NovelToon NovelToon
Maaf, Aku Menyerah!

Maaf, Aku Menyerah!

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Hijjatul Helna

Menikah kemudian bahagia adalah impian semua orang. Begitu juga dengan Soraya. Namun dapatkah dia bahagia saat menikah dengan seorang player?
Apakah harapan Soraya bahwa Ardan akan berubah bisa menjadi kenyataan?
Ataukah pernikahan mereka akan kandas karena wanita lain?

Lalu siapa Soraya sebenarnya? Benarkah dia hanya seorang wanita sebatang kara? Bagaimana jika seandainya waktu mengungkapkan jati dirinya?


Cerita ini penuh dengan intrik, dendam, perselingkuhan, perebutan kekuasaan dan kekuatan cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hijjatul Helna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menghilang

Begitu Hammer hitam itu berhenti tepat di depan rumah Soraya, Ardan langsung melompat turun.

Para bodyguard mengikuti dari belakang.

Ardan mendorong pintu yang tidak tertutup rapat dengan dada berdebar kencang.

Ruangan yang porak-poranda seakan menjadi saksi bisu telah terjadi perkelahian di sana. Atau lebih tepatnya penangkapan Soraya!

Ardan kehilangan keseimbangannya, kakinya terasa lemas, tubuhnya tersandar di pintu. Hatinya mencelos, pikirannya meraba-raba, memikirkan kemungkinan terburuk.

Apakah Angel hanya menculik Soraya? Ataukah sudah dibunuhnya?

Dia menyesal karena terlambat datang menyelamatkan Soraya.

Pikirannya mendadak buntu. Untuk pertama kalinya dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan.

Ardan menarik napas panjang dan menenangkan perasaannya. Dibutuhkan kerja keras untuk menenangkan perasaannya yang benar-benar porak-poranda seperti ruangan itu.

Bayangan Soraya yang disakiti membuatnya kesulitan untuk mendapatkan ketenangan.

Ketenangan dibutuhkan agar pikirannya menjadi jernih dan dapat berpikir.

Para bodyguard berpencar ke sekeliling rumah.

Tampak beberapa orang datang dan mengetuk pintu.

Ardan menoleh dan segera berdiri menyambut kedatangan Pak RT.

"Oh, Pak Ardan. Saya kira siapa. Ini, saya mendapat laporan warga karena mendengar keributan dari rumah ini. Jadi saya dan beberapa warga berinisiatif mendatangi rumah ini".

" Mmm ... Iya, Pak! Soraya istri saya, sore tadi minta ijin pulang kesini. Katanya mendadak rindu pada tempat ini. Karena setelah kami menikah dia hanya singgah beberapa kali kesini. Karena saya masih ada rapat, jadi Soraya duluan kesini. Setelah rapat saya langsung kesini, dan mendapatkan kondisi rumah sudah seperti ini".

Ardan sengaja tidak menceritakan tentang pertengkaran antara dirinya dengan Soraya. Hal itu hanya akan menimbulkan spekulasi di hati orang-orang itu. Dan itu hanya akan menghambat pencarian Soraya.

"Oh, begitu Pak Ardan. Jadi, bagaimana kesimpulan dari Pak Ardan? Dan apa yang bisa saya bantu?"

Ardan terlihat berpikir keras.

"Saya pikir ada orang yang sudah menculik Soraya. Dan saya minta bantuan Pak RT untuk melaporkan hal ini pada pihak yang berwajib. Sedangkan saya juga akan terus mencarinya dengan cara saya sendiri".

Pak RT terlihat manggut-manggut begitu juga dengan beberapa orang yang tadi mengiringi.

"Baiklah kalau begitu. Saya akan langsung ke kepolisian untuk melaporkan hal ini. Lalu Pak Ardan bagaimana?"

"Saya juga akan segera mencarinya".

" Lalu bagaimana dengan tempat ini?" tanya Pak RT sambil berdiri.

"Saya kira lebih baik kita biarkan seperti ini saja. Agar pihak kepolisian bisa memproses TKP".

"Ya, saya rasa begitu juga. Kalau begitu, kami permisi".

Ardan mengantarkan Pak RT ke depan pintu.

Setelah rombongan Pak RT pergi, Ardan segera menghubungi beberapa orang untuk meminta bantuan mencari keberadaan Soraya.

___________Helna____________

Mobil SUV hitam yang membawa Soraya memasuki sebuah komplek perumahan yang terlihat lengang karena waktu sudah menunjukkan pukul 03.00 dini hari.

Mobil itu terus melaju sampai ke ujung jalan. Dan berhenti di depan sebuah rumah yang cukup jauh dari rumah yang lain.

Anak buah Gentara mengangkat tubuh Soraya yang terkulai ke dalam rumah setelah memperhatikan keadaan sekitar dan dirasa aman.

Mereka tidak memperhatikan sebuah mobil hitam yang terparkir tak jauh dari tempat mereka.

Pengemudi mobil itu kemudian menghubungi sebuah nomor setelah memastikan kalau wanita yang mereka bawa adalah Soraya.

{Halo, Bos. Nona Soraya dibawa oleh Angel dan orang suruhannya ke komplek Raksa Blok M no. 27}

{Kamu yakin itu Soraya?}

{Seratus persen yakin, Bos!}

{Oke, kamu tunggu di sana. Terus amati pergerakan mereka. Aku akan meluncur ke sana}

{Baik, Bos! }

"Apa yang akan kita lakukan pada wanita itu?" Gentara memandang tubuh Soraya yang terbaring di sofa.

"Aku ingin dia mati. Supaya Ardan merasakan pembalasanku". Desis Angel.

" Kau akan jadi pembunuh. Dan jika kita tertangkap, kita bisa dijatuhi hukuman mati".

"Aku tidak peduli. Setelah kita membunuhnya, mayatnya kita buang di tempat yang takkan dapat mereka temukan. Aku ingin Ardan mati dalam penyesalan dan penderitaan. Karena dia tidak memiliki kesempatan untuk melihat mayat kekasihnya. Ha ... Ha ... Ha!

Angel tertawa seperti orang gila.

Gentara memandang datar pada Soraya yang masih dalam pengaruh obat bius.

"Jadi ... Apakah ingin langsung dibunuh?" Tanya Gentara memastikan keinginan kekasihnya.

"Aku ingin menyiksanya dulu".

Gentara menyuruh anak buahnya mengikat tubuh Soraya pada sebuah kursi yang diletakkan di tengah ruangan.

Kemudian seorang anak buahnya mengguyur Soraya dengan seember air.

Huft ... Soraya gelagapan dalam kondisi basah kuyup.

Kepalanya terasa pening. Soraya mengerjapkan matanya agar dapat melihat lebih jelas. Dia mencoba menggerakkan tubuhnya. Tapi dia tidak bisa. Baru dia sadar kalau dirinya dalam keadaan terikat di sebuah kursi.

"Selamat datang, Soraya! Maaf, jika sambutanku tidak berkenan di hati".

Sebuah suara membuat Soraya menatap awas ke depan.

Angel! Batin Soraya.

" Masih ingat denganku? Aku harap kau tidak melupakan ku dengan mudah. Karena sebentar lagi kau akan kukirim ke alam baka".

"Apa maksudmu?"

"Sebentar lagi kau akan kubunuh. Tapi sebelum itu aku ingin bersenang-senang dulu".

" Mengapa kau lakukan ini? Apa salahku padamu?"

"Apa salahmu? Kau mengambil Ardan dariku!"

"Aku tidak mengambil Ardan. Dia suamiku!"

"Aku tidak peduli. Karena dirimu Ardan menolakku. Karena dirimu aku menderita. Ah, sudahlah... Sekarang nikmatilah penderitaanmu sebelum kau mati. Ha ... Ha ... Ha .... "

Angel memberi isyarat pada kedua anak buahnya untuk memperkosa Soraya.

Mereka mulai mendekati Soraya.

" Jangan ... Jangan ... Jangan mendekat!"

Soraya merasa sangat ketakutan. Dia mencoba meronta, berharap tali yang mengikatnya bisa terlepas. Tapi lilitan tali itu begitu kuat mengelilingi tubuhnya.

"Jangan lakukan ini padaku. Aku mohon. Tolong! Tolong!" Soraya berteriak sekuatnya, berharap ada yang mendengar teriakannya.

Kedua anak buah Angel sudah mulai menggerayangi tubuh Soraya. Mereka membuka ikatan tubuh Soraya dan memegang erat tangan Soraya dari kedua sisi karena Soraya tak berhenti meronta.

Para penjahat itu mengangkat tubuh Soraya dan membaringkannya di lantai. Dua orang memegang dan menahan tubuhnya. Satu orang lagi meraba, mengelus, dan menciumi tubuhnya.

Soraya menjerit histeris. Dia gemetar ketakutan.

"Tidak ... Jangan ... Jangan sentuh aku!"

Sreet ...

Salah satu pria yang menggerayanginya merobek bajunya. Terpampang tubuh indahnya yang memakai bra cokelat yang kontras dengan kulitnya yang putih.

"Aaaa ... Tidaaak!"

Mereka semakin beringas. Mata mereka menatapnya seperti serigala yang kelaparan.

Sedangkan Angel sedang duduk dengan santai di sofa sambil menonton pertunjukan menarik di depannya.

Ada kepuasan tersendiri baginya saat melihat penderitaan Soraya.

Ya, tujuannya memang menghancurkan Soraya. Menginjak kehormatan dan harga dirinya. Dengan begitu, semua penghinaan Ardan padanya bisa terbalaskan.

Angel tersenyum puas.

Tak jauh darinya, Gentara sedang mengabadikan momen itu dengan sebuah kamera.

Video itu akan Angel kirimkan sebagai kado terakhir untuk Ardan. Pria yang dia cintai sekaligus dia benci.

Bersambung ...

1
Ghiffari Zaka
iZhin mampir Thor🙏🙏🙏
Nelly oktavia
siapa yng bersma soraya
Nelly oktavia
banyak cerita yang belom terungkap
Nelly oktavia
ada pa ini semua rencana Soraya
Nelly oktavia
perpisahan itu membuat kamu bahgi lakukan
Siti Masitah
terlalu mudah luluh
Siti Masitah
trauma sih trauma tapi doyan ngelonte...
Siti Masitah
gitu aja....
Siti Masitah
q rasa soraya wanita yg sangaaat botol
Rehan Rehan
👍👍
Yenisia Afila
Datang2 ngaku nenek mau ambil hal selama ini gk ada konstribusi dlm hidupnya, dasar wanita edan
Wasdiah Mahfud
Kecewa
Raden Roro Natasya
aku punya temen persis dlm cerita ini, tp terbalik, papi nya asli brazil, maminya Tionghoa kelahiran Indonesia... wajah nya lbh ke Amerika latin dr pd ke Tionghoa... cakep kok dia muslim sekeluarga...
Rini Haryati
ceritanya keren
sukses
semangat
mksh
Dewi Kesumawati
tapi kamu tetap masih terlalu baik. karena siksaan itu tidak lama dirasakan marsha. hehe, sayang sekali
NAZERA ZIAN
aku mampir ya Thor. mampir juga di karya ku. "GADIS MASA LALU" Siapa tahu suka.. 😊😊🙏🙏
cocoms
bagus alur ceritanya
Fe☕
Done 💃
mksh cerita nya kk 🤗
kerennnn 👌👍
tetap semangat berkarya ✍️✊
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor lnjjt
Sri Wahyuni
yg slah anak y yg d hancurkn perusahaan ortu y ga etis lah sm az jhat y mlah soraya kya iblis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!