NovelToon NovelToon
Gadis Cupu Pemikat Hati

Gadis Cupu Pemikat Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Pembantu / Diam-Diam Cinta / Romantis / Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Miftah_005

"aku janji bakal menghilang dari kehidupan kamu untuk selama-lama nya" ucap Viona dengan nada bergetar

kehidupan Viona benar-benar sangat menyedihkan, selain miskin, gadis itu juga hanya mempunyai seorang ibu yang sudah sangat tua renta

tetapi ia mempunyai cita-cita yang sangat tinggi, hingga akhirnya Viona bertemu dengan laki-laki yang akan merubah seluruh hidup nya

bagaimana kelanjutan ceritanya???

mari kita simak........

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miftah_005, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 (di tuduh pencuri)

Viona mendorong troli menjauhi Radit dan Cakra, ia harus secepatnya menemukan di mana keberadaan Baskara, dengan langkah yang semakin pelan, gadai itu terus mengelilingi supermarket yang di penuhi oleh beberapa anak muda

"kemana sih Baskara? apa dia sengaja ninggalin aku di sini?" pikir nya

saat sedang ingin berbelok ke lorong selanjutnya, tak sengaja ia melihat Baskara sedang memilah milih beberapa jepit rambut dan aksesoris lain nya

"untung dia masih disini" ucap Viona dengan lega

dengan langkah pasti, Viona mulai mendekat ke arah laki-laki itu, tetapi sayang nya baru saja diri nya ingin menepuk bahu nya, tiba-tiba ada geng Aurel yang sengaja mendorong tubuh Viona sehingga membuat gadis itu terjatuh dengan tidak aesthetic

"hei miskin! elo mau ngapain! mau maling ya Lo!!"

Suara Jihan yang sangat keras membuat beberapa orang memandang nya dengan wajah ingin tahu, apakah yang di ucapkan oleh gadis itu sebuah kebenaran?

Radit dan Cakra yang melihat Viona terjatuh pun dengan cepat mendekat, kedua laki-laki itu menahan tawa nya

"nah kan, gue bilang juga apa, elo tuh ke sini cuma buat nyuri kan?" tuding Cakra

selama ini Viona memang sering mendapatkan perlakuan yang kurang baik dari semua teman sekolah nya, hanya satu orang yang mau bertemen dengan Viona, pertemanan mereka sudah terjalin sekitar satu tahun lama nya, seseorang itu bernama Kayla, dia ada sosok gadis yang sangat baik dan memperlakukan Viona sudah seperti saudari kandungan nya sendiri

Bahkan ketika semua orang mencomoh Viona, Kayla lah yang selalu menjadi garda terdepan untuk gadis itu, hal itu lah yang membuat Viona sangat nyaman jika dekat dengan teman nya itu

"Udah, mending laporin aja deh ke satpam, biar kapok nih si miskin, udah tau gak punya duit, gaya nya sok-sok an mau belanja di sini" Usul Bella yang di angguki oleh Aurel

"Udah, jangan di laporin, kasian Viona, nanti dia gak bisa masuk sekolah lagi, gara-gara masuk sel" Bela Aurel dengan wajah di buat sesedih mungkin

"Aurel-Aurel, elo tuh kalo jadi cewek jangan terlalu baik, dan jangan pernah mau kasihan sama tampang pencuri kayak dia, karena kalo dia di kasihani, yang ada malah nambah ngelunjak" Jelas Cakra yang langsung di angguki oleh Radit

"Bener banget tuh, udah laporin aja sama satpam" Timpal Radit seraya menarik pergelangan Viona dengan kuat

"Lepas! Lepasin aku! Aku bukan pencuri!" Teriak Viona

Gadis itu mencoba melepaskan cekalan tangan Radit dengan tangan kiri nya, tetapi kekuatan yang ua miliki berbeda jauh dengan laki-laki itu, akhirnya ia hanya bisa pasrah dengan tangan yang mulai memerah

Baskara yang sedari tadi memperhatikan mereka dari kejauhan merasa sangat emosi, kini langkah nya mulai maju beberapa meter, tetapi ia teringat pesan Viona untuk jangan pernah membela nya, karena itu hanya akan membuat Viona tambah di benci oleh semua orang

Hati nya kini menjadi sangat bimbingan, antara ingin menolong atau membiarkan Viona di perlakuan seperti itu, tetapi ia tak tahan lagi melihat kelakuan geng Aurel yang makin menjadi-jadi

Ketiga gadis itu menendang-nendang kaki Viona yang membuat hati Baskara yang mencoba menahan diri pun akhirnya mulai melangkah maju dengan tubuh yang sudah di kuasi oleh emosi

"Stop! Kalian emang pada gak punya hati ya! Dia itu cewek! Gak harus nya elo perlakukan kayak gini!'

Baskara menendang kaki kedua teman nya dengan sangat brutal, Viona yang melihat nya pun langsung menarik tangan laki-laki itu dengan cepat

"Udah, di sini banyak orang, takut nya nanti malah pada nyalahin kamu" Ucap Viona yang menahan tangan Baskara

Cakra dan Radit sangat terkejut melihat Baskara malah membela gadis miskin itu, padahal selama ini ia selalu fine-fine saja ketika Viona di perlakuan semena-mena oleh mereka

"Elo kok malah belain dia sih?" Tanya Radit tak percaya

"Terus kenapa kalo gue belain dia? Salah nya dimana?"

Baskara menatap tangan yang di cekal kuat oleh Radit, kini tangan nya mulai terulur untuk mengusap tangan gadis itu dengan pelan, jika saja diri nya tidak ingat mereka ada di dalam supermarket, bisa di pastikan wajah kedua teman nya itu sudah babak belur

"K-ok elo sama sahabat sendiri gitu? Kan emang yang salah Viona nya" Bela Aurel yang menatap Baskara kecewa

"Gue tanya sama kalian? Mana bukti nya kalo dia nyuri??" Tanya Baskara

Tatapan mata nya menusuk bagaikan belati tajam yang membuat semua orang menunduk, Radit dan Cakra sendiri terkejut dengan perubahan sikap yang ada pada sahabat nya itu

"Y-aa bukti nya dia gak bisa bayar? Kalo bukan nyuri terus apa dong?"

"Apa mata Lo buta! Dia itu lagi nyari barang yang harus di beli, emang elo liat tadi dia udah ke kasir?"

Pertanyaan Baskara membuat Jihan terdiam membisu, Aurel sendiri merasa sangat geram, karena Baskara mati-matian membela gadis miskin itu di hadapan banyak orang

"Elo kok malah marah-marah sama Jihan sih? Kita kan gak tau dia udah ke kasir apa belum nya, lagian dia nya di tanya diem aja gak mau jawab" Tunjuk Aurel pada Viona

"Tanya? Kapan kalian nanya sama dia? Yang gue liat kalian malah mojokin dia, nuduh dia pencuri" Jawab nya dengan kesal

"Kalian berdua cocok kalo di pasangin sama cewek-cewek ini, Sama-sama gak punya hati dan bisa nya cuma main hakim sendiri" Tunjuk nya pada Cakra dan Radit

Setelah mengucapkan kalimat itu, Baskara mulai menarik tangan Viona untuk menjauh dari manusia- manusia yang tidak punya hati itu dan membawa nya ke tempat yang lebih aman

"Elo gak papa kan?" Tanya nya sembari menatap mata Viona yang sudah berkaca-kaca

Baskara dengan lembut menyentuh pipi gadis itu dan memeluk nya dengan erat, ada perasaan sakit ketika melihat Viona di perlakuan semena-mena oleh mereka, tetapi ia juga tidak paham dengan perasaan nya saat ini

"Makasih udah nolongin aku" Ucap Viona seraya memberikan senyum tulus nya

"Iya sama-sama, kenapa elo tadi gak ngelawan sih? Malah diam aja udah kek patung ancol tau gak?" Canda Baskara yang membuat Viona reflek mencubit nya dengan keras

"Awww.. Gue cuma becanda loh, tapi emang rada mirip sama patung ancol sih" Ucap Baskara sembari berlari menjauh, gadis itu pun mengejar Baskara yang kini sudah tidak terlihat lagi akibat padat nya pengunjung

Ada perasaan aneh yang mulai timbul dalam hati Viona, tetapi ia segera menepis perasaan itu agar nanti nya tidak kecewa

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!