ini karyaku yang ke enam, mohon dukungan nya ya....
*************
Eltav Aarav Exellenza (baxter), seorang cowok berusia 17 tahun dan hidup seorang diri dengan ketiga maid nya meskipun ia masih memiliki keluarga. keluarga nya tidak peduli pada nya kecuali abang nya apalagi ia baru mengetahui bahwa diri nya hanyalah seorang anak angkat.
ia sangat tertutup dan enggan menceritakan kisah hidup nya pada orang lain termasuk sahabat satu satu nya. ya, hanya sahabat nya lah yang mau berteman dengan nya sedangkan yang lain hanya menganggap nya seperti sampah, namun semua itu tidak pernah di hiraukan oleh nya.
hingga suatu saat, ia menemukan dua anak kecil yang berbeda usia yang tertidur di bawa guyuran air hujan tepat di depan gerbang rumah nya.
siapakah dua anak kecil tersebut? apakah Eltav akan menolong dan merawat mereka atau akan membiarkan nya begitu saja? silahkan ikuti kisah nya dan jangan lupa berikan like, komentar, subcribe dan vote ya, terima kasih dukungan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FZR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MK 9 |BUNA NYA ANAK ANAK|
Pukul 7 pagi, ketiga abang Eltav sudah berada di meja makan bersama bu Ika dan menunggu Eltav dan kedua keponakan mereka turun, namun yang di tunggu tidak kunjung turun juga.
"kita sarapan saja dulu, mungkin mereka masih tidur" ucap Joy.
"baiklah"
Mereka pun akhir nya sarapan lebih dulu baru setelah nya mereka akan membangunkan Eltav dan yang lain nya juga melihat kondisi gadis yang mereka tolong semalam.
Sedangkan di kamar Feyza, Fayren yang tidur di tengah tengah bangun lebih dulu dan pertama yang ia cari adalah daddy nya, namun ia tidak menemukan keberadaan daddy nya hingga ia memutuskan untuk mencari nya.
Zufa yang merasa ada pergerakan di samping nya pun terbangun dan melihat si kecil hendak turun dari kasur.
"eh kamu mau ke mana dek?" tanya Zufa yang langsung bangun dan membantu Fayren turun.
"ali dydy" jawab nya.
"ayo kakak temani" setelah itu Zufa pergi untuk mencuci muka lebih dulu.
"daddy" panggil Feyza yang baru saja bangun.
"daddy gak ada di sini, ini adek juga mau cari daddy sama kakak" ucap Zufa sambil menggendong Fayren.
"ikut"
"ya udah yuk"
Zufa pun keluar dari kamar bersama duo kecil yang masing masing membawa dot nya, duo kecil itu pun mengajak Zufa ke kamar Eltav.
"permisi" ucap Zufa saat membuka pintu kamar Eltav.
"daddy daddy" panggil Feyza, namun yang di panggil tak kunjung menampakkan batang hidung nya.
Feyza pun keluar dan Zufa kembali menutup pintu nya, kemudian mereka turun untuk mencari keberadaan Eltav, sedangkan yang berada di ruang makan, mereka baru saja menyelesaikan sarapan nya lalu mereka mendengar suara duo kecil memanggil manggil Eltav.
"kalian baru bangun?" tanya Zandy.
"eh ii...iya"
"bagaimana keadaanmu?" tanya Veer.
"sudah lebih baik"
"boy, sini sama om dulu, kakak nya masih belum sembuh" ucap Joy.
"dak au, au ama una ada"
"una?"
"om, mana daddy? mau sama daddy" ujar Feyza yang sudah mulai menangis.
"eh jangan nangis girl, ayo kita cari daddy yuk"
"tadi udah cali di kamal, tapi daddy ndak ada hiks hiks"
"ya udah ayo cari di ruang kerja daddy"
"una, au dydy" ucap Fayren yang juga ikut menangis.
"iya kita ke daddy ya" ucap Zufa menenangkan.
Sedangkan di ruang kerja, Eltav baru saja terbangun dari tidur nya dan ia melihat jam dinding yang ternyata sudah menunjukkan pukul 8 pagi.
"astaga, gue kesiangan, anak anak pasti nyariin gue ini"
Ia pun bergegas ke kamar mandi yang ada di ruang kerja nya lalu mencuci muka dan menggosok gigi, setelah itu ia keluar dan hendak ke pergi ke kamar nya, namun ia urungkan kala mendengar kedua anak nya memanggil nya.
"dydy"
"daddy"
"eh, maafin daddy ya, tadi daddy ketiduran di ruang kerja dan baru bangun" ucap Eltav sambil mengambil alih Fayren dari Zufa.
"maaf jadi merepotkanmu" ucap Eltav pada Zufa.
"tidak apa apa tuan"
"panggil aku Eltav atau El"
"baik El"
"oh ya, gue Joy, ini Veer dan ini Zandy, kita bertiga abang nya El dan om nya mereka" ucap Joy.
"panggil aja kita abang" ucap Veer.
"aku Zufa, baik bang"
"oh ya El, mereka tadi manggil Zufa buna"
"nanti aja itu kita bahas, gue sama anak anak mau sarapan dulu"
"kalo gitu kita tunggu di ruang khusus, oh ya, Zufa juga belum sarapan tadi"
"hm"
Eltav pun mengajak kedua anak nya dan Zufa untuk sarapan dulu bersama di ruang makan.
"daddy mau susu" pinta Feyza.
"apa? Coba bilang lagi" ujar Eltav sedikit terkejut.
"mau susu"
"anak pintar, sudah bisa bilang s, nanti daddy buatkan setelah sarapan ya"
"pay uga au"
"iya nanti daddy buatkan juga"
"ayo di makan, maaf kalo makanan nya gak cocok di lidahmu"
"iya, terima kasih"
"hm. Bik Suti"
"iya den"
"tolong ambilkan mangkok sama gelas kotor di kamar Fey ya bik, semalam lupa yang mau bawa ke bawa"
"iya den gak apa apa, kalo gitu bibik ambil dulu ya den"
"iya bik, terima kasih bik"
"sama sama"
Mereka pun makan dengan tenang meskipun jam sarapan sudah terlewatkan. Selesai sarapan, Eltav pun pergi ke dapur untuk membuatkan susu untuk kedua anak nya, setelah selesai, ia pun memberikan nya pada duo kecil dan ia pun mengajak mereka ke ruang khusus.
Ruang khusus tidak hanya untuk menghukum para pekerja yang bersalah, tapi juga di gunakan untuk berdiskusi dan sebagai nya.
"jadi? Kenapa Zufa bisa di panggil buna oleh mereka?" tanya Joy yang paling tua di antara mereka.
Eltav pun menceritakan tentang kejadian semalam, di mana kedua anak nya ikut ke kamar Zufa lalu tiba tiba memanggil Zufa dengan sebutan buna.
"terus, gimana nih? memang dia masih kecil tadi mereka tau mana orang yang baik mana yang jahat" ujar Zandy.
"gak tau juga bang"
"daddy" panggil Feyza.
"yes girl"
"apa bunda udah sembuh?"
"dia bukan buna girl jadi panggil dia kakak oke" tegas Eltav namun lembut.
"mau nya panggil buna"
"coba tanya sama kak Zufa, mau gak di panggil buna"
"daddy aja yang tanya"
"loh kok jadi daddy, yang mau panggil buna kan Fey sama Fay"
"El, sudah jangan debat sama anak kecil, malu" tegur Veer.
"oke oke. Zufa, mereka anak angkatku dan mereka juga tiba tiba memanggilku daddy hingga sekarang jadi....mau jadi buna nya anak anak?"
Zufa diam mencerna apa yang di ucapkan Eltav, sejujur nya dia juga terkejut karna tiba tiba di panggil buna bahkan mereka belum kenal betul dan ia juga ingin menolak panggilan itu, namun ia tidak tega melakukan nya.
"baiklah, kalo kamu tidak keberatan, aku gak masalah" jawab Zufa.
"tidak sama sekali"
"tuh udah mau kakak nya di panggil buna, bilang apa dong sama buna?"
"telima kasih bunda"
"boy, bilang terima kasih ke buna gih"
"maacih"
"sama sama"
"oh ya El, lo ngapain di ruang kerja?" tanya Veer.
"lo gak mungkin kerja kan, hari minggukan restoran nya buka nya nanti sore" ucap Zandy.
"gue males cerita, kalian baca aja sendiri, udah gue kirim ke email kalian"
Mereka bertiga pun membuka ponsel masing masing dan melihat apa yang di kirim oleh Eltav, mereka membaca nya dengan teliti hingga tuntas, namun wajah mereka tidak menampilkan ekspresi apapun selain datar kek triplek.
"maaf Zuf, semalam kamu cerita nya gak detail jadi gue telusuri sendiri tentang lo dan keluarga lo. Gue mau bantu lo, lo mau"
"boleh, maaf aku jadi ngerepotin kayak gini" ucap Zufa tak enak hati.
"gak papa, aku akan bantu semampuku"
"terima kasih"
"hm, sebelum itu kamu mau gak lanjutin sekolahmu lagi"
"eemm...."
"tinggal jawab mau apa gak"
"mau"
"oke, nanti aku yang urus semua nya, termasuk pengobatan ayahmu"
"ayah sakit?" tanya Zufa kaget.
"iya, tapi gak usah khawatir, sekarang ayahmu sudah ada di rumah sakit punya kenalanku, nanti sore kita ke sana"
"terima kasih banyak, aku akan ganti semua biaya yang kamu keluarkan untuk aku dan ayahku"
"kalo itu akan aku pikirkan nanti, yang penting bukan uang atau semacam nya"
Eltav pun menghubungi sahabat nya untuk meminta bantuan.
^halo El, ada apa?^
^tolong daftarin buna nya anak anak, dia anak pindahan^
^hah! Maksud nya? Lo udah punya pacar? Apa udah nikah?^
^ngaco lo, besok gue jelasin^
^okelah, kelas berapa nih?^
^sama kayak kita, bisa gak^
"bentar, gue tanya bokap gue dulu^
……………
^woy El^
^gimana?^
^bisa kata nya, tapi gak bisa lewat jalur beasiswa^
^oke, mau tf ke papi apa ke sekolah?^
^ke sekolah kata papi^
^oke^
^nama nya siapa woy sama nama sekolah lama nya?^
^Azufa Nathalia, sma soraya school^
^kirim data data nya ke papi^
^siap^
Eltav pun meminta Zufa untuk mengambil berkas berkas sekolah nya. Setelah Zufa memberikan berkas nya pada nya, ia langsung memfoto nya dan mengirimkan nya pada papi Regan.
#papi Nevan#
Eltav :*5 gambar*
Papi Nevan :*oke El, besok sudah bisa sekolah, kelas nya sama kayak kamu jadi gak usah ke kantor sekolah*
Eltav :*terima kasih pi*
Papi Nevan :*sama sama nak*
"sudah Zuf, besok kamu sudah boleh masuk sekolah" ucap Eltav.
"secepat itu?" tanya Zufa.
"iya, kamu sekelas sama aku, besok berangkat nya jalan kaki"
"bawa cewek kok jalan kaki El" goda Zandy.
"biar sehat dan kuat, gue gak mau punya orang lemah"
"El" tegur Joy.
"maaf ya Zuf, El emang gitu anak nya, gak nentu sifat sama cara ngomong nya, tadi sebener nya dia baik kok" ucap Veer.
"iya bang"
Setelah itu mereka sibuk dengan dunia nya masing masing termasuk Feyza dan Fayren yang juga sesekali menghampiri daddy dan buna nya.
"kamu gak punya ponsel?" tanya Eltav.
"gak" jawab Zufa singkat.
"oh"
Diam diam Eltav meminta anak buah nya untuk membelikan nya ponsel yang sama dengan milik nya dengan warna cewek namun tidak terlihat mencolok, setelah itu ia men tf sejumlah uang sekalian juga men tf uang sekolah untuk Zufa selama Zufa bersekolah di sana ke rekening sekolah nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...