Corneige Scott Carlyle-,
Kehidupan gadis itu seolah terhenti! ayahnya dibunuh, kakaknya di siksa hidup-hidup didepan matanya sendiri! gadis itu hanya mampu bersembunyi, tapi sayang-, pihak dari pembenci sang ayah justru berhasil menangkapnya dan menjadikan Cornei sebagai seorang tawanan!!
Perlakuan kasar serta tindakan semena-mena dari pihak bawahan keluarga Hutcheson membuat gadis itu hampir menyerah, namun Cornei mencoba untuk terus merajut asa!!!
Adakah seseorang yang akan menyelamatkan nya???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JackRow, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lebih Tampan Siapa? Aku Atau Dia??!!
"Maya, bukankah rasanya ada yang janggal??!" Lieset menghentikan pergerakan sapu dan menjegal langkah sang rekan kerja.
"Apa maksud mu, Lieset?? sudah lah!! lebih baik kita bekerja dengan benar mulai saat ini!!"
"Teman kita-, Percy, apa benar jasadnya di cincang dan diberikan pada Gorgon?? bukankah itu terlalu sadis??!!"
Maya menghela nafas dalam!! gadis itu tertunduk sebelum akhirnya mengangkat kedua pundak untuk merespon pertanyaan dari sang lawan bicara.
"Aku jadi menaruh curiga terhadap, Cornei!!"
"Cornei?? apa hubungannya kemalangan Percy dengan pelayan baru yang kuper itu??"
"Entah!! mungkin ini perasaan ku saja!! tapi-, apa kau ingat perihal aturan baru yang disampaikan oleh Nyonya Hawkins??"
"Mmmm-, perundungan serta pengkhianatan tidak akan mendapatkan toleransi apapun!! kita bisa dijatuhkan hukuman mati dan juga penggal kep*la!! benar kan??"
"Nah!!! itu dia!! kenapa pihak keluarga Heutcheson tiba-tiba membuat aturan perihal larangan perundungan?? bukankah pemerintahan di kota ini juga terbiasa melakukan intimidasi terhadap beberapa pelancong dan orang asing yang tak memiliki identitas jelas?? itu sama artinya dengan-, mereka juga melakukan perundungan terhadap sesama manusia bukan??" Lieset menampilkan wajah serius dengan telapak tangan yang menopang dagu.
"Mmm-hmm!! lalu??"
"Astaga!! Maya!! kau ini sungguh oon sekali ya?? Percy langsung mendapatkan hukuman setelah ia menjahili pelayan baru yang bernama Cornei apa kau lupa??"
"Haaaa!!??? tunggu-, apa itu artinya??? Cornei bukanlah gadis yang berasal dari rakyat jelata seperti kita???"
"Ku pikir memang demikian!! aku juga pernah mendengar bahwa pelayan baru itu-, ia mahir berbicara dalam bahasa Galia!!"
"Benarkah begitu, Lieset??!!"
"Mmmm-hmm!! bahasa Galia merupakan bahasa keturunan dari suatu kaum bangsawan tertinggi pada masanya!! dan tidak sembarang orang bisa mempelajari nya di era sekarang ini, bahkan seorang rakyat jelata yang bergelimang harta, ia harus membeli gelar terlebih dahulu serta melalui beberapa prosedur supaya bisa mempelajari bahasa Galia!!"
"Waaah!!! aku jadi penasaran dengan Cornei!! darimana ia berasal?? astaga!! kenapa ia tiba-tiba muncul seperti ini!??"
"Entah lah!! lebih baik kita tidak terlalu dekat dengan nya!! demi nyawa kita!!" Lieset berujar ketus, sosok Cornei yang tiba-tiba keluar dari area pintu samping membuat Lieset dan Maya bungkam!! keduanya bahkan berpura-pura sibuk dengan pekerjaan mereka.
Mereka-, kenapa hanya berdua??
Cornei tampak ragu! namun gadis itu perlahan mendekati Lieset dan Maya demi mendapatkan jawaban atas sesuatu yang mengganjal pikiran.
"Permisi!!"
"A-apa??!! kau?? kenapa?? tolong jangan kemari, Cornei!!!"
Kenapa mereka terlihat ketakutan seperti ini??
Cornei menggaruk pelipis, ia juga memperhatikan sekeliling dari belakang tubuhnya,
Tak ada apapun!! tapi kenapa mereka seperti melihat hantu??
"Maaf!! tapi-,"
"Tidak!! kami tidak akan menggangu mu!! tolong pergilah!!! kami mohon!!! pergilah Cornei!!"
"Aku hanya-, ingin berterimakasih-,"
"Tak apa!! iya! kau tak perlu berterimakasih perihal apapun!! kami sangat bahagia karena bisa membantu meringankan pekerjaan mu!! tolong sekarang pergilah!! kami mohon!!"
Cornei akhirnya melanjutkan langkah!! ia melintasi pintu gerbang kediaman Heutcheson dengan wajah bingung, Lieset yang terus memohon membuat Cornei justru dilanda rasa canggung.
Ada apa dengan mereka?? aku hanya ingin bertanya perihal salah satu teman mereka yang sama sekali tak terlihat muncul dalam tiga hari terakhir, dia telah berjasa karena bisa menyambangi kedai Nyonya Dunedin dan membeli perlengkapan dapur besar dengan cukup teliti!! Percy-, dia tidak seburuk perkataan nya!! tapi ya sudah lah! mungkin-, ia sedang sakit!!??
*****
Kedua pengawal yang terlihat terus mengikuti ayunan dari langkah kakinya perlahan membuat Coinneach merasa kesal.
"Pergilah!! aku hanya akan berolahraga kecil di area sekitar!!"
"Tapi Tuan Muda-,"
"Aku bukan anak kecil!! tak perlu menghiraukan perkataan kedua orang tuaku untuk terus membuntuti pergerakan ku!! lagipula-, para militer yang ditempatkan di area perbatasan, mereka merupakan pasukan terbaik yang telah dilatih, bukan??!!"
"Itu benar Tuan Muda!! hanya saja-, beberapa oknum pemberontak dari Inverness-, mereka gencar dalam melakukan aksi menyelinap dan membuat huru-hara dalam satu bulan terakhir, kami hanya-, ingin memastikan bahwa Tuan Muda selalu aman!!"
"Pergi!! atau senapan ini akan menembus kepala kalian!!!"
Todongan senjata yang tiba-tiba tertuju tepat pada area dahi keduanya membuat kedua orang pengawal kepercayaan dari madam Heutcheson akhirnya memutar langkah dan berlalu menjauh dari Coinneach.
"Sungguh merepotkan saja!!! mereka pikir aku ini anak balita, apa!?!!" Coinneach membuang nafas kasar sebelum akhirnya kembali melangkah dan berlari kecil.
Tunggu-, dia??
Apa dia akan pergi berbelanja?? haruskah aku mengikuti langkah kakinya?? oh my Cornei!!
Senyum dibibir Coinneach seketika mengembang sempurna, pria itu sedikit memperlambat langkah supaya ia tetap mampu memandangi sang gadis dari jarak aman.
Kedai Dunedin??!! ia selalu memiliki destinasi yang pasti!! aaaahh!! lebih baik aku menunggu nya disini,
Coinneach menyilangkan kaki, ia memperhatikan sekeliling dan sesekali melempar pandangan pada sosok Cornei.
Senyum di bibir itu, kenapa ia sangat mudah tersenyum dihadapan orang lain?? sedangkan saat bertemu denganku-, ia akan terus menampilkan wajah sinis!!! apa yang salah dengan gadis itu??!! Oowh!! keranjang belanjaan nya sudah penuh??!
"Bonjour, mon chéri!!"
"Astaga!!! kau?!!"
"Mmmm-hmm!!?"
"Kenapa tiba-tiba muncul seperti itu??!!"
"Karena-, aku suka!!"
"Terserah!!"
"Tunggu!!!"
"Lepas!!!!"
"Tidak akan!!"
"Apa?? lepaskan aku, Tuan!!!"
"Aku akan melepaskan dirimu, tapi-, jawab dulu pertanyaan ku!!" Coinneach menyeringai, pria itu bahkan terus menekan punggung Cornei hingga tubuh keduanya semakin merapat.
"Katakan!!"
"Waaah!! ternyata kau sungguh tak ingin berlama-lama untuk berbincang dengan ku, ya?!!"
"Lepas!!!"
"Apa benar begitu??"
"A-apa??!! berbicaralah yang jelas Tuan!!"
"Mmmm- jika dibandingkan dengan pemuda disana!! lebih tampan mana diriku dengan nya??"
"Astaga!!! apa-apaan ini?!!"
"Siapa dia??"
"Putra dari pemilik kedai!!"
"Apa menurut mu dia tampan??!!"
"Menurut Anda???!!"
"Aaaah!! sial!!! kau sungguh lebih memilih untuk berbicara dengan mereka daripada dengan diriku??!!"
"Begitu lah!!"
"Bisa aku mencium mu??!!"
"Hentikan!! saya memiliki begitu banyak pekerjaan!! jadi berhentilah bermain-main!! dan tolong lepas!!!"
"Pekerjaan???! apa saja yang kau kerjakan di castil itu, sweetie??!! apa mereka membebani mu??!!"
"I-itu??!! itu bukan urusan Anda!! tolong menyingkir!!!"
"Aku ingin mengurus tentang semua yang terjadi di dalam kehidupan mu, bagaimana ini, hmmm???!!"
Apalagi ini, Tuhan??!! kenapa aku harus bertemu dengan pria mesum menyebalkan seperti dirinya??!! jika aku memukul nya dengan sekuat tenaga, apa diriku akan terjerat hukuman??!!
Cornei mendengus kesal!! tatapannya kian menajam saat Coinneach terus memancing untuk menyatukan pandangan dengan wajah yang kian tak memiliki jarak!! lengan kekar sang pria yang terus membelenggu tubuhnya membuat Cornei kian menggerutu dan memaki Coinneach didalam hati.