NovelToon NovelToon
Ku Balas Pengkhianatanmu Dengan Bismillah

Ku Balas Pengkhianatanmu Dengan Bismillah

Status: tamat
Genre:Pelakor jahat / Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:153.8k
Nilai: 5
Nama Author: Queen_Fisya08

Mengkisahkan seorang wanita yang bernama Aulia Az-Zahra yang hidup dalam dunia penuh intrik, pengkhianatan, dan tipu daya orang-orang terdekatnya, dari suami yang berkhianat hingga keluarga yang ikut campur, ia belajar bahwa kepercayaan bukanlah sesuatu yang bisa diberikan begitu saja.


Dengan keberanian dan prinsip, Zahra memutuskan untuk membalas dengan bismillah, bukan dengan dendam, tapi dengan strategi, keteguhan, dan kejujuran...


Akan kah Zahra bisa membalaskan sakit hati nya? dan apakah Zahra juga bisa menemukan kebahagiaannya setelah ini?

Jangan lupa tekan love sebelum melanjutkan membaca dan tinggalkan komentar juga ya besty!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen_Fisya08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 Malam Yang Membuka Mata

   Malam ini terasa lebih panjang dari malam biasanya.

   Zahra duduk di ruang tamu dengan lampu temaram, menatap jam dinding yang jarumnya bergerak lambat..

    Pukul sebelas malam, mas Genta belum pulang, seperti biasa, selalu saja pulang telat..

    Malam ini aku tidak bisa tidur karena aku sudah terbiasa menunggu suami ku pulang, sudah terbiasa menahan kantuk, dan sudah terbiasa berharap, meski harapan itu makin sering dikhianati..

   Suara televisi menyala tanpa benar-benar aku tonton, pikiran ku melayang pada ucapan ibu mertua ku dan Dini pagi tadi...

   Kata mandul masih menggema, berulang-ulang, seolah menjadi cap yang ditempelkan di dahi ku dan tidak akan pernah luntur

     Aku menutup mata dan berdoa

"Ya Allah… kalau memang aku ada banyak kurang, ajari aku untuk memperbaiki diriku, tapi kalau aku dizalimi, tolong jangan biarkan aku hancur tanpa pertolongan mu" ucap ku lirih

   Tiba-tiba kunci pintu berputar, Zahra tersentak, segera berdiri...

   Mas Genta masuk tanpa menoleh sedikit pun kearah ku, melepas sepatu dengan gerakan kasar, jas kerjanya tampak rapi, tapi aroma parfum asing tercium samar, bukan parfum yang biasa Mas Genta gunakan, hati ku bergetar hebat!

    “Kamu belum tidur?” tanya Mas Genta datar.

   “Belum Mas, aku nunggu, kamu pulang mas” jawab ku pelan

   “Untuk apa? Aku capek, tadi sudah aku kirim pesan jangan nunggu aku pulang dan kamu juga sudah balas iya, kenapa kamu masih menunggu aku?" Mas Genta menatap ku sekilas dingin.

   Kalimat itu seperti tembok tinggi yang menghalangi ku untuk mendekat.

   "Aku cuma mau tanya... Akhir-akhir ini Mas sering pulang malam, ada apa Mas?” aku memberanikan diri bertanya sambil menggenggam ujung baju ku

   Mas Genta menghela napas kasar...

“Aku kerja, dari pagi sampai malam, selalu kerja untuk keluarga kita ini, kenapa kamu nggak pernah puas, dan selalu mencari gara-gara sebagai istri"

  “Bukan begitu maksud ku, Mas.." jawab ku

    "Kamu tuh jadi istri kebanyakan mikir!” potong mas Genta tajam

    "Kalau kamu punya waktu lebih, mending kamu urus rumah dengan benar, jangan bikin mamak ku dan adik ku Dini ngomel terus setiap hari” ucap Genta membuat ku terdiam tanpa suara

   Jadi… semua keluhan mereka itu disampaikan pada mas Genta, dan mas Genta percaya begitu saja tanpa pernah menanyakan lagi kepada ku

    "Aku sudah berusaha, Mas, aku bantu usaha kamu Mas, aku urus rumah semuanya sendiri gak ada yang bantu dan aku..." suara ku bergetar

   “Terus kenapa, kamu masih mau mengeluh lagi? dan hasilnya apa? Tiga tahun nikah, kamu belum juga kasih aku anak.” Genta mendengus kesal

   Kalimat itu, kalimat yang paling aku takuti akhirnya terucap dari mulut suami ku sendiri.

   Dada ku terasa sesak.

“Dokter bilang bukan cuma aku yang harus diperiksa, Mas, seharusnya kamu juga"

   Wajah Mas Genta berubah tegang.

“Maksud kamu aku yang bermasalah gitu?”

    "Aku nggak bilang begitu Mas, aku cuma.." lagi-lagi ucapan ku di potong oleh Mas Genta

   “Cukup! Aku mau istirahat, aku malas berdebat dengan istri yang pembangkang seperti mu dan aku capek mau tidur” Mas Genta membalikkan badannya

    Ia melangkah menuju kamar tanpa menoleh lagi, pintu tertutup dengan bunyi keras.

   Aku berdiri mematung, dada ku terasa sesak, dan air mata ku jatuh tanpa bisa ditahan..

   Malam ini, aku tidur di sisi ranjang dengan punggung membelakangi suamiku..

   Tak ada sentuhan, tak ada percakapan, bahkan tak ada doa bersama seperti dulu.

   Di tengah keheningan, ponsel Mas Genta yang tergeletak di meja samping bergetar pelan.

   Satu pesan masuk, aku tidak berniat mengintip, demi Allah, aku tidak mau menjadi istri yang penuh curiga...

   Tapi layar ponsel Mas Genta menyala, dan sebuah nama muncul jelas di sana.

    **Rena sayang**

   Hati ku seperti diremas, aku menelan ludah, menatap wajah Mas Genta yang terlelap..

    Perlahan, dengan tangan gemetar, aku mengambil ponsel itu, layarnya terkunci, tapi notifikasi pesan masih terlihat.

    {"Aku kangen, tadi pengin kamu lama dikit"}

    Napas ku tercekat, parfum asing, pulang larut, nama perempuan dengan kata sayang

    Semua kepingan itu akhirnya menyatu Zahra meletakkan kembali ponsel itu dengan hati-hati...

   Tangan ku gemetar hebat, tubuh ku terasa dingin meski udara kamar hangat.

    Aku bangkit, menuju kamar mandi, mengunci pintu, lalu terjatuh terduduk di lantai..

   Tangis ku pecah tanpa suara.

"Jadi ini jawabannya, ya Allah… Saat aku dituduh kurang, dia justru mencari pelukan wanita lain.” Bisik ku lirih

   Air mata membasahi sajadah kecil yang ku jemur di sudut kamar mandi..

    di sudut kamar mandi, aku bersimpuh lama, seakan hanya lantai yang mau menampung kesedihan ku saat ini..

   “Aku nggak minta dibalas sekarang, aku cuma minta kekuatan, jangan biarkan aku jadi perempuan bodoh yang diinjak-injak.” doa ku dalam hati tanpa terucap

    Keesokan paginya, Zahra bangun lebih awal, matanya sembab, tapi wajahnya terlihat tenang, tenang yang tidak biasa..

    Aku menyiapkan sarapan seperti biasa, menyajikannya rapi di meja makan, itu sudah menjadi rutinitas harian ku setiap hari..

   Ibu mertuaku datang dengan wajah kaku dan dingin

"Genta sudah berangkat?” tanya nya

   "Sudah, Mak,” jawab ku sopan..

   “Bagus, laki-laki itu harus fokus kerja, jangan diganggu hal receh terus” ucap mertuaku ketus

   Aku hanya mengangguk, malas untuk melayani ucapan ibu mertuaku, dan Dini duduk sambil tersenyum kecil...

   “Kak Zahra kelihatan capek, nangis, ya?”

   Aku menatapnya tajam dan untuk pertama kalinya, aku tidak menunduk.

   “Capek itu wajar, yang nggak wajar itu menyakiti orang lalu merasa paling benar.” jawab ku tenang

   Senyum Dini memudar..

“Maksud Kakak apa?”

   "Tidak apa-apa, aku mau keluar sebentar.” aku langsung berdiri tanpa menoleh sedikitpun kearah mereka

    Aku mengambil tas dan melangkah pergi, meninggalkan dua pasang mata yang saling bertukar pandang..

   Di luar rumah, aku menghirup udara dalam-dalam. dan mengeluarkan semua sesak yang menghimpit dadaku

   Langkah ku mantap menuju sebuah tempat yang belum pernah aku datangi sejak menikah..

   Kantor pengacara, bukan untuk cerai.

Belum saatnya..

  Tapi untuk bersiap

    Aku duduk di ruang tunggu, jemari ku saling bertaut, di dalam dada ku, ada luka yang masih berdarah, tapi juga ada sesuatu yang mulai tumbuh, kesadaran bahwa aku tidak boleh terus diam, aku harus melawan

    Aku tersenyum pahit..

"Jika mereka memilih mengkhianati, maka aku memilih bertahan"

   Dan kali ini, Zahra berjanji pada dirinya sendiri, ia tidak akan menjadi korban selamanya...

   "Aku akan ikut semua permainan kalian dengan caraku sendiri dan akan ku pastikan kalian menyesali nya" gumam Zahra

1
WHATEA SALA
Zahra terlalu keras kepala dengan terus menggenggam bara,dengan mencari kejujuran dengan membongkar kebohongan Rena dan saat itulah bara itu di lepas dan biar di genggam sama genta,cukup pergi dan bangkit,jangan mencoba bertahan di sisi genta sebab akan terus melawan surga nya genta.
WHATEA SALA
Rena hamil...masih ingin bertahan dengan kata tak ingin bercerai,jangan terlalu lama terinjak,harga diri harus di pertahan tapi tidak dengan rumah tangga.bikin mereka merasa terinjak injak karna perbuatannya sendiri.
WHATEA SALA
Apa rasa nya bertahan dalam penghianatan,apakah kewarasan akan bertahan juga..?!
Yuni Ngsih
Authoooor ceritramu tuh bgs banget meskipun bertele - tele jd bcnya kurang asyik Thor trs yg punya ceritra ko banyak ujiannya...ok tetap semangat
Syahdu: Novel tapi ada chat lucunya?😆 yuk baca I Love You Brutally. Terima Kasih dukungannya🫶🏻🤍😆
total 1 replies
Dewi Dama
erna kali bukan ema thoorr
Queen_Fisya08: maaf gak ada nama Erna di novel ini 🤭, itu Emak (Mamah)🙏
total 1 replies
🥰Ary Ambar Kurniasari Surya🥰
ini novel lucu dan konyol, banyak yg mati hahahaha, aneh ya ada2 aj author in
Mely Ktp
knp mak ratna segitu benci nya dgn zahra
Mely Ktp
knp mak ratna segitu benci nya dgn zahra
guntur 1609
lah seharusnya kan hanya akad saja. kok sampai ke pengurusan berkas. apa selama ni genta dan zahra nikah siri ya
guntur 1609
🤣🤣🤣🤣 ketangkap si zafran
guntur 1609
kalau gini ceritanya. datang genta di tangkap. trs Fadil. trs zahra. trs mamanya zahra. habis deh semuanya di tangkap sm rena hadeehh
guntur 1609
cerita yg lebay. masa semuanya bisa fi tangkap sm seorang rena. padahal mereka punya uang dan kuasa
guntur 1609
dari mna sebetulnya uang rena. kok bisa menyewa orang. apa pakai daun bayarnya
guntur 1609
knp gk dipolisikan saja. kok jd ribet
guntur 1609
jadi dilema kalau jadi fadil
guntur 1609
loh gmna ceritanya Fadil masih hidup
guntur 1609
bagus genta. mngkn nikah menjadi jalan takdir kalian
guntur 1609
jangan bilang nanti Fadil meninggal dan akhirnya zahra balik ke genta
guntur 1609
ni semua di mau dari kebencian Ratna. jadi merembet kemana2 semuany
guntur 1609
mngkn ni yg terbaik bagimu rena
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!