mencoba masuk, tapi aku menahan daun pintu dengan bahuku.

"Aku melihatmu tadi, Na. Di rumah sakit," Abhi bersuara parau. "Aku melihatmu lari dari Biru. Jadi kamu sudah tahu, kan? Kamu sudah tahu kalau adik sepupuku itu sedang memainkan peran pahlawan untuk menutupi rasa bersalah keluarga kami?"

"Pergi, Abhi," desisku.

"Dengarkan aku dulu!" Abhi menahan pintu dengan tangannya. "Biru itu tidak tulus, Aruna. Ayah kami sedang sekarat, dan wasiat kakek mengatakan bahwa siapa pun yang bisa membawa 'aset berharga' keluarga kembali akan mendapatkan posisi utama. Kamu, Aruna... kamu adalah proyek yang gagal kubawa, dan Biru mencoba memperbaikinya agar dia bisa naik takhta di Laksmana Group. Dia hanya mengincar apa yang tidak bisa kudapatkan!"

Aku tertegun. Kepalaku terasa pening. Satu pria bilang dia melindungiku, pria lain bilang ini semua tentang warisan. Bagiku, mereka berdua hanyalah predator yang sedang memperebutkan bangkai yang sama.

"Kalian berdua sama saja," suaraku bergetar hebat. "Kalian menggunakan hatiku seperti papan catur."

"Aku tidak bohong, Na. Maira... pernikahan itu adalah bisnis. Tapi Biru? Dia lebih licik. Dia mendekatimu dengan wajah malaikat sementara dia tahu persis setiap inci rasa sakit yang kubuat untukmu. Dia menikmati melihatmu mencair di tangannya."

"CUKUP!" aku berteriak.

Tepat saat itu, lift di ujung lorong terbuka. Biru muncul di sana, masih mengenakan kemeja putih yang kini sudah kusut. Dia terpaku melihat Abhinara berdiri di depan pintuku.

"Abhi? Apa yang kamu lakukan di sini?!" suara Biru terdengar rendah dan mengancam. Dia berjalan cepat mendekat, matanya berkilat penuh amarah.

"Oh, sang penyelamat sudah datang," ejek Abhinara sambil berbalik menghadap Biru. "Kenapa, Biru? Takut rahasia 'proyek warisan'-mu terbongkar sebelum Aruna benar-benar jatuh cinta?"

Bugh!

Satu pukulan mentah mendarat di rahang Abhinara. Biru tidak bicara. Dia memukul dengan kemarahan seorang pria yang rahasianya dikuliti. Mereka bergumul di lantai lorong apartemenku, dua pria dari keluarga Laksmana yang saling menghancurkan, sementara aku hanya bisa berdiri mematung di ambang pintu.

"BERHENTI!" teriakku, namun suaraku hilang ditelan suara hantaman dan napas yang memburu.

Aku melihat ke arah mereka, lalu ke arah dalam apartemenku yang sunyi. Aku menyadari sesuatu yang sangat pahit: Biru Laksmana Langit memang memberikan samudranya, tapi samudra itu penuh dengan darah keluarganya. Dan Abhinara Bagas Semesta memang semestaku, tapi semesta yang sudah lama kiamat.

Aku mundur selangkah, lalu menutup pintu apartemenku dan menguncinya. Aku membiarkan mereka bertengkar di luar. Aku tidak peduli siapa yang menang atau siapa yang berbohong.

Malam itu, Aruna Rembulan Maharani menyadari bahwa fajar tidak butuh langit untuk terbit. Fajar hanya butuh keberanian untuk muncul dari kegelapannya sendiri. Aku mengambil koperku dari atas lemari. Sudah waktunya fajar ini menghilang, sebelum benar-benar padam ditelan oleh dua langit yang saling bertabrakan.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
Wiwik Darwasih
bagus👍
deepey
bikin meleleh..
deepey
salam kenal kk.
Isti Mariella Ahmad: Salam kenal 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!