NovelToon NovelToon
Jodohku Ternyata Lurah

Jodohku Ternyata Lurah

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Perjodohan / Wanita Karir / Keluarga / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: zenun smith

Menurut Azalea Laire, dirinya mempunyai bapak kolotnya minta ampun. Jaman sekarang masih saja dijodoh-jodohkan, mana pakai ada ancaman segala, dimana kalau tidak mau dijodohkan, dirinya akan ditendang bukan lagi dari keluarga, tapi di depak dari muka bumi.

Azalea geram di tagih perjodohan terus oleh bapaknya, sehingga dia punya niat buat ngelabrak pria yang mau dijodohkan olehnya agar laki-laki itu ilfeel dan mundur dari perjodohan. Tapi eh tapi, ketika Azalea merealisasikan niat itu yang mana dia pergi ke desa untuk menemui sang jodoh, ternyata dia melakukan kesalahan.

Ternyata jodoh dia adalah Lurah.

Terus kira-kira masalah apa yang udah dibikin oleh Azalea? Kira-kira masalah Azalea ini bikin geram atau malah bikin cengar-cengir?

Nyok kita pantengin aja ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zenun smith, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Selesai Pentas

Pentas sudah selesai tapi euforia nya masih terasa.

Watuasih secara mengejutkan melesat maju, terpilih menjadi finalis dalam penentuan juara satu, dua, dan tiga. Itu artinya, perjuangan belum berakhir. Masih ada satu babak pamungkas, satu kompetisi terakhir yang akan menentukan siapa yang layak menyandang gelar tertinggi.

Akan tetapi di balik euforia kompetisi, ada drama lain yang terjadi. Azalea benar-benar tidak menyangka kalau dirinya akan mendadak jadi artis. Saat acara selesai, panggung yang tadinya steril tiba-tiba diserbu penonton. Mereka merangsek maju ingin menyapa langsung para peserta. Dan di antara semua peserta, Hagia dan Azalea adalah magnet utamanya.

"Kak Azalea, Kak Hagia, foto dong."

"Ini ada hadiah kecil dari kami untuk kalian."

Azalea terbengong-bengong. Ia melihat tumpukan bingkisan di pelukannya. Ia merasa seperti bermimpi. Aku jadi banyak fans sekarang? batinnya heran. Namun, setitik kesadaran muncul di benaknya; ia tahu betul ini semua karena kedekatannya dengan Hagia di atas panggung. Chemistry mereka terlalu kuat hingga membius siapa saja yang memandang.

Permintaan sesi foto pun membludak. "Foto berdua dong, Kak! Pasangan Halea harus masuk frame!" teriak salah satu penonton sambil membentangkan spanduk bertuliskan "HALEA: Hagia-Azalea Menuju Pelaminan".

Azalea speechless. Ia baru sadar bahwa ia sudah memiliki basis penggemar resmi yang sangat terorganisir. Bahkan perwakilan dari mereka mendekat dengan sopan, meminta Hagia dan Azalea untuk meresmikan grup penggemar tersebut. Dunia Azalea seolah berputar 180 derajat dalam semalam. Dari wanita kantoran kini jadi entertainer.

Hagia juga sama, dia pun tak menyangka sampai begini ia dijodoh-jodohkan netizen. Kini bukan lagi dua keluarga yang menjodohkan dirinya dengan Azalea, tapi sudah meluas ke masyarakat. Dukungan nenjadi penuh, akankah kapalnya betulan berlayar? Apakah dirinya pantas mengutarakan perasaan disaat ia tahu wanita itu telah memiliki pacar yang disayangi? pikir Hagia sambil sesekali melirik Azalea yang sedang melayani foto.

Hagia merasa tidak enak hati. Ia khawatir penayangan acara ini dan tekanan dari fans Halea akan mendatangkan masalah bagi Azalea, terutama hubungan Azalea dengan pacarnya. Meski rasa suka itu tumbuh subur di hatinya, Hagia adalah tipe pria yang rela menderita demi kebahagiaan orang yang ia cintai.

Aku tidak suka melihatnya bersedih. Jika kebahagiaannya bukan bersamaku, aku akan tetap menjaganya, meskipun hatiku harus perih, janjinya pada diri sendiri.

Sementara Hagia sibuk dengan pergulatan batin yang puitis, Azalea sedang bergelut dengan masalah fisik yang jauh lebih praktis. Ia kebelet pipis. Bukan hanya itu, rasa senang yang meluap-luap membuat bibirnya terus tersenyum, tapi di sisi lain, perutnya terasa mules. Rasanya seperti ingin buang air besar, tapi saat sudah di dalam toilet, tidak ada yang keluar. Hanya mules yang saja.

"Aduh, kenapa sih ini? Haid sudah mau selesai, tapi kok rasanya begini?" keluh Azalea sambil memegangi perutnya di depan cermin toilet. Ia bolak-balik keluar masuk kamar mandi sampai lima kali.

Apa mules ini bagian dari kasmaran? Tapi kok kasmarannya di perut ya? pikirnya sambil terkekeh.

Lastri dan Siska yang sejak tadi memperhatikannya mulai merasa khawatir. Mereka melihat wajah Azalea yang sebentar ceria, sebentar meringis menahan mulas.

"Lea, kamu oke? Kok bolak-balik terus?" tanya Siska sambil memegang dahi Azalea, takut sahabatnya itu masuk angin.

"Oke kok, selow pemirsa, Azalea nggak apa-apa." jawab Azalea yang membuat Lastri hanya bisa geleng-geleng kepala.

...****...

Di sisi lain area acara, Hagia melangkah menghampiri area khusus. Di sana Pak Waluyo dan istrinya sedang berbincang dengan sepasang suami istri yang sebayanya. Ternyata itu orang tua Azalea yang diam-diam datang ke Watuasih. Mereka ingin melihat penampilan putri mereka tanpa memberitahu sebelumnya, sekaligus ingin bersilaturahmi dengan calon besan.

Waktu mereka tidak banyak. Pak Sutopo dan istrinya harus segera kembali ke Jakarta karena ada panggilan mendadak yang tak bisa ditinggalkan. Dalam pertemuan singkat itu, Hagia menunjukkan kelasnya sebagai pemuda yang santun.

"Sugeng dalu, Bapak, Ibu," sapa Hagia dengan sopan, menyalami kedua orang tua Azalea.

"Wah, ini dia Nak Lura. Gagah sekali kamu, persis seperti yang diceritakan Pak Waluyo," puji Pak Sutopo sambil menepuk bahu Hagia. Mereka memuji kedisiplinan dan tanggung jawab Hagia selama menjaga Azalea di desa ini.

Pak Waluyo pun tak mau kalah memuji calon menantunya. "Azalea juga luar biasa, Pak Sutopo. Anaknya mandiri, cepat beradaptasi, dan sangat membantu di sini. Tidak menyangka putra-putri kita yang kita jodohkan, eh, malah menemukan jalannya sendiri untuk bertemu tanpa paksaan," ujar Pak Waluyo sambil tertawa lepas.

Pak Sutopo menimpali dengan tawa yang tak kalah renyah. Ia menceritakan bagaimana lucunya Azalea yang pergi berkelana karena ingin menghindari perjodohan, tapi malah masuk ke kandang singa dengan sendirinya.

"Saya tadinya mau menyusul dia, takut dia kenapa-kenapa di jalan. Tapi begitu tahu dia ada di Watuasih dan ditangani oleh orang yang tepat seperti Hagia, saya biarkan saja. Biar dia belajar dewasa," kata Pak Sutopo.

Suasana semakin cair saat mereka membahas soal Adipati. Ibu Azalea tertawa geli mengingat anaknya salah mengenali orang karena ia hanya memberikan potongan nama Adipati tanpa menyebutkan nama lengkap Hagia.

"Maaf ya Nak Lura, Ibu ini memang pelupa. Cuma ingat nama Adipati-nya saja, sampai Azalea salah orang," ujar Ibu Azalea yang disambut gelak tawa semua orang.

Di tengah suasana hangat itu, Pak Waluyo merasa momen ini sangat tepat untuk melangkah lebih jauh. "Bagaimana kalau kita bicarakan tanggal untuk lamaran resmi di Jakarta nanti? Mumpung semua sudah merasa cocok."

Wajah Pak Sutopo sumringah. Ia setuju sekali. Tapi tiba-tiba suara Hagia memecah suasana.

"Mohon maaf Bapak, Pak Le Sutopo... bisa kita tunda dulu pembicaraan itu?"

Seketika tawa terhenti. Kebingungan melanda kedua keluarga itu. Bukankah mereka terlihat saling menyukai di panggung tadi? Bukankah tatapan mata mereka tidak bisa berbohong?

"Ada apa memangnya Lur? Kui tresno karo Azalea kan?" tanya Pak Waluyo dengan nada heran.

("Ada apa memangnya Lura? Kamu mencintai Azalea kan?")

Hagia menarik napas panjang, "Nggih Pak, Lura memang menyukai Azalea. Bukan maksud Lura menentang Bapak atau Pak Le Sutopo. Akan tetapi, Lura tidak mau membuat Azalea merasa tidak nyaman dengan perjodohan ini."

"Lho, memangnya kenapa begitu, Nak Lura?" tanya Pak Sutopo heran. Kalau dikeluarga, Hagia memang biasa dipanggil Lurah namun H nya dihilangkan. Sebab apa? Alasannya panjang, nanti saja dijabarkan di eps selanjutnya.

"Begini Pak Le, Azalea pernah bercerita bahwa ia telah memiliki pacar dan ia bilang sangat menyayanginya. Bahkan ketika Pak Lurah bertanya apakah ia masih berniat mencari sosok Adipati untuk membatalkan perjodohan, jawabannya tetap sama."

Mendengar penjelasan Hagia, Pak Sutopo dan istrinya saling pandang dengan dahi berkerut. Mereka benar-benar kaget.

"Azalea punya pacar? Siapa?" gumam Pak Sutopo bingung.

Ia menoleh ke arah istrinya dengan wajah menginterogasi, "Bu, memangnya ada cowok yang pernah datang ke rumah? Atau Azalea sering teleponan sama cowok yang kita tidak tahu?"

.

.

Bersambung.

1
Felycia R. Fernandez
Hagia kah??
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
vote meluncur
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
😍😍😍😍
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
otornya absurd, tokohnya jadi absurd juga 🤦‍♀️🤦‍♀️
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
kamu salah paham. tapi aku suka. biarkan kesalah paham ini, semakin panjang /Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
iya, punya ayahmu. tapi kamu pewarisnya
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
heleehhhh, modus mu /Facepalm//Facepalm//Curse/
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
dan ternyata itu ialah nomor sang penipu /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
sebegitu khawatirnya hagia sama lea. apalagi itu, jika bukan cinta
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
ooo, lebih privasi gitu maksudnya
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
dia memang menyukai mu hagia. seharusnya bukan akting yg ditunjukkan tapi kebenaran
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
fokus leaaa, fokus /Chuckle//Chuckle//Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
aku suka sama pikiranmu
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
nah kan, akhirnya kamu sadar lea
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
dia bukan khawatir kamu patah hati Lea. yang dia khawatirkan kamu berhasil berada di hati Hagia. walaupun itu, memang benar adanya
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
Sebutkan nama lengkapnya Yahh /Facepalm//Grin/
〈⎳ FT. Zira
eaaa katahuannn
〈⎳ FT. Zira
aduh alasannya/Facepalm/
〈⎳ FT. Zira
lahhh... kelihatan banget jadinya
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
zenuuuuuunnnnnnn nackal sekali kamuuuhhhhhhh. ihhh geeemmmeeessshhhh
Zenun: iiih ada akak😄🥳👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!