NovelToon NovelToon
The Antagonist From Paris

The Antagonist From Paris

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Time Travel / Dark Romance / Bad girl / Antagonis
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: Vanilla Ice Creamm

Pantanganya hanya satu, TIDAK BOLEH MENIKAH. Jika melanggar MATI MEMBUSUK

Putus asa dan hancur, Bianca Wolfe (25) memilih mengakhiri hidupnya dengan melompat dari apartement Le Manoir d'Argent yang mewahnya di pusat kota Paris, Perancis. Namun, maut menolaknya.

​Bianca terbangun di ranjang mewahnya, dua tahun sebelum kematian menjemputnya. Di sebelahnya cermin, sesosok kuasa gelap bernama Lora menagih janji: Keajaiban tidaklah gratis.

​Bianca kembali dengan satu tujuan. Ia bukan lagi gadis malang yang mengemis cinta. Dengan bimbingan Lora, ia menjelma menjadi wanita paling diinginkan, binal, dan materialistis. Ia akan menguras harta Hernan de Valoisme (40) yang mematahkan hatinya, dan sebelum pria itu sempat membuangnya, Bianca-lah yang membuangnya lebih dulu.

​Kontrak dengan Lora memiliki syarat: Bianca harus terus menjalin gairah dengan pria-pria lainnya untuk menjaga api hidupnya tetap menyala dan TIDAK BOLEH MENIKAH.

Jika melanggar, MATI.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vanilla Ice Creamm, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Drama Percintaan di Roma

"Solo, Signorina? (sendiri saja, Nona). " tanya pria itu seraya mengambil tempat di kursi sebelah Bianca. "Namaku Simon Maldini."

​"Bianca. Bianca Wolfe. Ya, aku sedang sendirian, Signor (Tuan) Maldini."

​"Panggil saja, Simon."

"Rasanya wajahmu tidak asing, Simon. Kau seorang pebisnis?" tebak Bianca. Ia teringat pernah melihat profil Simon di majalah bisnis milik Hernan beberapa bulan lalu.

​Simon terkekeh, suara baritonnya terdengar begitu maskulin. "Hanya pria yang mencoba bertahan hidup di kerasnya persaingan Eropa, Bianca. Tapi ya, kau mungkin pernah melihatku di beberapa tajuk utama berita finansial."

"Benar tebakanku, kan? Bisnismu bergerak di bidang apa? Siapa tahu aku bisa menawarkan saham untuk beberapa klienku di Paris. Aku seorang pialang," tawar Bianca.

Simon menyesap minumannya, matanya menatap Bianca dengan intensitas yang seolah bisa menelanjangi rahasia wanita itu.

"Logistik dan manufaktur senjata. Tapi aku tidak yakin klienmu di Paris memiliki nyali untuk bermain di pasarku, Bianca. Ini bisnis kotor."

Bianca menyesap minumannya perlahan, Ia melemparkan senyum miring penuh provokasi, sementara jemarinya dengan sengaja mengelus pinggiran gelas kristalnya.

"Bermain kotor? jangan meremehkanku, Simon. Paris mungkin terlihat romantis di permukaan, tapi di baliknya, aku sudah terbiasa menangani hal-hal yang jauh lebih kotor daripada sekadar bisnis senjata."

Ia memajukan tubuhnya, hingga Simon bisa menghirup aroma parfum mahalnya yang memabukkan. "Justru itu yang menarik. Aku tidak suka sesuatu yang terlalu bersih atau mudah ditebak. Jadi, tunjukkan padaku seberapa 'berbahaya' pasarmu itu."

"Oh, maaf, Simon. Aku harus segera pergi. Aku harus mengambil perhiasanku di L'Eternità—kaitannya sedikit rusak. Aku jauh-jauh dari Paris ke Roma hanya untuk memastikan pengrajin di sana memperbaikinya dengan sempurna," ucap Bianca tiba-tiba.

Ia beranjak dari kursinya, Bianca sengaja melakukan tarik ulur agar tidak terkesan terlalu mengharapkan kehadiran Simon.

Simon menahan napas sejenak, matanya mengikuti setiap gerak-gerik Bianca yang berkelas. "Toko di sudut Via Condotti itu? Mereka hanya menerima pelanggan VVIP. Menarik."

"Sampai jumpa lagi, Simon. Jika keberuntungan memihakmu," bisik Bianca sambil menyampirkan tas kecilnya, lalu melangkah pergi tanpa menoleh, meninggalkan aroma parfum yang masih tertinggal.

"Bianca, biar kuantar," ujar Simon sembari menahan lembut pergelangan tangan gadis itu.

Seketika Bianca mematung. Matanya membulat, terselip kilat kepanikan karena kebohongannya terancam terbongkar. Namun, suara Lora tiba-tiba bergema di kepalanya, "Tenanglah, Bianca. Aku akan membuatmu seolah benar-benar akan mengambil sesuatu di sana. Cek tasmu, sebuah tanda terima sudah kupersiapkan. Jangan lepaskan Simon sekarang."

"Baiklah, jika kau tidak keberatan," jawab Bianca akhirnya, berusaha menguasai diri.

"Tunggu sebentar, aku panggil sopirku." Simon merogoh ponselnya, lalu berbicara cepat dalam bahasa Italia yang tegas. Sembari menunggu, ia menatap Bianca penuh selidik. "Ngomong-ngomong, sudah berapa lama kau di Roma?"

"Aku baru tiba satu hari yang lalu,"

"Bukankah masalah pengait bisa diperbaiki di Paris? Kurasa di sana tidak kekurangan toko perhiasan ternama," Simon merasa janggal.

"Aku hanya ingin sekalian berlibur, Simon. Mencari suasana baru."

"Itu sopirku. Ayo..." Sebagai seorang gentleman, Simon merengkuh pinggang ramping Bianca dan membukakan pintu mobil mewahnya dengan gerakan protektif.

"Apa kau membeli perhiasan itu di toko tersebut?" tanya Simon. Sebagai pria yang berkecimpung di bisnis gelap, instingnya terlalu tajam untuk sekadar percaya begitu saja.

"Tentu. Aku membelinya di sana empat bulan yang lalu."

"Dengan siapa kau ke Roma saat itu?" selidik Simon lagi, matanya menyipit mencari celah pada ekspresi Bianca.

"Memang ada apa, Simon? Kau terdengar seperti sedang menginterogasi tersangka, bukan mengajak kencan seorang wanita."

Simon terkekeh hambar, namun jemarinya masih mengetuk sandaran tangan mobil dengan ritme yang mengancam. "Hanya rasa penasaran yang wajar, Bianca. Di duniaku, detail kecil adalah segalanya. Dan kau... kau tampak terlalu sempurna untuk sebuah kebetulan."

"Aku bersama dua temanku. Kami menyewa karavan dari Paris, melewati Monako. Hanya perjalanan bersenang-senang layaknya para gadis," ucap Bianca, berbohong dengan sangat lancar. "Jangan bilang kau mencurigaiku sebagai mata-mata, ya?"

Simon tertawa kecil, kali ini terdengar lebih tulus namun menyimpan misteri. "Mata-mata biasanya tidak seberani dan seceroboh dirimu, Bianca. Tapi kau benar, kecurigaan adalah penyakit bagi pria sepertiku. Anggap saja ini caraku untuk memastikan bahwa wanita secantikmu tidak sedang membawa bahaya ke dalam hidupku."

Mobil berhenti tepat di depan fasad megah L'Eternità. Simon turun lebih dulu, lalu mengulurkan tangannya untuk membantu Bianca. "Ayo, kita buktikan apakah pengait perhiasanmu itu benar-benar rusak, atau kau hanya butuh alasan untuk menghabiskan waktu lebih lama denganku."

Bianca menyerahkan tanda terima perhiasan itu kepada petugas. Sejujurnya, itu adalah perhiasan milik Bianca sendiri, namun berkat sihir Lora, pegawai yang awalnya tampak bingung itu tiba-tiba bergerak seolah di bawah kendali.

​"Ini, Nona. Pengerjaannya sudah selesai tepat waktu," ujar petugas itu dengan patuh.

​"Baiklah, terima kasih. Berapa biaya perbaikannya?" Bianca bertanya sembari mengecek sebentar lalu memasukkan kalung itu ke dalam kantong beludru berwarna hijau dan menyerahkan uang pada petugas itu.

"Oiya, Simon. Kau tadi bilang aku hanya butuh alasan untuk menghabiskan waktu lebih lama denganmu? Padahal kau sendiri yang bersikeras mengantarku saat aku pamit tadi," cetus Bianca sembari melangkah keluar toko dengan dagu terangkat.

Simon menghentikan langkahnya, menatap Bianca dengan seringai tipis yang sulit diartikan. Ia tidak menyangkal; sebaliknya, ia justru mendekat hingga jarak mereka hanya tersisa beberapa sentimeter.

"Kau memang pandai membalikkan keadaan. Tapi aku tidak akan membantah—wanita yang memiliki selera setajam dirimu memang layak untuk mendapatkan lebih banyak waktuku."

Ia kemudian membukakan kembali pintu mobilnya, namun kali ini tatapannya jauh lebih intens. "Jadi, karena urusan perhiasanmu sudah selesai, bagaimana kalau kita lanjutkan ke agenda yang sebenarnya? Aku tahu sebuah tempat di atas bukit Gianicolo di mana kau bisa melihat seluruh Roma tanpa perlu berbohong tentang alasanmu berada di sini."

Namun tiba-tiba....

"Jadi kau jalang yang sering menghubungi kekasihku? Sekarang kau menyeretnya ke toko perhiasan mahal? Berapa set yang kau rampok darinya, hah?!" wanita itu mendorong kasar bahu Bianca dengan kasar.

​"Kau salah paham, Nona," balas Bianca dingin sembari menepis tangan wanita itu dengan sangat tegas.

​Simon yang berdiri di samping Bianca tidak lantas memisahkan mereka. Ia justru menatap wanita itu dengan tatapan sedingin es, tangannya tetap berada di saku celana tanpa niat untuk merangkul atau menenangkan kekasihnya yang baru saja datang mengamuk.

​"Clarissa, aku benci pengulangan. Aku sudah bilang bahwa hubungan kita berakhir minggu lalu," ucap Simon penuh emosi tertahan. "Dan satu hal lagi, jangan pernah menyentuh tamu spesialku jika kau masih ingin melihat hari esok dengan wajah utuh. Sopirku akan mengantarmu pulang untuk terakhir kalinya. Pergilah."

1
GreenForest
lah hernan malah milih ninggalin bianca
Sinchan Gabut
Saatnya masuk di lingk Aline, habiskan Bian... 🔥🔥🔥
Sinchan Gabut
kenyang ini mah Lora abis puasa seminggu😋
Laila Sarifah
Bahaya bgt lora ini, sekaranv Camile yg bakal jdi korban selanjutnya.Trs bianca gimana? Dilepaskan kah?
Laila Sarifah
bhaya bgt klo di baca bln puasa🤣
Pengabdi Uji
Awal sempet kesel sma bianca udh dpt yg sesempurna simon kek ngapain lg woy lu slingkuh. Eh lah sama aja simon jg slingkuh 🤣🤣 Yaa lu berharap apa klo lu jg mlah slingkuh diluar sana😌😌 Msa iya cewe lu diem aj di slingkuhin wkwk konyol bgt
Pengabdi Uji
Penonton kecewa bianca lg haid. Tapi lumayan lag udh beberapa lama pria ia jajaki😌 skrg wktunya balas emaknya tuh😌😌 Kek nya nenek itu pasti dh tua kan
Vanilla Ice Creamm: 🤣🤣🤣🤣🤣
di sini kira2 range usianya....
Bianca 23
aline 43
brandon 29
camille 20
julien 58🔪🔪🔪🔪🔪🔪🔪🔪🔪🔪
total 1 replies
GreenForest
enak juga jadi Bianca coba jalan2 ke Denmark Bianca
GreenForest
black card nya belum segudang jangan mau nikah dulu
Bonita Larasati
wah bakal bejeg-bejegan nih anak & emaknya
LauRa🍃🍃
Wew langsung di todong suruh jadi istrinya hernan nih🤔
LauRa🍃🍃
Lora semakin jadi deh. Jadi makin penasaran apa Bianca akan terus nurutin Lora
Sinchan Gabut
Aku sih Yes sama Brandon, tp kan... 😆😭
Sinchan Gabut
Buaya betina ini mah... masuk deh perangkap 😏😋
tami
wahh, makin seru ini 🤣
tami
parah emang ibunya bianca, lebih iblis ternyata
GreenForest
Aku penasaran apakah Lora ini adalah sebenarnya bagian masalalu hernan dan ingin balas dendam dengan raga Bianca.
GreenForest
Elias pria yang gak mudah di takhlukan 🤭
LauRa🍃🍃
Lah Ellias gak doyan ma lu Bianca🤣🤣
LauRa🍃🍃
Lora benar" iblis ya. Jahat banget, dan kau Bianca kau benar-benar tak terselamatkan🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!